Bab 17.

Liana menata setiap peralatan dan perlengkapan makan malam untuk keluarga besar Liu di meja makan dengan terampil sekali dan Ia juga yang menyiapkan makanan untuk makan malam bagi seluruh anggota keluarga besar Liu.

" Liana, kau pergilah makan malam di ruangan lain, " Kata Tuan Besar Liu dengan isyarat tangan menyuruh Liana pergi dari ruang makan.

" Ya, Akong. " Jawab Liana dengan patuh.

Eric Liu Hai memperhatikan setiap gerak-gerik Liana dengan saksama dan pemuda ini terlihat tertarik dengan Liana di pandangan mata Dicky Liu Fung suami hantu Liana.

" Emm, bocah kau bisa melihat gadis cantik ya ?" Dicky Liu Fung tampak tak menyukai tatapan mata Eric Liu Hai kepada Liana.

" Istrimu sangat cantik dan masih muda sekali maka wajarlah bila banyak pria yang menyukai nya. " Kata Achiu dengan nada ringan kepada Dicky Liu Fung yang duduk di tiang jendela ruang makan Liana.

" Tidak wajar bagi ku. Karena Liana milikku. " Kata Dicky Liu Fung nada datar kepada Achiu.

" Emm, tapi kamu sudah meninggal dunia dan istrimu bebas untuk memilih pria lain untuk jadi pengganti mu. " Kata Achiu menggodanya.

" Tidak! Dia tidak akan pernah bebas memilih pria lain sebagai penggantiku karena dia Liana selamanya adalah milikku. " Kata Dicky Liu Fung nada tegas sekali kepada Achiu.

" Kak Dicky, bolehkah aku bertanya kepada mu untuk satu hal pertanyaan saja?" Pinta Liana tersenyum untuk Dicky Liu Fung yang segera berdiri di depan Liana.

" Apa satu pertanyaan mu itu, Adik Liana?" Tanya Dicky Liu Fung nada lembut kepada Liana seraya meraih jemari Liana yang tak bisa di seutuhnya itu.

"Siapakah wanita di foto di dalam dompet mu di celana piyama mu yang tergantung di kamar mandi dalam kamar kita?" Tanya Liana dengan nada biasa saja kepada Dicky Liu Fung.

" Eh, foto wanita yang mana yang kamu lihat dari dompet ku?" Tanya Dicky Liu Fung mengernyit untuk mengingat -ingat tentang foto wanita yang di temukan oleh Liana di dalam dompetnya di saku celana piyama nya.

" Emm, jangan bilang kalau wanita itu adalah kekasih mu sebelum kamu jatuh sakit secara mendadak hingga kamu koma dalam waktu yang lama sekali dan akhirnya kamu meninggal dunia. " Kata Liana dengan nada biasa saja tapi wajah Liana tampak cemburu dengan foto wanita di dalam dompet Dicky Liu Fung.

" Sayang, apakah kamu merasa cemburu dengan foto wanita yang tak pernah aku ingat sama sekali ?" Tanya Dicky Liu Fung dengan nada halus kepada Liana.

" Iya, aku istri mu wajarlah bila aku cemburu jika suamiku sendiri menyimpan foto wanita lain di dompetnya. " Jawab Liana nada sedikit galak kepada Dicky Liu Fung.

" Oh, jangan khawatir sayang karena aku tak pernah ingat dia karena aku telah jatuh cinta kepada mu dan kamulah satu-satunya orang yang paling berharga di dalam diriku sampai aku ingin menyentuh mu namun apa daya ku yang kini hanyalah seorang arwah biasa saja. " Kata Dicky Liu Fung nada halus kepada Liana namun wajahnya begitu sedih.

" Kau bisa menyentuhku kok..! " Kata Liana yang memakai imajinasinya untuk merasakan sebuah sentuhan hangat di bibirnya oleh Dicky Liu Fung yang berusaha untuk menciumnya.

" Awww..! " Pekik Dicky Liu Fung yang melihat Achiu masuk ke raga Liana dan membuatnya bisa mencium Liana.

" Gimana rasanya bibir istrimu itu?" Tanya Achiu dengan nada ceria dan tak bersalah kepada Dicky Liu Fung.

" Manis dan dingin karena aku mencium bibir mu bukan bibir istriku sendiri." Jawab Dicky Liu Fung nada tersinggung dengan kelakuan Achiu.

" Ahhh, bibir mu juga dingin sama seperti dengan bibirku." Kata Achiu terkekeh-kekeh melihat rona wajah Dicky Liu Fung kaku usai menciumnya.

Liana yang mendengar percakapan mereka itu dengan perasaan kesal tanpa sadar membuat Achiu keluar dari tubuhnya lalu meninggalkan keduanya di ruang makan nya dengan berlari menuju ke kamarnya.

" Huhuhu aku menjadi permainan suami hantu ku sendiri..! " Kata Liana yang menumpahkan rasa kesalnya dengan menangis di ranjangnya.

" Aku tak pernah ada niat untuk mempermainkan perasaan mu, Adik Liana. Aku sungguh tak tahu kenapa Achiu masuk ke tubuh mu dengan niat Ia ingin membantu kita berciuman. " Kata Dicky Liu Fung nada halus memohon maaf kepada Liana di tepi ranjang Liana.

" Aku menangis bukan karena kamu dan Achiu terapi Aku menangis karena nasibku yang buruk ini. " Kata Liana yang merasa tidak tega telah menyakiti Dicky Liu Fung yang di lihatnya amat terluka dengan keadaan mereka yang berlainan dunia.

" Hmm, aku lah yang bersalah kepada mu Liana karena aku meninggal dunia begitu cepat tanpa menunggumu datang kepadaku untuk menjadi seorang istri ku yang paling aku cintai." Kata Dicky Liu Fung nada tulus kepada Liana.

" Tidak, kamu sama sekali tidak bersalah kepada ku, Kak Dicky.Karena kamu juga menderita yang di sebabkan oleh takdir yang tak adil bagimu. " Kata Liana yang duduk di ranjang untuk menyeka airmata kesedihan di wajah Dicky Liu Fung yang sama sekali tidak bisa mengeluarkan airmata ketika bersedih seperti orang terluka pada hati dan perasaannya.

" Dia meninggal dunia bukan karena takdirnya melainkan kesalahan orang lain yang ingin dia tak pernah ada di dalam silsilah keluarga besar Liu. " Kata Achiu yang memberitahu Liana bahwa Dicky Liu Fung dan dirinya meninggal dunia di usia muda karena di bunuh oleh seseorang di dalam rumah keluarga besar Liu.

" Apa yang kamu katakan barusan kepada ku? Kau dan Kak Dicky Liu Fung meninggal dunia karena dibunuh oleh seseorang yang ingin Kak Dicky Liu Fung tak pernah ada di dalam daftar silsilah keluarga besar Liu?" Tanya Liana kaget dengan pernyataan Achiu mengenai diri Dicky Liu Fung yang sebenarnya meninggal dunia bukan karena takdir nya menderita penyakit yang langka dan tak bisa di obati melainkan karena Dicky Liu Fung di bunuh oleh seseorang di dalam rumah keluarga besar Liu sendiri.

" Aku katakan bahwa suami mu meninggal dunia bukan karena takdir nya melainkan di bunuh oleh seseorang di dalam rumah keluarga besar Liu yang harus kamu cari dan temukan secara cerdik agar kamu tak pernah mendapatkan satu masalah besar di dalam kehidupan mu sebagai cucu menantu perempuan pertama keluarga besar Liu. " Jawab Achiu kepada Liana yang kini menatap mereka dengan perasaan iba yang amat besar terutama kepada Dicky Liu Fung suaminya sendiri.

" Tapi, kau jangan khawatir karena kami akan selalu melindungi mu dengan sempurna di rumah keluarga besar Liu. " Kata Achiu lagi pada Liana.

" Kau juga harus mencari tahu keberadaan Liu Dan untuk menjadi kolega mu dalam tugasmu untuk membalas dendam atas kematian kami berdua dari orang tak bertanggungjawab dan licik serta kejam di dalam rumah keluarga besar Liu. " Kata Dicky Liu Fung tersenyum kepada Liana.

Bersambung!

Terpopuler

Comments

sasip

sasip

semangat Liana.. 👍🏻✌🏻

2022-10-27

2

🎯™ Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

🎯™ Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

liana sekarang tau ya klo dicky itu di racuni dan tugas luana mencari tau orang nya hemm... semangat ya liana

2022-10-16

4

Bryan Kennedy

Bryan Kennedy

hayoloh dicky ketahuan simpan foto gadis lain

2022-09-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!