Sebelum Liana menjawab ajakan Steven yang ingin mengajaknya pergi menonton film di bioskop tiba-tiba terdengar suara pintu belakang terbuka sendiri dan menutup kembali dengan suara bantingan yang keras.
Kreekk..!
Brakk..!
" Suara apakah itu ? " Tanya Akong nya Liana dari ruang tengah sehingga Liana cepat -cepat menyuruh Steven pergi dari rumah Akongnya melalui pintu belakang sebelum Akong nya itu memergoki Steven di dapur.
"Gawat, Akong akan kemari..! Steven cepatlah kamu pergi dari dapur ku..! " Kata Liana dengan nada suara mendesak yang sangat pelan sekali kepada Steven yang menghela napas mematuhi nya sambil berkali -kali menanyakan kesediaan Liana untuk pergi menonton film di bioskop pada hari yang di tentukan oleh Steven sambil Steven berjalan mundur ke pintu belakang yang sudah di buka kembali oleh Steven.
"Liana, kau sedang ngapain sih tadi ? Suara apa tadi yang di dengar oleh Akong di ruang tengah?" Tanya Akong nya yang bernama A san yang kini sudah berada di dapur di belakang tengkuk atau punggung Liana yang sedang merapikan alat -alat masak di dinding meja dapur setelah di cuci bersih oleh Liana.
"Maaf, Akong. Tadi Liana sedang mencuci alat -alat masak di tempat cuci piring dan kalau suara tadi itu berasal dari pintu belakang yang tertiup angin malam yang kencang sampai pintu tertutup begitu kencang..!" Jawab Liana dengan nada hormat kepada Akong nya.
" Oh, begitu ? Ya, sudah..Kalau pekerjaanmu di dapur telah selesai, sebaiknya kamu pergi mandi lalu tidur supaya esok pagi kamu bisa berangkat ke pasar untuk menjual kayu dan ubi hasil panen ladang kita di pasar..!" Kata A san yang hadapi cucu perempuannya dengan sikap yang amat menyayangi cucu nya itu.
" Iya, Akong...! " Jawab Liana patuh.
Liana pun pergi mandi ke kamar mandi yang ada di luar rumah yaitu di pekarangan belakang dari rumah pada malam hari itu sambil menenteng lampion di tangan kanannya lalu menggantung lampion di sisi kiri pintu kamar mandi sebelum Liana masuk ke kamar mandi untuk mandi.
Semilir angin yang amat kencang datang ke arah kamar mandi yang tertutup rapat lalu berdirilah sosok transparan yang menatap pintu kamar mandi yang diterangi cahaya lampion nya Liana.
Sosok itu hanya berdiri diam tanpa bergerak ataupun berbicara sedikit pun namun sosok itu terlihat tersenyum samar -samar ke arah pintu kamar mandi lalu menghilang saat pintu kamar mandi terbuka oleh Liana yang baru saja selesai mandi dan berpakaian tidur rapi.
Liana kembali ke rumah sambil menenteng tas berisi pakaian kotor nya yang kemudian di taruh di keranjang pakaian kotor yang tergeletak di sisi kanan pintu belakang. Lalu, Liana pergi ke arah kamar nya yang berada di ujung ruang tengah di sebelah kamar Kakaknya yang judes itu.
"Aku harus menulis cerita pengalaman ku hari ini di buku harianku sebelum aku pergi tidur..! " Kata Liana yang menghadap lampu hias di atas meja belajarnya yang terbuat dari kayu murah lalu Ia menulis sesuatu di buku harian nya.
*******
Di sisi lain di malam hari yang sama terdengar suara tangisan yang memilukan dari Kediaman Keluarga Liu yang pada jam sembilan malam hari di waktu yang bersamaan Keluarga A San selesai makan malam.
Di keluarga Liu baru saja kehilangan seorang cucu kesayangan seluruh keluarga Liu yang baru saja menghembuskan napas terakhirnya di atas ranjang yang empuk dan wangi aroma cendana.
" Dickyyyyy...! " Jerit para penghuni rumah besar Keluarga Liu yang memeluk tubuh seorang pria muda yang sangat tampan dan berkulit bersih yang halus bak sutra dan giok mahal.
" Aku tidak bisa terima kalau aku di usia setua ini harus menyaksikan cucu laki-laki pertamaku yang paling ku sayangi meninggal dunia di usia masih terlalu muda sekali..! " Kata Tuan Besar Liu Ming yang menangisi kepergian Dicky Liu Fung pemuda tampan yang berbaring kaku di ranjang dalam kamar yang megah.
" Ah Ming, bukankah kamu sudah bilang kalau kamu sudah melakukan kesepakatan dengan Keluarga A san untuk menikahkan cucu nya A san dengan A Fung cucu kita? Apakah kamu akan melanjutkan kesepakatan mu ini ataukah kamu akan membatalkannya setelah kita tahu kalau A Fung sudah meninggal dunia? " Tanya Ali isterinya Ah Ming dengan suara tersendat pilu oleh tangisannya.
"Tetap aku akan melanjutkan kesepakatanku ini sesuai rencana ku untuk cucu ku di alam baka dapat tenang mempunyai seorang istri yang selalu mendampinginya untuk selamanya..!" Jawab Ah Ming yang selalu memikirkan yang terbaik bagi kebahagiaan cucu nya itu.
"Tapi, bagaimana kalau A san menolak cucu nya di nikahi oleh A Fung jika mereka tahu kalau A Fung sudah meninggal dunia? Mereka tidak akan mungkin bersedia menikahkan cucu mereka itu dengan cucu kita...!" Ucap Ali sambil menangis tersedu -sedu sekali menatap cucunya yang kini membeku di tempat tidur yang indah dan wangi cendana.
"A san tak bisa menolak untuk menikahkan cucu mereka dengan A Fung, pasalnya Aku dan kita semua akan menyembunyikan kebenaran Afung yang sudah meninggal dunia dari A san dan juga keluarganya sampai Liana sudah menikah dan tinggal bersama dengan kita. Dan, lagi A san dan keluarga nya harus membayar hutang mereka yang sangat besar terhadap leluhur kita dengan mereka harus melunasi hutang nya yaitu Liana cucu nya A san harus menikah dengan Afung dan hidup sampai mati di rumah Keluarga Liu..! " Kata Ah Ming dengan nada keras sekali sesuai dengan tabiat nya.
Sosok transparan memandangi Ah Ming dan Ali dengan tatapan yang kosong namun hidup di saat sosok itu mendengar tentang perjodohan dan rencana pernikahan yang di inginkan oleh Ah Ming untuk kebahagiaan sosok itu.
" Liana adalah jodoh dan takdirku..! Aku harus memilikinya baik dia hidup ataupun mati sekali pun...! " Kata Sosok transparan itu yang berjalan menembus dinding menuju ke rumah keluarga A san dan melihat Liana dengan tatapan matanya bersinar -sinar tajam sekali namun tatapan mata itu terlihat berkilat saat sosok itu melihat Steven teman baik Liana mendatangi Liana secara diam -diam di dapur rumah A san.
Sosok transparan ini ingin menyentuh Steven tetapi tak dapat menyentuh Steven sampai sosok ini melakukan hal itu berkali -kali namun tetap saja tak bisa menyentuh Steven yang akhirnya membuat sosok itu kesal sendiri dan membuat pintu dapur rumah A san terbuka dan menutup sendiri.
Lalu sosok itu menunggu Steven pergi dari dapur rumah A san untuk memperhatikan Liana yang berjalan menuju ke kamar mandi sambil tangan Liana menenteng lampion untuk mandi.
" Liana kau sungguh cantik sekali dengan wajah dan tubuh mu telah bersih dan wangi sabun dan sampo yang memabukkan ku...!" Kata Sosok itu yang kini memperhatikan Liana menulis cerita pengalaman harian Liana di buku harian di dalam kamar nya Liana.
Bersambung...!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Nm@
Menakukan
2022-12-10
0
Radiah Ayarin
hem... ada yang curi² nih sama Liana, tapi Liana akan di jodohkan.
2022-10-20
1
El_Ni.Mar
seremmmm ada MoMo di depan pintu kamar mandi
2022-10-17
0