Liana memandangi dirinya di cermin rias dengan balutan pakaian pengantin wanita yang terbuat dari bahan sutera mahal dan riasan rambut yang terdiri dari batu -batu giok dan perhiasan berlian yang sangat langka, indah dan mahal harganya.
"Liana, kau harus ingat di mulai detik ini ketika kamu melangkahkan kaki mu keluar dari rumah kitw ini, kau bukan lagi anggota keluarga Chen karena kamu akan menyandang nama keluarga Liu sebagai cucu menantu perempuan pertama Keluarga Liu..! " Kata Celine memakaikan tirai pengantin di atas makhota pengantin Liana.
"Biar bagaimanapun juga Aku tetap anaknya Papa dan Mama serta adik mu, Kak Celine..! Aku masih bagian dari keluarga Chen..!" Kata Liana begitu takut meninggalkan keluarganya.
"Cih..! Kau jangan naif, Liana.Bukankah hidupmu akan bergelimpangan harta yang mahal dari suami mu yang sangat kaya raya di seluruh kota Jiang Xu ini...!" Kata Celine memakaikan gelang -gelang emas di kedua pergelangan tangan Liana.
"Kak Celine, kenapa kamu begitu merasa senang kalau Aku menikah cepat dengan Tuan Muda Liu Fung? " Tanya Liana begitu sedih di balik tirai pengantinnya.
"Karena mulai detik ini akulah cucu kesayangan A Kong satu -satunya..!" Jawab Celina dengan wajah berseri -seri bahagia di balik kesedihan Liana.
Liana di giring kembali menuju ke ruang keluarga Chen untuk melakukan ritual teh pai atau minum teh terakhir bersama dengan keluarga sebelum Ia meninggalkan keluarganya.
" A Kong, tolong terima persembahan secangkir teh hangat dari Liana cucu mu ini..!" Kata Liana bersimpuh dibawah sepasang kaki Ah Ming.
"Ya, Liana..! " Jawab Ah Ming mencoba tabahkan hatinya di hadapan Liana.
" Ahma..! "
"Hh, ya sini..! " Jawab Ah ma merasa bosan.
" Papa...! Maafkan Liana yang belum sempat untuk berbakti lebih lama kepada Papa..!" Kata Liana menahan tangisan sambil memberikan secangkir teh hangat kepada Papa nya.
" Iya, Liana..Kau tak perlu meminta maaf kepada Papa..! Karena Papalah yang tak berguna untuk memberikan kehidupan yang layak untukmu..!" Kata Papa nya menangis memeluknya.
"Ma..!
"Emm..Sini..!" Jawab Mama nya yang terlihat tak merasa akan kehilangan dirinya.
" Liana, sudah waktunya untuk masuk ke tandu pengantin yang sudah kami persiapkan di luar rumah mu..!" Kata Ah Ming menarik lengan Liana untuk di serahkan kepada Mak comblang yang di bawa oleh Keluarga Liu untuk mengatur acara pernikahan secara tradisi di keluarga pribadi Chen dahulu.
Liana meneteskan air matanya begitu dirinya telah melangkahkan sepasang kakinya keluar dari rumah keluarga Chen untuk masuk ke tandu pengantin Keluarga Liu.
Suara terompet, tambur, ledakan petasan telah menghiasi rumah keluarga Chen dengan suara yang mendatangkan keramaian yang sangatlah mencerminkan tradisi khas dari pernikahan di negeri Tirai Bambu.
Liana melemparkan kipas lipatnya dari jendela tandu begitu air di baskom yang di pegang oleh Mama nya di siram ke tanah sesudah tandu nya berangkat dari halaman depan rumah nya.
" Mama..Kau memberikan tanda selamat jalan untuk ku..! Ku harap kau mendoakan ku agar aku bisa bahagia melewati mahligai kehidupan baru ku setelah aku menikah..!"Batin Liana.
Perjalanan Liana dari rumahnya menuju ke arah rumah keluarga Liu memakai waktu sekitar dua jam lamanya perjalanan yang di mana Liana tiba di kediaman Keluarga Liu dengan tepat waktu.
"Liana..Kau harus membawa apel di genggaman tanganmu sampai kamu tiba di altar keluarga Liu yang sudah menunggu mu di ruang utama dari Kediaman Keluarga Liu..!" Kata Mak Comblang begitu tirai tandu di buka.
"Liana, kau harus melompati tungku api untuk tanda semangat juang mu membara untuk jalani hidup sebagai cucu menantu perempuan di keluarga Liu..!" Kata Mak Comblang begitu Liana turun dari tandu pengantin.
"Liana, kau harus memberikan hormatmu untuk langit dan bumi sebanyak tiga kali..!" Kata Mak Comblang begitu Liana tiba di depan altar dari Keluarga Liu.
"Liana, kau harus memberikan hormatmu untuk Tuan Besar Liu, Nyonya Besar Liu, Tuan Besar Liu Kedua dan Nyonya Besar Liu kedua sebagai penghormatanmu terhadap mereka sebagai orang tua di keluarga mu yang baru..!" Kata Mak Comblang kepada Liana.
" Dan yang terakhir kamu harus memberikan hormatmu kepada papan nama Liu Fung yang berada di tengah papan nama leluhur keluarga Liu sebagai isteri sah dari Tuan Muda Liu..! " Kata Mak Comblang yang mengejutkan Liana.
Liana gemetaran begitu Ia di suruh memberikan hormat ke papan nama Liu Fung yang ada foto diri pemuda tampan usia dua puluh lima tahun yang saat Liana menatap foto hitam dan putih itu.
"Aahhh...! " Jerit Liana yang melihat foto itu bisa tersenyum kepadanya.
"Apakah kau bisa melihatku, istriku?" Tanya Liu Fung yang turun dari meja altarnya dan berdiri di hadapan Liana.
"Tidak..! " Jawab Liana berbalik arah.
"Emm..Kau menjawab tidak berarti kamu bisa melihatku..!" Kata Liu Fung ceria.
"Liana, sekarang kau masuklah ke dalam kamar pengantin mu..!" Kata Liu Ming dengan nada yang mendebarkan jantung Liana.
Liana berjalan perlahan -lahan menuju ke kamar pengantinnya yang dahulu adalah kamar tidur mendiang Dicky Liu Fung.Maka begitu Liana tiba di kamar itu, aroma cendana yang menyengat telah hadir di sekitar Liana sampai Liana tak bisa berhenti untuk berjengit karena tegang dan takut sekali.
"Hmmm..Kau memakai penutup kepala sampai aku tak bisa melihat wajahmu yang cantik itu..!" Kata Dicky yang tak bisa menyentuh benda di sekitar sebelum usia meninggalnya mencapai usia tiga hari.
"Aku baru tiga jam meninggal dunia..! Ahh, aku tak bisa menyentuhmu..! " Kata Dicky mondar -mandir di hadapan Liana yang melihat kedua kaki Liu Fung berjalan di lantai kamar melalui tirai pengantin Liana.
" Dia bicara apa ?" Tanya Liana di dalam hatinya.
" Aku mau bicara tentang dirimu untuk aku bisa berkenalan secara dekat denganmu, istriku..!" Jawab Dicky berjongkok menatap wajah Liana yang menunduk di balik tirai pengantin Liana.
Liana memekik kaget dengan otomatis sampai tirai pengantin terbang dari kepala Liana karena gadis ini berdiri tegak dengan sikap ingin lari dari kamar itu.
"Kau jangan merasa takut kepadaku karena aku tak kan pernah menyakiti mu...!" Kata Dicky yang mendekati Liana yang jatuh pingsan di lantai.
"Hei..! Hei, Liana..!Aduh ,jangan pingsan karena kau melihat ku tak sama sepertimu..! " Kata Dicky yang kebingungan untuk menolong Liana.
Untungnya pintu kamar terbuka juga dan Mama nya lah yang menemukan Liana tergeletak di lantai lalu Mama nya memanggil beberapa orang pelayan wanita untuk menolong Liana.
"Cepat ! Cepat bawa dan taruh Nyonya Muda pertama ke ranjang Tuan Muda Pertama..!" Kata Mama nya memerintah para pelayan wanita agar memindahkan Liana dari lantai ke ranjang.
Bersambung...!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
═ NISA ═
masa nikah sma yg mati
2023-02-27
1
Nm@
Baru meninggal
2022-12-10
2
El_Ni.Mar
jdi tahu sedikit adat nikahan orang china ya.
2022-10-18
2