" A---apa, apa yang akulakukan kepadanya! "ucap Rose sebelum meminta maaf atas apa yang dilakukannya secara tidak sadar itu hingga membuat Vi menggeliat lemas dalam posisi yang sama dengan mengeluarkan sedikit cairan yang tersisa
" He, em. Tidak apa tuan. Saya justru sangat berterima kasih atas kenikmatan yang anda berikan ini meskipun. * Aaakhss * Aku berharap tuan bis bersikap lebih lembut, tadi. " balas Vi memotong ucapan Rose dengan membalikkan tubuhnya untuk berhadapan dengan wajah tuannya sebelum memeluk Rose kembali.
Mendengar jawaban dari Vi dengan sikap yang seperti itu, sebuah rasa bersalah kembali timbul dalam dirinya disaat dirinya menyadari kesalahannya terhadap tubuh Vi yang dalam pemikirannya Vi merupakan seorang wanita yang belum ternoda.
" [ A---ku melakukannya lagi dan lagi! Aku tidak menyangka bahwa kehidupan awal ku di dunia ini harus aku rusak dengan masalah yang aku buat sendiri! Memang sebelumnya aku mengakui bahwa terbakarnya rumah itu adalah keteledoran ku dan aku dapat menggantinya dengan pembuatan rumah baru dalam waktu dekat! Namun berbeda dengan masalah rumah itu! Apa, apa yang aku lakukan terhadap Vi ini! A--ku tidak dapat menggantinya kembali dengan sesuatu yang ada di dunia ini!] " ucapannya dalam diam disaat Vi tertidur pulas dalam pelukannya.
Dikala mentari mulai kembali bersembunyi di ujung barat tanah yang dipijaknya, Rose yang tertelan dalam rasa bersalahnya mulai bangkit dari duduknya dan membawa Vi kembali masuk ke dalam rumah kayu sederhana itu sembari melakukan beberapa hal yang sempat tertunda sebelumnya.
" Entah bagaimana dunia memandangku, nanti. Aku akan tetap bertanggung jawab terhadap Vi dan menjadikannya sebagai seorang pendamping hidupku. " ucapannya dalam kesunyian sembari mengusap pelan kepalanya dan kembali menyelimuti tubuhnya dengan selimut seperti sebelumnya.
" Hehe, * hmmms * Seharusnya saat ini aku merasakan sebuah kebahagiaan karena aku bisa hidup bersama dengan seorang perempuan dengan kemolekan tubuh yang luar biasa menggoda seperti Vi. Namun karena perbuatan ku secara tidak sadar tadi, aku sungguh menyesalinya. " lanjutnya sembari duduk di sebuah kursi dekat dengan jendela sembari melihat sebuah badai yang nampak mendekat ke arahnya.
...----------------...
" Baiklah, Jil. Semua petualangan yang keluar untuk melakukan misi telah kembali dan seluruh warga kota pun telah berlindung di tempat perlindungan itu. [Meskipun aku tidak yakin bahwa Rose juga telah ada di sana] " Ucap Luminus sembari meminta seorang perajurit dengan pangkat tinggi untuk menutup gerbang kota dan melapisinya dengan sihir.
" Kalau begitu, Agatha. Segeralah kembali ke tempat perlindungan itu dan serahkan sisanya kepada kami. " balas sosok yang dipanggil Jil itu sembari meminta Luminus untuk pergi.
Bersama dengan ditutupnya pintu dari sebuah tempat perlindungan bawah tanah di dekat balai kota, sebuah awan badai yang ditakuti seluruh makhluk hidup mulai menerjang.
" Badai penghancur atau lebih dikenal dengan Badai Terkutuk merupakan sebuah badai yang membawa hujan, angin dan petir seperti badai biasanya. Namun dalam badai ini pun membawa sesuatu yang tidak diketahui dan sesuatu yang tidak diketahui itu dapat mengubah apapun yang ada menjadi tiada maupun sebaliknya dengan mengabaikan hukum sebab akibat yang ada maupun sistem yang menopang dunia... " ucap Rose dengan akhiran tawa ketika badai itu mulai memakan habis tempatnya berada.
" Dan jikalau memang ini adalah badainya, setidaknya aku dapat berbahagia karena mungkin nantinya aku akan tiada dengan cara yang berbeda. " lanjutnya sembari memaksakan senyumannya dikala air matanya mulai menetes dan mengenai tubuh Vi yang ada dalam perlindungannya.
" Dan setelah badai itu berlalu, beberapa dewa akan turun dan memperbaiki setiap kerusakan yang diakibatkan olehnya. Baik dari dewa tanah yang kembali menyuburkan tanah yang tercemar racun, dewi angin yang membawa angin penyembuhan, dewa dan dewi alam yang saling memberikan karunia-Nya kepada makhluk hidup yang terluka dan dewi kehidupan yang memberikan jalan kemudahan bagi mereka yang telah kehilangan nyawanya... " ucap seorang berpakaian Butler sembari menutup sebuah buku yang dipegang olehnya.
" Oleh karenanya, demi meringankan beban para dewa. Kami para manusia, iblis dan demi human yang telah mengabaikan perbedaan yang ada mulai bersatu dan berhasil membuat sebuah tempat perlindungan seperti ini... " lanjut seorang wanita berpakaian bangsawan sembari mengusap seorang anak perempuan yang berada didekatnya
" Dan karena itu pula, kalian harus mengingat waktu terakhir badai itu terjadi dan segera pergi mengungsi ke tempat perlindungan seperti saat ini. Ataupun kalian juga bisa mulai mengungsi disaat kristal putih seperti yang ada di dekat balai kota mengeluarkan cahayanya. " tambah seorang druid sebelum menjabat tangan dari seorang wanita bangsawan tadi.
Berbeda situasi dengan mereka yang nampak berpesta ria dalam tempat perlindungan itu selama beberapa waktu, Rose yang masih berusaha melindungi tubuh Vi mulai kehilangan bagian punggungnya hingga nampak jelas sebuah tulang yang mencuat dari punggungnya.
* gbrangssss swuuungssss * Sebuah angin yang menyegarkan tubuh mulai menerpa mereka yang kembali menginjakkan kakinya ke permukaan tanah setelah beberapa waktu tinggal dalam tempat perlindungan itu.
Dengan sebuah pemandangan kota yang nampak mengalami kerusakan berat serta hancurnya beberapa bangunan penting di sana, penduduk kota yang nampak telah terbiasa akan hal itu mulai bekerja sama memperbaiki setiap kerusakan yang ada tanpa adanya satu komando yang meminta mereka untuk melakukannya.
" Hey, Demista. Apakah kamu menciptakan sesuatu yang aneh lagi di tanah Sylvi? Karena bagaimana pun juga sosok ini merupakan sosok yang unik. " ucap seorang berpakaian matrial arts dengan sepasang sayap yang nampak di buka.
" Heh, kamu lucu sekali Oxynel. Meskipun aku suka menciptakan beberapa monster, aku tidak akan menciptakan sesuatu yang dapat menjadi ancaman seluruh makhluk di tanah ini seperti dia. " balas seorang yang dipanggil Demista sembari menunjuk ke arah sebuah tubuh mengerikan yang nampak tertunduk.
* Swuuungssss scriiinggssss. * " Hm~ jika aku lihat baik-baik, dia adalah salah satu manusia yang memanggilku beberapa waktu lalu. Tapi, dengan wujud yang seperti ini, aku kira aku salah menganggapnya sebagai manusia. " ucap Dewi Lufuria Luwlyi sembari memperhatikan sebuah koin dengan lambang berkat darinya yang berada tidak jauh dari seorang wanita demi human yang ada dibawahnya.
" Maafkan aku kalian bertiga, waktu kita disini sudah tidak lama lagi, jadi selesaikan apa yang perlu dilakukan dan kita akan kembali secepatnya. " ucap seorang wanita dengan pakaian putih dengan aura kuning keemasan sembari mendekati tubuh yang aneh itu.
" Oh iya, Vexilis. Sebagai seorang dewi sudah hidup lebih lama dari kami, apakah kamu mengetahui sesuatu mengenai tubuh ini? " ucap Lufurua Luwlyi sembari menunjukkan tubuh yang dimaksud itu.
Dengan sebuah jawaban atas apa yang para dewa lain itu minta, para dewa itu mulai mengangguk paham sebelum akhirnya menyelesaikan tugasnya dan pergi meninggalkan tempat itu dan menyisakan tubuh dari Rose dan Vi yang terbaring di atas rerumputan yang hijau dengan wajah yang menunjukkan sebuah senyuman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments