Bab 11

Semua orang sudah bersiap dengan bawaannya masing-masing, Zehan terlihat murung tatkala melihat bibi Lynn pergi bersamaan dengan Zia yang katanya mau ke Taiwan menemani Gibran karena urusan bisnis sebagai seorang istri yang baik harus ikut kemanapun suaminya pergi. Zia terlihat merapikan kerah kaos polo Gibran yang terlihat miring sebelah

"Ciih," Zia menoleh menatap tajam pada Zehan.

"Iri? Bilang boss?!"

"Dih ngapain iri sama kebucinan kalian yang kaya anak Abege itu, norak tau nggak" ejek Zehan menyembunyikan perasaannya yang sudah ketahuan.

"Halah.."

"Jangan ngadu kalo nanti si Gibran selingkuh"

"Maaf Tuan Zehan, aku tidak berani. Bisa menikahi nona Zia adalah anugrah dari Tuhan, lagipula aku tidak mau mati konyol di tangan Tuan Zehan kalau aku sampai berselingkuh dari Nona Zia" ucap Gibran cengir kuda dengan canggung seraya menyugar rambutnya.

"Tuh kakak denger kan, suami ku ini emang paling baik sedunia ulu ulu ulu.." ucap Zia sembari menguyel pipi suaminya yang membuat Zehan terperangah dibuatnya lalu memijat pelipis dahinya. Seorang Gibran yang ia kenal dingin dan cuek seperti dirinya namun dihadapan istrinya bisa bertingkah konyol dan sangat manut pada Zia seperti seekor anak kucing.

"Mama pulang dulu ya sayang, kasian papa kamu kalo maa tidak pulang, lagi pula sekarang ada Hasya. Mama percaya ia bisa merawat dan menjaga kamu selama Zia dan Gibran ke Taiwan,"

"Aku heran sama kalian semua kenapa bisa sebegitunya percaya dengan perempuan asing ini" Zehan melirik Hasya sekilas yang berdiri di sampingnya.

"Kenapa? Contoh kecilnya, ia bisa membantu kakak berpakaian serapi ini" ucap Zia sembari menjulurkan kedua tangannya ke arah Zehan seolah mempersembahkan sesuatu. Zehan berkerut kening, kemudian melihat keadaan dirinya yang ternyata sudah berganti pakaian lengkap dengan aksesoris jam tangan dipergelangan tangannya kemudian menoleh pada Hasya yang berusaha menghindari tatapannya.

"Sudah ya kak, kami pergi dulu" pamit Zia mencim tangan kakaknya, di ikuti bibi Lynn yang mencium pipi kanan Zehan, lalu Gibran yang membungkuk hormat padanya, setelah melambai tangan mobilpun melaju meninggalkan area perumahaan. Hasya baru menyadari jika dirinya kini berada di salah satu kawasan hunian elit orang-orang Hongkong, The Peak. Hasya menghela nafasnya dalam-dalam artinya jika ia pulang libur ia harus berjalan cukup jauh dari MTR, karena masuk ke kawasan itu tentu saja jarang diperbolehkan kendaraan umum bisa masuk ke sana.

Zehan nampak terdiam, perlahan kursi rodanya mulai melaju laju sangat pelan. Hasya mengambilkan id cardnya dan meminta id card milik Zehan untuk diberikan lalu di catat oleh petugas di gerbang agar nanti mereka tidak kesulitan saat masuk kembali ke kawasan elit tersebut. Zehan nampak murung dan menghela nafas seolah rongga dad*nya terhimpit beban berat. Mereka menyusuri jalan pejalan kaki yang tidak jauh dari sana, suasana asri karena pohon-pohon rindang tumbuh di sisi kanan kirinya. Hening, mereka terlalu disibukan oleh pemikiran masing-masing.

Sekitar 1 jam mereka terjebak dalam keheningan, Hasya kemudian menarik tuas rem yang menahan kursi roda Zehan lantas berjalan kembali pulang karena sudah waktunya makan siang dan Zehan harus meminum obatnya.

Di dalam kamar setelah selesai makan siang, Zehan memperhatikan wajah Hasya yang ternyata cukup cantik untuk ukuran seorang pembantu. Hasya yang sedang merapikan barang-barangnya ke dalam lemari baju yang baru tiba tepat jam 10 sesuai yang dikatakan oleh Zia padanya, dan ternyata Zia juga membelikannya sebuah meja rias agar Hasya bisa meletakan pernak perniknya di sana.

Hasya yang sebenarnya merasa canggung bahkan meresa risih tidak nyaman namun ia tetap berusaha tidak memperdulikan Zehan yang terus melihatnya dari sudut tempat tidurnya.

"Berapa Zia membayarmu?" Zehan tiba-tiba bersuara memecah kesunyian.

"7000$HK " jawab Hasya singkat, menoleh sebentar pada Zehan.

"Pantas saja kamu mau bekerja di sini"

"Kenapa memang toh saya tidak menjual diri, saya hanya menjual jasa untuk merawat Tuan."kalimat Zehan tercekat ditenggorokan saat meminta izinnya untuk mengangkat ponselnya yang berdering. Zehan yang bersedekap sambil bersandar pada headboardnya hanya mengangguk saja mengizinkan Hasya untuk nerima telpon.

"Ya Hallo"

"...."

"Hmm lagi beres-beres aja" ucap Hasya seraya memasang bluetooth agar ia tetap bisa sambil membereskan barang-barangnya.

"Kapan?"

"......"

"Hmm bisa sih tapi aku dateng ngga sendiri ya, di rumah ngga ada orang, jadi harus bawa kakak si boss juga"

"......"

"Ketemu di the peak and Avenue aja"

"...."

"Ok, see you " Hasya mengakhiri sambungan telponenya. Kemudian ia meletakan kembali aerphonenya kembali ke tempatnya. Kemudian dia bergegas keluar beberapa saat kemudian ia datang kembali dengan membawa vacum dan ember berisi pelan yang sudah diberi baycle*n dan pewangi lantai. Kemudian ia menggeser sedikit meja riasnya hingga kw tempat ia inginkan. Zehan melihatnya dengan terheran karena Hasya mendorong meja itu enteng saja. juga dengan tempat tidurnya. Setelah selesai dengan kegiatan tukangnya dia kini memvacum seluruh ruangan kemudian mengepelnya. Tercium wangi aroma terapi apel menyeruak memenuhi kamar tersebut.

Zehan menggelengkan kepalanya seraya mengulas senyum, dia kini faham kenapa perempuan itu dipaksakan oleh Zia untuk merawatnya. Sepertinya Zia memiliki feeling jika Zehan untuk saat ini ia tidak akan bisa melawan Hasya yang terlihat memiliki tenaga cukup kuat terbukti dengan gadis itu mampu menggeser-geser furniture yang pasti lumayan berat demi mendapatkan kenyamanan yang gadis itu inginkan, tentu sebelumnya Hasya sudah izin dulu pada Zehan meski pria itu menanggapinya dengan dingin.

Dekorasi kamar itu berubah total, Zehan mengerti dengan sofa yang Hasya sengaja letakan di tengah-tengah ruangan yang di maksudkan untuk membatasi wilayah mereka. Hasya sengaja meletaka tempat tidurnya di dekat pintu keluar di sampingnya kanannya nakas kecil dan di samping kirinya meja riasnya, sedang lemari ia letakan menutupi lekukan kosong dekat dekat jendela. Dan ternyata sedikit perubahan itu tata letak itu, seolah mereka berada di dunia yang berbeda. Di bagian Hasya terkesan hangat minimalis, sedang di bagian Zehan dingin dan suram seperti penghuninya. Beruntung toilet dan kamar mandi lain berada tidak jauh dari kamar itu, jadinya Hasya tidak terlalu repot untuk urusan pertoiletan.

Hasya keluar dari kamar karena merasa bosan saat Zehan sedang terlelap setelah Zehan meminum obatnya. Ia menuju dapur tempat asisten rumah tangga lainnya berkumpul. Hasya mendekati seorang wanita mungkin beberapa tahun lebih tua usianya darinya.

"Bi sibuk ya"

"Ayam jatoh ketiban tangga, Ya allah kamu bikin kaget aja ih!!" latah wanita itu.

"Duh maaf Bi,, kirain bibi ngga lagi konsen" Hasya cengir sembari menyatukan telapak tangannya karena merasa tidak enak karena sudah membuat kaget wanita itu.

Kemudian setalah itu mereka saling mengenalkan diri. Namanya bi Ani berusia hampir 50an, beliau istri dari Pak Edy supir di rumah itu. Bi Ani menjelaskan mereka sudah bekerja di Keluarga Zehan selama 13 tahun. Mbak Ani kemudian menceritakan semua yang ia tahu mengenai Zehan, karena sebagai seseorang yang akan merawat Zehan hingga beberapa waktu, Hasya memerlukan banyak informasi agar ia bisa meminimalisir kesalahan atau hal-hal yang mungkin tidak terduga.

Menurut penuturan Mbak Ani, sebetulnya Zehan sosok yang penyayang terhadap keluarganya namun memang sedikit pendiam, kaku, dan seolah acuh. Dari situ Hasya bisa menyimpulkan bahwa Zehan memiliki pembawaan selayaknya CEO dalam drama, komik, novelto*n atau wattp*d yang sering ia baca. "Ternyata karakter mereka itu memang seperti tercipta dalam satu cetakan" gumam Hasya.

Ketika tengah asyik bergibah mereka dikejutkan dengan suara hantaman keras benda pecah belah dari kamar Zehan. Hasya segera bergegas menuju ruangan itu, dan betapa terkejutnya Hasya saat melihat Zehan akan menyayat nadinya dengan pecahan beling yang sudah ia tempelkan di pergelangan tangannya.

*****

*****

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132 > POV Part 1
133 Bab 133 > POV Part 2
134 Bab 134 > POV Part 3
135 Bab 135 > POV part 4 SELAMAT TAHUN BARU
Episodes

Updated 135 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132 > POV Part 1
133
Bab 133 > POV Part 2
134
Bab 134 > POV Part 3
135
Bab 135 > POV part 4 SELAMAT TAHUN BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!