Liana memekik ketakutan karena dia bisa lihat Dicky Liu Fung masuk ke tubuh Liu Dan untuk menyentuhnya sehingga menimbulkan kericuhan di tengah malam dan membuat Tuan Besar Liu Ming dan anggota keluarga Liu yang lainnya mendatangi kamar tidur Liana dengan wajah mereka kaget dan marah.
" Keterlaluan kamu Liu Dan! Kau berani masuki kamar tidur kakak ipar mu sendiri dan mencoba untuk menyentuhnya di tengah malam hari." Kata Liu Ming dengan marah menyambar baju Liu Dan dan menampar Liu Dan dengan keras.
Plak!
Dicky Liu Fung keluar dari raga Liu Dan sehingga mengejutkan Liu Dan yang tak tahu apa salahnya itu sehingga ia di tampar oleh Akong nya sendiri di kamar tidur kakak iparnya sendiri.
" Akong, kenapa Akong menampar ku ?" Tanya Liu Dan bingung dan tersinggung juga.
" Jangan pura-pura bodoh ya kau pantas untuk di hukum cambuk oleh ku karena kau berani sekali masuk ke kamar tidur kakak ipar mu di tengah malam hari dan kau mencoba untuk menyentuh nya juga. " Jawab Liu Ming menyeret cucunya itu keluar dari kamar tidur Liana.
Ali maju lalu mendekati Liana yang bangkit dari ranjang dan menatap kaget karena Liu Ming telah salah paham terhadap Liu Dan yang tak tahu apa -apa.
"Liana, kau baik -baik sajakah?" Tanya Ali yang mengira Liana itu mengalami ketakutan usai gadis itu nyaris di lecehkan oleh adik iparnya sendiri di dalam kamarnya sendiri di tengah malam hari.
" Ah, ya pasti kesenangan deh karena Ia sendiri yang sudah menggoda Kak Dan Dan agar Kak Dan Dan masuk ke kamarnya dan bermesraan dengan nya. " Kata Lin Na Erl atau Penny dengan nada tajam kepada Liana.
" Hei, kau tak boleh bicara sembarangan seperti itu kepada isteriku ya ?" Tegur Dicky Liu Fung nada marah kepada Penny.
Tapi, karena Penny dan yang lainnya tak dapat mendengarnya. Ia menjadi bingung sendiri karena Ali mempercayai ucapan Penny tentang Liana lah yang sudah menggoda Liu Dan.
" Kau dasar wanita gatal ya ? Kau ternyata cuma polos dan baik dari luarnya saja! " Kata Ali yang menjambak rambut Liana.
" Iya, Ahma. Dia sok cantik. "Kata Penny yang memanasi emosi Ali yang menyeret Liana dari kamar.
" Aduh.. Sakit! Ahma, aku tak pernah menggoda Liu Dan! " Jerit Liana yang di serahkan kepada para pelayan rumah kediaman Liu untuk di ikat kedua tangannya di tiang.
" Ahma, hukum saja dia karena dia wanita tak benar. " Kata Penny yang cemburu karena Liu Dan mendekati Liana kakak ipar pria itu sendiri.
" Kak Ali, kau jangan main hakim sendiri! Kita 'kan tidak tahu siapa yang benar dan siapa yang salah ?" Ucap Zhen Yu yang mulai menyukai Liana sejak melihat keterampilan gadis itu dalam menangani segala keperluannya dan rumah mereka.
" Adik Zhen Yu kau jangan tertipu dengannya hanya karena Ia sudah membuatkan makanan enak di jam makan malam kita tadi. " Kata Ali yang lebih suka Liana yang di hukum daripada Liu Dan cucu kesayangannya itu oleh suaminya yang malah menyalahkan cucunya itu yang masuk ke kamarnya Liana di tengah malam hari padahal menurutnya semua itu adalah salahnya Liana yang di nilainya telah menggoda Liu Dan sejak sore tadi atau di jam makan malam mereka tadi.
" Ahma tolong jangan hukum aku! Aku tak salah! " Jerit Liana yang di hukum pada jarinya yang di jepit oleh penjepit besi oleh Ali melalui pelayan rumah kediaman Liu.
" Aaaaa..! " Teriak Liana kesakitan pada jemari tangannya.
" Ahma, tolong jangan sakiti Liana." Kata Dicky Liu Fung memohon kepada Ahma nya yang tak bisa melihatnya.
" Dasar kamu ya wanita rendahan yang tak bisa menahan diri tak di sentuh oleh suaminya sendiri tapi malah meminta di sentuh oleh adik suami nya sendiri! " Bentak Ali.
" Ahma, bukan! Bukan! Aku bukan wanita yang Ahma katakan..! " Jerit Liana yang sakit sekali pada jemari dan hatinya.
" Puh, siapa yang bisa percaya dengan gadis miskin seperti mu yang di jual oleh keluarga nya sendiri untuk bayar hutang sampai rela untuk menikah dengan seorang yang sudah tak ada di dunia ini. " Kata Penny dengan nada benci pada Liana.
" Penny, jaga bicara mu itu! Aku masih ada di dunia ini..! " Bentak Dicky Liu Fung dengan nada marah kepada Penny dan mengejutkan Penny yang merasakan dingin menyergap tubuhnya dan gadis ini menjerit ketakutan.
"Kyaaaa...! " Jerit Penny ketakutan dan larilah Ia dari ruang hukuman Liana.
" Kenapa anak itu teriak -teriak begitu?" Tanya Zhen Yu bingung.
" Ah, mungkin dia cuma ingin cari sensasi saja. " Jawab David Liu dengan nada ringan kepada Ahma keduanya itu.
" Dasar, berisik banget sih bocah itu. " Gerutu Ali yang juga merasa terganggu urusannya oleh suara jeritan Penny.
Liana menangis sedih karena dirinya telah di tuduh sebagai wanita murahan yang menggoda adik iparnya sendiri oleh keluarga suaminya sendiri. Ia tak lagi merasa sakit pada jemari tangannya karena hatinya jauh lebih sakit lagi.
" Liana, maafkanlah aku yang tak tahu bahwa niat ku ingin merasakan dirimu itu malah telah membawamu menderita di hukum Ahma Ali yang mengira kau menggoda Liu Dan. " Kata Dicky Liu Fung yang mondar-mandir di depan tiang Liana.
" Nasibku sudah buruk sejak aku lahir kedunia ini dan sekarang aku semakin buruk setelah aku menikah dengan mu, Dicky. "Kata Liana yang menangis terus menerus di atas tiangnya sendiri.
" Ali, sudah cukup kita menghukumnya! Lihatlah kedua jemari tangannya telah memar nanti siapa yang akan mengurus rumah kita jika Ia menjadi cacat pada kedua jemari tangannya itu. " Kata Zhen Yu membujuk madunya untuk memberikan pengampunan untuk Liana.
" Ya, baiklah. " Jawab Zhen Yu.
Zhen Yu lalu memerintahkan para pelayannya itu untuk menghentikan hukuman mereka terhadap Liana lalu meninggalkan Liana di ruangan itu untuk Ia dan Zhen Yu kembali ke kamar tidur mereka masing-masing untuk melanjutkan tidur mereka yang nyaman.
Dicky Liu Fung membulatkan tekadnya untuk Ia, masuk ke raga salah satu pelayan untuk dirinya bisa membebaskan Liana dari tiang hukuman gadis itu dan Ia juga menggunakan tubuh pelayan untuk membawa Liana ke kamar tidur nya Liana untuk di obati luka -luka jemari -jemari tangannya Liana olehnya.
" Tahan dan jangan takut aku akan mengobati luka -luka pada kedua jemari tanganmu dengan obat luka terbaik ku punya. " Kata Dicky Liu Fung dengan nada lembut kepada Liana yang telah berbaring di ranjangnya Liana sendiri.
" Kau jangan pernah melakukan hal itu lagi atau aku yang akan mendapatkan sengsara dari keluarga mu yang amat keras dalam peraturan untuk kaum wanita yang sudah menikah dan miskin seperti ku.. " Kata Liana melalui airmata nya kepada Dicky Liu Fung yang melihat bahwa sepasang mata Liana ada dirinya.
" Kau bisa melihatku?" Tanya Dicky Liu Fung.
Bersambung!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
NNM
gk sadar dia krn dirasuki
2022-11-24
0
sasip
akhirnya babang Dicky sadar ya? bantuin atuh istrinya bang, biar aga berkurang dikit penderitaannya.. 😠😣
2022-10-27
5
Radiah Ayarin
ini seperti maklampir mulutnya, tak sopan dan langsung menyela saja.
2022-10-22
1