Dalam keheningan dibawah langit malam kala itu, Rose melepaskan jubah hitamnya untuk menutupi tubuh dari Vi yang kini hanya memakai sisa pakaian yang terbakar.
* scrtks * bunyi dari batuan yang meletus di dalam api unggun yang ada membuat sedikit senyuman di wajah Rose yang nampak menikmati suasana pada malam itu
" Tuan~." ucap Vi sembari mencoba mendekati tubuh tuannya dengan manja.
" Vi~" ucap Rose sebelum Vi menyelesaikan ucapannya
Disaat pandangan mata mereka bertemu, sebuah tawa terdengar cukup singkat sebelum salah satu dari mereka mengalah dan mulai mengungkapkan apa yang mereka pikirkan mulai dari Vi yang berkata bahwa dirinya menyesali perbuatan cerobohnya hingga Rose yang mengakui kesalahannya sendiri sembari meminta Vi untuk berhenti menyalahkan diri.
" Tenanglah, Vi. Aku tidak terlalu memikirkan reserse maupun item yang hangus itu, karena semua hal itu masih dapat dikumpulkan kembali. Dan lagi, aku sangat bersyukur bahwa kamu bisa selamat, Vi~." lanjutnya sembari memeluk kembali tubuh Vi dengan harapan bahwa dirinya bisa membuat Vi merasa lebih baik lagi.
Lambat laut, rasa bersalah atas hal croboh yang membuat Vi terluka mulai berkurang ketika senyum manis mulai menampakkan diri.
" Tidak apa tuan. Saya pun ikut bertanggung jawab atas hal itu. Dan, ya. Sama halnya dengan ucapan tuan sebelumnya. Sayapun bersedia mengorbankan jiwa dan raga, asalkan tuan bisa selamat dari marabahaya. " ucap Vi sembari melihat wajah dari tuannya yang telah memejamkan matanya.
Merasa bahwa tuannya telah tertidur pulas sembari memeluk tubuhnya, Vi mengusap pelan tubuh tuannya itu yang kini hanya memakai sebuah kain hitam yang membalut bagian pinggang ke bawah dengan beberapa bagian yang bernoda darah.
" Tuan~. Andai kata tuan tidak selamat tadi, saya mungkin akan meracuni diri sendiri." ucapnya dalam keheningan sembari mengusap bagian dari lengan Rose yang sebelumnya hancur dan dipenuhi luka bakar.
" Meskipun nantinya perasaan dalam hati ini akan terluka ketika melihat tuan bisa bahagia dengan wanita dari ras yang sama, setidaknya saya ingin mendampingi tuan hingga saat itu tiba. " lanjutnya sesaat sebelum matanya terpejam dengan sebuah senyum kebahagiaan
" [Ya ampun! Apakah ini benar-benar ucapan dari dalam hatinya? Atau pembaruan sistem yang ada, mempengaruhi setiap npc untuk mengungkapkan perasaannya berdasar pada tingkat affactionnya?!] " pikirnya sesaat setelah dirinya mendengar ungkapan rasa dari Vi yang sangat berkesan baginya.
Sembari tetap terdiam dalam posisinya berada dan terus memikirkan berbagai macam hal terkait dengan sistem maupun fitur yang ada, sebuah ingatan mengenai dirinya yang dalam kondisi sekarat tiba-tiba terlintas dan membuatnya sadar bahwa ada satu kemungkinan dimana kesadaran maupun jiwanya terperangkap dalam dunia game yang dirinya mainkan
* Sdaptsss * Sembari meletakkan kepala Vi ke sebuah semak, dirinya duduk dalam diam sembari melakukan beberapa hal untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar ada dalam dunia game
" Meskipun beberapa fitur masih dapat digunakan bersama dengan magic maupun skill yang tertera jelas di depan mata, masih membuatku ragu untuk percaya bahwa aku benar-benar hidup dalam dunia "Fantasyum " ini. " ucapnya dalam kesendirian sembari berdiri di atas bekas rumah kayu yang terbakar.
" Requirem's Nafa, Altaria Nare's souls. " ucapnya merapal mantra secara tidak sadar sesaat setelah menyentuhkan telapak tangannya ke salah satu patung dewa yang ada didekatnya
* Scriiimptssss sbruuuumssssh.... * sebuah cahaya terang tiba-tiba muncul dan menerangi area tempatnya berada dan memunculkan sosok serupa dari patung dewa yang disentuhnya sebelumnya
" Salam. " ucap sang dewi yang turun sesaat setelah Rose terdiam dalam posisi bersujud.
" Serveral Rosse Clymentoras... " Lanjut sosok dewi itu sembari mengatakan beberapa hal terkait dengan dirinya setelah memangil ID-name dari avatar yang Rose gunakan.
Setelah penjelasan dari dewa itu selesai, sebuah koin emas dengan tanda berkat dengan ukiran dari lambang sang dewi jatuh dari langit sesaat di waktu yang bersamaan dengan menghilangnya dewi itu seperti saat kedatangannya.
" Dengan adanya koin ini, setidaknya aku telah diakui oleh Dewi Angin Lufuria Louwlyi sebagai pengikutnya dan hal ini bukanlah hal buruk mengingat berkat yang diberikaannya memiliki buff pada poin movement speed dan kelincahan. Selain dari itupun, hal ini dapat menjadi kekuatan penunjang tambahan untuk ku bertahan setelah mengabaikan kekuatan dasar dari magic dan skill yang ada. " ucapnya sembari memandang koin emas itu disaat patung dewa yang dirinya pegang mulai hancur dengan sendirinya.
Bersama dengan berlalunya waktu dan kesadaran atas kehidupannya yang baru dalam dunia game itu, dia mencoba melakukan beberapa hal dasar sebagai wujud dari kesiapannya untuk menghadapi berbagai situasi yang masih terbalut kabut misteri.
*syuuupsssa huuuussaah.... * " Meskipun nantinya akan ada berbagai macam hal yang akan dilalui, setidaknya dengan mempersiapkan beberapa hal ini~ aku harap aku bisa memulai hidup baruku disini. " ucapnya dengan wajah yang menampakkan sebuah kepuasan disaat memandang sebuah rumah kayu sederhana dengan beberapa perabotan sisa yang sempat dikaisnya dari sisa ruang Cyberlic yang belum hancur sepenuhnya.
Berjalan kembali ke tempat dimana Vi berada dan membawanya masuk ke dalam rumah kayu sederhana buatan tangannya, Rose sempat melepaskan beberapa kain yang masih melekat pada tubuh Vi sebelum menyembuhkan sedikit luka yang ada dan memakaikannya kembali sebuah busana yang juga di buat berdasarkan uji coba magic dan skill miliknya.
" Dan, ya. Meskipun malu aku mengakuinya, benda vital itu masih bisa digunakan sebagaimana fungsinya. " ucapnya menahan tawa disaat bagian vitalnya nampak merespon ke molekan tubuh Vi yang luar biasa menggoda.
Berjalan menjauh dengan mengambil jarak dari tempat Vi berada sembari menahan gejolak nafsu yang begitu mengelora membuatnya terus membuka mata hingga mulai fajar menunjukkan diri di angkasa.
" Em~ptsss. Huaa~hm. * stapts, stapts, stapts... sclapts, sclapts, sclapts * Hm~pts. Selamat pagi untuk diriku sendiri. " ucapnya dengan malas setelah terbangun dari tidurnya yang tidak begitu lama sebelum bersiap diri untuk membasuh mukanya.
" Vi~. Bisakah kamu melakukan komprei kapsul Cal-99? " tambahnya sembari menundukkan kepala dengan mata yang terpejam seolah enggan untuk melihat bagian tubuh logamnya yang begitu mengerikan.
" Kapsul Cal-99? Apakah itu adalah nama dari salah satu ramuan yang ada di rak ramuan, tuan?" balas Vi dengan nada yang nampak berbeda dari Vi yang dirinya kenal
" Hehehe. [sepertinya programnya kembali mengalami sedikit masalah] " tawanya sembari berbalik dan berfikir bahwa Vi yang menjawab ucapannya merupakan Vi yang berwujud humanoid.
Rose yang semula nampak lesu ketika itu langsung terkejut dan membuatnya tidak percaya bahwa Vi yang ada di hadapannya adalah sosok Alodia Viviola yang berwujud demi human ras siberian husky
" Ya ampun, tuan! Apakah tuan baik-baik saja? " ucap Vi sembari menawarkan bantuan disaat melihat sosok Rose yang bertingkah aneh
" Akh, iya. [ Aku lupa bahwa saat ini aku sudah hidup di dunia yang berbeda dari duniaku sebelumnya.] " ucapnya dalam diam sembari mengalihkan pandangannya ke arah lain ketika belahan dada dari Vi nampak begitu dekat dengan wajahnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments