Bab 18.

Usai mendengar penuturan dari ceritanya Achiu yang meninggal dunia karena di bunuh oleh orang yang di duga meriah orang yang sama yang membunuh Dicky Liu Fung membuat hati Liana di rundung kecemasan.

" Bagaimana cara ku untuk membantu kalian berdua menemukan pelaku kejahatan terhadap kalian di rumah ini? " Tanya Liana kepada Achiu dan Dicky Liu Fung di depannya.

" Meminta bantuan kepada Liu Dan. " Jawab Dicky Liu Fung yang mempunyai rencana di otak nya.

" Meminta bantuan kepada Liu Dan? Kenapa aku harus meminta bantuan kepada pria sombong itu? " Tanya Liana kepada Dicky Liu Fung dengan nada malas.

"Karena Liu Dan adalah seorang yang paling tepat untuk membantumu. "Jawab Dicky Liu Fung merangkul Liana dengan menembus tubuh istrinya.

"Dingin sekali.. " Kata Liana mengelus kedua lengannya begitu di peluk oleh Dicky Liu Fung.

" Tapi, dengan satu syarat kamu di larang jatuh cinta kepada Liu Dan begitu kalian berdua dapat bekerjasama dengan baik untuk membantu kami membalas dendam terhadap pembunuh kami. " Kata Dicky Liu Fung memberikan larangan keras kepada Liana.

" Hmmm.. Aku juga belum tahu bagaimana cara ku bisa berteman dengan Liu Dan. " Kata Liana menguap lalu berbaring di ranjangnya.

" Ya, juga ya. " Jawab Dicky Liu Fung tertawa senang mendengar pernyataannya.

" Kau senang sekali mendengar istrimu itu amat sulit untuk berteman dengan adik mu yang amat terkenal akan kesombongannya itu. " Kata Achiu tersenyum sendiri melihat tingkah laku Dicky Liu Fung.

" Iyalah , itu berarti istri ku tipe wanita yang sulit jatuh cinta dengan pria lain selain diriku suami nya yang tampan dan hebat seperti aku ini Dicky Liu Fung. " Kata Dicky Liu Fung tertawa bangga kepada dirinya sendiri.

Achiu memberinya senyuman kecil sebelum gadis hantu itu menembus kamarnya Liana untuk mencari makanan yang bisa di makan oleh hantu kelaparan itu di dapur keluarga Liu.

Dicky Liu Fung melatih untuk menyentuh api di atas pelita yang menempel di dinding kamarnya Liana untuk Ia bisa menyentuh apa saja yang di inginkan nya itu.

" Aduh susah sekali. " Kata Dicky Liu Fung yang melakukan hal itu berulang kali sampai hari menjelang subuh.

" Aahh.. Aku masih belum bisa menyentuhnya " Kata Dicky Liu Fung dengan muram meniup api di atas pelita dan api itu padam seketika itu juga.

" Hei, mati lampukah? " Tanya Liana terkejut dan terbangun dari tidurnya karena kamarnya begitu gelap gulita. Ia nyaris jatuh dari ranjangnya saat Ia mencoba untuk turun dari ranjangnya.

" Hei, berhati-hatilah dalam melangkahkan kaki mu untuk turun dari ranjang mu di suasana gelap gulita seperti sekarang ini. " Kata Dicky Liu Fung yang menangkapnya begitu Ia nyaris terguling ke lantai dekat ranjangnya.

" Kak Dicky, kau bisa menyentuhku?" Tanya Liana kaget merasakan keberadaan Dicky Liu Fung di dekatnya.

" Ehhh..? " Dicky Liu Fung merasa heran sendiri.

" Kamu bisa menyentuhku, Kak Dicky? Buktinya kamu berhasil menangkapku sebelum aku jatuh ke lantai dari ranjang ku..! " Ucap Liana yang tak sadar mengangkat tangannya untuk menyentuh wajah Dicky Liu Fung di dalam kegelapan kamar nya.

" Oh..! "

" Ya...! "

" Kalau begitu biar aku coba untuk menyentuh kamu di subuh hari ini..? " Pinta Dicky Liu Fung yang membaringkan Liana di ranjang.

" Ehhh..? Apa maksud mu? " Tanya Liana dengan gugup.

" Maksudku adalah..! " Jawab Dicky Liu Fung yang malah menciumnya dengan mesra sekali lalu menyentuh setiap bagian-bagian dari tubuh nya sampai Ia menggigil.

" Kak Dicky, Kau kan hantu mana bisa menyentuh ku seperti manusia?"

Liana tak bisa mengucapkan hal lain lagi karena Ia sudah di bungkam oleh ciuman hangat yang di berikan oleh Dicky Liu Fung kepada nya di dalam kegelapan di dalam kamarnya.

" Awww... Sakitttt..! " Pekik Liana yang merasa kesakitan pada sekujur tubuh nya terutama di bagian bawah tubuhnya.

Dan, tiba-tiba cahaya kembali terang benderang dimana sosok Dicky Liu Fung tergantikan oleh seorang Liu Dan yang berbaring di atas tubuhnya Liana yang terbuka dan ternodai oleh adik ipar nya sendiri.

" Kauuuu? " Tanya Liana menudingkan telunjuk kanannya kepada Liu Dan yang terperanjat kaget melompat dari atas tubuh Liana.

" A.. Aku tidak tahu.. Bagaimana aku bisa berada di kamarmu dan berbaring di atas tubuh mu?" Tanya Liu Dan dengan nada gemetaran sendiri kepada Liana yang menangis sedih sekali di atas ranjang.

" Aku.. Aku tak mau tahu kau harus pergi dari sini sebelum orang lain melihatmu ada di kamarku dan anggap saja tak pernah terjadi apa-apa di antara kita berdua. " Kata Liana yang melihat roh Dicky Liu Fung tersenyum bahagia di sudut kiri kamarnya.

" Ya, kau harus tutup mulut mu untuk menjaga rahasia kita berdua. " Kata Liu Dan dengan nada cepat kepada Liana.

" Aku juga minta kau untuk membantu ku untuk masalah apapun yang berkaitan dengan Aku di rumah ini. " Kata Liana yang raganya di gunakan oleh Achiu.

" Iya, eh.. Apakah kamu yang telah menculikku dari dapur lalu membawa ku ke kamar kakak ipar ku sendiri?" Tiba-tiba Liu Dan dapat melihat Achiu yang kini duduk di tepi ranjangnya Liana.

" Kau bisa melihatku berarti kau bisa melihat Dicky Liu Fung di sebelahmu. " Kata Achiu yang menunjukkan Dicky Liu Fung kepada Liu Dan yang terperanjat kaget dapat melihat arwah dari kakak pertamanya itu.

" Jangan takut karena aku tidak akan pernah menyalahkan mu atas perbuatanmu kepada istri ku pada subuh hari tadi. Karena aku sendiri yang telah masuk ke raga mu untuk menyentuhnya dan menjadikannya sebagai istriku seutuhnya. " Kata Dicky Liu Fung menatap adiknya yang telah pucat pasi mendengarkan perkataannya itu.

" Kau hantu berengsek yang membuatku jatuh ke lubang neraka dengan menggunakan ragaku untuk kepentingan mu sendiri..! " Kata Liu Dan yang tak lagi merasa takut kepada Dicky Liu Fung melainkan hanya ada perasaan marah dan terhina oleh Dicky Liu Fung.

" Seterah kau sajalah yang terutama kamu dan Liana harus bekerjasama dengan aku dan Achiu untuk membantu kami menemukan pembunuh kami agar kalian berdua bisa nyaman di rumah keluarga Liu. " Kata Dicky Liu Fung yang kedua matanya berkilat-kilat tajam kepada Liu Dan dan Liana yang meringkuk di ranjang karena gadis itu merasakan ketakutan luar biasa terhadap arwah suaminya itu.

" Aku dan Liana adalah hasil jebakan mu sendiri dengan partner mu yang sama liciknya dengan mu..! " Kata Liu Dan nada geram kepada Dicky Liu Fung dan Achiu yang berdiri dengan senyum yang menandakan bahwa Liu Dan dan Liana harus membantu mereka berdua dengan kedua hantu itu menatap mereka dengan sinar mata menakutkan sekali.

Bersambung!

Terpopuler

Comments

Radiah Ayarin

Radiah Ayarin

hem, cinta sampai mati nih ceritanya

2022-10-26

2

🎯™ Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

🎯™ Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

ini bagaimana klo liana hamil ya 😱😱
lagian liu dan bukan nya masih di luar kota ya 🤔🤔

2022-10-19

2

✍️⃞⃟𝑹𝑨_νισℓєт νιєηѕтαя⍣⃝కꫝ🎸

✍️⃞⃟𝑹𝑨_νισℓєт νιєηѕтαя⍣⃝కꫝ🎸

astaga bisa2nya. bukankah dg bgtu yg berhubungan adl achiu dan Dicky? 🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀

2022-09-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!