Bab 3.4

* Sclashsh.* " Kerja bagus, Waston. Aku serahkan tugas itu kepadamu sementara aku akan mengurus sisanya dengan bantuan Angela dan Elena " balas sosok perempuan sebelumnya bersaman dengan beberapa kilatan cahaya yang muncul setelah suara nyaring dari sebuah pedang yang membelah tubuh berselimut tulang dan daging.

Mendengar kalimat lanjutan dari ucapan yang terjeda, Waston mulai melanjutkan permintaan dari Nana dengan tujuan untuk membawa tuanya kembali.

" [ Jika aku ingat kembali~ aku mungkin telah memiliki beberapa orang istri di sini. ] " pikirnya sesaat setelah sebuah ingatan mengenai beberapa npc yang statusnya hampir sama dengan Vi namun dalam versi yang berbeda.

" Hey, Vi. Apakah kamu mengingat beberapa sosok dengan nama Nana Viora, Angela Faith, Elena Clift dan Victoria Maiden0? " lanjutnya bertanya sembari memastikan bahwa beberapa sosok npc dari versi terdahulu tidak termasuk dalam pembaharuan game versi saat ini.

" Maaf tuan. Mengenai beberapa nama tadi, saya memang pernah mendengarnya diwaktu anda masih aktif menjadi petualang. Namun demikian saya belum pernah bertemu dengan mereka sekalipun waktu telah berlalu sampai sekarang ini sekarang ini.. " balas Vi dengan tetap membiarkan tuannya tertidur malas di atas pangkuannya.

" M~ [ itu berarti opsi chat dalam game waktu itu memberikannya beberapa informasi tambahan kepada dirinya meskipun setiap hal yang muncul secara random dan tidak dapat di pilih ulang ] " balasnya dengan mendengung sembari memikirkan bagaimana nasib mereka saat ini

" Memang ada apa dengan mereka tuan? apakah ada sesuatu yang anda khawatirkan tentang mereka? " ucap Vi dengan ramah menahan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman

" He, em. Tidak apa Vi. Aku hanya mengingat beberapa sosok yang aku sebutkan itu karena mungkin mereka juga ada di sekitar sini dan yah, meskipun mereka mungkin tidak mengenaliku kembali, setidaknya aku ingin mereka berada dalam kondisi yang baik-baik saja. " balasnya dengan tarikan nafas panjang sebelum menjawabnya.

" [Meskipun hanya sesaat mendengar nama-nama itu, aku sangat yakin bahwa mereka merupakan seorang wanita yang kedekatannya hampir sama dengan Alodia. ]" ucap Vi dalam diam setelah melihat ekspresi tuannya yang nampak sedih ketika membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan mereka.

" He, em. Tidak, Vi. Keberadaan mereka dapat dikatakan lebih penting daripada Alodia. [ Dan lagi, meski mereka tidak memiliki sebuah kisah pendukung maupun back story mengenai asal-muasal mereka, mereka adalah rekan sekaligus istriku yang sangat hebat lagi berharga. ] Karena mereka telah menemuiku semenjak level 1 sampai level 80 tanpa adanya pergantian dalam rentan waktu yang lama. " balas Rose ketika Vi membandingkan keberadaan dari mereka dengan Alodia.

" [Terlebih dengan beberapa item dengan tingkat misteri sampai legenda yang sengaja aku berikan kepada mereka, mereka bisa saja menjadi sosok yang lebih kuat dari ku, Vi ]" lanjutnya setelah bangkit dari tidurnya dan duduk di samping Vi dengan pandangan lurus ke arah tralis besi yang bahkan bukan sesuatu yang dapat menahannya.

Setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan, raut wajah Vi nampak murung atas sesuatu dan membuatnya segera mengalihkan pandangannya ke sebuah dinding sebelum bergumam mengenai sesuatu.

" Meskipun nantinya mereka akan kembali bersama dengan ku, aku akan selalu memberikan kasih sayang ini tanpa membedakan siapa yang lebih dahulu maupun hal-hal lain yang kamu pikirkan, Vi. " lanjutnya sembari menghadapkan wajah Vi yang nampak sedih itu kehadirannya sesaat sebelum memeluknya kembali.

" Nmo~, apa yang tuan katakan? Saya tidak menghawatirkan hal serupa yang tuan katakan. " balas Vi sembari mencoba melepaskan pelukan dari tuannya yang begitu tiba-tiba itu.

" Hm~ ? benarkah kamu mengatakan hal seperti itu disaat telinga dan matamu nampak mengatakan hal yang berbeda? " balas Rose sembari mengusap pelan kepala Vi setelah melepaskan pelukannya

Bersama dengan sebuah ucapan yang tidak terlalu jelas di dengar olehnya, Rose mencoba berbagai macam cara untuk membuat Vi yang semakin bersikap aneh seolah Vi bukanlah Vi yang dirinya kenal.

" [ Tidak, tidak. Mana mungkin hal ucapan itu akan mengaktifkan mode cemburu itu.] " ucap Rose dalam diam setelah menyadari bahwa efek samping dari ramuan flavora telah masuk ke tahap akhir.

" Vi~ maafkan aku... " ucapnya kembali sembari memastikan kebenaran mengenai kehawatirannya itu.

" [ Mungkin aku kembali melakukan hal bodoh dan membuat mode itu aktif dengan kata yang terucap olehku, sebelumnya. ] " pikirnya sesaat setelah mengingat bahwa dalam tahap akhir dari efek samping ramuan itu terbagi menjadi dua mode yang akan mempengaruhi kepribadian dari seorang target maupun sosok peminum ramuan itu

" [ untuk tahapan yang positif, Vi akan menjadi sosok yang lebih dewasa dalam menyikapi masalah serta akan bersikap lebih lembut dan manja dari sebelumnya. Namun dalam hal negatif, sikapnya akan berubah menjadi pribadi yang buruk sebelum akhirnya tewas akibat sebuah depresi yang cukup hebat. " lanjutnya setelah mengingat beberapa npc yang pernah dijadikan sebagai bahan uji coba ketika berada dalam game awal.

" Tidak, tuan! tolong! jangan lakukan ini! " Teriak Vi memohon disaat pandangannya terhalang oleh sesuatu.

Dengan sebuah sobekan kain dari kantong besar kain sebelumnya untuk mengikat Vi dengan pola khusus serta menutup mata Vi agar tidak mampu melihat apa yang akan dirinya lakukan, Rose berusaha melakukan sesuatu menggunakan opsi dalam layar dihadapannya agar Vi bisa kembali seperti semula.

" [Meskipun aku enggan melakukannya, melakukan hal semacam ini mungkin akan membuatnya kembali seperti sebelumnya. ] " pikirnya sembari melihat tubuh Vi yang menggeliat dalam kenikmatan itu sembari mencoba mengingat satu item layaknya cambuk yang selalu muncul sebagai hit poin terakhie untuk meningkatkan affactions dari seorang partner maupun pelayan pada batasan tertentu

Dengan beberapa teriakan yang menggelikan dalam telinga, Vi akhirnya terkulai lemas tanpa tenaga bersama sesuatu yang kembali membasahi tubuhnya.

" Hm~ yah. Untungnya tidak ada seorang pun, di sekitar sini. [ Jika tidak, hehe. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa kepada mereka maupun dirinya] " gumamnya sembari melepaskan ikatan yang ada pada tubuh Vi sembari memikirkan satu gangguan kecil yang akan mempengaruhi perubahan dalam diri Vi.

Bersama dengan kembalinya kesadaran Vi dikala dirinya selesai mengobati, Rose memberikan sedikit penjelasan mengenai apa telah terjadi.

" Tidak, tuan. Justru sayalah yang seharusnya. " balas Vi yang terdiam tanpa kata disaat tuannya menggoda dirinya dengan sebuah kecupan lembut pada bibirnya.

Sembari mengembalikan ruangan yang diselimuti tanah itu, Rose meminta Vi untuk kembali berubah ke bentuk serigalanya dan berpura-pura tertidur di atas bangku dari sel itu.

" [ M!!! Tuan! Tuan benar-benar melakukan hal itu denganku! A~ka! Betapa bahagianya diriku!! ] Teriak Vi dalam hati yang begitu bahagia setelah mengingat kembali kelembutan yang tuannya berikan kepadanya.

Episodes
1 Manual Update
2 Welcome back, Scilian Rose
3 Resource & Item menghilang!
4 Tragedy Cyberlic Labs
5 Event Pembuka?
6 Bab 1
7 Bab 1.2
8 Bab 1.3
9 Bab 1.4
10 Bab 1.5
11 Bab 2
12 Bab 2.2
13 Bab 2.3
14 Bab 2.4
15 Bab 2.5
16 Bab 3
17 Bab 3.2
18 Bab 3.3
19 Bab 3.4
20 Bab 3.5
21 Bab 4
22 Bab 4.2
23 Bab 4.3
24 Bab 4.4
25 Bab 4.5
26 Bab 5
27 Bab 5.2
28 Bab 5.3
29 Bab 5.4
30 Bab 5.5
31 Bab 6
32 Bab 6.2
33 Bab 6.3
34 Notifikasi
35 Bab 6.4
36 Bab 6.5
37 Bab 7
38 Bab 7.2
39 Bab 7.3
40 Bab 7.4
41 Bab 7.5
42 Bab 8
43 Bab 8.2
44 Bab 8.3
45 Bab 8.4
46 Bab 8.5
47 Bab 9
48 Bab 9.2
49 Bab 9.3
50 Bab 9.4
51 Bab 9.5
52 Bab 10
53 Bab 10.2
54 Bab 10.3
55 Bab 10.4
56 Bab 10.5
57 Bab 11
58 Bab 11.2
59 Bab 11.3
60 Bab 11.4
61 Bab 12
62 Bab 12.2
63 Bab 12.3
64 Bab 12.4
65 Bab 13
66 Bab 13.2
67 Bab 13.3
68 Bab 13.4
69 Bab 14
70 Bab 14.2
71 Bab 14.3
72 Bab 14.4
73 Bab 15
74 Bab 15.2
75 Bab 15.3
76 Bab 15.4
77 Bab 16
78 Bab 16.2
79 Bab 16.3
80 Bab 16.4
81 Bab 17
82 Bab 17.2
83 Bab 17.3
84 Bab 17.4
85 Bab 18
86 Bab 18.2
87 Bab 18.3
88 Bab 18.4
89 Bab 19
90 Bab 19.2
91 Bab 19.3
92 Bab 19.4
93 Bab 20
94 Bab 20.2
95 Bab 20.3
96 Bab 20.4
97 Bab 21
98 Bab 21.2
99 Bab 21.3
100 Bab 22
101 Bab 22.2
102 Bab 22.3
103 Bab 23
104 Bab 23.2
105 Bab 24
106 Bab 24.2
107 Bab 24.3
108 Bab 24.4
109 Bab 24.5
110 Bab 25
111 Bab 25.2
112 Bab 25.3
113 Bab 25.4
114 Bab 25.5
115 Bab 26
116 Bab 26.2
117 Bab 26.3
118 Bab 26.4
119 Bab 26.5
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Manual Update
2
Welcome back, Scilian Rose
3
Resource & Item menghilang!
4
Tragedy Cyberlic Labs
5
Event Pembuka?
6
Bab 1
7
Bab 1.2
8
Bab 1.3
9
Bab 1.4
10
Bab 1.5
11
Bab 2
12
Bab 2.2
13
Bab 2.3
14
Bab 2.4
15
Bab 2.5
16
Bab 3
17
Bab 3.2
18
Bab 3.3
19
Bab 3.4
20
Bab 3.5
21
Bab 4
22
Bab 4.2
23
Bab 4.3
24
Bab 4.4
25
Bab 4.5
26
Bab 5
27
Bab 5.2
28
Bab 5.3
29
Bab 5.4
30
Bab 5.5
31
Bab 6
32
Bab 6.2
33
Bab 6.3
34
Notifikasi
35
Bab 6.4
36
Bab 6.5
37
Bab 7
38
Bab 7.2
39
Bab 7.3
40
Bab 7.4
41
Bab 7.5
42
Bab 8
43
Bab 8.2
44
Bab 8.3
45
Bab 8.4
46
Bab 8.5
47
Bab 9
48
Bab 9.2
49
Bab 9.3
50
Bab 9.4
51
Bab 9.5
52
Bab 10
53
Bab 10.2
54
Bab 10.3
55
Bab 10.4
56
Bab 10.5
57
Bab 11
58
Bab 11.2
59
Bab 11.3
60
Bab 11.4
61
Bab 12
62
Bab 12.2
63
Bab 12.3
64
Bab 12.4
65
Bab 13
66
Bab 13.2
67
Bab 13.3
68
Bab 13.4
69
Bab 14
70
Bab 14.2
71
Bab 14.3
72
Bab 14.4
73
Bab 15
74
Bab 15.2
75
Bab 15.3
76
Bab 15.4
77
Bab 16
78
Bab 16.2
79
Bab 16.3
80
Bab 16.4
81
Bab 17
82
Bab 17.2
83
Bab 17.3
84
Bab 17.4
85
Bab 18
86
Bab 18.2
87
Bab 18.3
88
Bab 18.4
89
Bab 19
90
Bab 19.2
91
Bab 19.3
92
Bab 19.4
93
Bab 20
94
Bab 20.2
95
Bab 20.3
96
Bab 20.4
97
Bab 21
98
Bab 21.2
99
Bab 21.3
100
Bab 22
101
Bab 22.2
102
Bab 22.3
103
Bab 23
104
Bab 23.2
105
Bab 24
106
Bab 24.2
107
Bab 24.3
108
Bab 24.4
109
Bab 24.5
110
Bab 25
111
Bab 25.2
112
Bab 25.3
113
Bab 25.4
114
Bab 25.5
115
Bab 26
116
Bab 26.2
117
Bab 26.3
118
Bab 26.4
119
Bab 26.5

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!