“Aqi, bagaimana Ini?” ujar Lilin yang nampak panik dan terus saja membangunkan Aqi, yang tengah bersantai mengingat kembali mimpi indah apa yang tadi malam terjadi.
“Ada apa sih?” tanya Aqi masih berusaha mengenali lingkungan sekitar nya.
“Lalan hilang,”
“Wah,” Aqi juga turut terkejut. Tak menyangka anak sebesar itu bisa hilang. Kalau kecil semacam jarum hilang sih memang layak, dan sulit ditemukan karena tumpukan jerami akan menyamarkan posisi nya yang seperti kamuflase dan bakalan sulit untuk dikenali. Tapi kali ini sangat besar. Jangankan dari kejauhan, tertutup benda juga bisa dideteksi. Namun hilang. Ini berarti perlu berbagai alat pendeteksi agar bisa me
“Dia dibawa mahluk bercakar,“ kata Lilin lagi. Semuanya nampak jelas, di seluruh ruangan tidur adik nya yang banyak meninggalkan jejak-jejak aneh berupa cakaran-cakaran menyeramkan dengan tak diketahui bagaimana bentuk si pemilik cakar itu. Pagi-pagi tanda-tanda itu sudah terlihat, padahal sebelumnya jelas taka da. Padahal itu mahluk halus, mengapa cakar nya nampak tidak halus, namun jelas. Ini mengindikasikan jika si mahluk berada dalam dunia mereka yang tentu nya sanggup di cari dengan menggunakan cara-cara khusus yang tak harus halus-halusan juga. Serta kemudian nya adalah menuju lokasi dimana kira-kira keberadaan sarang mahluk itu kemudian melanjutkan ke posisi mana dia di sekap, si Lalan ini.
“Waduh, apem siapa lagi yang dia makan,“ ujar Aqi teringat masa lalu yang berhubungan dengan mahluk mengerikan demikian, kayak nya ada kaitan nya dengan hutan angker yang pernah mereka seberang i dan tersesat di dalam nya. Ini gawat, kala itu saja sulit sekali keluar, kali ini mesti terseret kembali ke masa dimana kenangan mencekam itu mesti di ulangi lagi, hanya karena sebuah kesalahan yang mereka sendiri tak sadar telah melakukan nya.
“E, ini nggak ada hubungannya sama apem, tapi dengan mahluk,“ ujar Lilin yang merasa tak punya benda enak itu juga kelihatannya sejak kemarin, bahkan setelah dari pasar juga tak membeli makanan kayak begitu. Apalagi membuat sendiri. Ini kekeliruan yang mesti di luruskan kelihatan nya.
“Waduh bagaimana ini?“ Aqi malah semakin bingung. Kalau dahulu jelas masalah nya. Lah ini malah tak karuan. Bagaimana dia ikut mencari solusi guna mengembalikan anak itu kembali. Mencari ke orang pintar juga sekarang tak pintar-pintar amat. Dan tak tahu siapa yang bisa berhubungan dengan mahluk mengerikan begitu, jika si mahluk saja tak kenalan sama si orang pintar tadi. Serta bagaimana mau mendeteksi lokasi, kalau kebingungan. Apakah masih sama dengan lokasi yang dahulu, atau pada tempat lain. Karena posisi dalam peta juga taka da, posisi pasti, batas-batas nya jelas tak akan Nampak. Karena kala itu tahu-tahu sudah berada di lokasi yang mengerikan. Sehingga taka da gambaran jika itu daerah larangan, atau tempat yang tak bisa di kunjungi. Yang jelas kemudian sudah berada dalam alam yang membingungkan itu.
“Ayo Aqi!“ ujar Lilin menarik tangan Aqi yang kelihatannya belum bersedia bergerak. Lelet sekali dah. Kagak sat set sat set. Bagaimana nanti mau mendapatkan adik nya kalau demikian. Sudah itu kalau tak di Tarik mana bakalan bergerak ini lelaki.
“Ih, gua di cakar!“
Aqi mengeluh. Tangan kuat istrinya benar-benar mencakar lengannya yang semula enggan bergerak supaya mengikuti kemana langkah nya dalam usaha mencari sang adik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 132 Episodes
Comments