Episode 2 – Gugurnya Arya Penagsang (1)

Sementara itu di barisan inti pasukan Pajang, Ki Juru Mertani melihat bahwa taktiknya telah berhasil untuk memancing Arya Penangsang dan seluruh induk pasukan Jipang memusatkan perhatiannya ke bagian tengah induk pasukan Pajang. Ia pun segera memberi aba-aba pada Ki Pemanahan. “Kakang Pemanahan, sekaranglah saatnya!”

Ki Pemanahan mengangguk, ia kemudian bersuit menggunakan tenaga dalamnya sehingga suaranya bergema kemana-mana dan terdengar oleh telinga Ki Surokerti dan Ki Penjawi yang berada di ujung sayap kiri dan kanan kekuatan Pajang. Kedua jago kerabat Selo itu segera memberi aba-aba agar pasukan mereka yang berada di sayap, segera bergerak ke tengah untuk menjepit kekuatan Jipang.

Lagi-lagi taktik Ki Juru Mertani berbuah gemilang, kekuatan Jipang berhasil dijepit dari kedua sisi sayap, dalam sekejap saja mereka langsung terdesak akibat jepitan kekuatan Pajang dari kedua sayap tersebut. Hal ini membuat Aryo Penangsang semakin geram dibuatnya. “Jahanam! Taktik licik!” makinya.

“Wahai seluruh prajurit Jipang! Jangan ada yang berani mundur! Siapapun yang mundur akan kutebas lehernya! Terus gempur cecungunguk-cecunguk dari Pajang itu sampai tetes darah kalian yang terakhir!” perintah Arya Penangsang sekaligus mengancam seluruh pasukannya. Sementara Arya Mataram hanya bisa terdiam karena ini adalah kesalahan taktiknya, apalagi sekarang mereka sudah terlajur menyebrangi sungai Bengawan Sore  yang sebenarnya dipantang untuk seluh keluarganya.*

*Konon sewaktu Raden Kikin yang bergelar anumerta Pangeran Sekar Seda Ing Lepen tewas terbunuh oleh orang suruhan Raden Mukmin (kelak bergelar Sunan Prawoto) putra Sultan Trenggono   dengan distusuk oleh Keris Kyai Setan Kober, darahnya mengalir melewati Sungai Bengawan Sore sehingga timbulah kepercayaan bahwa bagi Arya Penangsang dan seluruh keturunan Raden Kikin serta keluarganya dipantang atau dilarang untuk menyebrangi Sungai Bengawan Sore.

Sementara itu di sebrang Bengawan Sore, perang berkecamuk tak kalah dahsyatnya. Pasukan berkuda Pajang yang dipimpin Ki Wirojoyo terus merangsek maju, mendesak buntut induk pasukan Jipang yang masih berada di sebrang sebelah timur sungai Bengawan Sore. Ki Wirojoyo terus mengamuk dengan hebatnya, pedang pusakanya berkelbat kian kemari membabat tubuh para pasukan Jipang.

Tak terhitung jumlah pasukan musuh yang nyawanya melayang akibat amukannya ini. Hal ini membuat Patih Mentahun berang, Sang Patih Jipang pun segera memacu kudanya dan mengadang Ki Wirojoyo. “Ternyata jagoan Selo macam kau beraninya hanya pada prajurit kecil Wirojoyo! Ayo hadapi aku!”

Ki Wirojoyo menyeringai mendapati sindirian Patih Mentahun tersebut. “Aha Gusti Patih Mentahun! Kalau begitu majulah tuan Patih besar!” ejeknya.

“Kurang ajar! Hiaaaa!!!” Ki Mentahun segera melompat dari kudanya dan menerjang Ki Wirojoyo dengan tombak pusakanya. Yang diserang tak tinggal diam, dia palangkan pedang pusakanya untuk menahan ujung tombak Ki Mentahun. Kemudian ia pun melompat dari kudanya dan balas menyerang Ki Mentahun, terjadilah duel yang amat seru diantara dua jago berilmu sangat tinggi tersebut.

Semua hal ini tak luput dari pandangan Ki Juru Mertani. Menurutnya sekaranglah saatnya untuk mengakhiri perang ini. Ia menoleh pada Sutowijoyo, putra sulung Ki Pemahan sekaligus putra angkat Sultan Hadiwijoyo, yang sudah menunggangi kuda betina yang bulu di buntutnya sudah dipotong sehingga memperlihatkan “Bagian Kewanitaan” dari kuda betina tersebut.

“Kakang Pemanahan, sekaranglah saatnya untuk memancing Arya Penangsang!” ujar Ki Juru.

Ki Pemanahan mengangguk, kemudian menatap putra sulungnya yang sudah siap siaga dengan tombak Kyai Pleret di tangannya tersebut. “Sutowijoyo anakku.”

Sutowijoyo mengangguk takzim. “Ya Romo.”

“Lakukan tugasmu sesuai dengan rencana Adi Juru! Dan jangan lupa, tombak Kyai Pleret jangan sampai lepas dari tanganmu!” perintah Ki Pemanahan.

“Sendiko Romo!” jawab Sutowijoyo.

Ki Juru pun menatap Sutowijoyo dengan tatapan penuh harapan, kemudian senyum kecilnya merekah. “Hati-hati Ngger!”

“Baik Paman! Hiaahhh! Hiaah!” Sutowijoyo mengangguk kemudian memacu kuda betinanya ke tempat dimana Arya Penangsang berada.

Ki Juru Mertani mahfum bahwa Arya Mataram, adik Arya Penangsang selalu berada disisi kakaknya, maka ia pun memanggil salah satu jagoan Selo lainnya, yakni Ki Surokerti. “Adi Surokerti!”

“Saya Kakang Juru.” jawab Ki Surokerti.

“Sutowijoyo akan memancing Arya Penangsang seperti yang kita rencanakan, namun adinya Arya Mataram selalu berada disisinya. Kamu hadapilah Arya Mataram agar dia menjauh dari Arya Penangsang!” perintah Ki Juru.

“Baik Kakang Juru! Hiaaahhhh!” Ki Surokerti menjura kemudian memacu kudanya untuk menghampiri Ki Arya Mataram.

Saat melihat penguasa Jipang yang sedang mengamuk mengobrak-abrik pasukan Pajang, Sutowijoyo langsung berteriak dengan lantangnya seraya mengacungkan tombak Kyai Pleretnya. “Aryo Penangsang! Tunjukan keberanianmu! Hadapi aku, putra Romo Kanjeng Sultan Hadiwijoyo! Sutowijoyo!”

Arya Penangsang menghentikan amukannya dan menatap tajam pada Sutowijoyo. Nafasnya memburu, dadanya bergemuruh dahsyat, matanya melotot bagaikan hendak keluar ketika mendapati tantangan dari Sutowijoyo yang ia anggap masih anak kemarin sore tersebut. “Bocah Edan! Berani dia menantang aku!”

“Hati-hati akan kelicikan si Juru Mertani dan orang-orang Selo itu Kakang!” bisik Arya Mataram.

Namun Arya Penangsang tidak menggubris peringatan dari adiknya tersebut. “Hoi anak sableng! Suruh ayahmu Hadiwijoyo datang kemari sesuai surat tantangannya! Suruh dia adu kesaktian sampai mati denganku!” bentak Arya Penangsang yang suaranya menggema kemana-mana.

Sutowijoyo menyunggingkan senyum meledek seolah meremehkan Arya Penangsang untuk memancing kemarahan lawannya. “Kau tidak pantas menjadi lawan Ramanda Sultan! Cukup aku yang mejadi lawanmu!”

Bukan main marahnya Arya Penangsang mendapat penghinaan demikian rupa dari pemuda tanggung tersebut, dia langsung menghunus Tombak pusakanya yang bernama Kyai Muntab. Arya Mataram segera menahannya. “Jangan pedulikan dia Kakang…” namun belum selesai Arya Mataram berucap, tiba-tiba Gagak Rimang, kuda yang dinaiki Arya Penangsang menjadi binal, dan sekonyong-konyong berlari mengejar kuda Sutowijoyo. Ternyata Sutowijoyo sengaja membalikan kudanya sehingga “Bagian Kebetinaan” kuda betina yang ditumpanginya terlihat oleh Gagak Rimang, karuan saja kuda tumpangan Arya Penangsang tersebut menjadi amat bernafsu, terpancing hasrat libido untuk menuntaskan naluri kejantanannya.

“Kakang!” seru Arya Mataram seraya hendak mennyusul kakaknya, namun tiba-tiba… Wushhh!!! Sebatang tombak menyergap dari arah samping kiri Arya Mataram dengan secepat kilat, terpaksa adik Arya Penangsang tersebut melompat dari kudanya, berjumpalitan di udara demi menghindari serangan yang membokongnya tersebut.

“Arya Mataram! Akulah lawanmu!” seru si pembokong yang tak lain adalah Ki Surokerti sambil mengacungkan keris pusakanya di hadapan Arya Mataram.

“Sial!” maki Arya Mataram. Ia tak punya pilihan lain, maka menerjanglah ia dengan hebatnya pada Ki Surokerti agar bisa secepatnya menyusul kakaknya. “Akan kutumpahkan darah kalian orang-orang Selo untuk memerahkan air Bengawan Sore ini!” maki Arya Mataram seraya menusukan keris pusakanya mengarah dada Ki Surokerti.

Ki Surokerti membalas dengan tak kalah geramnya. “Kita lihat darah siapa yang akan memerahkan kali ini! Hiaatttt!” Ki Surokerti mengelak dan balas menyerang, maka terjadilah duel dahsyat yang dipenuhi dengan jual beli serangan-serangan mematikan antara jago Selo melawan jago Jipang tersebut.

Sementara itu Sutowijoyo memacu kudanya ke arah kali Bengawan Sore, Aryo Penangsang terus mengejar Sutowijoyo dengan penuh nafsu. Di tengah kali bagian yang dangkal, sekonyong-konyong Sutowijoyo membalikan kudanya, dan tombak Kyai Pleret dengan secepat kilat menusuk ke arah perut kiri Arya Penangsang!

Di lain pihak, Gagak Rimang kuda yang dinaiki Arya Penangsang kembali menjadi sangat binal ketika melihat **** ********** kuda betina yang dinaiki Sutowijoyo, sehingga menjadi sulit dikendalikan oleh Arya Penangsang. Hal ini pula yang membuat Arya Penangsang sulit untuk menghindari tusukan dari tombak Kyai Pleretnya Sutowijoyo!

Crasss!!! Arya Penangsang masih berhasil mengelak dengan melompat keatas dari punggung kudanya, namun mata tombak Kyai Pleret masih sempat membeset perut bagian kiri Arya Penangsang sehingga perut penguasa Jipang Panolang tersebut robek besar! Lukanya menganga hingga ususnya berbuntai keluar dari dalam perutnya! Ternyata Ajian “Tameng Wojo” miliknya yang membuat tubuhnya kebal terhadap segala jenis senjata, tak mampu menahan keampuhan dari mustika Tombak Kyai Pleret!

Dengan menggeram menahan sakit yang teramat sangat sekaligus menahan amarahnya yang sudah meledak di atas ubun-ubunnya, Arya Penangsang mengaitkan ususnya yang berbusaian keluar ke hulu Keris Kyai Setan Kobernya yang terselip di pinggang sebelah kirinya.

Kemudian ia menggerung dahsyat dan berkelebat secepat kilat, tombaknya menerjang mengarah tubuh Sutowijoyo! Yang diserang terkejut, maka ia pun melompat dari atas kudanya… Bresss!!! Kepala kuda betina yang tadi dinaiki Sutowijoyo tewas, terkena tusukan Tombak pusaka Kyai Muntab milik Arya Penangsang!

“Bocah Setan! Sekarang giliran kepalamu yang kupenggal! Akan kukirim kepalamu pada si Karebet*!” Geram Arya Penangsang setelah melihat Sutowijoyo berhasil menhindar dari serangan mautnya. (*Karebet / Mas Karebet = Nama Asli Sultan Hadiwijoyo)

Sutowijoyo malah berkacak pinggang sambil tertawa meremehkan lawannya. “Ternyata kau hanya becus omong besar seperti dalang wayang saja! Hahahaha!”

“Jahanam! Hiaaahhhh” Arya Penangsang kembali menerjang, menyerang Sutowijoyo. Sutowijoyo terkejut karena melihat Arya Penangsang masih bisa bergerak secepat kilat seperti itu! Tranggg! Sutowijoyo berhasil menahan sabetan mata tombak pusaka Arya Penangsang, kembali ia dibuat terkejut ketika senjata beradu, ternyata tenaga dalam Haryo Jipang tersebut masih sangat dahsyat, malah mungkin berada satu tingkat diatas putra sulung Ki Pemanahan ini.

Sebelum sempat Sutowijoyo berpikir bagaimana langkah selanjutnya, serangan-serangan maut Arya Penangsang keburu menghampiri dirinya. Arya Penangsang terus mencecar seluruh bagian vital tubuh Sutowijoyo dengan beringas sehingga membuat putra angkat Sultan Hadiwijoyo ini kelabakan dan terus mengayunkan tombaknya hanya untuk menangkis serangan-serangan lawannya.

Terpopuler

Comments

Thomas Andreas

Thomas Andreas

berasa banget lokalnya...mantap

2022-07-17

1

Anonymous

Anonymous

Keris nagasasra dan keris sabuk inten dan bende mataram.

2021-12-26

1

라벤더(labendeo)

라벤더(labendeo)

𝚃𝚊𝚗𝚊𝚑 𝚓𝚊𝚠𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚛𝚒𝚔

2021-11-09

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 – Prolog
2 Episode 2 – Gugurnya Arya Penagsang (1)
3 Episode 3 – Gugurnya Arya Penangsang (2)
4 Episode 4 – Tanah Perjanjian (1)
5 Episode 5 – Tanah Perjanjian (2)
6 Episode 6 – Dendam Membara
7 Episode 7 – Surodipo Dan Retno Jumini (1)
8 Episode 8 – Surodipo Dan Retno Jumini (2)
9 Episode 9 – Surodipo Dan Retno Jumini (3)
10 Episode 10 – Surodipo Dan Retno Jumini (4)
11 Episode 11 – Ki Margoloyo (1)
12 Episode 12 – Ki Margoloyo (2)
13 Episode 13 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (1)
14 Episode 14 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (2)
15 Episode 15 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (3)
16 Episode 16 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (4)
17 Episode 17 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (5)
18 Episode 18 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (6)
19 Episode 19 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (7)
20 Episode 20 – Kelompok Kelelawar Hitam (1)
21 Episode 21 – Kelompok Kelelawar Hitam (2)
22 Episode 22 – Gugurnya Sang Ksatria (1)
23 Episode 23 – Gugurnya Sang Ksatria (2)
24 Episode 24 – Gugurnya Sang Ksatria (3)
25 Episode 25 – Dewi Bidadari Dari Gunung Lawu
26 Episode 26 – Ki Suryo Alam
27 Episode 27 – Wasiat Ki Ageng Mataram
28 Episode 28 – Amanat Sang Guru (1)
29 Episode 29 – Amanat Sang Guru (2)
30 Episode 30 – Amanat Sang Guru (3)
31 Episode 31 – Surodipo (1)
32 Episode 32 – Surodipo (2)
33 Episode 33 – Ujian Dari Senopati (1)
34 Episode 34 – Ujian Dari Senopati (2)
35 Episode 35 – Tugas Pertama (1)
36 Episode 36 – Tugas Pertama (2)
37 Episode 37 – Guna-Guna Istri Muda (1)
38 Episode 38 – Guna-Guna Istri Muda (2)
39 Episode 39 – Guna-Guna Istri Muda (3)
40 Episode 40 – Guna-Guna Istri Muda (4)
41 Episode 41 – Guna-Guna Istri Muda (5)
42 Episode 42 – Guna-Guna Istri Muda (6)
43 Episode 43 – Guna-Guna Istri Muda (7)
44 Episode 44 – Guna-Guna Istri Muda (8)
45 Episode 45 – Guna-Guna Istri Muda (9)
46 Episode 46 – Guna-Guna Istri Muda (10)
47 Episode 47 – Guna-Guna Istri Muda (11)
48 Episode 48 – Guna-Guna Istri Muda (12)
49 Episode 49 – Guna-Guna Istri Muda (13)
50 Episode 50 – Guna-Guna Istri Muda (14)
51 Episode 51 – Elang Mataram (1)
52 Episode 52 – Elang Mataram (2)
53 Episode 53 – Elang Mataram (3)
54 Episode 54 – Elang Mataram (4)
55 Episode 55 – Elang Mataram (5)
56 Episode 56 – Utusan Dari Pajang (1)
57 Episode 57 – Utusan Dari Pajang (2)
58 Episode 58 – Utusan Dari Pajang (3)
59 Episode 59 – Utusan Dari Pajang (4)
60 Episode 60 – Wahyu Keprabon (1)
61 Episode 61 – Wahyu Keprabon (2)
62 Episode 62 – Wahyu Keprabon (3)
63 Episode 63 – Wahyu Keprabon (4)
64 Episode 64 – Wahyu Keprabon (5)
65 Episode 65 – Wahyu Keprabon (6)
66 Episode 66 – Tujuh Bayangan Setan (1)
67 Episode 67 – Tujuh Bayangan Setan (2)
68 Episode 68 – Tujuh Bayangan Setan (3)
69 Episode 69 – Penggalangan Kekuatan (1)
70 Episode 70 – Penggalangan Kekuatan (2)
71 Episode 71 – Ki Bocor
72 Episode 72 – Pangeran Benowo (1)
73 Episode 73 – Pangeran Benowo (2)
74 Episode 74 – Pangeran Benowo (3)
75 Episode 75 – Tari Beksan Rangin (1)
76 Episode 76 – Tari Beksan Rangin (2)
77 Episode 77 – Tari Beksan Rangin (3)
78 Episode 78 – Raden Ronggo (1)
79 Episode 79 – Raden Ronggo (2)
80 Episode 80 – Raden Ronggo (3)
81 Episode 81 – Tekad Senopati (1)
82 Episode 82 – Tekad Senopati (2)
83 Episode 83 – Raden Ronggo (4)
84 Episode 84 – Raden Ronggo (5)
85 Episode 85 – Raden Ronggo (6)
86 Episode 86 – Raden Ronggo (7)
87 Episode 87 – Raden Ronggo (8)
88 Episode 88 – Raden Ronggo (9)
89 Episode 89 – Raden Pabelan (1)
90 Episode 90 – Raden Pabelan (2)
91 Episode 91 – Petaka Cinta Raden Pabelan (1)
92 Episode 92 – Petaka Cinta Raden Pabelan (2)
93 Episode 93 – Petaka Cinta Raden Pabelan (3)
94 Episode 94 – Petaka Cinta Raden Pabelan (4)
95 Episode 95 – Petaka Cinta Raden Pabelan (5)
96 Episode 96 – Petaka Cinta Raden Pabelan (6)
97 Episode 97 – Senopati Gugat (1)
98 Episode 98 – Senopati Gugat (2)
99 Episode 99 – Senopati Gugat (3)
100 Episode 100 – Senopati Gugat (4)
101 Episode 101 – Senopati Gugat (5)
102 Episode 102 – Langit Merah Di Prambanan (1)
103 Episode 103 – Langit Merah Di Prambanan (2)
104 Episode 104 – Langit Merah Di Prambanan (3)
105 Episode 105 – Langit Merah Di Prambanan (4)
106 Episode 106 – Langit Merah Di Prambanan (5)
107 Episode 107 – Langit Merah Di Prambanan (6)
108 Episode 108 – Langit Merah Di Prambanan (7)
109 Episode 109 – Langit Merah Di Prambanan (8)
110 Episode 110 – Langit Merah Di Prambanan (9)
111 Episode 111 – Langit Merah Di Prambanan (10)
112 Episode 112 – Langit Merah Di Prambanan (11)
113 Episode 113 – Langit Merah Di Prambanan (12)
114 Episode 114 – Langit Merah Di Prambanan (13)
115 Episode 115 – Amukan Sang Merapi (1)
116 Episode 116 – Amukan Sang Merapi (2)
117 Episode 117 – Amukan Sang Merapi (3)
118 Episode 118 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (1)
119 Episode 119 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (2)
120 Episode 120 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (3)
121 Episode 121 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (4)
122 Episode 122 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (5)
123 Episode 123 – Prahara Tahta Pajang (1)
124 Episode 124 – Prahara Tahta Pajang (2)
125 Episode 125 – Prahara Tahta Pajang (3)
126 Episode 126 – Prahara Tahta Pajang (4)
127 Episode 127 – Prahara Tahta Pajang (5)
128 Episode 128 – Prahara Tahta Pajang (6)
129 Episode 129 – Prahara Tahta Pajang (7)
130 Episode 130 – Prahara Tahta Pajang (8)
131 Episode 131 – Prahara Tahta Pajang (9)
132 Episode 132 – Prahara Tahta Pajang (10)
133 Episode 133 – Prahara Tahta Pajang (11)
134 Episode 134 – Prahara Tahta Pajang (12)
135 Episode 135 – Prahara Tahta Pajang (13)
136 Episode 136 – Prahara Tahta Pajang (14)
137 Episode 137 – Prahara Tahta Pajang (15)
138 Episode 138 – Negeri Di Atas Angin (1)
139 Episode 139 – Negeri Di Atas Angin (2)
140 Episode 140 – Negeri Di Atas Angin (3)
141 Episode 141 – Negeri Di Atas Angin (4)
142 Episode 142 – Negeri Di Atas Angin (5)
143 Episode 143 – Negeri Di Atas Angin (6)
144 Episode 144 – Negeri Di Atas Angin (7)
145 Episode 145 – Negeri Di Atas Angin (8)
146 Episode 146 – Negeri Di Atas Angin (9)
147 Episode 147 – Negeri Di Atas Angin (10)
148 Episode 148 – Negeri Di Atas Angin (11)
149 Episode 149 – Negeri Di Atas Angin (12)
150 Episode 150 – Negeri Di Atas Angin (13)
151 Episode 151 – Negeri Di Atas Angin (14)
152 Episode 152 – Negeri Di Atas Angin (15)
153 Episode 153 – Negeri Di Atas Angin (16)
154 Episode 154 – Negeri Di Atas Angin (17)
155 Episode 155 – Negeri Di Atas Angin (18)
156 Episode 156 – Negeri Di Atas Angin (19)
157 Episode 157 – Negeri Di Atas Angin (20)
158 Episode 158 – Mendung Di Langit Pajang (1)
159 Episode 159 – Mendung Di Langit Pajang (2)
160 Episode 160 – Mendung Di Langit Pajang (3)
161 Episode 161– Mendung Di Langit Pajang (4)
162 Episode 162– Mendung Di Langit Pajang (5)
163 Episode 163– Mendung Di Langit Pajang (6)
164 Episode 164 – Mendung Di Langit Pajang (7)
165 Episode 165 – Mendung Di Langit Pajang (8)
166 Episode 166 – Mendung Di Langit Pajang (9)
167 Episode 167 – Mendung Di Langit Pajang (10)
168 Episode 168 – Mendung Di Langit Pajang (11)
169 Episode 169 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (1)
170 Episode 170 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (2)
171 Episode 171 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (3)
172 Episode 172 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (4)
173 Episode 173 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (5)
174 Episode 174 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (6)
175 Episode 175 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (7)
176 Episode 176 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (8)
177 Episode 177 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (9)
178 Episode 178 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (10)
179 Episode 179 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (11)
180 Episode 180 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (12)
181 Episode 181 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (13)
182 Episode 182 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (14)
183 Episode 183 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (15)
184 Episode 184 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (16)
185 Episode 185 – Balada Sang Elang Mataram (1)
186 Episode 186 – Balada Sang Elang Mataram (2)
187 Episode 187 – Balada Sang Elang Mataram (3)
188 Episode 188 – Balada Sang Elang Mataram (4)
189 Episode 189 – Balada Sang Elang Mataram (5)
190 Episode 190 – Balada Sang Elang Mataram (6)
191 Episode 191 – Balada Sang Elang Mataram (7)
192 Episode 192 – Balada Sang Elang Mataram (8)
193 Episode 193 – Balada Sang Elang Mataram (9)
194 Episode 194 – Balada Sang Elang Mataram (10)
195 Episode 195 – Balada Sang Elang Mataram (11)
196 Episode 196 – Balada Sang Elang Mataram (12)
197 Episode 197 – Balada Sang Elang Mataram (13)
198 Episode 198 – Balada Sang Elang Mataram (14)
199 Episode 199 – Balada Sang Elang Mataram (15)
200 Episode 200 – Balada Sang Elang Mataram (16)
201 Episode 201 – Balada Sang Elang Mataram (17)
202 Episode 202 – Balada Sang Elang Mataram (18)
203 Episode 203 – Balada Sang Elang Mataram (19)
204 Episode 204 – Balada Sang Elang Mataram (20)
205 Episode 205 – Balada Sang Elang Mataram (21)
206 Episode 206 – Balada Sang Elang Mataram (22)
207 Episode 207 – Balada Sang Elang Mataram (23)
208 Episode 208 – Balada Sang Elang Mataram (24)
209 Episode 209 – Akhir Kisah Sang Elang Mataram
210 Episode 210 – Epilog (Tamat)
Episodes

Updated 210 Episodes

1
Episode 1 – Prolog
2
Episode 2 – Gugurnya Arya Penagsang (1)
3
Episode 3 – Gugurnya Arya Penangsang (2)
4
Episode 4 – Tanah Perjanjian (1)
5
Episode 5 – Tanah Perjanjian (2)
6
Episode 6 – Dendam Membara
7
Episode 7 – Surodipo Dan Retno Jumini (1)
8
Episode 8 – Surodipo Dan Retno Jumini (2)
9
Episode 9 – Surodipo Dan Retno Jumini (3)
10
Episode 10 – Surodipo Dan Retno Jumini (4)
11
Episode 11 – Ki Margoloyo (1)
12
Episode 12 – Ki Margoloyo (2)
13
Episode 13 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (1)
14
Episode 14 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (2)
15
Episode 15 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (3)
16
Episode 16 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (4)
17
Episode 17 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (5)
18
Episode 18 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (6)
19
Episode 19 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (7)
20
Episode 20 – Kelompok Kelelawar Hitam (1)
21
Episode 21 – Kelompok Kelelawar Hitam (2)
22
Episode 22 – Gugurnya Sang Ksatria (1)
23
Episode 23 – Gugurnya Sang Ksatria (2)
24
Episode 24 – Gugurnya Sang Ksatria (3)
25
Episode 25 – Dewi Bidadari Dari Gunung Lawu
26
Episode 26 – Ki Suryo Alam
27
Episode 27 – Wasiat Ki Ageng Mataram
28
Episode 28 – Amanat Sang Guru (1)
29
Episode 29 – Amanat Sang Guru (2)
30
Episode 30 – Amanat Sang Guru (3)
31
Episode 31 – Surodipo (1)
32
Episode 32 – Surodipo (2)
33
Episode 33 – Ujian Dari Senopati (1)
34
Episode 34 – Ujian Dari Senopati (2)
35
Episode 35 – Tugas Pertama (1)
36
Episode 36 – Tugas Pertama (2)
37
Episode 37 – Guna-Guna Istri Muda (1)
38
Episode 38 – Guna-Guna Istri Muda (2)
39
Episode 39 – Guna-Guna Istri Muda (3)
40
Episode 40 – Guna-Guna Istri Muda (4)
41
Episode 41 – Guna-Guna Istri Muda (5)
42
Episode 42 – Guna-Guna Istri Muda (6)
43
Episode 43 – Guna-Guna Istri Muda (7)
44
Episode 44 – Guna-Guna Istri Muda (8)
45
Episode 45 – Guna-Guna Istri Muda (9)
46
Episode 46 – Guna-Guna Istri Muda (10)
47
Episode 47 – Guna-Guna Istri Muda (11)
48
Episode 48 – Guna-Guna Istri Muda (12)
49
Episode 49 – Guna-Guna Istri Muda (13)
50
Episode 50 – Guna-Guna Istri Muda (14)
51
Episode 51 – Elang Mataram (1)
52
Episode 52 – Elang Mataram (2)
53
Episode 53 – Elang Mataram (3)
54
Episode 54 – Elang Mataram (4)
55
Episode 55 – Elang Mataram (5)
56
Episode 56 – Utusan Dari Pajang (1)
57
Episode 57 – Utusan Dari Pajang (2)
58
Episode 58 – Utusan Dari Pajang (3)
59
Episode 59 – Utusan Dari Pajang (4)
60
Episode 60 – Wahyu Keprabon (1)
61
Episode 61 – Wahyu Keprabon (2)
62
Episode 62 – Wahyu Keprabon (3)
63
Episode 63 – Wahyu Keprabon (4)
64
Episode 64 – Wahyu Keprabon (5)
65
Episode 65 – Wahyu Keprabon (6)
66
Episode 66 – Tujuh Bayangan Setan (1)
67
Episode 67 – Tujuh Bayangan Setan (2)
68
Episode 68 – Tujuh Bayangan Setan (3)
69
Episode 69 – Penggalangan Kekuatan (1)
70
Episode 70 – Penggalangan Kekuatan (2)
71
Episode 71 – Ki Bocor
72
Episode 72 – Pangeran Benowo (1)
73
Episode 73 – Pangeran Benowo (2)
74
Episode 74 – Pangeran Benowo (3)
75
Episode 75 – Tari Beksan Rangin (1)
76
Episode 76 – Tari Beksan Rangin (2)
77
Episode 77 – Tari Beksan Rangin (3)
78
Episode 78 – Raden Ronggo (1)
79
Episode 79 – Raden Ronggo (2)
80
Episode 80 – Raden Ronggo (3)
81
Episode 81 – Tekad Senopati (1)
82
Episode 82 – Tekad Senopati (2)
83
Episode 83 – Raden Ronggo (4)
84
Episode 84 – Raden Ronggo (5)
85
Episode 85 – Raden Ronggo (6)
86
Episode 86 – Raden Ronggo (7)
87
Episode 87 – Raden Ronggo (8)
88
Episode 88 – Raden Ronggo (9)
89
Episode 89 – Raden Pabelan (1)
90
Episode 90 – Raden Pabelan (2)
91
Episode 91 – Petaka Cinta Raden Pabelan (1)
92
Episode 92 – Petaka Cinta Raden Pabelan (2)
93
Episode 93 – Petaka Cinta Raden Pabelan (3)
94
Episode 94 – Petaka Cinta Raden Pabelan (4)
95
Episode 95 – Petaka Cinta Raden Pabelan (5)
96
Episode 96 – Petaka Cinta Raden Pabelan (6)
97
Episode 97 – Senopati Gugat (1)
98
Episode 98 – Senopati Gugat (2)
99
Episode 99 – Senopati Gugat (3)
100
Episode 100 – Senopati Gugat (4)
101
Episode 101 – Senopati Gugat (5)
102
Episode 102 – Langit Merah Di Prambanan (1)
103
Episode 103 – Langit Merah Di Prambanan (2)
104
Episode 104 – Langit Merah Di Prambanan (3)
105
Episode 105 – Langit Merah Di Prambanan (4)
106
Episode 106 – Langit Merah Di Prambanan (5)
107
Episode 107 – Langit Merah Di Prambanan (6)
108
Episode 108 – Langit Merah Di Prambanan (7)
109
Episode 109 – Langit Merah Di Prambanan (8)
110
Episode 110 – Langit Merah Di Prambanan (9)
111
Episode 111 – Langit Merah Di Prambanan (10)
112
Episode 112 – Langit Merah Di Prambanan (11)
113
Episode 113 – Langit Merah Di Prambanan (12)
114
Episode 114 – Langit Merah Di Prambanan (13)
115
Episode 115 – Amukan Sang Merapi (1)
116
Episode 116 – Amukan Sang Merapi (2)
117
Episode 117 – Amukan Sang Merapi (3)
118
Episode 118 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (1)
119
Episode 119 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (2)
120
Episode 120 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (3)
121
Episode 121 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (4)
122
Episode 122 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (5)
123
Episode 123 – Prahara Tahta Pajang (1)
124
Episode 124 – Prahara Tahta Pajang (2)
125
Episode 125 – Prahara Tahta Pajang (3)
126
Episode 126 – Prahara Tahta Pajang (4)
127
Episode 127 – Prahara Tahta Pajang (5)
128
Episode 128 – Prahara Tahta Pajang (6)
129
Episode 129 – Prahara Tahta Pajang (7)
130
Episode 130 – Prahara Tahta Pajang (8)
131
Episode 131 – Prahara Tahta Pajang (9)
132
Episode 132 – Prahara Tahta Pajang (10)
133
Episode 133 – Prahara Tahta Pajang (11)
134
Episode 134 – Prahara Tahta Pajang (12)
135
Episode 135 – Prahara Tahta Pajang (13)
136
Episode 136 – Prahara Tahta Pajang (14)
137
Episode 137 – Prahara Tahta Pajang (15)
138
Episode 138 – Negeri Di Atas Angin (1)
139
Episode 139 – Negeri Di Atas Angin (2)
140
Episode 140 – Negeri Di Atas Angin (3)
141
Episode 141 – Negeri Di Atas Angin (4)
142
Episode 142 – Negeri Di Atas Angin (5)
143
Episode 143 – Negeri Di Atas Angin (6)
144
Episode 144 – Negeri Di Atas Angin (7)
145
Episode 145 – Negeri Di Atas Angin (8)
146
Episode 146 – Negeri Di Atas Angin (9)
147
Episode 147 – Negeri Di Atas Angin (10)
148
Episode 148 – Negeri Di Atas Angin (11)
149
Episode 149 – Negeri Di Atas Angin (12)
150
Episode 150 – Negeri Di Atas Angin (13)
151
Episode 151 – Negeri Di Atas Angin (14)
152
Episode 152 – Negeri Di Atas Angin (15)
153
Episode 153 – Negeri Di Atas Angin (16)
154
Episode 154 – Negeri Di Atas Angin (17)
155
Episode 155 – Negeri Di Atas Angin (18)
156
Episode 156 – Negeri Di Atas Angin (19)
157
Episode 157 – Negeri Di Atas Angin (20)
158
Episode 158 – Mendung Di Langit Pajang (1)
159
Episode 159 – Mendung Di Langit Pajang (2)
160
Episode 160 – Mendung Di Langit Pajang (3)
161
Episode 161– Mendung Di Langit Pajang (4)
162
Episode 162– Mendung Di Langit Pajang (5)
163
Episode 163– Mendung Di Langit Pajang (6)
164
Episode 164 – Mendung Di Langit Pajang (7)
165
Episode 165 – Mendung Di Langit Pajang (8)
166
Episode 166 – Mendung Di Langit Pajang (9)
167
Episode 167 – Mendung Di Langit Pajang (10)
168
Episode 168 – Mendung Di Langit Pajang (11)
169
Episode 169 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (1)
170
Episode 170 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (2)
171
Episode 171 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (3)
172
Episode 172 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (4)
173
Episode 173 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (5)
174
Episode 174 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (6)
175
Episode 175 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (7)
176
Episode 176 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (8)
177
Episode 177 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (9)
178
Episode 178 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (10)
179
Episode 179 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (11)
180
Episode 180 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (12)
181
Episode 181 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (13)
182
Episode 182 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (14)
183
Episode 183 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (15)
184
Episode 184 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (16)
185
Episode 185 – Balada Sang Elang Mataram (1)
186
Episode 186 – Balada Sang Elang Mataram (2)
187
Episode 187 – Balada Sang Elang Mataram (3)
188
Episode 188 – Balada Sang Elang Mataram (4)
189
Episode 189 – Balada Sang Elang Mataram (5)
190
Episode 190 – Balada Sang Elang Mataram (6)
191
Episode 191 – Balada Sang Elang Mataram (7)
192
Episode 192 – Balada Sang Elang Mataram (8)
193
Episode 193 – Balada Sang Elang Mataram (9)
194
Episode 194 – Balada Sang Elang Mataram (10)
195
Episode 195 – Balada Sang Elang Mataram (11)
196
Episode 196 – Balada Sang Elang Mataram (12)
197
Episode 197 – Balada Sang Elang Mataram (13)
198
Episode 198 – Balada Sang Elang Mataram (14)
199
Episode 199 – Balada Sang Elang Mataram (15)
200
Episode 200 – Balada Sang Elang Mataram (16)
201
Episode 201 – Balada Sang Elang Mataram (17)
202
Episode 202 – Balada Sang Elang Mataram (18)
203
Episode 203 – Balada Sang Elang Mataram (19)
204
Episode 204 – Balada Sang Elang Mataram (20)
205
Episode 205 – Balada Sang Elang Mataram (21)
206
Episode 206 – Balada Sang Elang Mataram (22)
207
Episode 207 – Balada Sang Elang Mataram (23)
208
Episode 208 – Balada Sang Elang Mataram (24)
209
Episode 209 – Akhir Kisah Sang Elang Mataram
210
Episode 210 – Epilog (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!