Dalam sebuah ruangan yang dilindungi oleh beberapa dinding kayu sederhana, pandangan yang sempat terfokuskan pada dua tangannya mulai teralih pada berbagai macam perabotan lain yang nampak terbuat dari bahan kayu serupa.
" Jika diperhatikan lagi, seluruh ruangan ini terlihat sama seperti saat terakhir aku mendiasainnya. " ucapnya sembari bangkit dan kembali duduk di sebuah kursi yang berada di dekat jendela kamar yang terbuka
" *Hyuuuupssss huuuuuh.... * Meskipun tidak terlihat adanya perbedaan yang mencolok di sekitar sini. Tapi nampaknya, aku dapat melihat area luar kamar ini dari jendela yang terbuka dalam versi kalih ini. Dan lagi, dengan adanya penambahan filtrasi yang masih aku gunakan di dunia nyata. Suasana pagi buta berselimut embun pagi adalah hal terbaik yang dapat aku nikmati dalam sisa waktu ini. " gumamnya lirih sembari melihat bagian luar dari tempatnya berada yang nampak memberikan sebuah pemandangan berupa lautan hutan dan perbukitan yang masih asri lagi berselimut kabut dari sisi ke sisi.
* ckreeeeekkkssss * bunyi pintu yang bergeser menimbulkan decitan kasar dalam sunyi.
" Aku harap Tuan Rose segera bangun dari tidur panjangnya. " ucap seorang demi human dengan ras rubah putih yang mengenakan kemeja motif kotak-kotak berwarna merah dengan dasar putih.
Mendengar suara pintu yang terbuka beserta langkah kaki yang menuju ke arahnya, dia yang semula hanya bersandar malas sembari menikmati apa yang tersisa menjelang akhir kehidupannya kembali teralihkan pada muasal suara langkah kaki dan mendapati bahwa ada seorang wanita demi human yang datang dengan membawa sebuah ember kecil berisikan air serta perlengkapan penunjang untuk membasuh diri.
* Gbyarrrrssssh.... * Ember kecil berisikan air itu jatuh dengan keras dan menumpahkan isinya ketika demi human itu melihat sosok tuannya tengah berdiri tegap di sisi jendela lagi melihat ke arahnya
" Tuan!! Tuan Rose!! " Teriak demi human itu dengan wajah penuh kebahagiaan sembari memeluk erat tubuh seorang pria yang ada dihadapannya.
" Tuan Rose~! Senang rasanya bisa melihat anda sehat kembali! " tambahnya sembari mempererat pelukannya dengan wajah yang berlinang air mata.
Dalam situasi yang tidak terduga itu, Rose sempat berfikir bahwa hal yang ada dihadapannya merupakan sebuah pembaharuan yang luar biasa karena pada versi kalih ini dirinya bisa merasakan sensasi hangat dan nyaman dari sosok npc yang juga dapat menunjukkan ekspresi wajah maupun suara indah tanpa gangguan dari teksbox maupun opsi interaksi.
" Alodia Viviola? " ucapnya secara spontan ketika mengingat seorang npc yang sempat dirinya atur sebagai seorang pelayan.
Dalam tangis kebahagiaan itu, sosok wanita demi human yang memeluknya itu melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya sembari membungkuk hormat.
" Anda benar tuan. Saya Alodia Viviola. Seorang pelayan setia yang selalu menemani anda sedari awal anda menyematkan saya dari tempat itu. " balas wanita demi human itu dengan ramah sembari beberapa kali menghapus air matanya.
Sesaat ketika sosok itu menjawab, sebuah ingatan mengenai sebuah event tutorial yang mana didalam event itu para pemain harus menyelamatkan sekelompok npc yang terdiri dari petani, pelayan, ahli pedang dan ahli bela diri dalam zona dungeon dan sebagai hadiah atas pertolongan itu, player harus memilih seorang partner diantara npc yang tersedia.
" [Oah, benar. Event itu.] " gumamnya sesaat mengingat secara jelas event tutorial itu
" Senang rasanya bisa kembali bertemu denganmu Vi. " ucapnya dengan lembut sembari mengusap kepala dari wanita demi human itu dan mencubit gemas pipi tembamnya.
" Jangan terlalu kasar kepada ku, tuan. " balas Vi dengan sebuah senyuman sembari memegangi bagian pipinya
" Hehehe. maaf ya, jika cubitan itu terlalu keras. " balasnya sembari ikut mengusap bagian yang nampak merah itu untuk sesaat
Dengan merasakan sensasi lain berupa kelembutan dari sosok yang ada dihadapannya, dia kembali merasa sangat bahagia karena pembaharuan itu dapat memberikan sensasi baru yang jauh berbeda dari versi sebelumnya.
" Hm~mph. Vi~ aku sangat senang karena aku bisa kembali melihatmu di dunia ini. " ucapnya tanpa sadar membuat Vi yang kini berada dalam pelukannya.
" Saya pun merasa sangat senang, tuan. Terlebih lagi, anda terlihat lebih lembut dari sebelumnya [ dan saya sangat bersyukur karena anda selalu bersikap lembut terhadap demi human seperti saya.] " balas Vi dengan perasaan bahagia yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata
Dengan adanya sebuah kelembutan dan kehangatan yang diberikan oleh Vi dikala berada dalam pelukannya, sempat terlintas sebuah hal kotor yang mana dirinya ingin melakukan sesuatu terhadap tubuh Vi yang begitu menggoda.
" Vi~, bolehkah aku tahu berapa lama waktu yang terlewat ketika aku tertidur dalam ruangan ini? " ucapan bertanya untuk memastikan sesuatu setelah menyadari bahwa kelakuan tidak pantas dapat membuat ijin akses terhadap game itu akan dicabut dan itu lebih buruk dari semua hal yang ada di dunia nyata.
" Jika saya tidak salah mengingatnya, sudah ada lebih dari 5 tahun semenjak anda terbaring dalam diam tanpa adanya kepastian akan satu tanda pemulihan. " balasnya sembari melihat ke arah tempat tidur yang Rose tempati sebelumnya
" Hm~ [jadi hitungan waktu yang ada dalam dunia game versi terbaru ini sama seperti hitungan waktu dari dunia nyata] Maaf kan aku ya, Vi. Karena selama waktu itu, aku membiarkanmu hidup dan mengurus rumah ini sendiri.. " balasnya sembari memegangi bahu dari Vi untuk membuat perasaannya lebih baik dan mencoba untuk bersikap se normal mungkin untuk menghadapi sebuah dialog tanpa adanya pilihan karma baik maupun buruk
" He~em. Tidak apa tuan. Lagipula sekarang tuan sudah terlihat sehat kembali dan kembalinya tuan ke dunia ini merupakan kebahagiaan terbesar yang mampu menghapus semua beban di masa yang telah berlalu. " balas Vi dengan memegangi tangan dari tuannya sebelum berbalik dan menenggelamkan kembali kepalanya pada tubuh tuannya yang perkasa
Merasakan adanya sensasi lain di bagian vital yang seharusnya tidak pernah dirinya duga, membuatnya kembali melepas pelukan dari Vi secara paksa dan memintanya untuk menemaninya berkeliling sembari memikirkan bugs seperti apa yang sebenarnya ada dalam avatar miliknya.
" Dengan kepergian tuan di waktu yang cukup lama itu, beberapa perubahan terus terjadi di luar sana dan memaksa saya untuk menjual beberapa barang jarahan yang selalu tuan bawa ketika selesai menaklukkan suatu reruntuhan. " ucapnya menjelaskan sebuah ruang penyimpanan yang semula di penuhi oleh berbagai macam artefak maupun item dan reserse dengan tingkat berbeda yang kini telah habis tidak bersisa
Dengan raut wajah yang menunjukkan sebuah ekspresi kekecewaan, Rose mencoba untuk tetap tenang karena apapun yang terjadi pada ruangan itu merupakan dampak lain dari pemilihan opsi yang sempat dirinya lakukan di awal game
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments