“Ya sudah, ke desa terdekat saja. Kalau disini juga tak ada apa-apa,“ ujar Aqi berusaha mencari solusi dari pada terus bingung berada di tempat tersebut terus dengan tak ada hasil yang memuaskan. Jangankan memuaskan hasil saja tak ada yang ada hanya bingung. Karena tak menemukan pintu ke dunia lain.
“Kemana?“ tanya Lilin yang kali ini juga sangat kecewa tak bisa langsung mendapat apa yang di butuhkan. Masih butuh perjalanan panjang guna mendapat keinginan nya serta bisa pulang untuk kembali istirahat dengan santai yang bukan hanya fisik, tapi pikiran juga bisa netral lagi seperti awal, sebelum mencari adik mereka. Kalaupun sampai rumah tapi adik belum ketemu juga mesti mikir lagi. Mana hari terus merambat lagi.
“Mana saya tahu. Bingung saya ini.“ Maklum selain faktor usia juga perjalanan mereka lumayan jauh. Kalau untuk kembali mungkin masih bisa di hafal kan karena belum lama berlangsung. Namun untuk bisa mencari titik keluar itu yang sudah membingungkan. Kalau melihat map juga belum tentu dapat. Karena sinyal sulit. Maka ada pepatah jika kesulitan sinyal seperti berada di gunung saja. Kali ini ternyata bukan pepatah. Namun kesulitan betulan. Itulah makanya untuk mencari titi dimana berada akan sangat kesulitan. Apalagi mencari pemukiman terdekat.
“Lah gimana?“ ya bingung lah rekan nya. Selain tak paham karena memang jarang ke tempat itu, maklum perempuan. Karena sudah jadi kebiasaan dan tradisi lokal, jika wanita akan sulit untuk bepergian jauh. Apalagi sampai mauk-masuk hutan. Walaupun jarak nya sebenar nya tak seberapa jauh. Namun lumayan capek dan daerah sepi begitu, kalau taka da kepentingan juga tak bakalan ke situ. Yang berani hanya satu dua. Karena resiko nya juga besar. Selain kelelahan karena daya tahan wanita memang tak sekuat kebanyakan lelaki, juga omongan tetangga mesti di peratikan. Jangan sampai akan terus menjadi buah bibir yang tak mengenakkan.
“Kalau siang, kan hanya di jalur kendaraan saja. Sedikit paham. Asal keluar hutan walau bukan desa pasti ada perumahan penduduk,“ ujar Aqi yang merasa sering melalui jalan ramai melintas hutan tersebut. Walau jarang berhenti, apalagi sampai menelusup jauh ke luar dari garis jalanan. Sebab walau sama-sama menembus hutan, tapi di sekitar jalan aspal pasti sudah ramai kendaraan lewat. Apalagi itu satu-satu nya jalan besar yang sanggup di lewati mobil.
“Ya kita keluar dulu kalau sekarang bingung,” ujar Lilin ikut mencari solusi terbaik supaya lekas bertemu dengan lorong misterius tersebut, serta menemukan pencarian panjang yang melelahkan sekaligus tak tahu apa-apa yang kini tengah di alami saudara nya itu. Mungkin memeng mencari titik terang nya ada pada orang pintar yang mesti segera di temukan. Sedangkan kini orang tersebut juga belum di ketahui. Namun kasihan dengan adik mereka yang entah di bawa kemana sama mahluk misterius itu.
“Tadi, jalan kita, terlampau jauh sudah,“ ujar Aqi yang ikut kebingungan. Sementara jalan yang biasanya jadi patokan juga entah di mana. Kalau kembali bakalan jauh. Meski itu yang paling mungkin di lakukan. Hanya kesan nya mendua rencana serta banyak waktu yang hilang jika mesti terpikirkan kondisi adik mereka yang entah bagaimana keadaannya.
“Wah…“ Sejenak hanya bisa memperhatikan daerah sekitar yang Nampak nya jauh sekali. Mau kemana-mna seakan tak bertepi. Hanya pepohonan liar serta rumput semak yang lumayan luas di sela-sela nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 132 Episodes
Comments