Episode 9 – Surodipo Dan Retno Jumini (3)

Di rumah Juragan Margoloyo, Ki Margoloyo dan istrinya resah menanti kepulangan Retno Jumini, putri semata wayang mereka. Ki Margoloyo dengan wajah merah padam berjalan berputar kesana kemari mengelilingi ruang keluarga, sementara Nyai Margoloyo duduk terdiam dengan menundukan kepalanya. “Kita sudah membagi tugas

Nyai… Aku mencari nafkah, dan kamu mengurus rumah tangga serta menjaga putri kita. Tapi sekarang sudah malam begini Retno Jumini belum pulang dan kamu tidak tahu kemana perginya!”

Nyai Margoloyo menghela nafas berat, dengan wajah murung dan kepala tetap tertunduk karena takut melihat wajah suaminya, ia menjawab. “Aku memang salah Kakang, aku tidak tahu kalau Retno pergi. Wong tadi aku lihat dia masih memetik sayur di kebun sama Warsiah.”

Ki Margoloyo mendesah berat, sebenarnya yang ia khawatirkan bukan hanya keselamatan putri semata wayangnya saja, tapi seluruh anggota keluarganya karena baik ia dan istrinya menyembunyikan satu rahasia besar yang tidak boleh seorang pun tahu, bahkan Retno Jumini putri mereka pun tidak boleh tahu, apalagi Warsiah yang hanya pembantu mereka.

Nyai Margoloyo pun memahami akan kekhawatirn suaminya karena ia senidiri pun sebenarnya khawatir akan keselamatan keluarga mereka apabila rahasia besar yang telah mereka simpan rapat-rapat selama belasan tahun terbongkar. Ia hanya bisa menundukan kepalanya sambil memegangi dadanya seolah berusaha menghentikan degupan jantungnya yang berdetak amat kencang.

Ki Margoloyo termenung sambil menatap langit-langit rumahnya. Teringatlah ia pada peristiwa beberapa belas tahun silam saat ia disuruh untuk menghadap Raden Aryo Penangsang di Keraton Jipang. Saat itu atas siasat dari Patih Mentahun, Raden Aryo Penangsang hendak untuk mengerahkan seluruh pasukan telik sandinya untuk memata-matai seluruh wilayah Pajang dengan menyamar menjadi para pedagang. Ki Margoloyo menjadi sedikit dari sekian mata-mata Jipang yang berhasil menyusup masuk ke Kota Pajang dengan menyamar menjadi seorang pedagang hasil bumi.

Namun belum lama ia melaksanakan tugasnya di Pajang, tiba-tiba tersiar kabar bahwa Aryo Pengsang dan Patih Mentahun telah gugur akibat serangan pasukan Pajang yang dipimpin oleh Ki Pemanahan. Maka Ki Margoloyo pun buru-buru kembali ke Jipang untuk membawa istrinya serta anaknya yang masih balita untuk mengungsi ke Pajang. Di Pajang ia membuang semua masa lalunya sebagai prajurit telik sandi Jipang dan merubah profesinya menjadi pedagang sungguhan dan membaur bersama para penduduk Kota Pajang. Namun begitu, tetap saja ia dan istrinya masih sering diliputi oleh rasa cemas dan takut, jika suatu saat akan ada orang yang mengenali dan mengetahui identitas mereka yang sebenarnya, bahwa mereka adalah orang Jipang, dan Ki Margoloyo adalah mantan prajurit telik sandi Jipang.

Setelah terdiam beberapa saat karena dipermainkan oleh bayangan-bayangan masa lalunya, sang Juragan paruh baya yang masih nampak kegagahan dan ketampanannya ini menatap pembantunya, seorang gadis sebaya Retno yang ditugasi menjadi pembantu sekaligus menjadi pengasuh dan pendamping Retno. “Sama siapa Retno pergi?” tanyanya dengan halus namun menyiratkan ketegasan.

Warsiah menjawab tergagap dengan menundukan wajahnya dan ketakutan. “Sam… Sama…”

“Sama siapa? Jawab yag jujur, aku tidak akan marah!” ucap Ki Margoloyo.

Tetapi baru saja Warsiah hendak membuka mulutnya kembali, tiba-tiba pintu rumah itu terbuka dari luar, masuklah Retno yang sekujur pakaiannya basah kuyub dengan kepala tertunduk. Sang Juragan dan istrinya pun langsung menoleh dan menatap tajam Retno.

Karuan saja Ki Margoloyo langsung hendak melangkah menghampiri Retno, namun langsung ditahan oleh istrinya. “Kakang! Tolong jangan dimarahi, kasihan!” pintanya.

Kembali terdengar suara erangan nafas berat dari Ki Margoloyo, wajahnya nampak merah padam, kemudian jari telunjuknya menunjuk putri semata wayangnya tersebut. “Aku hanya mau tanya, darimana dia dan pergi dengan siapa?! Retno ini anak perempuan! Dia anak kita satu-satunya! Sebab apapun yang dia lakukan, dia membawa nama keluarga! Mengerti kamu Ndhuk?!”

Dengan mata melotot dan wajah merah padam, sang Juragan berjalan perlahan menghampiri putrinya yang masih berdiri di palang pintu rumahnya. “Tentunya kamu tidak ada niat untuk memalukan seluruh keluarga bukan? Sebab kau tahu, betapa tidak adilnya kalau seluruh keluarga ini cemar cuma gara-gara perbuatanmu! Kau tahu tho Nduk?!”

“I… Iya…” Jawab Retno dengan tergagap dan menundukan kepalanya.

“Darimana kamu?!” tanya Ki Margoloyo dengan tegas.

“Kakang…” Nyai Margoloyo langsung menengahi dan merangkul Retno yang nampak jelas sedang ketakutan mendapati kemarahan ayahnya. “Mungkin Retno sedang ketakutan, kita kan bisa tanyai dia besok. Biar dia mandi dulu dan beristirahat dulu!”

“Ganti dulu bajumu ya Ndhuk, nanti masuk angin!” ucap Sang Nyai, sambil mengelus lembut kepala Retno.

“Iya…” jawab Retno perlahan sekali sehingga mirip berbisik, kemudian melangkah masuk menuju kamarnya dengan kepala tertunduk.

“Jangan suka membela anak kalau sedang dimarahi, nanti jadi tidak benar! Aku yakin kalau Retno sedang menyembunyikan sesuatu! Aku marahi dia bukan demi keluarga kita saja, tapi juga demi masa depan dia!” gerendeng Ki Margoloyo dengan nafas berat.

Dengan wajah muram, Ki Margoloyo duduk. Matanya kemudian menatap ke atas langit-langit rumahnya seolah sedang menerawang masa lalu. Di pelupuk matanya terlukis sosok Retno yang masih kecil, dengan penuh kasih sayang Sang Juragan menggendong anaknya. “Romo paling sayang sama anak yang nurut, anak yang baik dan tidak pernah bohong. Kalau sudah besar nanti, jadilah orang baik yang selalu jujur ya Ndhuk” ucapnya saat itu sambil mengecup kepala Retno kecil.

Bayangan tersebut menari-nari di pelupuk mata Sang Juragan, berkali-kali terdengar suara elahan nafasnya yang berat diantara suara derasnya hujan dan angin di luar. “Duh Gusti… Betapa aku merindukan saat-saat Retno masih kecil dulu… Ternyata memang benar apa yang dikatakan orang-orang, punya anak perempuan, rasanya lebih berat

daripada punya anak laki-laki.” desahnya.

Mendengar itu istrinya pun memegang bahu suaminya, dengan nada sedih ia berujar. “Maafkan saya Kakang… Saya merasa menjadi seorang ibu yang tidak berguna…” desahnya.

Karena tidak tega menyaksikan kesedihan majikanya, akhirnya Warsiah pun berbicara terus terang meskipun dengan ketakutan. “Maafkan saya juragan… Sebenarnya… Sebenarnya saya tahu dengan siapa Den Retno pergi…”

“Pergi dengan siapa dia?” tanya Sang Juragan dengan halus namun disertai tatapan tajam pada pembantunya tersebut.

“Dia pergi bersama… Raden Surodipo, putranya Raden Wirojoyo.”

“Begitu…. Hmm…” Ki Margoloyo mengangguk-ngangguk.

“Sekarang kita sudah tahu dengan siapa pergi, sekarang jangan marahi lagi putri kita Kang…” pinta Nyai Margoloyo.

Ki Margoloyo menggelengkan kepalanya perlahan. “Aku tidak akan memarahi dia Nyai… Daripada memarahi dia, ada hal yang lebih penting untuk kita lakukan.”

Ki Margoloyo kemudian masuk kedalam kamar Retno. Dia bertanya apakah Retno mencintai Surodipo, mula-mula Retno hanya diam saja karena takut ayahnya akan makin marah. Tapi setelah Ki Margoloyo mengancam akan menghajar Surodipo kalau ternyata Retno tidak mencintainya dan hendak memperkosanya, karena perbuatan si

pemuda yang membawa Retno pergi tanpa izin, itu akan dianggap mencemarkan nama baik keluarga Sang Juragan, maka cepat Retno mengangguk dan memohon ayahnya agar tidak menghajar Surodipo.

Retno memang benar-benar mencintai Surodipo, karena saat itu memang Surodipo lah satu-satunya lelaki yang ia kenal dan mampu merebut hatinya. Baru sekali itulah Retno disentuh lelaki. terus terang, ia sangat takut Surodipo akan dicelakakan oleh ayahnya.

Tapi di luar dugaannya, Ki Margoloyo tidak marah sedikit pun kepadanya, ia juga tidak marah pada Retno. Ia hanya berkata bahwa ia harus melakukan apa yang harus dilakukan olehnya. Meskipun saat itu Retno masih sangat muda, namun zaman itu gadis-gadis yang sudah aqil baligh seperti dia sudah pantas untuk dinikahkan, maka Ki Margoloyo pun bermaksud untuk meminta pertanggung jawaban dari Surodipo.

Nyai Margoloyo tersentak hatinya ketika mengetahui Ki Margoloyo hendak meminta lertanggung jawaban dari Surodipo. "Kakang... Apakah Kakang yakin akan meminta Surodipo untuk menikahi putri kita? Bukankah Ki Wirojoyo adalah Ponggawa tinggi Kasultanan Pajang? Bahkan ayah Surodipo itulah yang membunuh Gusti Patih Mentahun." Tanya Nyai Margoloyo dengan setengah berbisik agar ucapannya tidak terdengar orang lain selain suaminya.

Ki Margoloyo mendesah berat. Ia memahami kekhawatiran istrinya tersebut yang khawatir jika kelak Ki Wirojoyo akan mengetahui bahwa Ia dan keluarganya adalah orang pelarian dari Jipang. Namun ia punya pemikiran lain, maka ia pun menjawab. "Sebaiknya hal itu tidak perlu kita ungkit demi krbahagiaan putri kita Nyai. Karena negeri Jipang sudah lama runtuh dsn sekarang kita sudah menjadi rakyat Pajang. Aku yskin Ki Wirojoyo pun akan maklum jika memang suatu saat nanti dia mengetahui semua tentang kita."

***

Di saat yang sama di rumah Ki Wirojoyo. Sang Ponggawa  Kasultanan Pajang ini sedang berdiri sambil mendengus dan menatap tajam pada Surodipo yang berdiri dihadapannya sambil menundukan kepalanya. “Apakah kau pantas kau meyebut dirimu lelaki kalau kau tidak mau mengakui apa yang sudah kau perbuat?”

“Maafkan saya Romo… Sa… Saya….” ucap Surodipo dengan terbata-bata.

Nyai Wirojoyo menghela nafas berat. Sekar Arum, adiknya Surodipo pun menundukan kepalanya karena ketakutan pada ayahnya. “Ndhuk, masuklah ke dalam kamarmu.” perintah Nyai Wirojoyo dengan lembut kepada anak gadisnya yang cantik dan berkulit langsat tersebut.

“Bicaralah yang jujur ngger… Darimana saja kamu…” bujuk ibunya.

“Sa… Saya… Dari Bukit Pengantin… Sam… Sama…”

“Sama siapa?!” bentak Ki Wirojoyo dengan mata melotot.

“Sam… Sama… Retno Jumini…” jawab Surodipo pada akhirnya.

“Apa?!” bukan main marahnya lelaki berkumis melintang ini. Dia mengangkat tangannya dan… Plakkk! Satu tamparan keras mendarat di pipi Surodipo, pemuda idaman Desa Banyu Urip yang banyak disukai gadis-gadis di desa tersebut itupun terjatuh saking kerasnya tamparan sang ayah. Ia pun mengaduh-ngaduh sambil memegangi bibirnya yang pecah sampai berdarah akibat tamparan ayahnya tersebut.

"Tadinya Romo mau menyampaikan kabar baik padamu, akhirnya Gusti Sultan telah memenuhi janjinya untuk mmberikan tanah Mataram pada Ki Pemanahan, kita akan segera pindah ke Mataram. Dan Romomu ini dipercaya untuk menjadi pemimpin kesatuan Prajurit Mataram! Tapi apa yang aku dapati sekarang?! Aku malah dibuat terkejut dengan kelakuanmu yang tak tahu adat dan memalukan keluarga kita itu!" semprot Ki Wirojoyo.

"Maafkan saya Romo..." Ujar Surodipo dengan suara pelan mirip orang berbisik.

"Sebagai seorang lelaki keturunan Selo kamu tahu bukan apa yang harus kamu lakukan?!" tanya Ki Wirojoyo sambil menatap wajah Surodipo yang masih meringis kesakitan.

"Saya paham Romo.." Jawab Surodipo perlahan.

"Bagus! Besok pagi kita berangkat ke rumah Ki Margoloyo untuk mempertanggung jawabkan perbuatanmu!" tegas Ki Wirojoyo sambil menepuk keras pundak putra sulungnya tersebut.

Terpopuler

Comments

Bang Roy

Bang Roy

kawin dong

2022-09-19

2

Thomas Andreas

Thomas Andreas

keraas

2022-07-17

1

khasna aldiyara

khasna aldiyara

ceritanya keren,tak kalah dg wasiat iblis

2021-01-29

3

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 – Prolog
2 Episode 2 – Gugurnya Arya Penagsang (1)
3 Episode 3 – Gugurnya Arya Penangsang (2)
4 Episode 4 – Tanah Perjanjian (1)
5 Episode 5 – Tanah Perjanjian (2)
6 Episode 6 – Dendam Membara
7 Episode 7 – Surodipo Dan Retno Jumini (1)
8 Episode 8 – Surodipo Dan Retno Jumini (2)
9 Episode 9 – Surodipo Dan Retno Jumini (3)
10 Episode 10 – Surodipo Dan Retno Jumini (4)
11 Episode 11 – Ki Margoloyo (1)
12 Episode 12 – Ki Margoloyo (2)
13 Episode 13 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (1)
14 Episode 14 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (2)
15 Episode 15 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (3)
16 Episode 16 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (4)
17 Episode 17 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (5)
18 Episode 18 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (6)
19 Episode 19 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (7)
20 Episode 20 – Kelompok Kelelawar Hitam (1)
21 Episode 21 – Kelompok Kelelawar Hitam (2)
22 Episode 22 – Gugurnya Sang Ksatria (1)
23 Episode 23 – Gugurnya Sang Ksatria (2)
24 Episode 24 – Gugurnya Sang Ksatria (3)
25 Episode 25 – Dewi Bidadari Dari Gunung Lawu
26 Episode 26 – Ki Suryo Alam
27 Episode 27 – Wasiat Ki Ageng Mataram
28 Episode 28 – Amanat Sang Guru (1)
29 Episode 29 – Amanat Sang Guru (2)
30 Episode 30 – Amanat Sang Guru (3)
31 Episode 31 – Surodipo (1)
32 Episode 32 – Surodipo (2)
33 Episode 33 – Ujian Dari Senopati (1)
34 Episode 34 – Ujian Dari Senopati (2)
35 Episode 35 – Tugas Pertama (1)
36 Episode 36 – Tugas Pertama (2)
37 Episode 37 – Guna-Guna Istri Muda (1)
38 Episode 38 – Guna-Guna Istri Muda (2)
39 Episode 39 – Guna-Guna Istri Muda (3)
40 Episode 40 – Guna-Guna Istri Muda (4)
41 Episode 41 – Guna-Guna Istri Muda (5)
42 Episode 42 – Guna-Guna Istri Muda (6)
43 Episode 43 – Guna-Guna Istri Muda (7)
44 Episode 44 – Guna-Guna Istri Muda (8)
45 Episode 45 – Guna-Guna Istri Muda (9)
46 Episode 46 – Guna-Guna Istri Muda (10)
47 Episode 47 – Guna-Guna Istri Muda (11)
48 Episode 48 – Guna-Guna Istri Muda (12)
49 Episode 49 – Guna-Guna Istri Muda (13)
50 Episode 50 – Guna-Guna Istri Muda (14)
51 Episode 51 – Elang Mataram (1)
52 Episode 52 – Elang Mataram (2)
53 Episode 53 – Elang Mataram (3)
54 Episode 54 – Elang Mataram (4)
55 Episode 55 – Elang Mataram (5)
56 Episode 56 – Utusan Dari Pajang (1)
57 Episode 57 – Utusan Dari Pajang (2)
58 Episode 58 – Utusan Dari Pajang (3)
59 Episode 59 – Utusan Dari Pajang (4)
60 Episode 60 – Wahyu Keprabon (1)
61 Episode 61 – Wahyu Keprabon (2)
62 Episode 62 – Wahyu Keprabon (3)
63 Episode 63 – Wahyu Keprabon (4)
64 Episode 64 – Wahyu Keprabon (5)
65 Episode 65 – Wahyu Keprabon (6)
66 Episode 66 – Tujuh Bayangan Setan (1)
67 Episode 67 – Tujuh Bayangan Setan (2)
68 Episode 68 – Tujuh Bayangan Setan (3)
69 Episode 69 – Penggalangan Kekuatan (1)
70 Episode 70 – Penggalangan Kekuatan (2)
71 Episode 71 – Ki Bocor
72 Episode 72 – Pangeran Benowo (1)
73 Episode 73 – Pangeran Benowo (2)
74 Episode 74 – Pangeran Benowo (3)
75 Episode 75 – Tari Beksan Rangin (1)
76 Episode 76 – Tari Beksan Rangin (2)
77 Episode 77 – Tari Beksan Rangin (3)
78 Episode 78 – Raden Ronggo (1)
79 Episode 79 – Raden Ronggo (2)
80 Episode 80 – Raden Ronggo (3)
81 Episode 81 – Tekad Senopati (1)
82 Episode 82 – Tekad Senopati (2)
83 Episode 83 – Raden Ronggo (4)
84 Episode 84 – Raden Ronggo (5)
85 Episode 85 – Raden Ronggo (6)
86 Episode 86 – Raden Ronggo (7)
87 Episode 87 – Raden Ronggo (8)
88 Episode 88 – Raden Ronggo (9)
89 Episode 89 – Raden Pabelan (1)
90 Episode 90 – Raden Pabelan (2)
91 Episode 91 – Petaka Cinta Raden Pabelan (1)
92 Episode 92 – Petaka Cinta Raden Pabelan (2)
93 Episode 93 – Petaka Cinta Raden Pabelan (3)
94 Episode 94 – Petaka Cinta Raden Pabelan (4)
95 Episode 95 – Petaka Cinta Raden Pabelan (5)
96 Episode 96 – Petaka Cinta Raden Pabelan (6)
97 Episode 97 – Senopati Gugat (1)
98 Episode 98 – Senopati Gugat (2)
99 Episode 99 – Senopati Gugat (3)
100 Episode 100 – Senopati Gugat (4)
101 Episode 101 – Senopati Gugat (5)
102 Episode 102 – Langit Merah Di Prambanan (1)
103 Episode 103 – Langit Merah Di Prambanan (2)
104 Episode 104 – Langit Merah Di Prambanan (3)
105 Episode 105 – Langit Merah Di Prambanan (4)
106 Episode 106 – Langit Merah Di Prambanan (5)
107 Episode 107 – Langit Merah Di Prambanan (6)
108 Episode 108 – Langit Merah Di Prambanan (7)
109 Episode 109 – Langit Merah Di Prambanan (8)
110 Episode 110 – Langit Merah Di Prambanan (9)
111 Episode 111 – Langit Merah Di Prambanan (10)
112 Episode 112 – Langit Merah Di Prambanan (11)
113 Episode 113 – Langit Merah Di Prambanan (12)
114 Episode 114 – Langit Merah Di Prambanan (13)
115 Episode 115 – Amukan Sang Merapi (1)
116 Episode 116 – Amukan Sang Merapi (2)
117 Episode 117 – Amukan Sang Merapi (3)
118 Episode 118 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (1)
119 Episode 119 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (2)
120 Episode 120 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (3)
121 Episode 121 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (4)
122 Episode 122 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (5)
123 Episode 123 – Prahara Tahta Pajang (1)
124 Episode 124 – Prahara Tahta Pajang (2)
125 Episode 125 – Prahara Tahta Pajang (3)
126 Episode 126 – Prahara Tahta Pajang (4)
127 Episode 127 – Prahara Tahta Pajang (5)
128 Episode 128 – Prahara Tahta Pajang (6)
129 Episode 129 – Prahara Tahta Pajang (7)
130 Episode 130 – Prahara Tahta Pajang (8)
131 Episode 131 – Prahara Tahta Pajang (9)
132 Episode 132 – Prahara Tahta Pajang (10)
133 Episode 133 – Prahara Tahta Pajang (11)
134 Episode 134 – Prahara Tahta Pajang (12)
135 Episode 135 – Prahara Tahta Pajang (13)
136 Episode 136 – Prahara Tahta Pajang (14)
137 Episode 137 – Prahara Tahta Pajang (15)
138 Episode 138 – Negeri Di Atas Angin (1)
139 Episode 139 – Negeri Di Atas Angin (2)
140 Episode 140 – Negeri Di Atas Angin (3)
141 Episode 141 – Negeri Di Atas Angin (4)
142 Episode 142 – Negeri Di Atas Angin (5)
143 Episode 143 – Negeri Di Atas Angin (6)
144 Episode 144 – Negeri Di Atas Angin (7)
145 Episode 145 – Negeri Di Atas Angin (8)
146 Episode 146 – Negeri Di Atas Angin (9)
147 Episode 147 – Negeri Di Atas Angin (10)
148 Episode 148 – Negeri Di Atas Angin (11)
149 Episode 149 – Negeri Di Atas Angin (12)
150 Episode 150 – Negeri Di Atas Angin (13)
151 Episode 151 – Negeri Di Atas Angin (14)
152 Episode 152 – Negeri Di Atas Angin (15)
153 Episode 153 – Negeri Di Atas Angin (16)
154 Episode 154 – Negeri Di Atas Angin (17)
155 Episode 155 – Negeri Di Atas Angin (18)
156 Episode 156 – Negeri Di Atas Angin (19)
157 Episode 157 – Negeri Di Atas Angin (20)
158 Episode 158 – Mendung Di Langit Pajang (1)
159 Episode 159 – Mendung Di Langit Pajang (2)
160 Episode 160 – Mendung Di Langit Pajang (3)
161 Episode 161– Mendung Di Langit Pajang (4)
162 Episode 162– Mendung Di Langit Pajang (5)
163 Episode 163– Mendung Di Langit Pajang (6)
164 Episode 164 – Mendung Di Langit Pajang (7)
165 Episode 165 – Mendung Di Langit Pajang (8)
166 Episode 166 – Mendung Di Langit Pajang (9)
167 Episode 167 – Mendung Di Langit Pajang (10)
168 Episode 168 – Mendung Di Langit Pajang (11)
169 Episode 169 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (1)
170 Episode 170 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (2)
171 Episode 171 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (3)
172 Episode 172 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (4)
173 Episode 173 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (5)
174 Episode 174 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (6)
175 Episode 175 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (7)
176 Episode 176 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (8)
177 Episode 177 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (9)
178 Episode 178 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (10)
179 Episode 179 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (11)
180 Episode 180 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (12)
181 Episode 181 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (13)
182 Episode 182 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (14)
183 Episode 183 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (15)
184 Episode 184 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (16)
185 Episode 185 – Balada Sang Elang Mataram (1)
186 Episode 186 – Balada Sang Elang Mataram (2)
187 Episode 187 – Balada Sang Elang Mataram (3)
188 Episode 188 – Balada Sang Elang Mataram (4)
189 Episode 189 – Balada Sang Elang Mataram (5)
190 Episode 190 – Balada Sang Elang Mataram (6)
191 Episode 191 – Balada Sang Elang Mataram (7)
192 Episode 192 – Balada Sang Elang Mataram (8)
193 Episode 193 – Balada Sang Elang Mataram (9)
194 Episode 194 – Balada Sang Elang Mataram (10)
195 Episode 195 – Balada Sang Elang Mataram (11)
196 Episode 196 – Balada Sang Elang Mataram (12)
197 Episode 197 – Balada Sang Elang Mataram (13)
198 Episode 198 – Balada Sang Elang Mataram (14)
199 Episode 199 – Balada Sang Elang Mataram (15)
200 Episode 200 – Balada Sang Elang Mataram (16)
201 Episode 201 – Balada Sang Elang Mataram (17)
202 Episode 202 – Balada Sang Elang Mataram (18)
203 Episode 203 – Balada Sang Elang Mataram (19)
204 Episode 204 – Balada Sang Elang Mataram (20)
205 Episode 205 – Balada Sang Elang Mataram (21)
206 Episode 206 – Balada Sang Elang Mataram (22)
207 Episode 207 – Balada Sang Elang Mataram (23)
208 Episode 208 – Balada Sang Elang Mataram (24)
209 Episode 209 – Akhir Kisah Sang Elang Mataram
210 Episode 210 – Epilog (Tamat)
Episodes

Updated 210 Episodes

1
Episode 1 – Prolog
2
Episode 2 – Gugurnya Arya Penagsang (1)
3
Episode 3 – Gugurnya Arya Penangsang (2)
4
Episode 4 – Tanah Perjanjian (1)
5
Episode 5 – Tanah Perjanjian (2)
6
Episode 6 – Dendam Membara
7
Episode 7 – Surodipo Dan Retno Jumini (1)
8
Episode 8 – Surodipo Dan Retno Jumini (2)
9
Episode 9 – Surodipo Dan Retno Jumini (3)
10
Episode 10 – Surodipo Dan Retno Jumini (4)
11
Episode 11 – Ki Margoloyo (1)
12
Episode 12 – Ki Margoloyo (2)
13
Episode 13 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (1)
14
Episode 14 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (2)
15
Episode 15 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (3)
16
Episode 16 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (4)
17
Episode 17 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (5)
18
Episode 18 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (6)
19
Episode 19 – Prahara Cinta Surodipo Dan Retno Jumini (7)
20
Episode 20 – Kelompok Kelelawar Hitam (1)
21
Episode 21 – Kelompok Kelelawar Hitam (2)
22
Episode 22 – Gugurnya Sang Ksatria (1)
23
Episode 23 – Gugurnya Sang Ksatria (2)
24
Episode 24 – Gugurnya Sang Ksatria (3)
25
Episode 25 – Dewi Bidadari Dari Gunung Lawu
26
Episode 26 – Ki Suryo Alam
27
Episode 27 – Wasiat Ki Ageng Mataram
28
Episode 28 – Amanat Sang Guru (1)
29
Episode 29 – Amanat Sang Guru (2)
30
Episode 30 – Amanat Sang Guru (3)
31
Episode 31 – Surodipo (1)
32
Episode 32 – Surodipo (2)
33
Episode 33 – Ujian Dari Senopati (1)
34
Episode 34 – Ujian Dari Senopati (2)
35
Episode 35 – Tugas Pertama (1)
36
Episode 36 – Tugas Pertama (2)
37
Episode 37 – Guna-Guna Istri Muda (1)
38
Episode 38 – Guna-Guna Istri Muda (2)
39
Episode 39 – Guna-Guna Istri Muda (3)
40
Episode 40 – Guna-Guna Istri Muda (4)
41
Episode 41 – Guna-Guna Istri Muda (5)
42
Episode 42 – Guna-Guna Istri Muda (6)
43
Episode 43 – Guna-Guna Istri Muda (7)
44
Episode 44 – Guna-Guna Istri Muda (8)
45
Episode 45 – Guna-Guna Istri Muda (9)
46
Episode 46 – Guna-Guna Istri Muda (10)
47
Episode 47 – Guna-Guna Istri Muda (11)
48
Episode 48 – Guna-Guna Istri Muda (12)
49
Episode 49 – Guna-Guna Istri Muda (13)
50
Episode 50 – Guna-Guna Istri Muda (14)
51
Episode 51 – Elang Mataram (1)
52
Episode 52 – Elang Mataram (2)
53
Episode 53 – Elang Mataram (3)
54
Episode 54 – Elang Mataram (4)
55
Episode 55 – Elang Mataram (5)
56
Episode 56 – Utusan Dari Pajang (1)
57
Episode 57 – Utusan Dari Pajang (2)
58
Episode 58 – Utusan Dari Pajang (3)
59
Episode 59 – Utusan Dari Pajang (4)
60
Episode 60 – Wahyu Keprabon (1)
61
Episode 61 – Wahyu Keprabon (2)
62
Episode 62 – Wahyu Keprabon (3)
63
Episode 63 – Wahyu Keprabon (4)
64
Episode 64 – Wahyu Keprabon (5)
65
Episode 65 – Wahyu Keprabon (6)
66
Episode 66 – Tujuh Bayangan Setan (1)
67
Episode 67 – Tujuh Bayangan Setan (2)
68
Episode 68 – Tujuh Bayangan Setan (3)
69
Episode 69 – Penggalangan Kekuatan (1)
70
Episode 70 – Penggalangan Kekuatan (2)
71
Episode 71 – Ki Bocor
72
Episode 72 – Pangeran Benowo (1)
73
Episode 73 – Pangeran Benowo (2)
74
Episode 74 – Pangeran Benowo (3)
75
Episode 75 – Tari Beksan Rangin (1)
76
Episode 76 – Tari Beksan Rangin (2)
77
Episode 77 – Tari Beksan Rangin (3)
78
Episode 78 – Raden Ronggo (1)
79
Episode 79 – Raden Ronggo (2)
80
Episode 80 – Raden Ronggo (3)
81
Episode 81 – Tekad Senopati (1)
82
Episode 82 – Tekad Senopati (2)
83
Episode 83 – Raden Ronggo (4)
84
Episode 84 – Raden Ronggo (5)
85
Episode 85 – Raden Ronggo (6)
86
Episode 86 – Raden Ronggo (7)
87
Episode 87 – Raden Ronggo (8)
88
Episode 88 – Raden Ronggo (9)
89
Episode 89 – Raden Pabelan (1)
90
Episode 90 – Raden Pabelan (2)
91
Episode 91 – Petaka Cinta Raden Pabelan (1)
92
Episode 92 – Petaka Cinta Raden Pabelan (2)
93
Episode 93 – Petaka Cinta Raden Pabelan (3)
94
Episode 94 – Petaka Cinta Raden Pabelan (4)
95
Episode 95 – Petaka Cinta Raden Pabelan (5)
96
Episode 96 – Petaka Cinta Raden Pabelan (6)
97
Episode 97 – Senopati Gugat (1)
98
Episode 98 – Senopati Gugat (2)
99
Episode 99 – Senopati Gugat (3)
100
Episode 100 – Senopati Gugat (4)
101
Episode 101 – Senopati Gugat (5)
102
Episode 102 – Langit Merah Di Prambanan (1)
103
Episode 103 – Langit Merah Di Prambanan (2)
104
Episode 104 – Langit Merah Di Prambanan (3)
105
Episode 105 – Langit Merah Di Prambanan (4)
106
Episode 106 – Langit Merah Di Prambanan (5)
107
Episode 107 – Langit Merah Di Prambanan (6)
108
Episode 108 – Langit Merah Di Prambanan (7)
109
Episode 109 – Langit Merah Di Prambanan (8)
110
Episode 110 – Langit Merah Di Prambanan (9)
111
Episode 111 – Langit Merah Di Prambanan (10)
112
Episode 112 – Langit Merah Di Prambanan (11)
113
Episode 113 – Langit Merah Di Prambanan (12)
114
Episode 114 – Langit Merah Di Prambanan (13)
115
Episode 115 – Amukan Sang Merapi (1)
116
Episode 116 – Amukan Sang Merapi (2)
117
Episode 117 – Amukan Sang Merapi (3)
118
Episode 118 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (1)
119
Episode 119 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (2)
120
Episode 120 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (3)
121
Episode 121 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (4)
122
Episode 122 – Wafatnya Sultan Hadiwijoyo (5)
123
Episode 123 – Prahara Tahta Pajang (1)
124
Episode 124 – Prahara Tahta Pajang (2)
125
Episode 125 – Prahara Tahta Pajang (3)
126
Episode 126 – Prahara Tahta Pajang (4)
127
Episode 127 – Prahara Tahta Pajang (5)
128
Episode 128 – Prahara Tahta Pajang (6)
129
Episode 129 – Prahara Tahta Pajang (7)
130
Episode 130 – Prahara Tahta Pajang (8)
131
Episode 131 – Prahara Tahta Pajang (9)
132
Episode 132 – Prahara Tahta Pajang (10)
133
Episode 133 – Prahara Tahta Pajang (11)
134
Episode 134 – Prahara Tahta Pajang (12)
135
Episode 135 – Prahara Tahta Pajang (13)
136
Episode 136 – Prahara Tahta Pajang (14)
137
Episode 137 – Prahara Tahta Pajang (15)
138
Episode 138 – Negeri Di Atas Angin (1)
139
Episode 139 – Negeri Di Atas Angin (2)
140
Episode 140 – Negeri Di Atas Angin (3)
141
Episode 141 – Negeri Di Atas Angin (4)
142
Episode 142 – Negeri Di Atas Angin (5)
143
Episode 143 – Negeri Di Atas Angin (6)
144
Episode 144 – Negeri Di Atas Angin (7)
145
Episode 145 – Negeri Di Atas Angin (8)
146
Episode 146 – Negeri Di Atas Angin (9)
147
Episode 147 – Negeri Di Atas Angin (10)
148
Episode 148 – Negeri Di Atas Angin (11)
149
Episode 149 – Negeri Di Atas Angin (12)
150
Episode 150 – Negeri Di Atas Angin (13)
151
Episode 151 – Negeri Di Atas Angin (14)
152
Episode 152 – Negeri Di Atas Angin (15)
153
Episode 153 – Negeri Di Atas Angin (16)
154
Episode 154 – Negeri Di Atas Angin (17)
155
Episode 155 – Negeri Di Atas Angin (18)
156
Episode 156 – Negeri Di Atas Angin (19)
157
Episode 157 – Negeri Di Atas Angin (20)
158
Episode 158 – Mendung Di Langit Pajang (1)
159
Episode 159 – Mendung Di Langit Pajang (2)
160
Episode 160 – Mendung Di Langit Pajang (3)
161
Episode 161– Mendung Di Langit Pajang (4)
162
Episode 162– Mendung Di Langit Pajang (5)
163
Episode 163– Mendung Di Langit Pajang (6)
164
Episode 164 – Mendung Di Langit Pajang (7)
165
Episode 165 – Mendung Di Langit Pajang (8)
166
Episode 166 – Mendung Di Langit Pajang (9)
167
Episode 167 – Mendung Di Langit Pajang (10)
168
Episode 168 – Mendung Di Langit Pajang (11)
169
Episode 169 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (1)
170
Episode 170 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (2)
171
Episode 171 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (3)
172
Episode 172 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (4)
173
Episode 173 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (5)
174
Episode 174 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (6)
175
Episode 175 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (7)
176
Episode 176 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (8)
177
Episode 177 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (9)
178
Episode 178 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (10)
179
Episode 179 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (11)
180
Episode 180 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (12)
181
Episode 181 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (13)
182
Episode 182 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (14)
183
Episode 183 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (15)
184
Episode 184 – Badai Mengamuk Di Negeri Pajang (16)
185
Episode 185 – Balada Sang Elang Mataram (1)
186
Episode 186 – Balada Sang Elang Mataram (2)
187
Episode 187 – Balada Sang Elang Mataram (3)
188
Episode 188 – Balada Sang Elang Mataram (4)
189
Episode 189 – Balada Sang Elang Mataram (5)
190
Episode 190 – Balada Sang Elang Mataram (6)
191
Episode 191 – Balada Sang Elang Mataram (7)
192
Episode 192 – Balada Sang Elang Mataram (8)
193
Episode 193 – Balada Sang Elang Mataram (9)
194
Episode 194 – Balada Sang Elang Mataram (10)
195
Episode 195 – Balada Sang Elang Mataram (11)
196
Episode 196 – Balada Sang Elang Mataram (12)
197
Episode 197 – Balada Sang Elang Mataram (13)
198
Episode 198 – Balada Sang Elang Mataram (14)
199
Episode 199 – Balada Sang Elang Mataram (15)
200
Episode 200 – Balada Sang Elang Mataram (16)
201
Episode 201 – Balada Sang Elang Mataram (17)
202
Episode 202 – Balada Sang Elang Mataram (18)
203
Episode 203 – Balada Sang Elang Mataram (19)
204
Episode 204 – Balada Sang Elang Mataram (20)
205
Episode 205 – Balada Sang Elang Mataram (21)
206
Episode 206 – Balada Sang Elang Mataram (22)
207
Episode 207 – Balada Sang Elang Mataram (23)
208
Episode 208 – Balada Sang Elang Mataram (24)
209
Episode 209 – Akhir Kisah Sang Elang Mataram
210
Episode 210 – Epilog (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!