" Master? Kenapa anda terlihat terburu-buru seperti itu? " ucap Rea dengan bingung disaat melihat Lumi nampak terburu-buru akan sesuatu.
" [ Tedi benar-benar bodoh! Meskipun Penjara Rip's Dead merupakan penjara terkuat di tanah ini, dia tidak benar-benar memperhatikan isi dari siaran yang menerangkan secara jelas bahwa tidak akan ada kesempatan bagi siapapun untuk lepas dari satu serangan mematikan miliknya selama ada unsur tanah disekelilingnya.] " gumamnya dalam diam sembari berdiri menanti sebuah kereta naga yang sebelumnya sempat dia mintai pertolongan.
* Waaaahmsssh * " Setelah makan, tidur di atas pangkuan Vi, lalu makan lagi dan setelahnya kembali melakukan semua dari awal lagi, tidaklah buruk untuk dilakukan. Dan lagi dengan berada di tempat seperti inipun Vi nampak lebih tenang dan tidak menunjukkan sebuah sikap maupun tingkahnya yang buruk seperti sebelumnya. " gumamnya sesaat setelah berganti posisi dimana dirinya akan terjaga dan Vi akan tidur dalam bentuk serigalanya.
* ting ting ting ting * " Semua tahanan kelas F 11 A! sekarang waktunya kalian pergi ke ruang teratas dan melakukan hal seperti biasanya di sana! " teriak seorang penjaga yang berbeda dari sebelumnya sembari membuka setiap sel yang ada tanpa terkecuali pada Rose yang ada disana.
" Dan untuk anda, tuan. Kami harap anda tidak melakukannya sesuatu yang kejam seperti sebelumnya. " tambah penjaga itu setelah dinasehati oleh beberapa penjaga lain untuk tidak berurusan dengan seorang tahanan yang membawa seekor serigala kecil kedalam sel.
Dengan dibukanya pintu dari sebuah aula terbuka yang dipenuhi oleh alat kebugaran dan beberapa sarana olahraga lain, Rose nampak mengambil sebuah bola kecil dan mengajak Vi untuk bermain sementara beberapa tahanan lain hanya bisa menjaga jarak dari dirinya.
" Hey, apakah dia benar-benar sosok yang paling ditakuti di seluruh tempat kalian? " ucap seorang tahanan dari lantai lain yang nampak penasaran atas keberadaan dari Rose.
Sembari mengawasi Rose yang masih bermain dengan santai bersama sesuatu yang dianggap sebagai peliharaannya, tahanan itu membenarkan apa yang terjadi di beberapa waktu sebelumnya serta menyarankan kepada tahanan itu untuk tidak membuang sisa hidupnya dengan mencari maslah dengannya.
" Hey! Tuan tahanan R1179! tolong lemparkan bola itu kepadaku! " teriaknya dengan wajah yang ceria kepada seorang tahanan yang berada paling dekat dengan bola yang terlempar cukup jauh itu.
Setelah berjalan mendekati Rose dan menyerahkan bola itu kepadanya, tahanan itu sempat mencoba mencari informasi mengenai siapa sebenarnya jati diri dari dirinya dan apa alasannya kenapa dirinya sampai di tempatkan di sel paling dalam dari penjara itu.
Bersama dengan sebuah jawaban sederhana yang diambil dari kejadian yang berkaitan dengan maslah seorang bernama Hans dan beberapa sosok berpakaian hitam, tahanan itu mulai meninggalkan Rose dengan warna kulit yang sangat pucat seakan tidak percaya pada apa yang Rose katakan.
" Jadi, seperti itulah yang dirinya ucapkan kepadaku. " ucap tahanan itu pada tahanan lain sembari membalas sebuah senyuman disaat Rose melihat ke arahnya
" Menghancurkan dua iron golongan yang diciptakan oleh mantan pahlawan Luminus Meteora dan membantai habis kelompok petualang yang menganggu nya merupakan alasannya masuk ke sini? " ucap seorang tahanan yang berlaga seperti seorang pemimpin diantara mereka
" Dan bukan hanya itu saja, tuan-tuan sekalian. Karena sebuah pemalsuan informasi yang aku lakukan, aku mungkin menjadi sosok yang paling di cari di beberapa kota di negri ini. " lanjut Rose sembari memainkan bola yang dipegangnya dan ikut bergabung dengan apa yang tengah dibicarakan oleh para tahanan itu.
Mendengar sebuah kejahatan yang nampak belum pernah mereka dengar maupun lakukan selama ini langsung membuat mereka merinding ketakutan disaat Rose dengan santainya mengatakan hal semacam itu dengan mudah.
" Selain dari itupun dalam waktu dekat ini, mungkin beberapa temanku akan datang dan membebaskan ku tanpa syarat. " lanjutnya setelah mengingatkan kepada mereka mengenai ucapannya yang berkaitan dengan ketenangan hidup yang dirinya inginkan.
Sembari menundukkan kepala dan meminta maaf, beberapa tahanan itu mulai menarik perhatian tahan lain dan membuat mereka berfikir bahwa sosok Rose benar-benar sosok yang amat berbahaya.
" Hehe, tidak perlu bersikap seperti itu kepadaku. Aku memang tidak berniat melakukan sesuatu yang menarik perhatian seperti ini. Dan lagi, aku justru senang berbagai informasi semacam ini dengan kalian karena dengan adanya hal ini, beberapa informasi yang tidak dapat aku cari bisa didapatkan dengan mudah. " ucapnya dengan nada yang lebih bersahabat sebelum menggendong tubuh Vi yang sebelumnya nampak bersusah payah untuk menaiki tubuhnya.
Merasakan sebuah respon balik yang serasa bersahabat dari Rose, beberapa tahanan itu mulai merencanakan sesuatu untuk mengenal lebih dekat dengan Rose dengan sebuah tujuan yang mana nantinya mereka berharap bahwa di waktu Rose bebas, mereka juga ikut dibebaskan.
" Karena dalam tempat ini sistem karma adalah hal yang tabu, setidaknya aku akan melakukan apa yang aku mau di sini dan tetap menjaga serta melindungi kesucian Vi dari gejolak nafsu yang mungkin akan meledakkan diri. " ucapnya dalam diam sembari memandang ke arah langit untuk sesaat sebelum akhirnya pergi ke dalam selnya sendiri dengan bantuan dari penjaga yang menasehati nya sebelumnya.
" Kamu tidak perlu khawatir dengan mereka. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku sama dengan mereka jika mereka bisa mengabaikan perbedaan kekuatan diantara diriku dengan mereka. " balas Rose setelah sebelumnya ditanyai beberapa pertanyaan terkait kedekatannya dengan beberapa tahanan kelas kakap itu.
Setelah kembali mengunci sel yang Rose tempati dan membungkuk hormat sebelum pergi, Rose kembali tidur diatas pangkuan Vi yang nampak menikmati kebersamaan itu.
" [Hehem~, tuanku memang lah sosok yang unik. Selain dari kemampuan fisiknya yang luar biasa itu, dia dapat menaklukkan penjara mengerikan ini hanya dengan beberapa langkah sederhana. Dan lagi, dengan situasi yang seperti ini pun tuan tetap bisa menahan gejolak nafsunya meskipun beberapa kali aku sempat mencoba menarik perhatiannya.] " gumam Vi dalam diam sembari mengusap kepala tuannya dengan pelan.
" Lalu nona. Apakah informasi mengenai sosok itu benar-benar bisa dipercaya? " ucap seorang berpakaian samurai dengan dasar coklat sembari bertanya mengenai sebuah pesan siaran yang berisikan informasi mengenai kembalinya sosok Rose ke peradaban setelah lama menghilang
" Untuk saat ini, semua hal yang berkaitan dengan pesan itu merupakan sebuah kebenaran yang pasti dan untuk beberapa pertanyaan yang lebih mendalam mengenai sosok itu sendiri, kami tidak dapat menjawabnya disaat Guild Master kami pergi.... " balas Rea dengan sebuah keringat dingin ketika menghadapi beberapa pendatang dari kota lain yang mencari kepastian informasi dari pesan siaran itu.
Setelah mengajukan beberapa pertanyaan terkahir terkait lokasi dari sosok Rose saat ini, pria dengan pakaian samurai itu mulai berjalan pergi meninggalkan guild itu bersama beberapa sosok lain yang sebelumnya nampak mengawal kedatangannya.
" Hey, Nana. Watson di sini. Aku ingin mengatakan kepadamu bahwa master telah kembali. " ucap pria berpakaian samurai itu kepada seorang wanita ber rambut merah muda layaknya bunga sakura yang tengah berada dalam satu ruangan gelap sembari memegang sebuah senjata dengan efek aura.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments