Liana yang merasa dirinya mengantuk berat itu menutup buku hariannya dan memilih untuk tidur di ranjang tumpukan jerami di sudut kamarnya yang sempit dan berlantai tanah merah tebal.
" Kau pasti merasa kedinginan, bukan? Kamu apakah terbiasa tidur di ranjang jerami yang bau dan di kerumuni oleh rayap? " Tanya sosok yang mengikuti Liana.
"Dicky, kamu harus pulang untuk makan dan juga minum yang sudah di sediakan oleh Mama mu di rumah, nak..! " Terdengar suara isakan tangisan Mama nya yang membuat sosok tranparan itu menghilang dari kamar Liana.
Di dalam mimpi yang terlihat oleh Liana adalah dirinya memakai pakaian pengantin merah yang sangat mewah berdiri di depan altar yang ada sebuah foto seseorang yang gambarnya kabur dan tak terlihat jelas olehnya.
Namun, Liana merasa ada seseorang berdiri di sampingnya untuk melakukan sebuah ritual atau pemberkatan pernikahan di hadapan semua khalayak umum termasuk keluarganya.
"Liana, kau adalah milikmu..! " Kata sosok yang berdiri di sampingnya yang membuka kerudung pengantinnya dan memperlihatkan wajah yang sangat pucat kebiruan di depan sepasang mata nya sampai Liana menjerit sekencang -kencang nya.
" Aaaaaaghhh..! "
Teriakan Liana membangunkan Kakaknya yang kamarnya di sebelah kamar Liana dan meneriaki Liana dengan kasar dan judes melalui daun pintu jendela.
" Liana apa -apaan kamu ini berteriak -teriak di tengah malam persis orang dungu saja kamu?! Berisik tahu...! Kau membuat Aku jantungan dengar teriakan mu itu..! " Teriak Kakaknya.
" Ah, ya Kak..Maafin Liana...! " Jawab Liana nada lembut dan sabar menghadapi Kakaknya yang judes itu.
" Awas ya kalau kamu sampai teriak lagi seperti tadi ! Aku akan meminta Mama untuk memberi kamu hukuman kerja di kandang babi seharian nonstop..! " Ancam Kakaknya dengan galak.
" Huum, ya Kak..! " Jawab Liana patuh.
Pagi -pagi sekali atau sekitar jam tiga subuh hari Liana bangun untuk melakukan kegiatan hari -harinya yang di mulai dengan memasak air di dapur untuk membuat teh hangat di teko untuk keluarganya.
Kemudian, Liana pergi ke sumur di belakang rumah untuk mencuci pakaian semua keluarga nya sampai jam empat pagi, Liana berada di halaman belakang rumah.
" Liana, sudah jam berapa sekarang ?Bukankah kamu seharusnya sudah bersiap untuk buatkan kami sarapan pagi sebelum kamu berangkat ke pasar untuk menjual hasil kebun kita?" Tanya Mama nya dengan nada keras dari pintu menuju ke halaman belakang.
" Iya, Ma bentar lagi Liana selesai mencuci baju karena Liana sekarang sedang menjemur baju -baju nya di tiang jemuran..!" Jawab Liana nada sopan kepada Mama nya
" Iya, sudah..Cepatan ! Jangan sampai kamu terlambat membuat sarapan pagi untuk kami terutama untuk Akong dan Ah ma mu..! " Kata Mama nya nada keras sekali kepada nya.
" Iya, ya Ma...! Liana datang..! " Sahut Liana yang segera menyelesaikan tugas menjemur baju -baju keluarganya di tiang jemuran di halaman belakang rumah.
Lalu, Liana berlarian kembali ke dapur untuk Ia bisa memasak sarapan pagi untuk keluarganya berupa bubur, cakwee , telur rebus dan susu kacang kedelai yang segera di siapkannya di meja makan di ruang makan.
"Liana, sepulang dari pasar jangan lupa untuk kamu membeli beberapa bahan kain baru untuk persiapan pernikahanmu atau acara sangjit mu yang akan di gelar dua hari lagi..!" Kata Akong nya memberikan selembar uang kertas senilai seratus yuan atau seratus RMB kepadanya.
" Ya, Akong..! " Jawab Liana.
" Juga jangan kamu sampai lupa membeli kertas merah untuk riasan rumah kita dan sepasang sepatu kain yang bagus untuk hari pernikahan mu yang akan di gelar pada bulan depan..! " Kata Akong nya lagi menuliskan nama-nama atau daftar barang -barang yang harus di belinya itu pada sehelai kertas untuk alat mengingatnya.
" Iya, Akong..!" Jawab Liana.
Namun sebelum Liana berangkat ke pasar untuk menjual hasil panen ladang atau kebun mereka, rumah mereka kedatangan tamu istimewa yang tak lain adalah Liu Ming dan segenap keluarga nya dengan balutan pakaian ciongsam warna keemasan dan garis hitam sambil membawa nampan berisi pakaian pengantin dan perhiasan untuk Liana.
"Pernikahan di percepat dan di adakan hari ini juga pada jam delapan pagi waktu setempat di rumah kami..! Karenanya Liana harus segera di persiapkan sebaiknya dan secepatnya oleh kalian para keluarganya..! Sekarang juga..! " Kata Ah Ming memberikan perintah kepada A san dan keluarga.
"Kenapa kamu mempercepat hari pernikahan antara kedua cucu kita, Ah Ming? Bukankah kamu bilang pernikahan di adakan sebulan lagi di bulan delapan ?" Tanya A san dengan cepat supaya Ia tak secepat itu menyerahkan cucunya kepada keluarga Liu.
"Aku batalkan ucapanku untuk mereka menikah bulan depan, A san. Aku mau hari ini di jam yang sudah aku tentukan dan kau tak bisa menolak keinginanku karena kau sudah menyatakan diri kamu sepakat untuk menikahkan cucu mu ini dengan cucu laki -laki pertama ku..! " Jawab Ah Ming menatap tegas dan memaksa A san untuk menurutinya.
" Baiklah..! " Kata A san menelan ludahnya yang terasa berat bagi kerongkongannya.
" Sudahlah, suamiku..Kita serahkan Liana cucu kita kepada mereka agar permasalahan urusan kita dengan mereka dapat selesai dengan tuntas dan damai..! " Kata Isterinya yang memang amat menginginkan Liana pergi jauh dari keluarga.
"Iya, Akong..Toh cucu Akong masih banyak ! Aku misalnya masih ada di sisi A Kong yang tentu nya akan mengurus keperluan A Kong dengan lebih baik daripada Liana..!" Kata Cecilia yang memang sangat iri dengan Liana yang selalu di sayang dan di perhatikan oleh A Kong nya.
" Diam kalian ! Kalian memang menginginkan putriku pergi dari rumah ini 'kan ?! " Ucap Papa nya Liana dengan sorotan mata marah kepada Cecilia dan Ah Ma.
" A Bi kau tak boleh bersikap kasar kepada Cecilia dan Mama mu..!" Kata Mama nya Liana yang lebih menyayangi Cecilia dibandingkan Liana.
" Pauniang...! Liana juga putrimu ! Kenapa kamu begitu suka dia pergi begitu cepat dari kamu dan keluarga kita ?! " Ujar Papa menuding telunjuk kepada Mama nya Liana.
" Aahh..Aku tak berkata Aku ingin Liana pergi begitu jauh dariku dan keluarga kita ! Ah...Ahm...! " Bantah Mama nada membela diri dari amarah Papa.
"Sudah ? Cukup, aku mau kalian mempersiapkan Liana sekarang juga untuk menikah dengan Liu Fung cucuku di pagi hari ini jam delapan pagi ini di rumahku...! " Kata Ah Ming tak sabar untuk membawa Liana kehadapan cucu nya tercinta di rumah nya.
Cecilia menyambar lengan Liana lalu menyeret gadis ini masuk ke kamar untuk di rias sebagai pengantin wanita sesuai pakaian pengantin dan perhiasan yang di bawakan oleh keluarga Ah Ming untuk Liana.
Bersambung..!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Nm@
Ada apa dengan Liana, kenapa semua orang menginginkan ia pergi dari rumah
2022-12-10
0
Radiah Ayarin
mereka kenapa kok kasar sekali dan jahat sih thor pada Liana?
Kasihan Liana loh thor...
2022-10-20
3
🎯™ Zie ⍣⃝కꫝ 🎸
kasian liana ya ternyata keluarganya sendiri memperlakukan dia seperti pembantu dan penghasil uang untuk mereka bahkan tidurnya pun beralaskan jerami 😢😢
2022-10-08
2