“Ada asap tidak?“
“Ya nggak ada lah. Siang-siang begini.“
“Wah…“
Mereka terus berusaha mencari di seputaran tempat tersebut. Semula daerah yang sudah di korek, kembali di teliti ulang. Aqi terus berusaha mengingat-ingat bagaimana dia bisa menembus lorong msterius di tempat tersebut. Namun tetap tak ketemu. Bagaimanaun dahulu perasaan dia masuk juga tak sengaja. Dan sampai di lokasi aneh juga misteri. Maka kalau sengaja ingin masuk bakalan kesulitan. Mesti mencari alat yang sekiranya bisa mengantar mereka ke sana.
“Lihat.“
“Ada beneran.“ Aqi terkejut.
Nampak ada gumpalan asap memenuhi tempat itu. Begitu pekat. Sehingga jareak pandang tak sampai sepuluh meter. Bahkan lebih dekat lagi. Benar-benar suasana yang aneh.
“Gue yang bakar sampah,“ ujar Lilin sembari nyrengenges. Dengan teganya dia menyulut api sembari menumpuk daun serta ranting-ranting pohon hutan yang banyak jumlahnya di seputaran daerah tersebut. Mula-mula di cari yang kering. Setelah api membesar, yang basah juga bisa terbakar. Itu karena dengan mudahnya api menjalar di daerah yang lumayan terang dengan mentari yang menyorot langsung sehingga uap air pun akan segera sirna. Apalagi dengan dibantu panas api, semakin cepat air itu menguap menjadi gas tipis yang membumbung tinggi ke angkasa. Terelah pecah, dalam gairah hidup dan kebebasan. Jika saja menjangkau titik beku tentu nya.
“Wah kau ada ada saja,“ kata Aqi kecewa. Dia rupanya juga berharap demikian. Jadi hati tak terus di hantui rasa kebingungan mesti mencari adik istri nya yang entah dimana kini berada. Tak tahu dimana rimba nya.
“Kan pekat. siapa tahu nanti bakalan langsung Nampak. Soalnya katanya mereka bakalan keluar jika ada kabut-kabut gelap begini,“ jelas Lilin yang tak mau terlampau di salah-salah kan terus. Sebab bagaimanapun semenjak dari rumah dia juga merasa cepas. Sejelek apapun itu dia masih adik nya yang mesti di cari kalau lenyap. Dan mesti di arahkan kalau tengah menpapat kekeliruan dalam bertindak. Makanya selagi dia taka da mesti dicari. Kabar yang membingungkan tentang hilang nya sebisa mungkin harus segera dia temukan sampai benar-bvenar di dapat an. Sebab alau terlampau lama tak ketemu, jangan-jangan bakalan hilang selamanya. Memang sejauh ini hamper taka da yang hang di lingkup kampong kecil mereka itu. Namun di luar sana banyak ksah yang mengenai tentang hilang nya seseorang atau lebih karena mereka terjebak di dunia gaib. Sebut saja di suatu tempat karena berpakaian yang dipantangkan, tahu-tahu lenyap. Baik itu gejala alam ataupun tak diketahui rimba nya secara langsung. Kalau untung beberapa waktu kemudian bakalan ketemu. Tapi jika tak berhasil, maka selamanya dia akan hilang dengan jazat yang tak di ketemukan.
“Ya mana mungkin.“
“Coba aku cari lagi.“ Kembali mereka menelusuri daerah aneh itu. Mereka mencoba sekali lagi mencari apa yang ada di tempat misterius tersebut. Serta segala yang aneh kembali di korek-korek, diteliti dengan seksama, bahkan kalau bisa sampai titik terkecil mesti bisa dipahami. Jangan-jangan titik yang tak kentara itu yang justru merupakan jalan lintas lorong antar waktu yang sanggup mengantar mereka ke tempat disembunyiakan nya si adik.
“Ih… Tolong!“ Tiba-tiba Lilin menjerit.
“Kenapa?“ Aqi menyeruak dan mencoba menyibak asap[ pekat tempat dia sesaat tak melihat Lilin serta bagaimana keadaan dalam pekatnya kabut asap buatan Lilin yang terus membakar sampah dedaunan hutan itu.
“Ada cakar ini!“ Lilin berteriak. Ada sesuatu yang mengenai lengan nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 132 Episodes
Comments