“Itu Gubug Terdekat.“ Nampak satu rumah yang sebenarnya tak layak huni. Karena hanya terbuat dari bambu yang di tegakkan dengan di rangkai menjadi sebuah bangunan sederhana yang Cuma pantas sebagai tempat singgah saja. Kalau malam bisa untuk tidur, dan siang untuk berteduh. Sebab jarang-jarang ada yang ke situ siang hari buat tidur di rumah ini. Sebab akan lebih baik untuk menghabiskan waktu dengan berbagai aktifitas ladang supaya setidaknya tanaman yang memanfaatkan tanah sela itu bisa di rawat dengan maksimal. Sehingga akan menghasilkan buah berlimpah dengan mutu yang terbaik yang dapat dilakukan, daripada membiarkan nya untuk tumbuh bersama ilalang yang kemudian akan terhimpit sehingga buah nya juga sangat kurang bagus. Atau bahkan tak ada panen sama sekali. Itu kan sangat di sayangkan. Dimana sudah lama menunggu namun tak ada hasil. Makanya lebih baik kalau dari awal sudah langsung memelihara nya dengan benar dengan berbagai tata cara yang sudah berlaku untuk lebih meningkatkan hasil.
“Iya yah, ada ladang di sini.“ Memang mengherankan. Di saat tumbuhan tersebut tumbuh dengan lebat, dan semak yang mudah hidup ternyata ada beberapa orang yang memanfaatkan nya. Pastinya mesti rajin, agar segalanya bisa berjalan dengan lancar. Jangankan di hutan yang masih luas tanah nya. Terkadang beberapa orang juga memanfaatkan daerah yang sebenarnya tak boleh di manfaatkan untuk cocok tanam, namun tetap di gunakan selagi masih ada kemungkinan. Karena lumayan sulitnya mempunyai lahan sendiri di pedesaan yang semakin sempit oleh pemukim. Sehingga apa yang bisa di tanam, maka akan di tanam di ladang dengan meminta ijin terlebih dahulu kepada petugas. Misalkan di tanggul sungai atau di tepi jalan. Maka akan ditanami tanaman umur pendek yang bisa panen dalam jangka hanya beberapa saat saja. Itu lumayan untuk tambahan hasil, sekaligus daripada tak ada kegiatan di rumah. Hanya resikonya lumayan besar, buat bantaran sungai yang tak seberapa luas. Sehingga saat pengerjaan, maka akan terhalang. Kalau langsung libas maka kasihan yang menanami, namun jika dibiarkan, maka dampak yang lebih luas akan di derita masyarakat terutama yang berdekatan dengan daerah aliran sungai tersebut. Sebab selain menimbulkan bencana banjir, sampahnya secara tak sengaja juga bakal terseret untuk kemudian menimbun di lokasi sempit atau dangkal, yang nantinya membuat daya tampung sungai jadi menurun, untuk membuat air yang semestinya lancar jadi terhambat. Itulah berbagai dampak yang mesti dipikirkan. Tak terkecuali dengan di hutan ini yang juga bisa berakibat buruk. Terutama untuk tanaman pokok yang wajib tanam untuk areal hutan yang bisa saja malah terdesak oleh tanaman yang berumur pendek dengan pengelolaan yang di utamakan oleh si penanam itu.
“Hanya pemukiman dengan tanaman yang di tandur di sela-sela tanaman utama,“ ujar Aqi. Sebab tak banyak yang di lihat selain tumbuhan pendek yang belum banyak di sekitar gubug itu. Masih butuh beberapa waktu lagi sampai tiba masa panen buat si penanam.
“Makanya jarang-jarang mereka di sini. Kecuali saat mau panen saja mereka tinggal.“
“Ayo kita dekati.“
“Boleh. “
“Syukur kita ketemu orang nya jadi bisa di tanya-tanya mengenai lorong misterius menuju ke sarang mereka, atau setidaknya bagaimana mereka pernah melihat mahluk yang sangat menyeramkan itu di sekitar sini.“
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 132 Episodes
Comments