Bab 11.

" Apa kamu bisa melihat ku, Liana?" Tanya Dicky Liu Fung yang menemukan dirinya ada di kedua bola mata indah Liana.

Liana tak bisa berbohong lagi kepada Dicky Liu Fung usai hantu suaminya itu mengetahui bukti nyata dirinya bisa melihat sosok transparan dari suaminya itu yang membungkuk kepada nya di pinggir ranjang nya.

"Iya, Aku bisa melihat mu, Dicky." Jawab Liana jujur kepada Dicky Liu Fung.

"Apakah kamu bicara jujur sekarang kepadaku tentang dirimu sebenarnya bisa melihat ku sejak hari pertama kita menikah dan hari pertama kau masuk ke rumahku ?" Tanya Dicky Liu Fung nada halus kepada Liana seraya menundukkan kepala nya dengan begitu dekat di wajah cantik Liana.

"Iya, aku bisa melihat mu dengan jelas sejak aku tiba di rumahmu ini. Aku tak mau bicara karena aku belum merasa yakin dengan penglihatan ku ini yang bisa melihatmu. " Jawab Liana dengan terbuka kepada Dicky Liu Fung

" Bagus, aku sudah cukup senang mengetahui bahwa kamu bisa melihat ku suami mu ini. Aku ingin kau selalu mendengarkan semua kata -kata ku untuk dirimu bisa hidup nyaman dan aman di keluarga ku. " Kata Dicky Liu Fung memberikan nasehat kepada Liana.

" Iya, terimakasih kalau gitu aku mau tidur dulu. Karena aku sudah amat lelah sekali. "Jawab Liana kepada Dicky Liu Fung sebelum gadis itu menutup kedua matanya untuk tidur.

Di ruang hukuman lain, Liu Dan menerima tiga puluh kali cambukan dari Akong nya yang amat keras itu sehingga Ia mendapatkan banyak luka di punggung nya yang kekar itu.

"Kalau aku tak memberi mu didikan dengan keras atas ulah mu sendiri? Maka, nama ku bukanlah Liu Ming ? Kau harus ingat itu, Liu Dan! Kau harus tahu diri siapa dirimu itu di rumah ini hanyalah calon pengganti Liu Fung cucu asliku yang benar-benar darah daging ku sendiri dari putraku yakni Papa mu itu. " Kata Liu Ming nada keras kepada Liu Dan sambil menunjuk ke arah putra semata wayangnya yang bernama Nicholas Liu Bang yang berdiri di sampingnya menghadapi Liu Dan yang terikat pada kedua tangannya di tiang penyangga.

" Aku tahu siapa aku sebenarnya, Akong? Aku tak pernah ada niat secuil pun untuk menyentuh Liana istri dari cucu mu itu yang sudah menjadi mayat di ruangan belakang rumah ini yang sama sekali belum kamu makamkan itu. " Kata Liu Dan dengan nada tajam sekali kepada Liu Ming.

" Diam kamu! Sudah berkali-kali aku bilang kamu bahwa Liu Fung belum meninggal dunia! Dia itu cuma tidur panjang saja! " Bentak Liu Ming yang dengan marah sudah ingin mencambuk Liu Dan kembali.

" Pa.. Jangan pukul dia lagi! Lihatlah dia sudah mendapatkan hukuman yang berat darimu. " Kata Nicholas Liu Bang memohon ampunan pada Liu Ming untuk putra keduanya itu yang berasal dari istri di luar nikahnya dan tak dapat restu dari orangtuanya yang keras dalam aturan darah ningrat.

"Bang Bang kau harus mendidiknya dengan baik dan benar supaya Ia tak jadi anak tak berguna di masa depan! " Kata Liu Ming memarahi putranya juga.

" Iya, ya ya Papa! Kau tenang sajalah. " Jawab Liu Bang cepat-cepat sambil menyuruh Liu Dan untuk meminta maaf kepada Liu Ming dengan mengakui kesalahannya di hadapan Liu Ming.

" Cepat kau minta maaf kepada Akong mu dengan kamu mengakui kesalahan mu itu agar kamu bisa di bebaskan dari hukuman mu ini, Liu Dan. " Kata Liu Bang menyuruh Liu Dan minta maaf kepada Liu Ming.

" Yang benar saja Aku harus minta maaf atas kesalahan yang tak pernah aku lakukan itu! Apa kau ini tak salah mengajarkan ku tentang bicara jujur dan benar ?" Tanya Liu Dan bersikeras menolak untuk minta maaf kepada Liu Ming atas perintah ayahnya sendiri.

" Kau ?! " Liu Ming marah lagi dan bersiap untuk mencambuk Liu Dan lagi tetapi petir menyambar cambuk nya hingga cambuk nya hangus.

Cetar!

" Eh..! " Teriak Liu Ming terperanjat kaget karena petir tiba-tiba menyambar cambuk nya yang ingin di ayunkan nya kepada tubuh depan Liu Dan.

" Pa? Sudah cukup untuk menghukumnya untuk malam ini! Lihatlah langit sudah mendung dan akan segera turun hujan. Sebaiknya kau hentikan dahulu untuk istirahat dan besok pagi kamu bisa melanjutkan amarah mu untuk mendidik anak tak punya hati ini. " Kata Liu Bang menasehati Liu Ming dengan cepat untuk menolong putranya itu.

" Ah, ya sudah! Aku mau akan istirahat dan tidur untuk malam ini! " Kata Liu Ming akhirnya mau juga mendengarkan nasehat putranya itu, lalu Ia pergi ke arah kamar nya sendiri.

" Dan Dan, sebaiknya kamu pergi saja dari rumah ini sampai Akong mu reda emosi nya. " Kata Liu Bang membebaskan anaknya yang di bawanya ke kamar tidur anaknya sendiri.

" Aku memang ingin pergi dari rumah sialan ini kok, " Kata Liu Dan meringis kesakitan di saat punggungnya di obati oleh Liu Bang Papa nya.

" Iya, aku tahu itu. Ini uang dan kartu bank untuk kamu pakai di luar kota di mana saja kamu mau untuk kamu bisa meredakan emosi Akong mu. " Kata Liu Bang memberikan uang dan kartu bank serta ponsel baru kepada Liu Dan.

" Oke, aku akan pergi sekarang juga. Makasih atas semua pemberianmu ini untuk bekal aku di luar kota. " Kata Liu Dan usai berpakaian rapi dan menerima barang -barangnya yang telah di rapikan oleh Papa nya itu di dalam koper nya itu.

" Pergilah dan jaga dirimu baik-baik di luar kota serta kau harus sabar untuk menunggu kabar dari Papa untuk kamu bisa pulang lagi ke rumah ini. " Kata Liu Bang memberikan pesan dan wejangan nya kepada Liu Dan.

Kemudian ia melepaskan putranya itu yang telah menyeret koper keluar dari kamar tidur putranya itu yang gelap gulita lalu menerobos malam hari berjalan keluar dari rumah kediaman Liu untuk putranya bisa meraih mimpinya yang bebas dari tekanan Ayahnya yang keras.

Liu Dan tanpa menoleh ke belakangnya lagi telah menghilang dari rumah itu tanpa sepengetahuan satu orang pun pelayan atau staf rumah mewah keluarga Liu.

Pagi hari yang masih dingin menusuk ke tulang telah membangunkan Liana dari tidurnya agar gadis itu bisa secepatnya merapikan dirinya dan pergi ke belakang rumah untuk mencuci pakaian seluruh anggota keluarga Liu.

" Aduh, menantu kesayangan yang ternyata seorang wanita murahan penggoda laki-laki yang bukan suaminya sendiri! " Kata staf bagian mencuci pakaian dengan nada menyindir kepada Liana.

Bersambung!

Terpopuler

Comments

Radiah Ayarin

Radiah Ayarin

hah?! benarkah thor, ceritanya semakin seru nih kalau begini. sedikit penuh tanda tanya juga

2022-10-22

2

lina

lina

itu pembantu lakban bae mulutnya

2022-10-16

0

🎯™ Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

🎯™ Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

pelayan aj sombong banget harus
di hajar itu pelayan

2022-10-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!