Bab 7.

Cuaca yang amat terik sekali di pekarangan dapur rumah kediaman Keluarga Liu tak dapat memberikan rasa lelah untuk Liana yang di wajibkan untuk menjemur beras ketan di atas tetampa atau alat menjemur beras yang terbuat dari anyaman kayu.

" Liana, setelah ini kamu pergilah ke sumur untuk menimba air sebanyak-banyaknya untuk cucian piring tempat makan keluarga kita. " Kata Ahma Zhen Yu dari koridor yang mengarah ke arah lain rumah.

" Iya, Ahma. " Sahut Liana patuh.

" Kau minumlah air putih dahulu jangan sampai kau kelelahan dan mengalami dehidrasi akut. " Kata Dicky Liu Fung yang selalu menemani nya di area tersebut.

Dicky Liu Fung berdiri di beranda dapur karena Ia tak berani terkena matahari yang tentunya akan membakarnya karena Ia merupakan sosok roh atau arwah manusia biasa yang baru berusia sepuluh jam di dunianya atau empat hari di dunia manusia.

" Tujuh hari lagi adalah peringatan kematianku dan aku tak kan bisa berada di rumah. " Kata Dicky Liu Fung muram durja.

" Kau memiliki batas waktu sebagai arwah baru. " Kata Dewa penjaga pintu dapur kediaman Liu kepada Dicky Liu Fung.

" Iya, aku akan mencoba untuk mencari cara untuk berkomunikasi dengan istriku di dalam mimpi nya atau dengan mama ku. " Kata Dicky Liu Fung yang sudah ingin sekali dapat bicara dengan Liana dan mama nya.

" Kau akan mempunyai suara untuk komunikasi dengan manusia pada hari ke empat puluh sembilan hari mu meninggal dunia atau sekitar tiga hari mu di dunia arwah. " Kata Dewa penjaga dapur kediaman Liu Fung kepada Dicky Liu Fung seraya menikmati persembahan dupa wangi di meja sembahyang Dewa Dapur yang penuh aneka kue di piring dan arak di guci arak mini.

" Emm, sungguh berat menjadi arwah yang amat menyedihkan seperti ku. " Kata Dicky Liu Fung memandangi Dewa penjaga pintu dapur di rumah kediaman Liu Fung yang sedang asyik makan aroma kue dan melalui dupa wangi yang menyala di tempat dupa di meja altar Dewa Dapur kediaman Liu Fung.

" Kau bisa makan dan minum melalui dupa di meja abu jenazah mu sendiri di meja altar mu di ruang leluhur keluarga mu, " Kata Dewa penjaga pintu dapur kediaman Liu Fung yang merasa tak nyaman saat makan di lihatin oleh arwah tuan rumah kediaman Liu Fung sendiri.

" Aku tak merasa lapar dan haus, " Kata Dicky Liu Fung melirik sinis kepada Dewa penjaga pintu dapur kediaman Liu Fung yang sibuk makan dan minum dengan caranya sendiri.

Dicky Liu Fung cepat menengok ke pekarangan dapur kediaman Liu Fung dan tak menemukan Liana di sana. Ia segera lari ke belakang untuk mencari Liana di sumur yang berada di belakang rumahnya.

" Ah, aku merasa lega berhasil menemukan mu. " Kata Dicky Liu Fung merangkap kan kedua tangannya seraya tersenyum manis untuk Liana yang sedang menimba air melalui ember di taruh di mesin katrol atau kompa.

Lalu, Liana mengompa air dengan alat kompa yang cukup besar dan melelahkan untuk Liana di hari pertamanya setelah menikah dengan salah satu putra di keluarga Liu Fung

" Kau istrahat lah dahulu jikalau kamu merasa lelah. " Kata Dicky Liu Fung merasa kasihan pada Liana tetapi Ia tidak bisa melakukan apa-apa untuk meringankan beban istrinya.

Di saat Liana hampir kehilangan keseimbangan tubuhnya karena beban berat pada tiang kompa air datanglah Liu Dan yang menahan tubuhnya dengan sigap lalu mengambil ember yang sudah penuh air nya dan di tuang ke ember lain untuk di tampung.

" Kau harus hati -hati dalam bekerja di rumah ini atau kau akan mendapatkan masalah dari para juragan besar di dalam sana. " Kata Liu Dan nada tajam kepada Liana.

" Ya.. Makasih banyak atas bantuan mu. " Jawab Liana nada judes kepada Liu Dan.

" Sombong banget kamu! " Kata Liu Dan yang mencibir Liana sambil membantu gadis cantik ini menuang air ke ember-ember yang sudah di sediakan di tempat mencuci pakaian dan piring -piring kotor yang menumpuk di sudut tempat itu.

"Kau bisa pergi setelah kamu menyelesaikan bantuan mu itu kepadaku karena aku tak mau kamu bicara sinis terus kepadaku sepanjang hari mu. Apakah kamu tak ada pekerjaan yang lain selain mencibir ku? ! " Kata Liana yang mulai jenuh dengan kata -kata cibiran Liu Dan.

Liu Dan memainkan bibir nya sendiri lalu pergi dari Liana karena pemuda itu merasa kesal pada gadis yang menurutnya terlalu bodoh dan haus harta sehingga mau saja menikah dengan orang mati.

" Liu Dan keterlaluan sekali terhadap Liana istri ku tercinta..! Awas, ya bila aku bisa menyentuh manusia dan benda sekitar ku.. ?Aku akan jahili dia untuk hukumannya yang selalu sinis kepada mu, Liana. " Kata Dicky Liu Fung yang memiliki maksud untuk membela dan menghibur Liana tetapi tak di pandang sebelah mata oleh Liana yang memandang papan mencuci pakaian dan sibuk dengan pekerjaannya.

Liana sebenarnya bisa melihat Dicky Liu Fung di samping nya namun dia tak mau berbicara atau memberitahu Dicky Liu Fung mengenai dirinya bisa melihat pria itu dengan jelas mesikpun agak samar -samar.

" Aku merasa kamu adalah hantu paling bodoh yang pernah ku temui, Dicky." Batin Liana.

Pekerjaan mencuci pakaian dan piring telah di selesaikan dengan baik dan bersih oleh Liana sehingga Ahma Zhen Yu menyukai cara kerja Liana sebagai seorang wanita yang sudah di latih dalam mengurus pekerjaan rumah tangga sejak kecil.

" Baiklah, sekarang kamu mandi dan dandan lah yang rapi karena aku akan memperkenalkan mu kepada sanak saudara ku di tempat nongkrong ku. " Kata Ahma Zhen Yu kepada Liana setelah melihat cara kerja Liana sesuai dengan harapan nya dan penilaian nya.

" Iya, Ahma. " Jawab Liana patuh.

Pada jam lima sore hari adalah waktu untuk Ahma Zhen Yu berkumpul bersama dengan para sanak saudara nya di meja judi yang biasa di lakukan oleh para wanita kelas atas China yaitu bermain mahjong. Dimana para wanita itu duduk mengelilingi meja bundar yang di atasnya ada banyak kartu -kartu mahjong yang siap di bagi -bagikan sesuai peraturan permainannya.

Dan, tugas Liana adalah duduk di bangku bagian belakang Ahma Zhen Yu untuk membantu Ahma Zhen Yu menghisap cerutu dari pipa cerutu yang terbuat dari bahan giok asli yang ringan dan yang memiliki ukiran yang indah.

" Liana, tuangkan arak di gelas arak kami dan tolong kupas kulit kuaci putih dan pisahkan isi nya ke piring kecil kami. " Kata Ahma Zhen Yu kepada Liana tanpa mengalihkan perhatiannya dari kartu-kartu mahjong nya.

Bersambung..!!

Terpopuler

Comments

Radiah Ayarin

Radiah Ayarin

wadduh...itu mah bukan membantu tapi jadi babu thor..

2022-10-21

1

El_Ni.Mar

El_Ni.Mar

pake telepati aja diky

2022-10-20

0

🎯™ Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

🎯™ Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

ahma ini orang yg harusnya di gangguin pertama kali oleh dicky ya karena sekapnya yg memperlakukan liana seperti pembantunya saja

2022-10-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!