Bersamaan dengan itu, muncul sebuah cahaya berasal dari Langit yang mereka yakini berkah untuk klan mereka.
“Selamat datang Pemimpin kami yang baru, semoga engkau di berkahi umur panjang sehingga bisa menjaga kami semua,” ucap Xiu Lou dan seluruh anggota klan Asura serempak.
Ini sering mereka lakukan dan menjadi tradisi mereka, bahkan saat Xiu Lou di lahirkan pun mereka mengatakan hal yang sama saat setelah cahaya yang mereka yakini berkah memasuki tubuh pemimpin klan.
Oek Oek..!!
Tap tap..!!
Tak lama setelah mereka semua mengucapkan tradisi mereka, terdengar tangisan bayi dan suara langkah kaki dari dalam rumah Xiu Lou menuju keluar.
Cklek..!!
Sosok wanita tua dengan satu tanduk keluar. “Sambutlah Calon pemimpin baru kita di masa depan, Semoga Ras Asura di berkahi selamanya,” teriak sosok wanita tua yang biasa di panggil penetua agung.
“Panjang umur penguasa baru.” Teriak Xiu Lou bangkit.
“Panjang umur Penguasa baru,”
“Panjang umur Penguasa baru,” suara teriakan seketika di sambut oleh anggota klan Asura.
Xiu Lou yang bangkit langsung menuju ke arah putranya.
Saat melihat jika calon penguasa baru mereka adalah laki-laki, ia merasa bahagia, namun di satu sisi merasa aneh.
“Kenapa? Kenapa putraku tidak memiliki tanduk?” Tanya Pemimpin Xiu Lou heran sambil mengarahkan wajahnya ke arah penetua agung.
Penetua agung seketika memasang wajah ganas.
Wuss..!!
Pletak..!!
Sebuah tongkat yang terbuat dari energi langsung melesat memukul kepala pemimpin klan Asura.
“Itulah sebabnya kau tidak membaca buku dari kecil,” dengus penetua agung.
Hanya dia satu-satunya yang berani memarahi dan memukul Pemimpin klan Asura saat ini, itu karena penetua agung adalah orang yang telah membesarkan dan mendidiknya dari kecil. Walau bukan ibu kandung, Xiu Lou tentu telah menganggap penetua agung ibunya.
Semua anggota klan yang melihat mereka hanya diam sambil mengeluarkan senyum kehangatan.
Setelah memukul Pemimpin klan, pandangan penetua agung langsung mengarah ke anggota klan. Mereka pun langsung bubar melakukan aktifitas mereka untuk membuat pesta yang akan di adakan nanti malam.
“Hemm..!! Temuilah istrimu di dalam, ia mungkin butuh perhatian darimu juga, sementara untuk si kecil, biar aku yang menjaganya terlebih dahulu,” ucap penetua agung langsung berjalan sambil melihak sosok mungil yang ada di tangannya.
Tidak ada yang menyadari jika sosok mungil yang baru lahir ini mendengar semua ucapan mereka kecuali penetua agung.
“Hoho, aku yakin kau pasti mengerti apa yang aku ucapkan bukan? Tapi karena saat ini kau masih belum mampu bicara, jadi kau hanya diam saja dan jika kau ingin bicara, suaramu hanya terdengar menangis saja,” ucap penetua agung tersenyum hangat.
Sosok bayi mungil terdiam sesaat, tapi tak lama tangannya terangkat ke atas di sertai tersenyum imut.
Oek oek..!!
Terdengar suara tangisan bayi. “Siapa aku, dimana aku? Kenapa aku tidak bisa mengeluarkan suara?” Itulah yang saat ini di ucapkan oleh bayi mungil tersebut.
Bayi mungil tersebut sedikit heran saat pertama kali ia membuka matanya, pandangannya hanya berada di gendongan wanita yang memiliki dua tanduk di depannya.
Saat wanita tersebut keluar, ia terdiam melihat banyak sekali orang-orang yang memiliki tanduk. Dalam ingatannya, ia hanya mengingat wajah-wajah yang sama sekali tidak ia tahu namanya sedang tersenyum ke arahnya. Ia juga hanya mengingat dirinya yang tiba-tiba musnah.
Tap tap...!!
Saat bayi mungil masih bingung dan mencoba mengingat yang tiba-tiba muncul di pikirannya, ia tidak sadar di bawa menuju perpustakaan klan.
“Hemm..!! Di sini ternyata,” ucap penetua agung mendapat buku usang yang bertulis sejarah klan Asura.
Penetua agung pun langsung membuka buku tersebut lalu membacanya, sosok bayi mungil yang sudah tersadar dari lamunannya pun ikut membaca buku tersebut dari awal hingga ahir. Ia tidak sadar jika apa yang di lakukan oleh penetua agung di sengaja agar dirinya membacanya.
Kini sosol bayi mungil tersadar jika setiap penerus pememimpin klan Asura yang tidak memiliki tanduk di berikan banyak kelebihan, salah satunya adalah kelebihan yang ia perlihatkan ini, yaitu memiliki kecerdasan dan ingatan tentang semua pendiri klannya di masa lalu.
Itulah gambaran yang bayi mungil itu dapatkan.
Tapi ia tidak sadar jika ingatan tersebut bukanlah ingatan dari semua pendiri klannya.
Oek oek..!!
Bayi mungil tersebut langsung menangis, walau ia sangat ingin bicara dan mengeluarkan suara layaknya orang-orang yang ia dengar tadi, tapi tetap saja suaranya tetap sama seperti tangisan bayi sehingga bayi mungil tersebut terdiam dengan wajah murung.
Penetua agung yang melihat itu tertawa kecil. “Hoho,, aku tak membayangkan saat ini jika kecerdasanmu melebihi yang aku kira, lihatlah kau langsung murung saat aku tidak mengerti yang kau ucapkan,” ucap penetua agung tertawa lucu.
“Entah berapa tahun ia sudah tidak tertawa sebahagia ini.” Bisik Meng Chen yang mengintai penetua agung.
Bukannya mengintai, ia sebenarnya hanya penasaran kemana penetua agung membawa pemimpin barunya itu sehingga mengikutinya.
...
Waktu tanpa terasa berlalu dengan singkat. Kini malam hari telah tiba.
Pesta untuk penyambutan Pemimpin Baru klan Asura telah di mulai beberapa saat tadi.
“Xiu Bai, lihatlah betapa meriahnya penyambutan dirimu ini, bahkan tidak semeriah saat penyambutanku dahulu.” Ucap Xiu Lou berdiri membawa putra kecilnya yang ia beri nama Xiu Bai.
“Pemimpin apakah aku boleh menggendong pemimpin baru kita, lihatlah betapa menggemaskannya dia dengan wajah dinginnya itu,” ucap Du Jian.
Tap tap..!!
“Enak saja, aku yang harus lebih dulu menggendong Pemimpin baru kita,” teriak Meng Chen tidak terima.
“Eeh eeh,, aku yang harus lebih dahulu, karena akulah yang paling berjasa atas pembuatan pesta penyambutan pemimpin baru,” sanggah Meng She.
Bukan hanya ketiganya yang memperebutkan Xiu Bai, semua anggota klan Asura kini malah berdiri mengkerumuni pemimpin Xiu Lou.
Sementara bayi mungil yang tak lain Xiu Bai hanya terus menerus kesal dalam hatinya karena dirinya saat ini di perebutkan layaknya mainan.
“Sialan,” teriak Xiu Bai.
Oek oek..!!
Xiu Bai seketika menangis dengan lantang. Orang-orang langsung mundur dengan wajah panik.
Tap tap..!!
Sosok wanita cantik dengan dua tanduk bewarna putih di kepalanya langsung menghampiri Xiu Bai.
“Tenanglah nak, jangan takut, mereka semua hanya ingin membahagiakanmu, jadi jangan marah.” Ucap Hua Qia kini tersenyum lembut setelah mengambil Xiu Bai dari pelukan ayahnya.
Entah mengapa Xiu Bai yang mendengar itu diam, bukan ucapannya yang membuat dirinya diam. Melainkan rasa kehangatan dari pelukan wanita yang tak lain ibunya ini.
Melihat Xiu Bai kembali diam, semua anggota klan Asura seketika menghela nafas lega.
Tak lama mereka kembali ribut karena saling menuduh. Hal ini sudah sering terjadi di anggota klan Asura, sehingga tidak ada yang menegur mereka termasuk penetua agung yang paling di hormati selain pemimpin klan.
***
Sementara jauh di barat hutan, saat ini dua sosok melesat dengan kecepatan penuh mereka.
“Apa kau yakin jika melihat sebuah cahaya tadi kakek?” Tanya sosok wanita berumur 20 tahun.
“Hemm..!! Kakek yakin itu, walau sangat jauh, kakek bisa melihat cahaya tersebut muncul dari langit secara sekilas.” Pria paruh baya mengangguk ringan dan terdiam sesaat.
“Mungkin tempat itulah yang kita cari-cari selama ini, Klan kuno terkuat di Alam seluruh Alam Selestial ini.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 449 Episodes
Comments
Defrin
tancap gas thor
2024-01-26
0
Darwito
lanjut
2023-07-17
0
kurang seru ,masa bentar bentar ada kata tap tap tap
2023-06-02
0