“Yuk. “
“Aduh. “
Dengan sedikit ogah-ogahan di paksakan juga langkah kaki mereka meninggalkan lokasi yang sudah panjang di capai namun bukan itu yang di ingin kan, walau sudah di tempuh. Memang terasa membuang waktu dan tenaga. Namun di kala tak tahu menahu begini langkah tersebut yang dianggap paling tepat. Menuju lokasi yang aneh dengan harapan bisa menemukan yang di cari.
“Desa mana coba?“ ujar nya. Sejauh mata memandang hanya itu terus. Tak bisa menemukan satu titik pun langkah yang hendak di tuju. Andai saja barang terlihat ada pantulan sinar atau bayangan sebuah rumah, maka itu yang mesti nya menjadi titik patokan. Hanya sayang sejauh ini tak ada.
“Terus kita melangkah. Kalau tak di coba mana bisa nyampai nanti“ ujar Lilin yakin kalau di luar sana bakal ada desa yang sangat ramai karena sudah jadi kepemilikan pribadi. Beda dengan hutan ini yang milik negara. Di sana sudah bisa dikelola sendiri serta menjadi pemukiman padat dengan banyak orang yang sesekali mungkin masuk ke hutan juga demi mencari berbagai kebutuhan.
“Ayo.“
Diteruskan langkah mereka.
“Itu kali Qi,“ ujar Lilin. Sesaat setelah menuju ke suatu lokasi dengan pandangan yang lebih luas dari sebelumnya. Disini sedikit berbeda maka nya.
“Mana?“
“Tuh ada rimbun.“ Di tunjuk nya suatu tempat yang nampak jauh. Kalau dari lokasi demikian seakan Nampak suatu tempat yang memang menjanjikan. Layak sebagai hunian. Namun ini hutan. Banyak tempat yang memang sulit buat di buka untuk di tanami dengan tumbuhan yang produktif. Semisal sedikit gersang atau tak cocok buat tanaman tertentu, yang bisa juga kandungan bebatuan serta zat kapur nya tinggi juga sulit membuat tanaman tumbuh subur. Itu yang membuat tumbuhan liar Nampak subur serta para penggarap enggan untuk membuka nya karena lebih baik membuka lahan yang bagus supaya bisa di tanami dengan tumbuhan bermanfaat daripada mengelola tanah yang sulit sekali tumbuh. Sejauh masih banyak tempat yang bisa di fungsikan. Kalau tidak ada, mau bagaimana lagi. Sebab sekarang di pemukiman sempit, lahan seberapapun jeleknya jika di garap akan jadi suatu yang bermanfaat. Misal hunian atau di buat taman hijau. Tentu nya dengan merubah posisi tanah di permukaan agar menjadi lokasi yang layak tanam.
“Bukan. Itu seperti tadi hanya sebuah pohon besar. Atau malah fatamorgana.“ Seperti tadi yang sudah sangat berharap.kenyataan nya tak ada. Makanya kali ini juga menyangsikan jika hal tersebut hanya semacam tadi.
“Seperti di padang pasir saja. “
“Disini juga bisa, hanya nampak bayangan suatu pemukiman, nyatanya sebuah gerombolan semak belukar rapat yang sangat menyeramkan,“ terang Aqi. Memang pada suatu kejauhan kalau di tempat yang sangat luas, dan hanya padang pasir saja, akan timbul berbagai macam ilusi yang terjadi akibat cuaca, juga hawa panas yang bisa membuat pikiran manusia sedikit berubah. Demikian juga di padang belantara begini, kalau masih ada tumbuhan yang di makan, namun tak akan cukup memasukkan gizi yang diperlukan tubuh akibat bukan masakan dan tumbuhan yang di dapat juga sedikit saja mengandung zat yang diperlukan tubuh. Itulah makanya sedikit banyak nya bayangan yang jauh tersebut akan Nampak seperti gambaran yang sesuai dengan keinginan mereka. Namun saat di dekati nyatanya itu hanya bongkahan batu atau gerombolan semak belukar saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 132 Episodes
Comments