Bab 14.

Penny Lin Na Erl dengan sengaja menggerakkan kakinya yang sedang di obati oleh Liana hingga Liana menjadi kesulitan dalam mengoleskan salep kaki kepada sepasang kaki Penny yang di luruskan kepada Liana.

" Liana, sudah tinggalin saja gadis tak jelas itu. " Kata Dicky Liu Fung nada gemas melihat Liana di perbudak oleh sepupunya sendiri di hadapan nya.

" Tak bisa aku harus mengobatinya sampai tuntas agar sepasang kakinya tak mengalami goresan yang membuat sepasang kakinya jelek. " Kata Liana melalui mimik bibirnya kepada Dicky Liu Fung di samping sepasang kaki Penny.

" Dasar sinting kau bicara dengan siapa.. ?" Tanya Penny dengan nada mencemooh kepada Liana.

" Aku sedang bicara dengan mu untuk kamu bisa merawat kulit kaki mu dengan benar supaya kulit kaki mu selalu bersih dan sehat " Jawab Liana mengangkat wajahnya untuk menghadapi Penny Lin Na Erl.

" Ugh..! Gadis kampung seperti mu berani untuk mengajarkan kebersihan dan kesehatan kulit kaki kepadaku ? Aku ini gadis kota yang paling tahu tentang bagaimana cara untuk merawat kebersihan dan kesehatan kulit kaki ku sendiri. " Kata Penny Lin Na Erl yang malah menyenggol kaki nya ke wajah Liana sehingga Liana terjatuh duduk di tanah di depannya.

"Kauu..? " Ucap Liana yang bangun dari tanah lalu melemparkan tanah ke wajah Penny Lin Na Erl.

" Kau rawat juga mulut mu dengan bersih ya?" Ucap Liana nada marah kepada Penny Lin Na Erl lalu meninggalkan gadis itu di taman.

" Iihh, dasar gadis kampung! Awas kamu ya Aku akan membuat perhitungan dengan mu setelah apa yang kau perbuat kepada ku sore hari ini..?! " Teriak Penny Lin Na Erl untuk Liana yang telah melempari tanah ke wajahnya yang cantik dan manis itu.

" Sebelum kau membuat perhitungan dengan Liana?Aku yang lebih dahulu menghukummu bocah kurang ajar! " Kata Dicky Liu Fung yang menggunakan ranting yang di tiup nya itu untuk memukul kepala Penny Lin Na Erl membuat roh pohon di belakang Penny Lin Na Erl menjerit kesakitan.

" Aduduh..! Siapa yang telah memukulku dengan ranting pohon bau ini?" Tanya Achiu dengan nada jengkel.

"Dia..! " Jawab Dicky Liu Fung menunjuk kepada Penny Lin Na Erl yang duduk dengan anteng di bangku taman di depan pohon bunga sakura.

Achiu mempercayai ucapan Dicky Liu Fung yang di anggapnya berbicara jujur, maka Ia menowel pipi Penny Lin Na Erl dengan cubitan kencang hingga Penny Lin Na Erl menjerit kesakitan dan bingung sendiri.

" Aduh! Siapa yang telah mencubit pipi ku?" Tanya Penny Lin Na Erl mengusap -usap pipinya yang kini memar tanpa di ketahui penyebabnya.

Dicky Liu Fung meledek Penny Lin Na Erl di depan gadis itu yang sama sekali tidak dapat melihat dirinya namun Achiu cekikikan sendiri di samping Penny Lin Na Erl yang kaget sendiri.

" Suara Siapakah yang tertawa cekikikan di dekat ku, ya? " Tanya Penny Lin Na Erl yang segera lari dari taman tanpa berhenti sampai menabrak Ahma Zhen Yu yang menjewer telinganya dari depannya.

"Tak sopan kamu ya ? Lari -lari tak jelas di jalan sampai menabrak ku..! Ugh, Ku hukum Kamu ! " Teriak Ahma Zhen Yu dengan nada marah pada Penny Lin Na Erl.

" Achiu, bagaimana caranya kamu bisa sentuh orang dengan mudah seperti yang kamu lakukan kepada Penny Lin Na Erl sepupu ku yang nakal itu? " Tanya Dicky Liu Fung ingin tahu kepada Achiu.

" Tunggu proses kematian mu sudah mencapai usia empat puluh sembilan hari di dunia roh. " Jawab Achiu dengan nada ringan kepada Dicky Liu Fung.

" Ahh, masih lama dong untuk aku bisa bantu istriku. " Kata Dicky Liu Fung dengan wajahnya muram.

" Kau sudah menikah? " Tanya Achiu dengan nada heran kepada Dicky Liu Fung.

" Iya, sudah. " Jawab Dicky Liu Fung yang kini ceria lagi usai menjawab pertanyaan Achiu.

" Oh, istrimu yang manusia bodoh itu kan ?" Tanya Achiu mendekatinya.

" Kau jangan kurang ajar ya mengatakan istri ku manusia bodoh! " Kata Dicky Liu Fung yang kini nemukul hidung Achiu hingga hidung gadis hantu itu copot.

" Kau merusak hidung ku..! " Kata Achiu yang kembali memasangkan hidungnya lagi sambil mengejar Dicky Liu Fung yang mengejar Liana ke ruang penyimpanan beras di gudang.

" Liana untuk apa kamu ke gudang beras ?" Tanya Dicky Liu Fung yang telah di dekat Liana.

" Untuk mengambil beras, " Jawab Liana yang membuka pintu gudang.

" Suruh saja pembantu bagian dapur untuk ambil beras di gudang. " Kata Dicky Liu Fung yang kini mengikuti Liana.

Bruak..!

Pintu gudang tertutup sendiri dan menguncinya bersama dengan Liana yang terperanjat kaget terkunci di gudang beras keluarga besar Liu dan gadis ini menatap bingung Dicky Liu Fung yang di sampingnya.

" Hmm.. Aku tak bisa membuka gudang beras untuk mu. " Kata Dicky Liu Fung yang memeluk Liana dengan menembus tubuh Liana.

" Dingin sekali disini..! " Kata Liana yang usap -usap lengannya sendiri karena hawa dingin yang berasal dari Dicky Liu Fung.

"Umm..Baiklah, aku akan menjauh dari mu agar kamu tak merasa kedinginan lagi. " Kata Dicky Liu Fung yang memahami istrinya itu.

Liana mengamati lumbung beras yang di ujung gudang. Ia menemukan beras sudah berkutu dan berjamur. Ia memanggil Dicky Liu Fung untuk lihat beras itu.

" Beras di lumbung ini sudah rusak dan harus di buang.." Kata Dicky Liu Fung kepada Liana yang menyendok beras dengan gelas plastik warna hijau di bangku sebelah lumbung beras lainnya di sekitar dalam gudang.

" Beras rusak ini aku temukan di dapur untuk di masak oleh para juru masak untuk di hidangkan kepada Akong mu. " Kata Liana kepada Dicky Liu Fung yang terkejut dengan laporan dari Liana.

" Juru masak tak tahu diri! Apakah mereka ingin membunuh Akong dengan menyediakan nasi dari beras rusak ?" Tanya Dicky Liu Fung nada marah mendengar laporan Liana mengenai beras rusak itu.

" Iya, mungkin saja tapi mereka pasti ada dalang nya kok yang memberikan perintah yang sangat jahat itu kepada mereka. " Jawab Liana dengan nada halus kepada Dicky Liu Fung.

" Dan, kamu yang pertama yang harus mati di gudang beras ini untuk menutup mulut mu yang busuk itu. " Kata juru masak yang muncul dari tumpukan lumbung beras lainnya dengan tangan membawa garpu petani dan menerjang Liana dengan garpu petani yang panjang itu.

Liana menghindar dengan berlarian di sekitar dalam gudang beras dengan berteriak minta tolong untuk di bukakan pintu gudang beras oleh siapa pun dari luar untuk menyelamatkan nyawa nya itu.

Bersambung!

Terpopuler

Comments

🎯™ Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

🎯™ Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

kasian bangat ya achiu idungnya di cubit sampe copot waahhh dicky ya 😂😂😂😂

2022-10-16

1

Rindi Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

Rindi Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

semoga liana selamat nya krn di bantu oleh dicky

2022-10-12

0

Bryan Kennedy

Bryan Kennedy

ade sepupu minta di cekik tuh dicky si penny🤣

2022-10-04

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!