Wajah Xiu Bai langsung tersenyum lebar dengan tombak menjulur ke arah depan.
“Harimau ompong sialan, kemarilah dan hadapi aku, jika tidak, maka aku akan mencincang tubuhmu lalu ku bagikan ke tikus-tikus tanah,” teriak Xiu Bai menyeringai tipis.
Provokasi Xiu Bai seketika sukses. Kini Harimau yang terlihat tidak memiliki taring langsung menggeram.
Gerr..!!
Goar..!!
Harimau tersebut pun langsung melesat ke arah Xiu Bai.
Tidak mau kalah, Xiu Bai pun melakukan hal yang sama.
Dret..!!
Saat jarak Xiu Bai sudah mencapai 10 meter dengan Harimau tersebut, dengan cepat Xiu Bai menembakkan benang energinya ke arah pohon yang ada di sebelah kanannya.
Wuss..!!
Dengan cepat Xiu Bai berbelok, tidak berhenti sampai di sana, Xiu Bai kembali menembakkan benang energi ke tiga arah berbeda.
Wuss wuss..!!
Xiu Bai kembali berpindah tempat dengan cepat hingga membelakangi Harimau yang menjadi buruannya.
“Mati,” teriak Xiu Bai mengayunkan tombaknya.
Blush..!!
Pancaran energi muncul dari bilah tombak Xiu Bai saat ia mengalirkan energinya dalam jumlah yang cukup besar.
Sementara Harimau tersebut bukanlah Harimau lemah yang bisa di serang begitu saja.
Dengan cepat Harimau tersebut membalik badannya lalu mengayunkan cakarnya.
Wuss..!!
Trank..!!
Bom bom..!!
Ledakan besar seketika terdengar hingga menghempaskan area sekitar.
Saat udara yang telah di selimuti oleh debu masih menyebar, Xiu Bai muncul tepat dari atas Buruannya.
Dret..!!
Sebuah percikan api muncul dari bilah tombak Xiu Bai.
Wuss..!!
Dalam diam kini Xiu Bai mengayunkan tombaknya kembali. Xiu Bai sadar jika ia mengeluarkan suara, maka buruannya pasti akan menyadari keberadaannya sehingga mencoba sebisa mungkin tidak mengeluarkan suara, bahkan saat mengayunkan tombaknya.
Crash..!!
Goar..!!
Buruannya seketika meraung saat punggung tertebas.
Tidak ingin berbangga diri karena bisa menyerang Binatang Buas Tingkat 7, Xiu Bai kembali berpindah tempat saat kepala buruannya mengarah ke atas ke tempat dimana ia tadi berada.
Wuss..!!
Crash..!!
Goar..!!
Kembali buruannya meraung saat merasakan kakinya tersayat hingga mengeluarkan darah.
Crash..!!
Crash..!!
Dengan ganas Xiu Bai juga menyerang dari segala arah.
Walau begitu, Xiu Bai sadar jika ia tidak memberikan luka fatal kepada buruannya saat ini.
Huh huh..!!
“Seperti yang aku duga, dia sangat kuat,” gumam Xiu Bai kini sudah berada di dalam gua untuk bersembunyi dari amukan buruannya.
...
Tidak jauh dari tempat Xiu Bai berada, dua sosok yang tengah mengawasinya kini tertawa terbahak-bahak.
“Kau lihat itu, itulah Tuan mudaku, tanpa memberikan buruannya menyadari keberadaannya dan tanpa memberikan kesempatan buruannya untuk menyerang balik,” ucap Du Jian bangga.
“Tentu saja aku melihatnya bodoh, apa kau kira aku tidak punya mata hah,” dengus Meng Chen melototi Du Jian.
“Tapi sayang, Tuan muda saat ini tidak mempunyai teknik serangan, jika saja ia punya, aku yakin setiap serangannya tadi bisa membuat buruannya itu terluka parah,” sambung Meng Chen.
“Heeh,, kau tenang saja, aku yakin jika Tuan muda akan menyadari buku pemberian pemimpin klan, jika ia telah mempelajarinya, aku yakin setidaknya dalam tiga atau empat kali serangan, buruannya yang seperti tadi akan langsung mati.” Balas Du Jian dengan nada yakin di sertai bangga.
“Salah, setidaknya jika kekuatannya yang sekarang maka 6 kali serangan,” bantah Meng Chen.
“Heeh,, apa kau ingin taruhan hah,” dengus Du Jian.
“Ayo jika kau berani, kau tahu aku tidak akan pernah kalah taruhan darimu,” ejek Meng Chen.
Tak lama keduanya pun berdebat tentang apa yang akan mereka pertaruhkan.
Saat mereka sibuk berdebat, tiba-tiba wajah Du Jian dan Meng Chen berubah serius.
“Ada manusia menuju kesini,” ucap Meng Chen dengan nada mengerikan, entah apa salah Ras Manusia hingga Meng Chen sangat membencinya.
“Hem..!! Ayo kita lihat apa yang dia cari kesini, jika mereka kesini untuk mencari kita, maka akan langsung ku makan hidup-hidup tubuhnya,” ucap Du Jian tak kalah menyeramkan.
“Tunggu, jika kita pergi, maka tidak ada yang menjaga Tuan muda,” potong Meng Chen.
“Jika begitu, aku akan pergi sendiri,” ucap Du Jian.
“Enak saja, tidak bisa, kau yang jaga, aku yang pergi,” dengus Meng Chen.
Tak lama, keduanya kembali berdebat yang tak tahu kapan selesainya.
***
Di dalam gua.
“Hemm..!! Ayah pernah bilang jika aku membutuhkannya jika ingin berburu,” gumam Xiu Bai kini melihat-lihat buku yang ia pegang.
Setelah membolak baliknya selama beberapa saat, Xiu Bai pun membukanya.
“Eeh,, kenapa tidak bisa terbuka,” gumam Xiu Bai memasang wajah jelek. “Apa ayah ingin mempermainkanku?” Gumam Xiu Bai.
“Tidak-tidak, ayah tidak pernah berbohong kepadaku, biar aku coba membukanya menggunakan energi saja,” sambung Xiu Bai.
Blush..!!
Saat Xiu Bai mengalirkan energinya ke buku tersebut, buku tersebut langsung terbuka.
“Teknik Asura,” gumam Xiu Bai membaca lembaran pertama.
“Langkah pertama Gerakan Kematian.”
Itulah yang Xiu Bai baca dari Teknik Asura, cukup lama Xiu Bai membaca gerakan Langkah pertama, ia kini tersenyum tipis.
“Mungkin teknik ini sudah lengkap, tapi tidak bagus jika tidak di modipikasi,” gumam Xiu Bai tersenyum lebar.
Saat ia membaca Langkah Pertama Gerakan Kematian yang hanya bertumpu pada kecepatan kaki dan tubuh agar mudah membunuh, Xiu Bai merasa ini memang sangat sempurna, tapi ia merasa ada yang kurang.
”Baiklah, kita coba gabungkan dengan menggunakan tombak ini, tapi aku perlu menyelaraskannya terlebih dahulu.” Gumam Xiu Bai bangkit.
Xiu Bai pun memejamkan matanya selama beberapa detik, tak lama ia langsung menggunakan teknik Pertama Asura, Gerakan Kematian.
Wuss..!!
Bam..!!
”Masih belum,” gumam Xiu Bai merasa tidak menyatu dengan senjatanya.
Wuss..!!
Kembali Xiu Bai melesat dan mencoba fokus pada kecepatan kakinya terlebih dahulu.
Duar..!!
Saat akan mencapai target, Xiu Bai menggunakan teknik yang sama saat mengayunkan tombaknya.
“Masih belum,” gumam Xiu Bai, ia ingin saat menggunakan teknik Asura Gerakan Kematian hanya sekali, tidak dua kali seperti tadi. Namun untuk bisa selaras dan menyatukan kaki dengan tombaknya, membuat Xiu Bai cukup bingung.
“Hah,, aku pikirkan nanti saja, waktunya makan malam terlebih dahulu, setelah itu tidur, lalu mencoba teknik ini pada pagi harinya,” gumam Xiu Bai tidak ingin terbebani oleh hal seperti ini, karena ia yakin jika terlalu memaksa, itu membuatnya gila nantinya.
...
Dret..!!
Wuss wuss..!!
“I..Ini, aku akhirnya merasakan ada aura Binatang Buas yang mengamuk seperti Raja Beruang Merah,” gumam Li Zhang dengan wajah secerah harapan.
“Aku harus ke tempat itu, aku yakin jika Binatang Buas dalam kondisi mengamuk, maka kecerdasan mereka akan hilang, yang ada hanya naluri membunuh saja,” sambung Li Zhang mengarahkan pandangannya ke arah Harimau yang pernah Xiu Bai lawan.
Karena saat ini Harimau yang Xiu Bai lawan sedang mengamuk mencari Xiu Bai kesana kemari.
Wuss wuss.!!
Dengan kecepatan penuh seperti biasa, Li Zhang melesat ke arah Harimau tersebut berada.
Li Zhang tidak menyadari jika saat ini ia sudah di tunggu oleh dua mahkluk yang jauh lebih mengerikan dari Binatang Buas manapun yang ada di Hutan Tanpa Batas ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 449 Episodes
Comments
Defrin
apakah Li Zhang akan selamat dan tertolong ataukah akan semakin parah kondisinya
2024-01-26
0
Fawwaz A. Ghaisani Padurusi
apaan sangat sempurna tapi ada yg kurang?
2024-01-06
0
Tante Cailin
hufffft baru dibuka bukunya langsung dimodifikasi dong🥴,
2023-10-09
0