Bab 12.

Liana tak menanggapi komentar miring dari para staf bagian mencuci pakaian di rumah keluarga Liu dengan Ia terus saja mengerjakan tugasnya dengan benar dan cepat agar Ia bisa melakukan tugas lainnya.

" Hei, wanita murahan hati -hati ya kalau kamu mencuci pakaian dari Keluarga terhormat dan berpengaruh seperti Keluarga Liu agar kamu tak merusaknya, " Kata Penny Lin Na Erl dengan nada mencemooh kepada Liana sepagi itu di ruang cuci keluarga Liu.

" Uuuh.. Nih perawan minta di gaplok kali ya?" Ucap Dicky Liu Fung marah mendengar istrinya di cemooh sepupunya itu.

" Sudahlah, biarkan sajalah Ia berkata tentang ku yang penting aku tak pernah melakukan satu kesalahan apapun yang akan merusak nama baik ku dan nama baik keluarga ku. " Kata Liana dengan nada pelan kepada Dicky Liu Fung untuk suaminya bisa bersabar diri.

" Aku tak bisa melihat mu di sakiti oleh mereka. "' Kata Dicky Liu Fung yang merasa marah kepada setiap orang yang menyakiti istrinya itu.

" Lalu kau bisa melakukan apa untuk membalas ucapan kasar mereka kepada ku?" Tanya Liana menghela napas dalam-dalam untuk kesabaran hatinya itu terhadap Orang-orang yang berbicara seenaknya tentang dirinya itu.

" Aku bisa menakut-nakuti mereka. " Jawab Dicky Liu Fung tersenyum kepada Liana.

" Jangan! Nanti kau bisa di hukum Dewa karena kamu mengganggu manusia. " Kata Liana yang mencegah Dicky Liu Fung menakut-nakuti orang-orang itu.

" Ckck! Dasar kau ini terlalu baik hati sekali sih." Kata Dicky Liu Fung berdecak lidahnya sendiri.

Liana tersenyum untuk suaminya yang terlihat samar-samar bila di pagi hari. Ia segera ambil payung untuk melindungi suaminya dari sinar matahari pagi yang akan menghanguskan roh suaminya itu.

" Makasih, Liana. " Jawab Dicky Liu Fung yang menerima perlindungan payung kertas dari Liana.

" Sama-sama, aku juga harus membalas budi baik mu yang sudah mengobati luka-luka pada kedua jemari tanganku semalam." Kata Liana tersenyum kepada Dicky Liu Fung.

" Ahhhhhh..! Aku di berikan senyuman mu yang semanis ini di pagi ini..! Aku jadi merasa gemas terhadap mu. " Kata Dicky Liu Fung yang terlihat geregetan kepada Liana.

Liana pun membalas sikap baik Dicky Liu Fung dengan senyuman yang tulus sekali yang telah membuat Dicky Liu Fung semakin jatuh cinta kepada Liana yang sangat cantik dan berbudi luhur.

" Hei, apakah kamu sudah dengar kalau Tuan Muda Liu Dan telah menghilang dari rumah di tengah malam setelah dirinya di hukum cambuk oleh Tuan Besar Liu Ming ?"

" Belum!"

" Ah, yang benar saja kamu kalau memberi kabar terbaru untuk ku?"

" Iyalah benar. "

Mereka mendengar percakapan Penny Lin Na Erl dengan sejumlah sepupu nya yang lainnya di taman bunga mawar di belakang rumah dan tak lama kemudian Penny mendatangi Liana dan mendorong Liana yang sedang mencuci pakaian hingga Liana jatuh tersungkur ke depan ember besar isi air cucian.

"Kau..! Semua karena kesalahan mu yang telah membuat Kak Dan Dan menghilang dari rumah! Kau juga yang sudah menyebabkan Kakak Dan Dan di hukum oleh Yeye Liu Ming..! Kau harus menerima ini dari ku..! " Bentak Penny yang mengambil tongkat untuk mencuci pakaian dari lantai dan berniat untuk memukul Liana dengan tongkat itu.

Tapi, tongkat tertahan di udara dan memukul kepalanya sendiri hingga Penny terjengkang ke ember berisi air kotoran dari toilet yang baru saja di bersihkan oleh staf bagian pembersihan toilet.

" Aauhh! Ihhh kurang ajar kamu ya?!" Bentak Penny yang merangkak keluar dari ember berisi air kotoran dan berniat untuk melemparkan ember itu kepada Liana.

Namun di urungkan olehnya karena Ia melihat kedatangan Ali ke tempat cucian maka Ia segera menemui Ali untuk meminta pembelaan dari Ali dengan menuduh Liana yang telah mengotorinya itu.

" Popo, dia telah membuat ku seperti ini karena Ia tak jera di hukum Popo semalam, maka Ia membalasnya kepada ku. " Kata Penny dengan nada manja kepada Ali.

Ali maju dan menampar Liana yang baru saja bangkit dari jatuhnya di ember berisi air cucian pakaiannya sendiri. Liana kaget dengan adanya tamparan dari Ali untuk nya.

" Ahma! "

"Kau! Apa kamu tak merasa cukup membuat keluarga ku tercerai berai dengan ulah ganjen mu itu ?" Tanya Ali dengan nada bengis kepada Liana.

" A.. Apa maksud perkataan Ahma ?" Tanya Liana kepada Ali dengan airmatanya telah turun dari sepasang mata indahnya.

" Apa aku harus mengulangi ucapan ku untuk mu?! Ahhh! " Bentak Ali yang menampar Liana dengan keras di pipi lainnya.

" Ahma! " Bentak Dicky Liu Fung yang bergema seketika itu juga dan mengejutkan Ali yang kini terdiam karena kaget mendengar suara Dicky Liu Fung.

" Eh, suara siapakah yang barusan aku dengar?" Tanya Ali yang wajah pucat seketika itu juga sambil mengedarkan pandangan sepasang mata nya itu sebelum pergi dari tempat cuci pakaian dan meninggalkan Liana yang menangis di lantai.

"Popo! Kenapa Popo meninggalkanku sendirian di tempat menyeramkan ini ?! " Ucap Penny Lin Na Erl menyusul perginya Ali dengan merinding ketakutan sendiri.

" Liana, kau jangan diam saja! Kau harus bela diri mu sendiri! " Kata Dicky Liu Fung pada Liana di hadapannya.

" Tapi, pembelaan apa yang harus aku lakukan untuk semua yang telah terjadi di rumah mu ini yang mereka katakan adalah salah ku?" Tanya Liana yang menangis tersedu-sedu kepada Dicky Liu Fung.

" Ahhh! Semua ini adalah kesalahanku! Kenapa aku harus meninggal dunia dengan secepat ini sehingga aku tak bisa melindungi mu dari mereka. " Kata Dicky Liu Fung yang menyalahkan dirinya sendiri sambil melihat kedatangan arwah lain yang menyelinap masuk ke rumahnya.

" Eh, setan manakah yang menyelinap masuk ke rumah ku? " Tanya Dicky Liu Fung yang segera mengejar roh yang masuk ke rumahnya.

Liana meneruskan pekerjaannya sambil tiada pernah berhenti menangis atas semua hal yang telah terjadi pada hidupnya yang malang sejak Ia di lahirkan ke dunia oleh orangtuanya.

Dicky Liu Fung menghadang roh yang dilihatnya masukan ke rumahnya di pintu masuk ke dalam ruangan lain dari rumahnya dengan menatap tajam kepada arwah perempuan yang cantik di hadapan nya.

" Achiu rupanya kau juga telah meninggal dunia pada waktu dan hari yang sama dengan ku?! " Kata Dicky Liu Fung terkaget-kaget mengenali roh perempuan itu adalah pelayan terdekatnya sendiri.

" Tuan Muda pertama..!Saya telah di bunuh oleh seseorang yang ingin menutupi perbuatannya yang ingin mencelakakan Tuan Besar Liu Ming dengan membunuh Anda secara perlahan- perlahan melalui makanan yang Anda makan di hari ulang tahun Anda yang kedua puluh tahun yakni sekitar lima tahun yang lalu. " Jawab Achiu arwah pelayan pribadi Dicky Liu Fung.

Bersambung!

Terpopuler

Comments

NNM

NNM

jangan nyerah dicky

2022-11-25

0

lina

lina

maju dicky

2022-10-16

1

Bryan Kennedy

Bryan Kennedy

dicky tulus tuh cinta ke liana

2022-10-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!