Bab 15.

" Tolong! Tolong aku! Tolong bukakan pintunya untuk ku..! " Teriak Liana yang terus menerus lari dari kejaran Mu Fin juru masak keluarga Liu yang ingin membunuhnya untuk menutupi rahasia terkait beras yang sudah berkutu dan berjamur untuk di masak untuk di hidangkan kepada Tuan besar Liu Ming atau Akong nya Dicky Liu Fung.

Buk!

Buk!

" Kau takkan pernah bisa keluar dari gudang beras ini dalam keadaan hidup -hidup sesudah kau mengetahui masalah beras rusak di dalam gudang beras ini. " Kata Mu Fin yang memegangi garpu besi untuk menusuk tubuh Liana yang kini tersungkur di lantai gudang beras keluarga Liu.

" Tidakk..! " Jerit Liana yang sudah ketakutan itu.

Namun sebuah timbangan beras entah datang dari mana jatuh menimpa Mu Fin yang sedang mengangkat garpu bisa untuk menusuk tubuh Liana itu kini tewas dengan kepala penyok terkena timbangan beras yang di jatuhkan oleh Dicky Liu Fung untuk menyelamatkan Liana.

Brang!

" Kyaaa..! " Jerit Liana yang jatuh pingsan di lantai melihat Mu Fin tewas dalam keadaan yang sangat mengerikan dengan garpu besi yang nyaris menusuk tubuh Liana.

" Liana..! " Panggil Dicky Liu Fung menariknya dari garpu besi yang jatuh tepat di lantai di antara kedua kaki Liana.

" Darimana kau mempunyai kekuatan untuk aku bisa menggunakan timbangan beras untuk kau bisa menghabisi orang yang ingin membunuh istrimu ?" Tanya Achiu terheran-heran dengan penglihatannya mengenai Dicky Liu Fung.

" Dari kekuatan cinta. " Jawab Dicky Liu Fung kini berusaha untuk menggendong Liana dari lantai tetapi dirinya tak bisa menyentuh apa-apa lagi.

" Aneh tadi aku bisa menyentuh timbangan beras yang tergantung di langit-langit gudang beras dan melepaskannya untuk membunuh Mu Fin dan menyelamatkan Liana. " Kata Dicky Liu Fung yang merasa heran sendiri mengenai dirinya itu.

" Karena tadi kamu gunakan tekadmu untuk kau bisa menyelamatkan istrimu. " Kata Achiu yang membekuk arwah Mu Fin di lantai dengan tali rapia lalu menyerahkan arwah Mu Fin kepada sepasang Dewa pencabut nyawa yang datang secara tiba-tiba di gudang beras keluarga Liu.

" Achiu, kau memang sosok arwah yang paling cocok untuk menangkap roh nakal untuk kamu bisa meringankan pekerjaan kami. " Kata Dewa pencabut nyawa kepada Achiu yang terkekeh sendiri.

" Hehehe, ada -ada saja kalian para Dewa masa kini meminta bantuan kepada arwah manusia unik seperti ku untuk meringankan beban dari pekerjaan kalian sebagai sepasang Dewa pencabut nyawa. " Kata Achiu yang menolong Liana dan mengeluarkan Liana dari gudang beras keluarga Liu.

Clang!

Pintu gudang beras keluarga Liu terbuka lebar oleh Achiu yang membukanya melalui gigitannya di gagang pintu gudang beras keluarga Liu dan akhirnya Liana dapat terselamatkan dari gudang beras keluarga Liu.

Pagi hari rumah kediaman keluarga Liu menjadi gempar dengan salah satu pelayan di gudang beras keluarga Liu menemukan Mu Fin tewas di dalam gudang beras keluarga Liu dengan kepala penyok terkena timpaan timbangan beras.

" Tolong! Ada yang meninggal dunia di dalam gudang beras ..! " Teriak pelayan bagian gudang beras yang menghebohkan seluruh penghuni rumah kediaman keluarga Liu.

" Astaga..! Cepat rapikan mayatnya dan rapikan juga gudang beras keluarga Liu dari sisa-sisa darah dan mayatnya Mu Fin. " Perintah Ahma Ali dengan nada keras kepada semua pelayan di dalam rumah kediaman keluarga Liu.

" Ali, menurut mu apa penyebab kematian Mu Fin yang mengenaskan itu ?" Tanya Ahma Zhen Yu dengan nada bergetar menahan rasa takutnya kepada Ali.

" Dia tertimpa timbangan beras yang tali gantung nya telah rusak di makan waktu.Intinya Ia tewas karena kecelakaan kerja. " Jawab Ali dengan nada tegas dan tak ingin membahas masalah Mu Fin lagi dengan madunya itu.

Liana sadar dari pingsannya dan menemukan dirinya di ranjangnya sendiri dengan di temani oleh Dicky Liu Fung yang menatapnya mesra di tepi ranjangnya dengan kedua tangan pria hantu itu menembus pinggiran ranjangnya.

" Kau sudah sadar? Apakah kamu ingin minum air putih? " Tanya Dicky Liu Fung dengan nada lembut kepada Liana.

" Apakah kamu yang sudah menyelamatkanku di gudang beras keluarga Liu semalam ?" Tanya Liana dengan airmata mengalir ke kedua pipinya yang halus kepada Dicky Liu Fung.

" Iya, Liana. Aku suamimu tentu saja tidakkan pernah membiarkan siapapun menyakiti mu dan mencelakakanmu karena Aku akan selalu ada untuk melindungi mu, istriku sayang. " Jawab Dicky Liu Fung yang berusaha untuk menyentuh dahi Liana.

" Terimkasih, Kak Dicky. " Kata Liana terharu dengan kebaikan yang di berikan oleh Dicky Liu Fung terhadap dirinya itu

" Tuan Muda, ini cangkir minum air putih untuk Nyonya muda. " Kata Achiu menyodorkan cangkir minum air putih kepada Dicky Liu Fung yang menembus cangkir itu.

" Ahhh, sudahlah biar aku saja yang memberikan minum air putih untuk Nyonya muda Liana." Kata Achiu yang menemui Liana yang dapat melihat hantu perempuan itu menyodorkan cangkir minum air putih untuk nya dengan senyuman manis sekali.

" Terimakasih banyak Achiu. " Kata Liana yang menerima cangkir minum air putih nya dari Achiu yang tersenyum ramah kepadanya.

" Sama-sama Nyonya muda Liana, anda tak perlu sungkan untuk meminta bantuan Hamba yang selalu menjaga Anda sebagai wakilnya Tuan Muda Dicky Liu Fung suami mu yang lucu itu. " Kata Achiu dengan lirikan matanya kepada Dicky Liu Fung yang tersenyum malu -malu di tepi ranjang Liana.

Siang harinya Liana melakukan tugasnya di dalam rumah kediaman keluarga Liu sebagai menantu perempuan pertama keluarga Liu dengan menyulam sejumlah pakaian baru untuk persediaan pakaian musim dingin keluarga Liu di ruang menyulam.

" Ih, ada gadis kampung yang ikut les menyulam juga di ruang menyulam keluarga Liu. " Kata Penny Lin Na Erl dengan nada sinis kepada Liana yang duduk di bangku kosong di ruang menyulam keluarga Liu.

" Jangan di dengar ucapan orang sinting seperti dia, Kak Liana. " Kata Fei Fei sepupu lain dari Dicky Liu Fung yang tersenyum ramah kepada Liana.

" Heem , ya dik Fei. " Jawab Liana tersenyum manis untuk Fei Fei.

" Huum, wajah Fei Fei merona setelah Liana membalasnya dengan senyuman semanis bunga sakura di musim semi. " Kata Dicky Liu Fung dengan nada suaranya agak sinis melihat sepupunya merona di dekat Liana.

" Kau merasa cemburu ya? " Tanya Achiu yang senyum-senyum menggodanya.

" Ihh, apa sih aku takkan pernah cemburu pada anak kecil seperti Fei Fei. " Jawab Dicky Liu Fung mengelak secara pintar kepada Achiu.

" Iya, juga sih kamu hanya bisa cemburu dengan Tuan Muda kedua Liu Dan yang menjadi saingan mu di rumah kediaman keluarga Liu. " Kata Achiu yang ternyata mengamati perlaku Dicky Liu Fung terhadap Liu Dan dan mengetahui isi hati Dicky Liu Fung yang selalu bersaing dengan Liu Dan dalam segala hal.

Bersambung!

Terpopuler

Comments

🎯™ Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

🎯™ Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

sangat beruntung liana ya karena achiu bisa membawa liana keluar dari gudang beras itu

2022-10-16

1

Rindi Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

Rindi Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

syukurlah liana bisa keluar dari gudang beras itu ya krn di bantu achiu

2022-10-12

1

Bryan Kennedy

Bryan Kennedy

beras jamuran hadeh dosa tuh yang nukar

2022-10-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!