Episode 11 – Ki Margoloyo (1)

Pesta pernikahan antara Surodipo dengan Retno Jumini nampaknya akan benar-benar dirayakan semeriah mungkin, Ki Margoloyo dan istrinya sudah merencenakan akan memanggil Panjak dari Kotaraja Pajang. Semua tetangga Ki Margoloyo sinoman di rumah, karena Sang Juragan termasuk orang yang terpandang dan senang menolong orang yang butuh.

Kebetulan waktu yang dianggap baik untuk melaksanakan pernikahan jatuh dalam waktu dekat setelah Ki Wirojoyo dan Ki Margoloyo sepakat untuk menikahkan putra-putri mereka, dan Karena dalam waktu dekat Ki Wirojoyo beserta seluruh keluarganya harus pindah ke Mataram, maka masa pingit bagi kedua calon mempelai hanya

dilaksanakan selama dua minggu.

Retno yang meskipun dipingit tidak bisa keluar dari rumahnya, merasa sangat bahagia. Ia membayangkan bagaimana meriahnya pernikahan dirinya dengan sang pemuda pujaan hatinya. Setiap hari ia mendapatkan luluran dan berbagai perawatan tubuh lainnya serta diberi minum berbagai macam jamu-jamuan.

Ketika sudah sepuluh hari Retno dipingit, persiapan untuk pesta pernikahan pun dimulai. Orang-orang desa banyak membantu Ki Margoloyo untuk mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari memasang janur, panggung, dan lain sebagainya. Ingin rasanya Retno cepat-cepat sampai pada hari yang ditentukan untuk pernikahan mereka. Empat hari benar-benar menjadi terlalu lama. Hingga sampailah satu kabar berita ke telinga Ki Margoloyo yang akan mengubah segalanya.

Kartono, salah seorang pengawal keluarga sekaligus rombongan dagang Ki Margoloyo datang tergopoh-gopoh menemui Ki Margoloyo yang sedang sibuk mengawasi orang-orang yang sedang mempersiapkan bahan-bahan untuk memasak di pesta pernikahan putrinya nanti. Ki Margoloyo pun membawanya ke halaman belakang rumahnya setelah Kartono mengatakan ada kabar penting yang harus ia sampaikan.

“Rombongan itu kemungkinan akan tiba nanti malam di tempat biasa kita Kakang.” ucap Kartono.

“Gila kamu! Aku ini mau mantuan!” tukas Ki Margoloyo sambil menggelengkan kepalanya.

“Artinya kesempatan emas akan Kakang lewatkan begitu saja? Apakah Kakang lupa pada janji kita utnuk membangun kembali negeri Jipang yang telah diruntuhkan serta dihinakan oleh orang-orang Pajang ini?! Apakah Kakang sudah melukan sumpah setia Kakang sebagai seorang prajurit Jipang yang sejati?!” tanya Kartono dengan penuh penekanan dan alis terangkat seolah tak mempercayai ucapan Ki Margoloyo.

Ucapan Kartono tersebut menyentak hati Ki Margoloyo. Pikirannya pun melayang terbang ke waktu beberapa tahun silam. Saat itu sudah dua tahun negeri Jipang runtuh, Ki Margoloyo dan istrinya pun sudah melupakan negeri leluhurnya tersebut dan hidup menjadi keluarga pedagang yang cukup sukses. Namun tiba-tiba ia didatangi oleh Aryo Kusumo, putra Ki Patih Mentahun, serta Kartono dan beberapa mantan prajurit Jipang yang kini berubah profesi menjadi para perampok di wilayah Pajang. Mereka lalu berkumpul di sebuah hutan di luar Desa Banyu Urip.

"Apakah Kakang Margoloyo sudah terlalu hidup enak dengan menjadi pedagang di Pajang?" tanya Aryo Kusumo dengan penuh selidik pada saat itu.

"Tidak Raden,Hamba masih memupuk rasa kesetiaan hamba pada negeri Jipang di dalam jiwa hamba, sesuai dengan sumpah setia hamba pada saat dulu hamba diangkat menjadi prajurit Jipang!" jawab tegas Ki Margoloyo.

"Kalau begitu kita harus bersatu untuk membangun kembali negeri Jipang dan menghancurkan negeri Pajang!" tegas Aryo Kusumo.

"Dengan kekuatan kita yang ada saat ini, Satu-satunya cara yang bisa kita lakukan saat ini adalah membuat negeri Pajang menjadi tidak aman. Kakang Margoloyo, kau kutugaskan untuk menjadi pemimpin dari seluruh sisa laskar Jipang. Jadilah kelompok perampok yang merampok harta dari para saudagar di Pajang ini. Nanti hasilnya akan kita pakai untuk membiayai pergerakan kita membangun kembali laskar Jipang. Perlahan tapi pasti akan kita runtuhkan negeri Pajang dan kita bangun kembali negeri Jipang!"

Waktu itu sebenarnya Ki Margoloyo merasa segan untuk memenuhi tuntutan dari Aryo Kusumo tersebut, karena ia merasa lebih aman nyaman dengan menjadi seorang pedagang di Pajang demi menhidupi keluarga kecilnya. Ia tidak mau seuatu yang buruk menimpa keluarga kecilnya. Namun sebagai seorang prajurit sejati ia juga tidak bisa melupakan sumpah setia prajuritnya kepada negeri Jipang. Maka terpaksa ia pun menyanggupi perintah tersebut. "Sendiko Dawuh Raden. Hamba akan melakukan yang terbaik demi mengembalikan kejayaan negeri Jipang!" tegasnya.

Maka dimulailah kiprahnya sebagai pemimpin kelompok perampok yang sangat kejam di sekitar Kotaraja Pajang dengan nama Kempok Serigala Kelabu. Sebagian dari harta rampokannya ia serahkan pada Aryo Kusumo, sebagaian lagi ia pakai untuk kepentingannya menyamar sebagai seorang saudagar besar dari Desa Banyu Urip di Pajang.

“Saya dengar tiga Mantri Pamajegan ada dalam rombongan itu.” ucap kembali Kartono yang membangunkan Ki Margoloyo dari lamunannya.

Ki Margoloyo nampak termenung sejenak, ia sedang menimbang-nimbang untung ruginya jika mereka menyatroni rombongan para Mantri Pamajegan dari wilayah barat Pajang tersebut. “Kakang bayangkan, berapa banyak upeti yang mereka bawa untuk Sultan!” tambah Kartono yang kian mempengaruhi Ki Margoloyo.

“Darimana saja mereka?” tanya Ki Margoloyo.

“Mereka dari Banyumas, Bagelen dan Kedu... Artinya jika kita berhasil merampok mereka, maka kita semakin berhasil membuat negeri Pjang ini menjadi semakin tidak aman sesuai dengan amanat dari Raden Aryo Kusumo.” jawab Kartono.

“Hmm…” Ki Margoloyo hanya berdeham sambil memegang dagunya, ia nampak masih berpikir.

Saat itulah seorang pemuda yang merupakan salah satu pembantu Ki Margoloyo menghampiri Ki Margoloyo dan Kartono yang membuat mereka menghentikan obrolan mereka. “Ada apa Kus?” tanya Ki Margoloyo pada Kusno pembantunya tersebut.

“Anu Ki, orang dapur bertanya ayamnya apakah dipotong sekarang?” jawab Kusno.

“Potong sekarang saja! Orang-orang Sinoman ini kan perlu makan, makan yang enak! Kalau

Kambingnya, lusa saja.” terang Ki Margoloyo.

Kusno pun mengangguk. Baik Ki.” Ia pun berbalik hendak pergi tapi ditahan Margoloyo.

“Eh Kusno, siapa yang mau menyembelih? Kamu bisa?” tanya Ki Margoloyo.

“Bisa Ki.” jawab Kusno sambil mengangguk.

“Ya lakukanlah sana!” perintah Ki Margoloyo.

Setelah Kusno pergi, Kartono kembali bertanya. “Bagaimana Kakang?”

“Hhmmm… Nanti malam tunggu aku di tempat biasa. Persiapkan segala sesuatunya dengan matang, karena mangsa kita kali ini sangat besar, bukan sekedar saudagar!”” jawab Ki Margoloyo sambil menepuk bahu Kartono.

“Baik Kakang.” angguk Kartono yang kemudian berlalu meninggalkan rumah Ki Margoloyo.

Seperginya Kartono, Ki Margoloyo bersidekap sambil merenung, meskipun ia sudah mengiyakan pada Kartono, namun ada firasat tidak enak yang mengganjal di hatinya, namun buru-buru ia enyahkan keraguan hatinya karena mangsanya kali ini sangat besar. Tiga Mantri Pamajegan yang akan menyerahkan upeti bulu bekti dari wilayah barat pada Sultan Pajang!

Jika berhasil, ia bisa berpuasa untuk merampok atau bahkan pensiun dari pekerjaannya sebagai pemimpin gerombolan perampok Siluman Serigala Kelabu. Sebagian hasilnya akan ia berikan kepada Aryo Kusumo sebagai pengantar permintaannya untuk pensiun dari tugasnya sebagai sisa laskar Jipang. Sebagian hasilnya juga akan ia berikan pada Retno dan Surodipo, tentunya itu sudah daripada cukup untuk menjamin kehidupan putri dan mantu kesayangannya tersebut dan menjadikan mereka keluarga yang terpandang di Mataram kelak.

***

Malam harinya, Ki Margoloyo sudah bersiap-siap, begitupun seluruh anggota Gerombolan Perampok Siluman Serigala Kelabu yang menyamar menjadi para pengawal Ki Margoloyo. Beberapa orang kepercayaan Margoloyo sudah pergi terlebih dahulu ke wilayah hutan di tepian Kali Laweyan yang akan mereka jadikan tempat untuk menyergap para Mantri Pamajegan.

Setelah selesai bersiap-siap, Ki Margoloyo kemudian pamit kepada anak dan istrinya yang tidak tahu apa-apa bahwa selama ini mereka dinafkahi oleh Ki Margoloyo dari hasil merampok dan menumpahkan darah orang lain, apalagi soal tujuan sisa-sisa laskar Jipang, istimya tidak tahu menahu tentang hal tersebut. Malahan Retno masih tidak tahu bahwa ia sebenarnya adalah orang Jipang karena ketika kedua orang  tuanya hijrah dari Jipang, Retno masih balita.

“Aku harus menemui mereka malam ini Nyai. karena besok mereka akan pulang ke Jepara.” ucap Ki Margoloyo

yang berbohong akan menemui para pedagang dari Jepara.

“Tidak bisa diundur Kang? Lusa kan putri kita kita akan menikah, kakang harus menjadi wali putri kakang.” tanya istrinya dengan raut kecewa.

“Tidak bisa Nyai, besok mereka akan pulang. Lusa aku pasti sudah pulang dan menjadi wali putri kita.” jawab Ki Margoloyo.

Ia kemudian memanggil Retno yang sedang duduk terdiam karena kecewa setelah mendengar ayahnya akan pergi malam ini. “Retno, sini sebentar Nduk!”

Retno pun menghampiri ayahnya, Sang Ayah kemudian mengelus kepala putrinya itu dengan tatapan penuh kasih sayang. Romo… Apa tidak bisa ditunda?” tanya Retno dengan nada sedih.

“Iya Kakang, dagang ya dagang, tapi ndak perlu ngoyo gitu tho Kang.” sambung Nyai Margoloyo.

Ki Margoloyo menggelengkan kepalanya. “Sayang Nyai, kalau sampai mereka beli sama orang lain kita tinggal gigit jari.” Ia kemudian menatap wajah putrinya yang tertunduk.

“Hasil dagang kita nanti kan buat kita nanggap tandak biar perkawinanmu meriah, dan buat bekal kmu dan suamimu nanti di Mataram, agar kalian menjadi orang yang

terhormat di Mataram.”

Seperginya Ki Margoloyo, Retno pun memeluk ibunya. Rupanya mereka berdua memiliki firasat yang sangat buruk. Sebenarnya mereka sudah lama menyimpan pertanyaan dalam hati mereka, apa sebenarnya yang dilakukan Ki Margoloyo. Semua warga Banyu Urip hanya tahu bahwa Ki Margoloyo hanya pedagang hasil bumi yang lihay dan dikenal sangat dermawan. Tapi terus terang, mereka selalu diliputi kecemasan setiap kali Ki Margoloyo pergi.

***

Di hutan luar desa Banyu Urip, Ki Margoloyo menghentikan kudanya, dari semak belukar keluarlah lima belas orang berpakaian dan bejubah serba kelabu. Ia lalu menghampiri Kartono yang membuka kerudung penutup wajahnya. “Bagaimana keadaan mereka? Berapa pengawal mereka?”

“Ada tiga puluh prajurit, lima orang pendekar sewaan dari Banyumas, dan lima gerobak barang yang mereka bawa.” jawab Kartono.

“Hmm…. Baiklah… Tunggu sebentar!” Ki Margoloyo kemudian mengambil buntelan kain yang diberikan Kartono, kemudian ia pergi ke semak-semak. sebentar kemudian ia keluar lagi dengan mengenakan jubah dan pakaian serba kelabu, wajahnya ditutupi topeng serigala yang berwarna kelabu pula.

Dialah yang terkenal sebagai Siluman Serigala Kelabu pemimpin gerombolan perampok Serigala Kelabu yang beberapa tahun belakangan ini membuat gempar Kasultanan Pajang karena selalu merampok para saudagar yang hendak menuju Kotaraja Pajang, dan beberapa kali belakangan, mereka mulai berani menyatroni para Mantri Pamajegan yang hendak menuju Pajang.

Terpopuler

Comments

Bang Roy

Bang Roy

pimpinan rampok berkedok pedagang

2022-09-19

1

Thomas Andreas

Thomas Andreas

firasat buruk

2022-07-18

1

Waras Harya

Waras Harya

alur cerita nya sangat mirip dgn serial sandiwara radio Kaca Benggala, karya S Tijab hanya di rubah dikit. nama tokoh nya

2022-02-08

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 – Prolog
2 Episode 2 – Gugurnya Arya Penagsang (1)
3 Episode 3 – Gugurnya Arya Penangsang (2)
4 Episode 4 – Tanah Perjanjian (1)
5 Episode 5 – Tanah Perjanjian (2)
6 Episode 6 – Dendam Membara
7 Episode 7 – Surodipo Dan Retno Jumini (1)
8 Episode 8 – Surodipo Dan Retno Jumini (2)
9 Episode 9 – Surodipo Dan Retno Jumini (3)
10 Episode 10 – Surodipo Dan Retno Jumini (4)
11 Episode 11 – Ki Margoloyo (1)
12 Episode 12 – Ki Margoloyo (2)
13 Episode 13 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (1)
14 Episode 14 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (2)
15 Episode 15 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (3)
16 Episode 16 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (4)
17 Episode 17 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (5)
18 Episode 18 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (6)
19 Episode 19 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (7)
20 Episode 20 – Kelompok Kelelawar Hitam (1)
21 Episode 21 – Kelompok Kelelawar Hitam (2)
22 Episode 22 – Gugurnya Sang Ksatria (1)
23 Episode 23 – Gugurnya Sang Ksatria (2)
24 Episode 24 – Gugurnya Sang Ksatria (3)
25 Episode 25 – Dewi Bidadari Dari Gunung Lawu
26 Episode 26 – Ki Suryo Alam
27 Episode 27 – Wasiat Ki Ageng Mataram
28 Episode 28 – Amanat Sang Guru (1)
29 Episode 29 – Amanat Sang Guru (2)
30 Episode 30 – Amanat Sang Guru (3)
31 Episode 31 – Surodipo (1)
32 Episode 32 – Surodipo (2)
33 Episode 33 – Ujian Dari Senopati (1)
34 Episode 34 – Ujian Dari Senopati (2)
35 Episode 35 – Tugas Pertama (1)
36 Episode 36 – Tugas Pertama (2)
37 Episode 37 – Guna-Guna Istri Muda (1)
38 Episode 38 – Guna-Guna Istri Muda (2)
39 Episode 39 – Guna-Guna Istri Muda (3)
40 Episode 40 – Guna-Guna Istri Muda (4)
41 Episode 41 – Guna-Guna Istri Muda (5)
42 Episode 42 – Guna-Guna Istri Muda (6)
43 Episode 43 – Guna-Guna Istri Muda (7)
44 Episode 44 – Guna-Guna Istri Muda (8)
45 Episode 45 – Guna-Guna Istri Muda (9)
46 Episode 46 – Guna-Guna Istri Muda (10)
47 Episode 47 – Guna-Guna Istri Muda (11)
48 Episode 48 – Guna-Guna Istri Muda (12)
49 Episode 49 – Guna-Guna Istri Muda (13)
50 Episode 50 – Guna-Guna Istri Muda (14)
51 Episode 51 – Elang Mataram (1)
52 Episode 52 – Elang Mataram (2)
53 Episode 53 – Elang Mataram (3)
54 Episode 54 – Elang Mataram (4)
55 Episode 55 – Elang Mataram (5)
56 Episode 56 – Utusan Dari Pajang (1)
57 Episode 57 – Utusan Dari Pajang (2)
58 Episode 58 – Utusan Dari Pajang (3)
59 Episode 59 – Utusan Dari Pajang (4)
60 Episode 60 – Wahyu Keprabon (1)
61 Episode 61 – Wahyu Keprabon (2)
62 Episode 62 – Wahyu Keprabon (3)
63 Episode 63 – Wahyu Keprabon (4)
64 Episode 64 – Wahyu Keprabon (5)
65 Episode 65 – Wahyu Keprabon (6)
66 Episode 66 – Tujuh Bayangan Setan (1)
67 Episode 67 – Tujuh Bayangan Setan (2)
68 Episode 68 – Tujuh Bayangan Setan (3)
69 Episode 69 – Penggalangan Kekuatan (1)
70 Episode 70 – Penggalangan Kekuatan (2)
71 Episode 71 – Ki Bocor
72 Episode 72 – Pangeran Benowo (1)
73 Episode 73 – Pangeran Benowo (2)
74 Episode 74 – Pangeran Benowo (3)
75 Episode 75 – Tari Beksan Rangin (1)
76 Episode 76 – Tari Beksan Rangin (2)
77 Episode 77 – Tari Beksan Rangin (3)
78 Episode 78 – Raden Ronggo (1)
79 Episode 79 – Raden Ronggo (2)
80 Episode 80 – Raden Ronggo (3)
81 Episode 81 – Tekad Senopati (1)
82 Episode 82 – Tekad Senopati (2)
83 Episode 83 – Raden Ronggo (4)
84 Episode 84 – Raden Ronggo (5)
85 Episode 85 – Raden Ronggo (6)
86 Episode 86 – Raden Ronggo (7)
87 Episode 87 – Raden Ronggo (8)
88 Episode 88 – Raden Ronggo (9)
89 Episode 89 – Raden Pabelan (1)
90 Episode 90 – Raden Pabelan (2)
91 Episode 91 – Petaka Cinta Raden Pabelan (1)
92 Episode 92 – Petaka Cinta Raden Pabelan (2)
93 Episode 93 – Petaka Cinta Raden Pabelan (3)
94 Episode 94 – Petaka Cinta Raden Pabelan (4)
95 Episode 95 – Petaka Cinta Raden Pabelan (5)
96 Episode 96 – Petaka Cinta Raden Pabelan (6)
97 Episode 97 – Senopati Gugat (1)
98 Episode 98 – Senopati Gugat (2)
99 Episode 99 – Senopati Gugat (3)
100 Episode 100 – Senopati Gugat (4)
101 Episode 101 – Senopati Gugat (5)
102 Episode 102 – Langit Merah Di Prambanan (1)
103 Episode 103 – Langit Merah Di Prambanan (2)
104 Episode 104 – Langit Merah Di Prambanan (3)
105 Episode 105 – Langit Merah Di Prambanan (4)
106 Episode 106 – Langit Merah Di Prambanan (5)
107 Episode 107 – Langit Merah Di Prambanan (6)
108 Episode 108 – Langit Merah Di Prambanan (7)
109 Episode 109 – Langit Merah Di Prambanan (8)
110 Episode 110 – Langit Merah Di Prambanan (9)
111 Episode 111 – Langit Merah Di Prambanan (10)
112 Episode 112 – Langit Merah Di Prambanan (11)
113 Episode 113 – Langit Merah Di Prambanan (12)
114 Episode 114 – Langit Merah Di Prambanan (13)
115 Episode 115 – Amukan Sang Merapi (1)
116 Episode 116 – Amukan Sang Merapi (2)
117 Episode 117 – Amukan Sang Merapi (3)
118 Episode 118 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (1)
119 Episode 119 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (2)
120 Episode 120 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (3)
121 Episode 121 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (4)
122 Episode 122 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (5)
123 Episode 123 – Prahara Tahta Pajang (1)
124 Episode 124 – Prahara Tahta Pajang (2)
125 Episode 125 – Prahara Tahta Pajang (3)
126 Episode 126 – Prahara Tahta Pajang (4)
127 Episode 127 – Prahara Tahta Pajang (5)
128 Episode 128 – Prahara Tahta Pajang (6)
129 Episode 129 – Prahara Tahta Pajang (7)
130 Episode 130 – Prahara Tahta Pajang (8)
131 Episode 131 – Prahara Tahta Pajang (9)
132 Episode 132 – Prahara Tahta Pajang (10)
133 Episode 133 – Prahara Tahta Pajang (11)
134 Episode 134 – Prahara Tahta Pajang (12)
135 Episode 135 – Prahara Tahta Pajang (13)
136 Episode 136 – Prahara Tahta Pajang (14)
137 Episode 137 – Prahara Tahta Pajang (15)
138 Episode 138 – Negeri Di Atas Angin (1)
139 Episode 139 – Negeri Di Atas Angin (2)
140 Episode 140 – Negeri Di Atas Angin (3)
141 Episode 141 – Negeri Di Atas Angin (4)
142 Episode 142 – Negeri Di Atas Angin (5)
143 Episode 143 – Negeri Di Atas Angin (6)
144 Episode 144 – Negeri Di Atas Angin (7)
145 Episode 145 – Negeri Di Atas Angin (8)
146 Episode 146 – Negeri Di Atas Angin (9)
147 Episode 147 – Negeri Di Atas Angin (10)
148 Episode 148 – Negeri Di Atas Angin (11)
149 Episode 149 – Negeri Di Atas Angin (12)
150 Episode 150 – Negeri Di Atas Angin (13)
151 Episode 151 – Negeri Di Atas Angin (14)
152 Episode 152 – Negeri Di Atas Angin (15)
153 Episode 153 – Negeri Di Atas Angin (16)
154 Episode 154 – Negeri Di Atas Angin (17)
155 Episode 155 – Negeri Di Atas Angin (18)
156 Episode 156 – Negeri Di Atas Angin (19)
157 Episode 157 – Negeri Di Atas Angin (20)
158 Episode 158 – Mendung Di Langit Pajang (1)
159 Episode 159 – Mendung Di Langit Pajang (2)
160 Episode 160 – Mendung Di Langit Pajang (3)
161 Episode 161– Mendung Di Langit Pajang (4)
162 Episode 162– Mendung Di Langit Pajang (5)
163 Episode 163– Mendung Di Langit Pajang (6)
164 Episode 164 – Mendung Di Langit Pajang (7)
165 Episode 165 – Mendung Di Langit Pajang (8)
166 Episode 166 – Mendung Di Langit Pajang (9)
167 Episode 167 – Mendung Di Langit Pajang (10)
168 Episode 168 – Mendung Di Langit Pajang (11)
169 Episode 169 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (1)
170 Episode 170 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (2)
171 Episode 171 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (3)
172 Episode 172 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (4)
173 Episode 173 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (5)
174 Episode 174 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (6)
175 Episode 175 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (7)
176 Episode 176 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (8)
177 Episode 177 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (9)
178 Episode 178 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (10)
179 Episode 179 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (11)
180 Episode 180 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (12)
181 Episode 181 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (13)
182 Episode 182 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (14)
183 Episode 183 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (15)
184 Episode 184 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (16)
185 Episode 185 – Balada Sang Elang Mataram (1)
186 Episode 186 – Balada Sang Elang Mataram (2)
187 Episode 187 – Balada Sang Elang Mataram (3)
188 Episode 188 – Balada Sang Elang Mataram (4)
189 Episode 189 – Balada Sang Elang Mataram (5)
190 Episode 190 – Balada Sang Elang Mataram (6)
191 Episode 191 – Balada Sang Elang Mataram (7)
192 Episode 192 – Balada Sang Elang Mataram (8)
193 Episode 193 – Balada Sang Elang Mataram (9)
194 Episode 194 – Balada Sang Elang Mataram (10)
195 Episode 195 – Balada Sang Elang Mataram (11)
196 Episode 196 – Balada Sang Elang Mataram (12)
197 Episode 197 – Balada Sang Elang Mataram (13)
198 Episode 198 – Balada Sang Elang Mataram (14)
199 Episode 199 – Balada Sang Elang Mataram (15)
200 Episode 200 – Balada Sang Elang Mataram (16)
201 Episode 201 – Balada Sang Elang Mataram (17)
202 Episode 202 – Balada Sang Elang Mataram (18)
203 Episode 203 – Balada Sang Elang Mataram (19)
204 Episode 204 – Balada Sang Elang Mataram (20)
205 Episode 205 – Balada Sang Elang Mataram (21)
206 Episode 206 – Balada Sang Elang Mataram (22)
207 Episode 207 – Balada Sang Elang Mataram (23)
208 Episode 208 – Balada Sang Elang Mataram (24)
209 Episode 209 – Akhir Kisah Sang Elang Mataram
210 Episode 210 – Epilog (Tamat)
Episodes

Updated 210 Episodes

1
Episode 1 – Prolog
2
Episode 2 – Gugurnya Arya Penagsang (1)
3
Episode 3 – Gugurnya Arya Penangsang (2)
4
Episode 4 – Tanah Perjanjian (1)
5
Episode 5 – Tanah Perjanjian (2)
6
Episode 6 – Dendam Membara
7
Episode 7 – Surodipo Dan Retno Jumini (1)
8
Episode 8 – Surodipo Dan Retno Jumini (2)
9
Episode 9 – Surodipo Dan Retno Jumini (3)
10
Episode 10 – Surodipo Dan Retno Jumini (4)
11
Episode 11 – Ki Margoloyo (1)
12
Episode 12 – Ki Margoloyo (2)
13
Episode 13 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (1)
14
Episode 14 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (2)
15
Episode 15 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (3)
16
Episode 16 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (4)
17
Episode 17 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (5)
18
Episode 18 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (6)
19
Episode 19 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (7)
20
Episode 20 – Kelompok Kelelawar Hitam (1)
21
Episode 21 – Kelompok Kelelawar Hitam (2)
22
Episode 22 – Gugurnya Sang Ksatria (1)
23
Episode 23 – Gugurnya Sang Ksatria (2)
24
Episode 24 – Gugurnya Sang Ksatria (3)
25
Episode 25 – Dewi Bidadari Dari Gunung Lawu
26
Episode 26 – Ki Suryo Alam
27
Episode 27 – Wasiat Ki Ageng Mataram
28
Episode 28 – Amanat Sang Guru (1)
29
Episode 29 – Amanat Sang Guru (2)
30
Episode 30 – Amanat Sang Guru (3)
31
Episode 31 – Surodipo (1)
32
Episode 32 – Surodipo (2)
33
Episode 33 – Ujian Dari Senopati (1)
34
Episode 34 – Ujian Dari Senopati (2)
35
Episode 35 – Tugas Pertama (1)
36
Episode 36 – Tugas Pertama (2)
37
Episode 37 – Guna-Guna Istri Muda (1)
38
Episode 38 – Guna-Guna Istri Muda (2)
39
Episode 39 – Guna-Guna Istri Muda (3)
40
Episode 40 – Guna-Guna Istri Muda (4)
41
Episode 41 – Guna-Guna Istri Muda (5)
42
Episode 42 – Guna-Guna Istri Muda (6)
43
Episode 43 – Guna-Guna Istri Muda (7)
44
Episode 44 – Guna-Guna Istri Muda (8)
45
Episode 45 – Guna-Guna Istri Muda (9)
46
Episode 46 – Guna-Guna Istri Muda (10)
47
Episode 47 – Guna-Guna Istri Muda (11)
48
Episode 48 – Guna-Guna Istri Muda (12)
49
Episode 49 – Guna-Guna Istri Muda (13)
50
Episode 50 – Guna-Guna Istri Muda (14)
51
Episode 51 – Elang Mataram (1)
52
Episode 52 – Elang Mataram (2)
53
Episode 53 – Elang Mataram (3)
54
Episode 54 – Elang Mataram (4)
55
Episode 55 – Elang Mataram (5)
56
Episode 56 – Utusan Dari Pajang (1)
57
Episode 57 – Utusan Dari Pajang (2)
58
Episode 58 – Utusan Dari Pajang (3)
59
Episode 59 – Utusan Dari Pajang (4)
60
Episode 60 – Wahyu Keprabon (1)
61
Episode 61 – Wahyu Keprabon (2)
62
Episode 62 – Wahyu Keprabon (3)
63
Episode 63 – Wahyu Keprabon (4)
64
Episode 64 – Wahyu Keprabon (5)
65
Episode 65 – Wahyu Keprabon (6)
66
Episode 66 – Tujuh Bayangan Setan (1)
67
Episode 67 – Tujuh Bayangan Setan (2)
68
Episode 68 – Tujuh Bayangan Setan (3)
69
Episode 69 – Penggalangan Kekuatan (1)
70
Episode 70 – Penggalangan Kekuatan (2)
71
Episode 71 – Ki Bocor
72
Episode 72 – Pangeran Benowo (1)
73
Episode 73 – Pangeran Benowo (2)
74
Episode 74 – Pangeran Benowo (3)
75
Episode 75 – Tari Beksan Rangin (1)
76
Episode 76 – Tari Beksan Rangin (2)
77
Episode 77 – Tari Beksan Rangin (3)
78
Episode 78 – Raden Ronggo (1)
79
Episode 79 – Raden Ronggo (2)
80
Episode 80 – Raden Ronggo (3)
81
Episode 81 – Tekad Senopati (1)
82
Episode 82 – Tekad Senopati (2)
83
Episode 83 – Raden Ronggo (4)
84
Episode 84 – Raden Ronggo (5)
85
Episode 85 – Raden Ronggo (6)
86
Episode 86 – Raden Ronggo (7)
87
Episode 87 – Raden Ronggo (8)
88
Episode 88 – Raden Ronggo (9)
89
Episode 89 – Raden Pabelan (1)
90
Episode 90 – Raden Pabelan (2)
91
Episode 91 – Petaka Cinta Raden Pabelan (1)
92
Episode 92 – Petaka Cinta Raden Pabelan (2)
93
Episode 93 – Petaka Cinta Raden Pabelan (3)
94
Episode 94 – Petaka Cinta Raden Pabelan (4)
95
Episode 95 – Petaka Cinta Raden Pabelan (5)
96
Episode 96 – Petaka Cinta Raden Pabelan (6)
97
Episode 97 – Senopati Gugat (1)
98
Episode 98 – Senopati Gugat (2)
99
Episode 99 – Senopati Gugat (3)
100
Episode 100 – Senopati Gugat (4)
101
Episode 101 – Senopati Gugat (5)
102
Episode 102 – Langit Merah Di Prambanan (1)
103
Episode 103 – Langit Merah Di Prambanan (2)
104
Episode 104 – Langit Merah Di Prambanan (3)
105
Episode 105 – Langit Merah Di Prambanan (4)
106
Episode 106 – Langit Merah Di Prambanan (5)
107
Episode 107 – Langit Merah Di Prambanan (6)
108
Episode 108 – Langit Merah Di Prambanan (7)
109
Episode 109 – Langit Merah Di Prambanan (8)
110
Episode 110 – Langit Merah Di Prambanan (9)
111
Episode 111 – Langit Merah Di Prambanan (10)
112
Episode 112 – Langit Merah Di Prambanan (11)
113
Episode 113 – Langit Merah Di Prambanan (12)
114
Episode 114 – Langit Merah Di Prambanan (13)
115
Episode 115 – Amukan Sang Merapi (1)
116
Episode 116 – Amukan Sang Merapi (2)
117
Episode 117 – Amukan Sang Merapi (3)
118
Episode 118 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (1)
119
Episode 119 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (2)
120
Episode 120 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (3)
121
Episode 121 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (4)
122
Episode 122 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (5)
123
Episode 123 – Prahara Tahta Pajang (1)
124
Episode 124 – Prahara Tahta Pajang (2)
125
Episode 125 – Prahara Tahta Pajang (3)
126
Episode 126 – Prahara Tahta Pajang (4)
127
Episode 127 – Prahara Tahta Pajang (5)
128
Episode 128 – Prahara Tahta Pajang (6)
129
Episode 129 – Prahara Tahta Pajang (7)
130
Episode 130 – Prahara Tahta Pajang (8)
131
Episode 131 – Prahara Tahta Pajang (9)
132
Episode 132 – Prahara Tahta Pajang (10)
133
Episode 133 – Prahara Tahta Pajang (11)
134
Episode 134 – Prahara Tahta Pajang (12)
135
Episode 135 – Prahara Tahta Pajang (13)
136
Episode 136 – Prahara Tahta Pajang (14)
137
Episode 137 – Prahara Tahta Pajang (15)
138
Episode 138 – Negeri Di Atas Angin (1)
139
Episode 139 – Negeri Di Atas Angin (2)
140
Episode 140 – Negeri Di Atas Angin (3)
141
Episode 141 – Negeri Di Atas Angin (4)
142
Episode 142 – Negeri Di Atas Angin (5)
143
Episode 143 – Negeri Di Atas Angin (6)
144
Episode 144 – Negeri Di Atas Angin (7)
145
Episode 145 – Negeri Di Atas Angin (8)
146
Episode 146 – Negeri Di Atas Angin (9)
147
Episode 147 – Negeri Di Atas Angin (10)
148
Episode 148 – Negeri Di Atas Angin (11)
149
Episode 149 – Negeri Di Atas Angin (12)
150
Episode 150 – Negeri Di Atas Angin (13)
151
Episode 151 – Negeri Di Atas Angin (14)
152
Episode 152 – Negeri Di Atas Angin (15)
153
Episode 153 – Negeri Di Atas Angin (16)
154
Episode 154 – Negeri Di Atas Angin (17)
155
Episode 155 – Negeri Di Atas Angin (18)
156
Episode 156 – Negeri Di Atas Angin (19)
157
Episode 157 – Negeri Di Atas Angin (20)
158
Episode 158 – Mendung Di Langit Pajang (1)
159
Episode 159 – Mendung Di Langit Pajang (2)
160
Episode 160 – Mendung Di Langit Pajang (3)
161
Episode 161– Mendung Di Langit Pajang (4)
162
Episode 162– Mendung Di Langit Pajang (5)
163
Episode 163– Mendung Di Langit Pajang (6)
164
Episode 164 – Mendung Di Langit Pajang (7)
165
Episode 165 – Mendung Di Langit Pajang (8)
166
Episode 166 – Mendung Di Langit Pajang (9)
167
Episode 167 – Mendung Di Langit Pajang (10)
168
Episode 168 – Mendung Di Langit Pajang (11)
169
Episode 169 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (1)
170
Episode 170 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (2)
171
Episode 171 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (3)
172
Episode 172 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (4)
173
Episode 173 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (5)
174
Episode 174 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (6)
175
Episode 175 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (7)
176
Episode 176 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (8)
177
Episode 177 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (9)
178
Episode 178 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (10)
179
Episode 179 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (11)
180
Episode 180 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (12)
181
Episode 181 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (13)
182
Episode 182 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (14)
183
Episode 183 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (15)
184
Episode 184 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (16)
185
Episode 185 – Balada Sang Elang Mataram (1)
186
Episode 186 – Balada Sang Elang Mataram (2)
187
Episode 187 – Balada Sang Elang Mataram (3)
188
Episode 188 – Balada Sang Elang Mataram (4)
189
Episode 189 – Balada Sang Elang Mataram (5)
190
Episode 190 – Balada Sang Elang Mataram (6)
191
Episode 191 – Balada Sang Elang Mataram (7)
192
Episode 192 – Balada Sang Elang Mataram (8)
193
Episode 193 – Balada Sang Elang Mataram (9)
194
Episode 194 – Balada Sang Elang Mataram (10)
195
Episode 195 – Balada Sang Elang Mataram (11)
196
Episode 196 – Balada Sang Elang Mataram (12)
197
Episode 197 – Balada Sang Elang Mataram (13)
198
Episode 198 – Balada Sang Elang Mataram (14)
199
Episode 199 – Balada Sang Elang Mataram (15)
200
Episode 200 – Balada Sang Elang Mataram (16)
201
Episode 201 – Balada Sang Elang Mataram (17)
202
Episode 202 – Balada Sang Elang Mataram (18)
203
Episode 203 – Balada Sang Elang Mataram (19)
204
Episode 204 – Balada Sang Elang Mataram (20)
205
Episode 205 – Balada Sang Elang Mataram (21)
206
Episode 206 – Balada Sang Elang Mataram (22)
207
Episode 207 – Balada Sang Elang Mataram (23)
208
Episode 208 – Balada Sang Elang Mataram (24)
209
Episode 209 – Akhir Kisah Sang Elang Mataram
210
Episode 210 – Epilog (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!