Episode 18 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (6)

Di rumah Ki Wirojoyo, Nyai Wirojoyo nampak sedang mengurut tengkuk Surodipo yang tadi dipukul bapaknya hingga pingsan. Sang Nyai mengurut tengkuk putra sulungnya tersebut dengan lembut dan penuh kasih sayang, ia memahami perasaan anaknya dan ikut menyesalkan semua yang terjadi.

Saat itu Ki Wirojoyo masuk ke kamar putranya tersebut dengan wajah merah padam, nampak jelas bahwa pria setengah baya yang bertampang gagah ini sedang menahan kedongkolan hatinya. “Berantakan semuanya!” geramnya.

“Ada apa Kangmas?” tanya istrinya dengan lembut sambil menghampiri suaminya.

“Aku sudah mengundang Kakang Pemanahan dan kerabat Selo lainnya untuk menghadiri perkawinan anak kita, untunglah mereka belum berangkat dan aku masih sempat mengirim kabar bahwa perkawinan anak kita dibatalkan! Tapi aku tetap malu! Apa yang harus aku katakan pada seluruh kerabat saat mereka tahu aku hampir berbesanan dengan seorang perampok?! Aku malu!” cerocos Ki Wirojoyo dengan nafas tersenggal-senggal karena menahan marah.

“Romo! Apakah kita harus menghancurkan sebuah keluarga yang sedang dilanda musibah?!” tukas Surodipo.

“Itu bukan musibah!” tegas Ki Wirojoyo. “Itu karma! Kau tahu siapa Siluman Serigala Kelabu? Bagaimana kekejamannya? Barangkali serigala betulan yang buas sekalipun tidak ada yang mampu menandingi kekejamannya!” tambahnya.

“Sudahlah Ngger, ikuti saja apa kata Romomu. Karena calon istrimu bukan keturunan orang baik-baik.” ucap Nyai Wirojoyo sambil mengusap bahu Surodipo.

“Ibu… Yang akan saya nikahi itu anaknya, bukan bapaknya!” rengek Surodipo.

“Tidak! Tidak! Pernikahan itu bukan cuma dengan istrimu, tapi juga menyatukan dua keluarga! Jadi tidak akan pernah ada perkawinan anakku dengan Retno Jumini, anak perampok itu!” tegas Ki Wirojoyo.

“Saya tidak sependapat dengan Romo!” ujar Surodipo yang mulai berani memelototi ayahnya karena merasa terpojokan, dan rasa kasihan pada Retno bercampur dengan rasa cintanya sehingga ia menjadi nekat menerjang apapun rintangannya.

“Apa kamu sudah gila hah?! Atau anak perampok itu punya aji gendam sukma sehingga kamu tidak punya akal sehat?!” semprot Ki Wirojoyo, “Sekali lagi kamu sebut-sebut soal pernikahan ini, kamu angkat kaki dari rumah ini!” bentak Ki Wirojoyo dengan jari telunjuk menunjuk wajah anaknya.

“Baik! Saya pergi!” Surodipo pun langsung melangkahkan kakinya lebar-lebar keluar dari rumahnya.

“Surodipo! Surodipo!” panggil ibunya sambil berusaha mengejar Surodipo yang hatinya sedang kalut tersebut, “Mau kemana?! Romomu benar!” panggilnya, tapi percuma, Surodipo terus berlalu meninggalkan rumahnya.

“Biarkan saja! Jiwanya sedang terguncang, kalau sudah tenang, pasti dia akan mengakui kebenaran kata-kataku!” ucap Ki Wirojoyo sambil memegang bahu istrinya.

Mereka kemudian melangkah masuk ke dalam rumahnya dengan wajah keruh. “Tapi aku sangat malu Kakang, malu pada kerabat Selo, malu pada orang-orang desa ini. Mereka pasti akan membicarakan kita…” desah Nyai Wirojoyo.

“Jangan terlalu dipikirkan Nyai, untunglah kita tidak jadi menikahkan anak kita.” sahut suaminya.

“Sejujurnya aku juga tidak tega juga pada Retno Jumini dan ibunya, bertapa tidak adilnya menumpahkan kesalahan Ki Margoloyo pada anak dan istrinya. Tapi… Aku juga harus menjaga kehormatan keluarga kita dan kerabat Selo… Aku tidak mau nama kita ikut tercemar…” ujar Ki Wirojoyo.

***

Di halaman belakang rumah Ki Margoloyo, nampak Retno bersama Warsiah sedang bersusah payah menggali tanah untuk makam Ki Margoloyo. Retno menggali tanah dengan sekuat tenaganya untuk melampiaskan kemarahan dan dendamnya pada seluruh warga Desa Banyu Urip, sekujur luka di tubuhnya seolah tidak ia rasakan. “Tidak usah menunggu belas kasihan warga desa! Mereka terlalu jijik untuk mengubur Romo!”

Ibunya tidak menjawab, dia hanya terus menangis meratapi jasad suaminya setelah tadi ia menceritakan semuanya kepada Retno bahwa mereka sekeluarga adalah orang pelarian dari negeri Jipang. Retno yang waktu masih balita saat dibawa lari dari negeri Jipang ke Desa banyu Urip tentu saja tak tahu apa-apa. Setelah menenangkan dirinya sehabis mendengar cerita dari ibunya, Retno lalu membaca sepucuk surat yang berisi tentang semua perihal pergerakan Ki Margoloyo bersama seluruh sisa laskar Jipang, yang tadi Ki Margoloyo minta agar ia dan ibunya untuk membacanya.

Setelah membaca surat tersebut, Nyai Margoloyo pun hanya bisa menangis dan tak mampu menggerakan tubuhnya. Retno pun berbalik dan merasa kesal kepada kelemahan ibunya yang sedari tadi hanya menangis saja. “Ayo Mbok hentikan tangis itu! Bantu aku menggali jangan sampai kemalaman!” seru Retno.

“Semua ini tak akan terjadi kalau Romomu bukan perampok Ndhuk, meskipun katanya ia merampok untuk membiyai persiapan perjuangan para sisa laskar negeri Jipang. Mestinya saat-saat inilah kau merasakan kebahagiaan… Mestinya besok kau duduk bersanding dengan Surodipo di pelaminan dan menjadi hari yang paling bahagia dalam hidupmu… Kini kau tak akan pernah merasakan kebahagiaan hidup selamanya… Maafkan Romomu ya Ndhuk…” rintih Nyai Margoloyo.

Retno mengangguk lemah, kemudian kembali mencangkul. “Sebagai seorang ayah, Romo tidak bersalah apa-apa Mbok. Aku tidak perlu memaafkan apa-apa Mbok! Bahkan aku harus berterima kasih karena Romo telah mengorbankan nyawa dan harga dirinya untuk melindungi kita! Jika Romo lebih memilih harga dirinya pastilah ia akan mengakui bahwa ia adalah seorang sisa laskar negeri Jipang dan merampok untuk membiayai perjuangan para sisa laskar Jipang. Jika Romo mengakui semua itu, pastilah kita tidak akan berada disini sekarang, tapi sedang digelandang di kereta jeruji besi menuju koyaraja untuk menerima hukuman dari Kanjeng Sultan!"

Nyai Margoloyo terdiam, ia sepaham dengan pendapat putrinya itu. Jika saja Ki Margoloyo jujur mengakui semuanya, barangkali mereka akan menghabiskan seluruh sisa hidupnya di balik keruji besi di penjara kotaraja Pajang. Namun tetap saja, terlalu berat baginya untuk menerkma semua ini yang datangnya tiba-tiba.

Retno lalu berhenti sejenak sambil menjilati luka di telapak tangannya yang lecet akibat tidak terbiasa bekerja keras apalagi mencangkul tanah seperti ini. “Bahwa apa yang dia lakukan salah, itu perkara lain. Itu perkara Romo dengan Sang Pencipta!”

Retno kemudian mengambil sekendi air untuk melepaskan rasa dahaganya. “Tapi perlakuan tetangga kita… Yang ikut-ikutan menyiksa Romo, tidak akan bisa aku lupakan! Mereka manusia-manusia busuk yang tidak tahu berterima kasih!” Dengus Retno dengan dada dipenuhi dendam kesumat.

“Retno sudah! Nanti kalau ada yang dengar kita bisa celaka lagi!” cegah Nyai Margoloyo.

“Biar! Aku tidak takut Mbok! Aku tidak peduli kalau aku ini orang Jipang! Mau orang Jipang atau orang Pajang semuanya berhak hidup dengan layak di jagat ini!  Sekarang aku dendam pada kehidupan ini! Aku dendam dengan ketidak adilan ini!”

Dengan berurai air mata, Retno kemudian menyibakkan kain kafan yang menutupi jenasah Ki Margoloyo. “Lihat! Dengan kejamnya mereka menyiksa Romo yang sudah tidak berdaya! Mereka lupa bahwa setiap mereka butuh bantuan, mereka selalu datang ke Romo! Bahkan balai desa dan sodetan sungai untuk mengaliri sawah-sawah desa ini, Romo yang membangunnya! Orang Jipang inilah yang membangunnya!”

Nyai Margoloyo dibuat terdiam oleh cerocosan putri semata wayangnya tersebut, maka ia pun mengusap air matanya kemudian ikut menggali kubur bersama Retno dan Warsiah. Sementara bagi Retno, muncul kenangan indah bersama ayahnya di setiap ayunan tangannya untuk mencangkul, dengan bara api dendam yang semakin membara, tak henti-hentinya hatinya menyumpahi seluruh penduduk Desa.

Saat itu tiba-tiba terdengar suara yang menyapa mereka. “Biar saya yang meneruskan Mbok.” Retno, Nyai Margoloyo, dan Warsiah pun terkejut karena tidak menyadari kedatangan orang ini yang tak lain adalah Surodipo.

Retno terkejut melihat kedatangan Surodipo yang tadi siang membelanya habis-habisan dari amukan warga desa. Dia pun menghampiri pemuda yang amat ia cintai tersebut. “Kakang tidak usah kemari! Nanti terseret-seret menjadi busuk seperti kami!” ucap Retno dengan memelas.

Surodipo tersenyum, lalu memegang bahu Retno. “Aku tidak perduli! Aku ini calon suamimu Retno!”

Kemudian Surodipo pun hendak mengambil cangkul yang barusan dilepaskan Retno. “Jangan! Kamu tidak perlu mengotori tanganmu untuk mengubur seorang perampok!” cegah Retno.

“Retno benar Nakmas, ayahmu kan seorang Ponggawa Pajang yang terhormat, jangan buat malu ayahmu.” ucap Nyai Margoloyo.

Surodipo tidak jadi mengambil cangkul Retno, tapi kemudian ia merebut dengan halus cangkul Nyai Margoloyo. “Berikan cangkul itu Mbok! Kamu juga Warsiah, beristirahatlah!” kemudian pemuda ini pun langsung meneruskan pekerjaan Retno dan ibunya serta pengasuhnya. Sambil mencangkul, pemuda ini pun berusaha sekuat hatinya untuk menahan tangisnya, agar air matanya tidak jatuh. Ia sangat terharu pada keteguhan hati calon istrinya ini, tapi berusaha untuk tidak memperlihatkan air matanya sebab ia harus nampak tegar.

"Retno... Tadi aku mendengar bahwa kamu dan keluargamu ternyata orang Jipang... Dengar,aku tidak tahu apa dan siapa sebenarnya kamu ini.... Tapi yakinlah bahwa aku tetap mencintaimu setulus hatiku Retno." bisik Surodipo sambil mencangkul, yang membuat Retno menangis terharu.

Beberapa warga Desa yang lewat nampak mengintip kejadian di belakang rumah Ki Margoloyo tersebut, mulut-mulut usil mereka pun mulai bersuara. “Aahhh Putra Sulung Ki Wirojoyo itu benar-benar sudah kasmaran! Sampai tidak perduli lagi bahwa perawan yang digandrunginya itu anak rampok!”

“Mungkin anak rampok itu punya Aji Gendam Sukma sampai anak Ki Wirojoyo itu tergila-gila, sampai lupa kalau gadis itu anak rampok!” ejek warga lainnya.

“Benar, kalau bapaknya tahu sudah diusir dia!” sahut yang lainnya.

“Pantas dia jadi kembang desa ini, wong dia punya ajian Gendam Sukma! Anak gadisku itu menyukai anak Ki Wirojoyo itu, tapi si Surodipo malah tergila-gila pada anak rampok itu! Kayanya sih dia dipelet!” tuduh seorang ibu-ibu yang anak gadisnya menyukai Surodipo tapi ditolak karena Surodipo menyukai Retno Jumini.

Mulut-mulut usil demikian terus berkicau sampai Surodipo menyadari mereka sedang diintip. Menyadari Suridipo yang mengetahui keberadaan mereka, mereka semua pun bubar dengan terus menggunjing Retno dan keluarganya.

Terpopuler

Comments

Thomas Andreas

Thomas Andreas

malah bergunjing

2022-07-19

1

pcsixer

pcsixer

ternyata acara gosip dah dari jaman baheula😀

2021-01-25

5

Azam Azam

Azam Azam

bikiin sensi....

2021-01-21

4

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 – Prolog
2 Episode 2 – Gugurnya Arya Penagsang (1)
3 Episode 3 – Gugurnya Arya Penangsang (2)
4 Episode 4 – Tanah Perjanjian (1)
5 Episode 5 – Tanah Perjanjian (2)
6 Episode 6 – Dendam Membara
7 Episode 7 – Surodipo Dan Retno Jumini (1)
8 Episode 8 – Surodipo Dan Retno Jumini (2)
9 Episode 9 – Surodipo Dan Retno Jumini (3)
10 Episode 10 – Surodipo Dan Retno Jumini (4)
11 Episode 11 – Ki Margoloyo (1)
12 Episode 12 – Ki Margoloyo (2)
13 Episode 13 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (1)
14 Episode 14 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (2)
15 Episode 15 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (3)
16 Episode 16 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (4)
17 Episode 17 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (5)
18 Episode 18 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (6)
19 Episode 19 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (7)
20 Episode 20 – Kelompok Kelelawar Hitam (1)
21 Episode 21 – Kelompok Kelelawar Hitam (2)
22 Episode 22 – Gugurnya Sang Ksatria (1)
23 Episode 23 – Gugurnya Sang Ksatria (2)
24 Episode 24 – Gugurnya Sang Ksatria (3)
25 Episode 25 – Dewi Bidadari Dari Gunung Lawu
26 Episode 26 – Ki Suryo Alam
27 Episode 27 – Wasiat Ki Ageng Mataram
28 Episode 28 – Amanat Sang Guru (1)
29 Episode 29 – Amanat Sang Guru (2)
30 Episode 30 – Amanat Sang Guru (3)
31 Episode 31 – Surodipo (1)
32 Episode 32 – Surodipo (2)
33 Episode 33 – Ujian Dari Senopati (1)
34 Episode 34 – Ujian Dari Senopati (2)
35 Episode 35 – Tugas Pertama (1)
36 Episode 36 – Tugas Pertama (2)
37 Episode 37 – Guna-Guna Istri Muda (1)
38 Episode 38 – Guna-Guna Istri Muda (2)
39 Episode 39 – Guna-Guna Istri Muda (3)
40 Episode 40 – Guna-Guna Istri Muda (4)
41 Episode 41 – Guna-Guna Istri Muda (5)
42 Episode 42 – Guna-Guna Istri Muda (6)
43 Episode 43 – Guna-Guna Istri Muda (7)
44 Episode 44 – Guna-Guna Istri Muda (8)
45 Episode 45 – Guna-Guna Istri Muda (9)
46 Episode 46 – Guna-Guna Istri Muda (10)
47 Episode 47 – Guna-Guna Istri Muda (11)
48 Episode 48 – Guna-Guna Istri Muda (12)
49 Episode 49 – Guna-Guna Istri Muda (13)
50 Episode 50 – Guna-Guna Istri Muda (14)
51 Episode 51 – Elang Mataram (1)
52 Episode 52 – Elang Mataram (2)
53 Episode 53 – Elang Mataram (3)
54 Episode 54 – Elang Mataram (4)
55 Episode 55 – Elang Mataram (5)
56 Episode 56 – Utusan Dari Pajang (1)
57 Episode 57 – Utusan Dari Pajang (2)
58 Episode 58 – Utusan Dari Pajang (3)
59 Episode 59 – Utusan Dari Pajang (4)
60 Episode 60 – Wahyu Keprabon (1)
61 Episode 61 – Wahyu Keprabon (2)
62 Episode 62 – Wahyu Keprabon (3)
63 Episode 63 – Wahyu Keprabon (4)
64 Episode 64 – Wahyu Keprabon (5)
65 Episode 65 – Wahyu Keprabon (6)
66 Episode 66 – Tujuh Bayangan Setan (1)
67 Episode 67 – Tujuh Bayangan Setan (2)
68 Episode 68 – Tujuh Bayangan Setan (3)
69 Episode 69 – Penggalangan Kekuatan (1)
70 Episode 70 – Penggalangan Kekuatan (2)
71 Episode 71 – Ki Bocor
72 Episode 72 – Pangeran Benowo (1)
73 Episode 73 – Pangeran Benowo (2)
74 Episode 74 – Pangeran Benowo (3)
75 Episode 75 – Tari Beksan Rangin (1)
76 Episode 76 – Tari Beksan Rangin (2)
77 Episode 77 – Tari Beksan Rangin (3)
78 Episode 78 – Raden Ronggo (1)
79 Episode 79 – Raden Ronggo (2)
80 Episode 80 – Raden Ronggo (3)
81 Episode 81 – Tekad Senopati (1)
82 Episode 82 – Tekad Senopati (2)
83 Episode 83 – Raden Ronggo (4)
84 Episode 84 – Raden Ronggo (5)
85 Episode 85 – Raden Ronggo (6)
86 Episode 86 – Raden Ronggo (7)
87 Episode 87 – Raden Ronggo (8)
88 Episode 88 – Raden Ronggo (9)
89 Episode 89 – Raden Pabelan (1)
90 Episode 90 – Raden Pabelan (2)
91 Episode 91 – Petaka Cinta Raden Pabelan (1)
92 Episode 92 – Petaka Cinta Raden Pabelan (2)
93 Episode 93 – Petaka Cinta Raden Pabelan (3)
94 Episode 94 – Petaka Cinta Raden Pabelan (4)
95 Episode 95 – Petaka Cinta Raden Pabelan (5)
96 Episode 96 – Petaka Cinta Raden Pabelan (6)
97 Episode 97 – Senopati Gugat (1)
98 Episode 98 – Senopati Gugat (2)
99 Episode 99 – Senopati Gugat (3)
100 Episode 100 – Senopati Gugat (4)
101 Episode 101 – Senopati Gugat (5)
102 Episode 102 – Langit Merah Di Prambanan (1)
103 Episode 103 – Langit Merah Di Prambanan (2)
104 Episode 104 – Langit Merah Di Prambanan (3)
105 Episode 105 – Langit Merah Di Prambanan (4)
106 Episode 106 – Langit Merah Di Prambanan (5)
107 Episode 107 – Langit Merah Di Prambanan (6)
108 Episode 108 – Langit Merah Di Prambanan (7)
109 Episode 109 – Langit Merah Di Prambanan (8)
110 Episode 110 – Langit Merah Di Prambanan (9)
111 Episode 111 – Langit Merah Di Prambanan (10)
112 Episode 112 – Langit Merah Di Prambanan (11)
113 Episode 113 – Langit Merah Di Prambanan (12)
114 Episode 114 – Langit Merah Di Prambanan (13)
115 Episode 115 – Amukan Sang Merapi (1)
116 Episode 116 – Amukan Sang Merapi (2)
117 Episode 117 – Amukan Sang Merapi (3)
118 Episode 118 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (1)
119 Episode 119 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (2)
120 Episode 120 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (3)
121 Episode 121 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (4)
122 Episode 122 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (5)
123 Episode 123 – Prahara Tahta Pajang (1)
124 Episode 124 – Prahara Tahta Pajang (2)
125 Episode 125 – Prahara Tahta Pajang (3)
126 Episode 126 – Prahara Tahta Pajang (4)
127 Episode 127 – Prahara Tahta Pajang (5)
128 Episode 128 – Prahara Tahta Pajang (6)
129 Episode 129 – Prahara Tahta Pajang (7)
130 Episode 130 – Prahara Tahta Pajang (8)
131 Episode 131 – Prahara Tahta Pajang (9)
132 Episode 132 – Prahara Tahta Pajang (10)
133 Episode 133 – Prahara Tahta Pajang (11)
134 Episode 134 – Prahara Tahta Pajang (12)
135 Episode 135 – Prahara Tahta Pajang (13)
136 Episode 136 – Prahara Tahta Pajang (14)
137 Episode 137 – Prahara Tahta Pajang (15)
138 Episode 138 – Negeri Di Atas Angin (1)
139 Episode 139 – Negeri Di Atas Angin (2)
140 Episode 140 – Negeri Di Atas Angin (3)
141 Episode 141 – Negeri Di Atas Angin (4)
142 Episode 142 – Negeri Di Atas Angin (5)
143 Episode 143 – Negeri Di Atas Angin (6)
144 Episode 144 – Negeri Di Atas Angin (7)
145 Episode 145 – Negeri Di Atas Angin (8)
146 Episode 146 – Negeri Di Atas Angin (9)
147 Episode 147 – Negeri Di Atas Angin (10)
148 Episode 148 – Negeri Di Atas Angin (11)
149 Episode 149 – Negeri Di Atas Angin (12)
150 Episode 150 – Negeri Di Atas Angin (13)
151 Episode 151 – Negeri Di Atas Angin (14)
152 Episode 152 – Negeri Di Atas Angin (15)
153 Episode 153 – Negeri Di Atas Angin (16)
154 Episode 154 – Negeri Di Atas Angin (17)
155 Episode 155 – Negeri Di Atas Angin (18)
156 Episode 156 – Negeri Di Atas Angin (19)
157 Episode 157 – Negeri Di Atas Angin (20)
158 Episode 158 – Mendung Di Langit Pajang (1)
159 Episode 159 – Mendung Di Langit Pajang (2)
160 Episode 160 – Mendung Di Langit Pajang (3)
161 Episode 161– Mendung Di Langit Pajang (4)
162 Episode 162– Mendung Di Langit Pajang (5)
163 Episode 163– Mendung Di Langit Pajang (6)
164 Episode 164 – Mendung Di Langit Pajang (7)
165 Episode 165 – Mendung Di Langit Pajang (8)
166 Episode 166 – Mendung Di Langit Pajang (9)
167 Episode 167 – Mendung Di Langit Pajang (10)
168 Episode 168 – Mendung Di Langit Pajang (11)
169 Episode 169 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (1)
170 Episode 170 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (2)
171 Episode 171 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (3)
172 Episode 172 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (4)
173 Episode 173 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (5)
174 Episode 174 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (6)
175 Episode 175 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (7)
176 Episode 176 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (8)
177 Episode 177 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (9)
178 Episode 178 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (10)
179 Episode 179 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (11)
180 Episode 180 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (12)
181 Episode 181 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (13)
182 Episode 182 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (14)
183 Episode 183 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (15)
184 Episode 184 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (16)
185 Episode 185 – Balada Sang Elang Mataram (1)
186 Episode 186 – Balada Sang Elang Mataram (2)
187 Episode 187 – Balada Sang Elang Mataram (3)
188 Episode 188 – Balada Sang Elang Mataram (4)
189 Episode 189 – Balada Sang Elang Mataram (5)
190 Episode 190 – Balada Sang Elang Mataram (6)
191 Episode 191 – Balada Sang Elang Mataram (7)
192 Episode 192 – Balada Sang Elang Mataram (8)
193 Episode 193 – Balada Sang Elang Mataram (9)
194 Episode 194 – Balada Sang Elang Mataram (10)
195 Episode 195 – Balada Sang Elang Mataram (11)
196 Episode 196 – Balada Sang Elang Mataram (12)
197 Episode 197 – Balada Sang Elang Mataram (13)
198 Episode 198 – Balada Sang Elang Mataram (14)
199 Episode 199 – Balada Sang Elang Mataram (15)
200 Episode 200 – Balada Sang Elang Mataram (16)
201 Episode 201 – Balada Sang Elang Mataram (17)
202 Episode 202 – Balada Sang Elang Mataram (18)
203 Episode 203 – Balada Sang Elang Mataram (19)
204 Episode 204 – Balada Sang Elang Mataram (20)
205 Episode 205 – Balada Sang Elang Mataram (21)
206 Episode 206 – Balada Sang Elang Mataram (22)
207 Episode 207 – Balada Sang Elang Mataram (23)
208 Episode 208 – Balada Sang Elang Mataram (24)
209 Episode 209 – Akhir Kisah Sang Elang Mataram
210 Episode 210 – Epilog (Tamat)
Episodes

Updated 210 Episodes

1
Episode 1 – Prolog
2
Episode 2 – Gugurnya Arya Penagsang (1)
3
Episode 3 – Gugurnya Arya Penangsang (2)
4
Episode 4 – Tanah Perjanjian (1)
5
Episode 5 – Tanah Perjanjian (2)
6
Episode 6 – Dendam Membara
7
Episode 7 – Surodipo Dan Retno Jumini (1)
8
Episode 8 – Surodipo Dan Retno Jumini (2)
9
Episode 9 – Surodipo Dan Retno Jumini (3)
10
Episode 10 – Surodipo Dan Retno Jumini (4)
11
Episode 11 – Ki Margoloyo (1)
12
Episode 12 – Ki Margoloyo (2)
13
Episode 13 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (1)
14
Episode 14 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (2)
15
Episode 15 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (3)
16
Episode 16 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (4)
17
Episode 17 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (5)
18
Episode 18 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (6)
19
Episode 19 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (7)
20
Episode 20 – Kelompok Kelelawar Hitam (1)
21
Episode 21 – Kelompok Kelelawar Hitam (2)
22
Episode 22 – Gugurnya Sang Ksatria (1)
23
Episode 23 – Gugurnya Sang Ksatria (2)
24
Episode 24 – Gugurnya Sang Ksatria (3)
25
Episode 25 – Dewi Bidadari Dari Gunung Lawu
26
Episode 26 – Ki Suryo Alam
27
Episode 27 – Wasiat Ki Ageng Mataram
28
Episode 28 – Amanat Sang Guru (1)
29
Episode 29 – Amanat Sang Guru (2)
30
Episode 30 – Amanat Sang Guru (3)
31
Episode 31 – Surodipo (1)
32
Episode 32 – Surodipo (2)
33
Episode 33 – Ujian Dari Senopati (1)
34
Episode 34 – Ujian Dari Senopati (2)
35
Episode 35 – Tugas Pertama (1)
36
Episode 36 – Tugas Pertama (2)
37
Episode 37 – Guna-Guna Istri Muda (1)
38
Episode 38 – Guna-Guna Istri Muda (2)
39
Episode 39 – Guna-Guna Istri Muda (3)
40
Episode 40 – Guna-Guna Istri Muda (4)
41
Episode 41 – Guna-Guna Istri Muda (5)
42
Episode 42 – Guna-Guna Istri Muda (6)
43
Episode 43 – Guna-Guna Istri Muda (7)
44
Episode 44 – Guna-Guna Istri Muda (8)
45
Episode 45 – Guna-Guna Istri Muda (9)
46
Episode 46 – Guna-Guna Istri Muda (10)
47
Episode 47 – Guna-Guna Istri Muda (11)
48
Episode 48 – Guna-Guna Istri Muda (12)
49
Episode 49 – Guna-Guna Istri Muda (13)
50
Episode 50 – Guna-Guna Istri Muda (14)
51
Episode 51 – Elang Mataram (1)
52
Episode 52 – Elang Mataram (2)
53
Episode 53 – Elang Mataram (3)
54
Episode 54 – Elang Mataram (4)
55
Episode 55 – Elang Mataram (5)
56
Episode 56 – Utusan Dari Pajang (1)
57
Episode 57 – Utusan Dari Pajang (2)
58
Episode 58 – Utusan Dari Pajang (3)
59
Episode 59 – Utusan Dari Pajang (4)
60
Episode 60 – Wahyu Keprabon (1)
61
Episode 61 – Wahyu Keprabon (2)
62
Episode 62 – Wahyu Keprabon (3)
63
Episode 63 – Wahyu Keprabon (4)
64
Episode 64 – Wahyu Keprabon (5)
65
Episode 65 – Wahyu Keprabon (6)
66
Episode 66 – Tujuh Bayangan Setan (1)
67
Episode 67 – Tujuh Bayangan Setan (2)
68
Episode 68 – Tujuh Bayangan Setan (3)
69
Episode 69 – Penggalangan Kekuatan (1)
70
Episode 70 – Penggalangan Kekuatan (2)
71
Episode 71 – Ki Bocor
72
Episode 72 – Pangeran Benowo (1)
73
Episode 73 – Pangeran Benowo (2)
74
Episode 74 – Pangeran Benowo (3)
75
Episode 75 – Tari Beksan Rangin (1)
76
Episode 76 – Tari Beksan Rangin (2)
77
Episode 77 – Tari Beksan Rangin (3)
78
Episode 78 – Raden Ronggo (1)
79
Episode 79 – Raden Ronggo (2)
80
Episode 80 – Raden Ronggo (3)
81
Episode 81 – Tekad Senopati (1)
82
Episode 82 – Tekad Senopati (2)
83
Episode 83 – Raden Ronggo (4)
84
Episode 84 – Raden Ronggo (5)
85
Episode 85 – Raden Ronggo (6)
86
Episode 86 – Raden Ronggo (7)
87
Episode 87 – Raden Ronggo (8)
88
Episode 88 – Raden Ronggo (9)
89
Episode 89 – Raden Pabelan (1)
90
Episode 90 – Raden Pabelan (2)
91
Episode 91 – Petaka Cinta Raden Pabelan (1)
92
Episode 92 – Petaka Cinta Raden Pabelan (2)
93
Episode 93 – Petaka Cinta Raden Pabelan (3)
94
Episode 94 – Petaka Cinta Raden Pabelan (4)
95
Episode 95 – Petaka Cinta Raden Pabelan (5)
96
Episode 96 – Petaka Cinta Raden Pabelan (6)
97
Episode 97 – Senopati Gugat (1)
98
Episode 98 – Senopati Gugat (2)
99
Episode 99 – Senopati Gugat (3)
100
Episode 100 – Senopati Gugat (4)
101
Episode 101 – Senopati Gugat (5)
102
Episode 102 – Langit Merah Di Prambanan (1)
103
Episode 103 – Langit Merah Di Prambanan (2)
104
Episode 104 – Langit Merah Di Prambanan (3)
105
Episode 105 – Langit Merah Di Prambanan (4)
106
Episode 106 – Langit Merah Di Prambanan (5)
107
Episode 107 – Langit Merah Di Prambanan (6)
108
Episode 108 – Langit Merah Di Prambanan (7)
109
Episode 109 – Langit Merah Di Prambanan (8)
110
Episode 110 – Langit Merah Di Prambanan (9)
111
Episode 111 – Langit Merah Di Prambanan (10)
112
Episode 112 – Langit Merah Di Prambanan (11)
113
Episode 113 – Langit Merah Di Prambanan (12)
114
Episode 114 – Langit Merah Di Prambanan (13)
115
Episode 115 – Amukan Sang Merapi (1)
116
Episode 116 – Amukan Sang Merapi (2)
117
Episode 117 – Amukan Sang Merapi (3)
118
Episode 118 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (1)
119
Episode 119 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (2)
120
Episode 120 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (3)
121
Episode 121 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (4)
122
Episode 122 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (5)
123
Episode 123 – Prahara Tahta Pajang (1)
124
Episode 124 – Prahara Tahta Pajang (2)
125
Episode 125 – Prahara Tahta Pajang (3)
126
Episode 126 – Prahara Tahta Pajang (4)
127
Episode 127 – Prahara Tahta Pajang (5)
128
Episode 128 – Prahara Tahta Pajang (6)
129
Episode 129 – Prahara Tahta Pajang (7)
130
Episode 130 – Prahara Tahta Pajang (8)
131
Episode 131 – Prahara Tahta Pajang (9)
132
Episode 132 – Prahara Tahta Pajang (10)
133
Episode 133 – Prahara Tahta Pajang (11)
134
Episode 134 – Prahara Tahta Pajang (12)
135
Episode 135 – Prahara Tahta Pajang (13)
136
Episode 136 – Prahara Tahta Pajang (14)
137
Episode 137 – Prahara Tahta Pajang (15)
138
Episode 138 – Negeri Di Atas Angin (1)
139
Episode 139 – Negeri Di Atas Angin (2)
140
Episode 140 – Negeri Di Atas Angin (3)
141
Episode 141 – Negeri Di Atas Angin (4)
142
Episode 142 – Negeri Di Atas Angin (5)
143
Episode 143 – Negeri Di Atas Angin (6)
144
Episode 144 – Negeri Di Atas Angin (7)
145
Episode 145 – Negeri Di Atas Angin (8)
146
Episode 146 – Negeri Di Atas Angin (9)
147
Episode 147 – Negeri Di Atas Angin (10)
148
Episode 148 – Negeri Di Atas Angin (11)
149
Episode 149 – Negeri Di Atas Angin (12)
150
Episode 150 – Negeri Di Atas Angin (13)
151
Episode 151 – Negeri Di Atas Angin (14)
152
Episode 152 – Negeri Di Atas Angin (15)
153
Episode 153 – Negeri Di Atas Angin (16)
154
Episode 154 – Negeri Di Atas Angin (17)
155
Episode 155 – Negeri Di Atas Angin (18)
156
Episode 156 – Negeri Di Atas Angin (19)
157
Episode 157 – Negeri Di Atas Angin (20)
158
Episode 158 – Mendung Di Langit Pajang (1)
159
Episode 159 – Mendung Di Langit Pajang (2)
160
Episode 160 – Mendung Di Langit Pajang (3)
161
Episode 161– Mendung Di Langit Pajang (4)
162
Episode 162– Mendung Di Langit Pajang (5)
163
Episode 163– Mendung Di Langit Pajang (6)
164
Episode 164 – Mendung Di Langit Pajang (7)
165
Episode 165 – Mendung Di Langit Pajang (8)
166
Episode 166 – Mendung Di Langit Pajang (9)
167
Episode 167 – Mendung Di Langit Pajang (10)
168
Episode 168 – Mendung Di Langit Pajang (11)
169
Episode 169 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (1)
170
Episode 170 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (2)
171
Episode 171 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (3)
172
Episode 172 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (4)
173
Episode 173 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (5)
174
Episode 174 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (6)
175
Episode 175 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (7)
176
Episode 176 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (8)
177
Episode 177 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (9)
178
Episode 178 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (10)
179
Episode 179 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (11)
180
Episode 180 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (12)
181
Episode 181 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (13)
182
Episode 182 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (14)
183
Episode 183 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (15)
184
Episode 184 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (16)
185
Episode 185 – Balada Sang Elang Mataram (1)
186
Episode 186 – Balada Sang Elang Mataram (2)
187
Episode 187 – Balada Sang Elang Mataram (3)
188
Episode 188 – Balada Sang Elang Mataram (4)
189
Episode 189 – Balada Sang Elang Mataram (5)
190
Episode 190 – Balada Sang Elang Mataram (6)
191
Episode 191 – Balada Sang Elang Mataram (7)
192
Episode 192 – Balada Sang Elang Mataram (8)
193
Episode 193 – Balada Sang Elang Mataram (9)
194
Episode 194 – Balada Sang Elang Mataram (10)
195
Episode 195 – Balada Sang Elang Mataram (11)
196
Episode 196 – Balada Sang Elang Mataram (12)
197
Episode 197 – Balada Sang Elang Mataram (13)
198
Episode 198 – Balada Sang Elang Mataram (14)
199
Episode 199 – Balada Sang Elang Mataram (15)
200
Episode 200 – Balada Sang Elang Mataram (16)
201
Episode 201 – Balada Sang Elang Mataram (17)
202
Episode 202 – Balada Sang Elang Mataram (18)
203
Episode 203 – Balada Sang Elang Mataram (19)
204
Episode 204 – Balada Sang Elang Mataram (20)
205
Episode 205 – Balada Sang Elang Mataram (21)
206
Episode 206 – Balada Sang Elang Mataram (22)
207
Episode 207 – Balada Sang Elang Mataram (23)
208
Episode 208 – Balada Sang Elang Mataram (24)
209
Episode 209 – Akhir Kisah Sang Elang Mataram
210
Episode 210 – Epilog (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!