“Ah, ternyata mimpi.”
Lalan lalu berusaha memejamkan mata kembali. Dalam diam dalam sepi, tentunya si mahluk tak kan mau datang kembali. Sebab, manusia bermimpi akan langsung hilang, apa yang menjadi ceritera dalam impian nya itu, hanya dalam beberapa detik.
Tahu-tahu datang mahluk itu. Seperti tadi. Awalnya hanya nampak bayang hitam saja. Lama kelamaan semakin nyata. Seiring pandangan Lalan yang mulai jernih. Dan itu sebuah kengerian yang tercipta. Pemikirannya langsung membuat rasa nya ngeri.
Lalan panik. Namun dia berusaha memejamkan mata. Agar seperti tadi, yang mampu membuang si mahluk lenyap dari pandangan, dan kembali ke alam mimpi.
Ini bukan hutan yang dahulu. Ini kamarnya. Maka mahluk itu tentu akan lenyap, hanya dengan memejamkan mata. Dan berusaha berpikiran jernih. Untuk mendatangkan suasana ruangan sepi seperti sedia kala saat malam-malam menjelang, yang tinggal dia sendiri.
Namun mahluk itu terus mendekat. Dekat, dan siap menjangkau nya.
Lalan terdiam. Berusaha terus memejamkan mata. Menarik selimut tebalnya, untuk menutup diri dan membuang jauh si mahluk, dari pikiran. Biasanya demikian. Kalau mimpi tak kunjung menghilang, maka selimut yang tadinya terhampar, bakalan diselubungi ke muka, untuk kemudian bisa membuat mata hitam pekat, pandangan gelap dan pikiran berangsur jernih untuk kemudian melenyapkan dari situasi di seputar nya, dan membawa jauh dalam keheningan. Hingga pagi datang, sudah mampu melupakan apa yang terjadi.
Wa…
Lalan semakin ketakutan. Rupanya kali ini benar. Dia tak bisa mengelak lagi. Ruangan ini terlampau sempit untuk menghindar. Jangankan melompat, meringkuk saja sudah sulit rasanya. Karena si mahluk terus mendekat dan berusaha membuat dia terjepit dalam sudut tangkapan yang tak berarti lagi.
Ini malam. Tak terduga. Jadi tak ada persiapan buat Lalan untuk mempersiapkan diri dengan menyiapkan segala persenjataan atau tempat sekiranya mereka datang. Karena pada malam-malam sebelumnya, juga tak pernah ada peristiwa mengerikan malam jahanam ini. Semua berlalu seperti apa adanya. Baik itu sebelum mereka masuk ke hutan atau setelah mereka mengalami peristiwa seram tersebut. Semua berjalan apa adanya.
Akhirnya cakar kuat si mahluk mampu menggapainya. Kemampuan nya benar-benar canggih. Sehingga tak ada yang bisa mengelak dari tangan kuat itu. Yang pastinya akan langsung berada dalam rengkuhannya. Apalagi jarak nya memang tak terlampau panjang. Dan ini semakin mempermudah si mahluk dalam menjalankan rencana nya mendapatkan buruan yang sudah di incar sejak lama. Dan tak akan membiarkan Lalan bisa mempersiapkan diri untuk mencari perlindungan atau memperoleh senjata anti mahluk yang mampu mencegah mereka datang hingga mengusir keberadaan mereka yang juga mempunyai daya penangkal.
Lalan berusaha berontak. Namun tak kuasa. Tangan itu benar-benar mengerikan. Kalaupun terus meronta, nanti bakalan terluka oleh sobekan kuat yang dibuat oleh kuku tajam si mahluk. Dan berikutnya menjadi kengerian. Luka yang menganga lebar. Akan infeksi, atau bahkan tertular penyakit mengerikan dari si mahluk tersebut.
Dia hanya bisa pasrah. Walau terus meronta-ronta. Setidaknya pegangan itu biar bisa sedikit longgar. Lalu akan melompat jauh. Dan berusaha menggapai pintu, untuk langsung lari menyelamatkan diri. Namun pegangan si mahluk semakin kuat. Semakin berusaha si Lalan mengerahkan tenaga agar meronta nya mengendor, maka semakin erat juga cakar mahluk itu memegang tangan si Lalan. Bahkan siap merobek kulit tipis pemuda itu.
Si mahluk berusaha menyeretnya, dan keluar dari ruangan.
Si Lalan di seret menjauh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 132 Episodes
Comments
cahaya3112
iya
cakar nya kuat itu
2022-08-09
0
Machan
serem dong ya klo didatengin makhluk kek gitu
2022-08-09
1