" Nah, Vi. Bagaimana pendapatmu mengenai pakaian ini? " ucapnya sembari menunjukkan zirah Aborigin yang terbuat dari beberapa bahan campuran besi dan tembaga serta sedikit reserse item dari tubuh Kaisar Boaki.
" He, em. Anda terlihat cocok dengan pakaian itu, tuan. Terlebih lagi dengan tubuh tuan yang mengecil itu, anda sungguh menggemaskan dari pandangan saya " balas Vi memuji sembari menyesuaikan bagian pelindung dada dari zirah itu yang terlihat miring.
" [ Entah dirinya sengaja memancing nafsuku atau tidak, namun dengan sesuatu yang seperti ini...] Terima kasih, Vi " Balasnya sembari mengalihkan pandangannya ke arah lain ketika Vi kembali menunjukkan belahan dadanya yang nampak jelas meskipun tubuhnya telah ditutupi oleh jubah dari set kostum miliknya.
Dengan sebuah senyuman sebagai tanda balasan, Rose kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain untuk memperkirakan seberapa jauh lagi mereka harus melangkah setelah beberapa waktu berlalu semenjak meninggalkan kota sebelumnya.
" [ Hehe, dilihat dari sikap yang ditunjuk oleh tuan tadi, sepertinya dia kembali melirik ke belahan dada ini dan membuat bendanya mengeras. ]" pikir Vi sembari meminum membasuh mukanya di pinggiran sungai disaat menunggu tuannya memastikan sebuah jalan yang akan mereka lalui.
* Stiiingsss dramptsss sting sting dbrumssh * Sebuah kegaduhan dari pedang yang saling diadukan membuat Rose dan Vi yang tengah tidur kembali terbangun dan memeriksa apa yang sebenarnya terjadi didekat mereka.
" [ Ya ampun, tuan! ] " ucap Vi dalam diam ketika Rose mencoba melihat apa yang ada di hadapannya dengan jelas hingga membuat gumpalan besar dari tubuh Vi bergoyang.
" Ice Fang! " ucap Seorang berpakaian putih sembari mengarahkan pedang besarnya ke arah beberapa orang berpakaian hitam yang mengepungnya
" Minds Arrow!! " teriak seorang pria berjubah dari atas sebuah tebing dan menghujani semua sosok berpakaian putih yang ada dibawahnya setelah beberapa sosok berpakaian hitam pergi menjauh
" Holy Shield! " ucap seorang wanita berpakaian ungu sembari mengaktifkan sebuah perisai sihir untuk melindungi beberapa sosok berpakaian putih yang masih tersisa
Sembari terus diam dan mengawasi pertempuran itu dari sebuh semak, Vi justru nampak gelisah karena Rose terus bergerak ke sana kemari dan membuatnya kembali mengeluarkan sesuatu dari bagian vitalnya.
" [ Jika aku mengabaikan mereka, karma buruk akan membawa hal buruk kepadaku. Namun jika aku menolong mereka, aku akan kehilangan kehidupan damai ku karena mungkin setelah kejadian ini. Aku akan kembali terlibat dengan satu kisah panjang diantara mereka. ] " pikirannya dalam diam sembari mencoba mengidentifikasi setiap kemampuan yang mereka miliki
" A~ah! " Teriakan nakal dari Vi yang begitu keras itu membuat para sosok hitam yang telah memenangkan pertarungan singkat itu berhenti berjalan dan mencoba memeriksa area sekitar tempat itu Semen Rose hanya bisa menepuk dahinya sembari melihat ke arah Vi yang nampak menutupi wajahnya.
" [ Akh, ya ampun. Sepertinya sistem memaksaku untuk menolong mereka] " ucapnya dalam diam sembari menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya bahwa teriakan nakal itu akan keluar dari mulut Vi dan menarik perhatian sosok berpakaian hitam itu disaat dirinya hendak pergi dari sana.
Dengan tetap bertahan pada posisinya saat itu, Rose yang nampak mempersiapkan dirinya dengan beberapa senjata yang ada serta meminta Vi untuk tetap diam ditempatnya sampai dia memanggilnya.
* Strratptsss * " Nah, sekarang. Saatnya menghajar mereka sebelum mereka menghajar ku. " ucapnya dengan lirih sembari mempererat tali dari tas pinggangnya sebagai senjata tambahan untuk menyerang mereka.
* Swuuungssss dbruuumssssh * Sebuah hantaman keras langsung dilesatkan Rose menggunakan tas pinggangnya dan membuat seseorang berpakaian hitam didekatnya langsung terpental jauh menabrak rekannya hingga menghantam kereta kuda berisi kargo dan menghancurkannya.
" [Fyu~ hehe, aku rasa tas itu cukup berguna sebagai senjata hebat selain dari kegunaannya untuk menyimpan reserse item. ] " ucapannya dalam hati sembari tetap melesatkan setiap serangannya.
* Swuuungssss dbruuumssssh * Sesaat setelah melihat seorang berpakaian hitam nampak mendekati tempat Vi bersembunyi, dirinya langsung melemparkan tas punggung dengan berat hampir 300 kg itu ke arah sosok itu dan melesatkan sebuah ultimate ke beberapa sosok lain di dekat dirinya
" I---ignasion?! " ucap Vi sembari menutupi mulutnya yang hendak berteriak keras ketika melihat sebuah bentuk lain dari tuannya yang serupa dengan iblis ketika tuannya tengah melindunginya.
* Sbrashsssh... Sbrashsssh... sbrashsssh.... sbrashsssh...* Sesaat setelah membelah beberapa tubuh yang menancap pada bagian lengan yang serupa dengan sayap hitam itu, Rose kembali menarik sesuatu yang serupa sayap itu kedalam punggungnya dan kembali menunjukkan bentuknya yang serupa remaja.
" *Hyu~uhmsss* [ Aku tidak menyangka bahwa setiap serangan itu masih terikat dengan sistem dan membuat setiap 25 hit poin dari serangan beruntun akan mengaktifkan ultimate itu kembali.] " ucapnya dalam diam sembari melihat ke arah telapak tangannya yang semula menjadi bercabang sebelum kembali ke bentuk semulanya.
" Ibu~. " ucap seorang anak perempuan yang tiba-tiba di tutup mulutnya oleh seorang wanita berpakaian gaun berumbai berwarna violet yang berada tidak jauh dari sebuah kereta kuda lain berwarna perak.
" [ Da~an, inilah awal dari sebuah kisah panjang yang akan mengikatku ke dalam deretan pertempuran. ] " ucapnya dalam diam sembari berjalan mundur mendekati tempat Vi berada.
" Tu--tuan? " ucap wanita dengan gaun berumbai itu dengan pelan sembari mendekati Rose yang sebelumnya kembali mengambil bentuk seorang remaja.
Melihat perubahan dari tubuh tuannya kembali, Vi yang sedari awal merasa khawatir langsung keluar dan mendekati Rose dengan wujudnya yang serupa dengan serigala itu.
" [ Sepertinya pengelihatan ku sedikit kacau tadi. ] " ucap wanita dengan gaun berumbai itu setelah memastikan bahwa sosok yang ada di hadapannya bukanlah sosok pria dewasa melainkan seorang remaja.
Dengan tetap mencoba berkomunikasi dengan Rose yang berpura-pura ketakutan itu, wanita dengan gaun berumbai itu akhirnya bisa melakukan apa yang dirinya inginkan dengan Rose setelah sebuah sihir cahaya di rapalkan wanita itu.
" [ Aku rasa dengan adanya sihir tadi, dia akan kembawaku ke sebuah kisah yang cukup berat di lalui dan sebelum aku benar-benar mengetahui siapa sosoknya, aku akan tetap bermain peran seperti ini. ] ucapnya dalam diam sembari mengusap tubuh Vi dengan lembut setelah sebelumnya mengenalkan dirinya kepada sosok itu dan menjelaskan sebuah alasan yang dipenuhi kebohongan.
" [ Meskipun sebelumnya aku pernah mendengar sebuah legenda mengenai seorang petualangan hebat yang mengasingkan diri di sebuah hutan, aku rasa dia bukanlah orang yang dalam legenda itu.] " ucapnya dalam diam sembari memberikan senyuman kepada sosok yang ada dihadapannya meskipun sebelumnya dirinya sempat terkejut dengan nama Rose yang terdengar tidak asing baginya.
Dengan sebuah ajakan dari wanita dengan gaun berumbai itu untuk pergi ke arah kota yang sama, Rose menerima ajakan itu sembari berfikir bahwa dirinya harus kembali menata sebuah kebohongan untuk membuat mereka yang nantinya akan berhadapan dengannya dapat percaya dengan apa yang dirinya katakan tanpa harus mengakui siapa dirinya yang sebenarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments