Xiu Bai seketika tersadar dari lamunannya. “Baiklah, tujuan kita adalah Kota Jiandan,” ucap Xiu Bai mengangguk.
“Tapi sebelum itu, tinggalkan jejakmu Li Zhang, aku ingin membuat pihak klan Wei bingung, panik, dan melakukan sedikit keributan di tempat mereka.” Ucap Xiu Bai melirik Li Zhang.
Li Zhang mengangguk patuh, walau tak terlalu paham, ia tetap melaksanakan perintah Xiu Bai.
Sementara Du Jian hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal lantaran mencoba menebak apa yang Xiu Bai maksud.
Berbeda dengan Meng Chen yang langsung mengangguk di sertai senyum tipis.
Tak lama, kelompok Xiu Bai pun pergi ke kota Jiandan.
Entah mengapa saat ini Xiu Bai sangat ingin ke kota tersebut, ia merasa ada sesuatu yang mendorongnya untuk kesana setelah mendapat beberapa informasi dari ingatan Tetua Wei Yuan Hu.
Bukan karena masalah klan Li yang akan di hancurkan ataupun masalah klan Wei yang merencakan sesuatu. Tapi sesuatu yang ada di ingatannya saat ini.
...
“Ah kota itu ya, kebetulan kota itu di kuasai oleh Klan ku kakak, aku sangat tahu tentang kota itu, apapun yang kakak cari semuanya akan aku beritahu,” ucap Li Hin'er terlihat manja.
“Hemm..!! Ayo kita berangkat,” ajak Xiu Bai sambil mengusap rambut Li Hin'er yang membuat Li Hin'er mendengkur nyaman.
***
Kota SianYu, Kota kecil yang di kuasai oleh Klan Wei.
Cabang Klan Wei.
Saat ini terlihat beberapa pria tua, muda, dan dua wanita duduk sedang mendiskusikan sesuatu.
“Tetua Wei Kong, bagaimana situasi Kota San? Apakah kau sudah menguasainya?” Tanya Patriak Wei klan Cabang.
“Sudah 90% Patriak, saya hanya perlu memberantas mereka yang ingin memberontak saja, mereka itu adalah penguasa kota yang lama bersama para pengikutnya. Kekuatan mereka tidak perlu di anggap,” ucap tetua Wei Kong dengan hormat.
“Hemm..!! Aku tidak mau tahu, berantas mereka dalam waktu 2 hari lagi, ada perintah dari Klan Pusat, jika beberapa anggota Klan Utama akan melewati kota itu untuk menginvasi semua kota-kota kecil yang di kuasi oleh Klan Li, dan tujuan ahir mereka adalah Kota Jiandan.” Ucap Patriak Wei Klan Cabang.
“Ini juga kesempatan kita untuk menarik perhatian mereka, karena menurut informasi, mereka semua adalah Tuan muda klan utama. Jika bisa menarik perhatian mereka, maka kita bisa selangkah masuk klan Pusat,” sambung Patriak Wei Klan Cabang.
Mata semua penetua seketika bersinar saat mendengar itu, karena ini juga tujuan mereka sehingga sebisa mungkin menarik perhatian Klan Pusat atau klan Utama.
Tak lama, para penetua pun langsung melaporkan semua hasil kerja mereka satu persatu.
Tap tap..!!
Saat mereka melaporkan hasil kerja mereka, terdengar suara langkah kaki memasuki pintu aula. Pandangan Patriak klan Cabang Wei dan para tetua pun teralih ke pintu utama aula.
Terlihat sosok pria muda masuk dengan langkah tergesa-gesa.
Bruk..!!
“Izin melapor Patriak,” teriak pria muda yang tak lain mata-mata milik klan cabang Wei.
“Hemm..!! Laporkan apa yang kau dapat? Terlihat dari raut wajahmu, ini pasti berita buruk,” ucap Patriak klan cabang terdengar tidak enak di dengar.
“I..Itu, tetua Wei Yuan Hu mati mengenaskan Patriak,” ucap mata-mata klan Wei cabang terdengar ketakutan.
Bom..!!
“Sudah ku duga, siapa yang melakukannya? Apakah klan Li?” Tanya Patriak Wei Cabang dengan nada dingin.
“Be..Benar Patriak, saat saya mengecek mayat Tetua Wei-” mata-mata cabang Wei terdiam saat merasakan tekanan dari patriak cabang.
“Sialan, mereka semakin berani melawan kita dalam hal pertarungan, siapa? Siapa yang membunuhnya, apakah salah satu Patriak cabang Li?” Tanya Patriak Cabang Wei menatap tajam ke arah mata-mata cabang Wei.
Melihat mata-matanya terdiam, ia pun langsung menarik auranya saat tersadar mata-matanya tidak bisa bicara akibat tekanannya.
“Katakan.” Ucap patriak cabang Wei dengan dingin.
“Di..Dia kuat, aku tidak tahu siapa orangnya, karena kekuatan yang di tinggalkan dengan sengaja. Karena tidak bisa menebaknya, saya membawa mayatnya dan saat ini berada di luar,” ucap mata-mata klan cabang Wei.
“Bawa dia kesini, aku penasaran siapa yang membunuhnya,” ucap salah satu tetua cabang wei.
Tap tap..!!
Dengan cepat ia keluar lalu kembali mayat tetua Wei.
Patriak Wei yang melihat mayat Wei Yuan Hu langsung mendekat, dengan cepat ia memegangi luka mayat tetua Wei Yuan Hu. Saat merasakan aura dari luka tersebut, tubuh Patriak klan Cabang Wei seketika membeku.
Bruk..!!
Tanpa sadar ia mundur dengan tubuh berkeringat dingin. “Ti..Tidak mungkin,” ucap patriak klan cabang Wei bergetar.
Tap tap..!!
“Apa yang terjadi patriak? Siapa yang membunuhnya?” Tanya salah satu tetua penasaran.
“Apakah itu orang yang anda kenal?” Tanya tetua yang satunya lagi.
“Li..Lihat sendiri, aku yakin kalian semua mengenal sisa aura tersebut,” ucap patriak klan Wei cabang masih sedikit bergetar ketakutan.
Karena penasaran, mereka semua pun melihatnya satu persatu.
Tak lama, mereka semua ketakutan dan tidak percaya.
“Ti..Tidak mungkin Leluhur Li Zhang mau turun tangan untuk masalah kecil seperti ini, aku tahu betul bagaimana sifatnya.” Ucap salah satu tetua tak percaya.
“Ini berita besar, kita harus mengabari klan pusat, bila perlu klan Utama, jika terlambat, aku takut akan ada ancaman besar lainnya, dan jika kita terlambat memberi informasi setelah ada kejadian besar, kita semua yang akan mati di sini,” ucap tetua yang bertugas sebagai penasehat sekaligus strategi.
“Benar, biar aku sendiri yang akan langsung ke klan Utama yang ada di Kota besar,” ucap Patriak terlihat memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menaiki jabatannya.
“Jangan, jika anda pergi, maka tidak akan ada yang menjaga Klan, karena anggota klan butuh pemimpin, dan anda juga yang terkuat. Biarkan saya yang akan pergi, terlebih lagi dalam dua hari, para Tuan muda klan Utama akan datang ke wilayah klan Li, akan berbahaya jika terlambat.” Bantah salah satu tetua.
Tak lama, sedikit keributan pun terjadi karena perdebatan siapa yang akan pergi.
“Cukup, jika terus seperti ini, maka kita akan terlambat, biarkan patriak dan aku saja yang pergi, jangan ada yang membantah, karena ini demi keselamatan kita,” ucap penasehat klan cabang Wei dengan nada serius dan tegas. Namun dalam hati ia tersenyum licik.
Semua tetua pun diam dan hanya mengangguk pasrah.
***
Pada hari yang sama, malam harinya.
Kota Jiandan.
Tap tap.
Xiu Bai dan kelompoknya pun sampai di gerbang Kota Jiandan.
“Ayo kakak, akan ku bawa ke penginapan milik klan Li, walau saat ini Kota Jiandan sedikit sepi karena masalah konflik dengan klan Wei, tapi kota ini tetap ramai, itu terjadi lantaran adanya tambang kristal perak, material yang khusus untuk membuat senjata tingkat rendah.” Ucap Li Hin'er dengan nada semangat.
Xiu Bai pun mengangguk.
Sementara Li Zhang, Du Jian dan Meng Chen yang merasa di abaikan hanya bisa menggelengkan kepala mereka.
“Berhenti, tunjukkan token kalian,” teriak penjaga gerbang Kota Jiandan dengan nada tegas.
“Eeh, aku baru tahu jika sekarang Kota ini ada penjaga.” Ucap Li Hin'er bingung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 449 Episodes
Comments
Karya Sujana
booooom
2023-01-29
0
Mr. Smile
tap tap
2023-01-17
0
Bank Йаім
crot crot suuu
2023-01-17
0