“Eeh, apa-apaan ini,” gumam Xiu Bai mencoba untuk tidak tertarik, tapi apapun usahanya, jiwanya tetap di tarik dengan paksa.
Blush..!!
“Nak... Nak... Sadarlah,” teriak Xiu Lou menggunakan teknik tertentu menarik jiwa Xiu Bai dengan paksa.
Urgh..!!
Secara perlahan, Xiu Bai kini membuka matanya. “Ada apa ini? Kenapa ramai sekali di sini?” Tanya Xiu Bai dengan suara kecil.
“Wuaaa..!! Akhirnya kau telah sadar nak,” teriak Penetua agung Xiu Mu Lian memeluk Xiu Bai.
Wajah Xiu Bai semakin bingung saat melihat semua orang satu persatu kini dengan mata berkaca-kaca.
“Hei,, hei,, ada apa ini? Bai'er butuh penjelasan, mengapa sangat ramai,” tanya Xiu Bai penasaran.
“Hais, apa kau tidak tahu, kau telah tidak tersadar selama dua bulan penuh, sudah berbagai cara ibumu dan nenekmu mencoba menyadarkanmu, tapi kau tetap tidak sadar.” Ucap Xiu Lou menghela nafas.
“Dan setelah mencoba melihat kondisimu secara teliti, ternyata jiwamu berbagi kesadaran dengan dunia jiwamu. Ayah berpikir kau belum tahu cara kembali, jadi ayah menarik paksa dirimu,” sambung Xiu Lou.
“Benar, lain kali jangan terlalu ceroboh nak, ibumu bahkan sampai-” Penetua agung Xiu Mu Lian terhenti saat sadar jika ia sedikit kelewatan saat ini.
“Ibu? Ibu kenapa nek?” Tanya Xiu Bai mengerutkan keningnya.
Namun pertanyaan Xiu Bai tidak di jawab oleh semua orang yang ada di sekitarnya.
Wajah Xiu Bai seketika berubah menjadi dingin.
Melihat perubahan Xiu Bai. Xiu Lou dan Xiu Mu Lian pun saling memandang bersama para anggota klan Asura.
Tak lama setelah itu, mereka semua pun pergi sampai menyisakan Xiu Lou dan Xiu Mu Lian.
“Nak, jangan bersedih, ini bukan salahmu,” ucap Xiu Mu Lian langsung memeluk Xiu Bai.
Deg deg..!!
“I..Ibu? Ibu kenapa nek? Jangan setengah-setengah memberitahuku?” Ucap Xiu Bai terbata-bata dengan nada suara serak.
“Ibumu telah meninggalkan kita semua,” ucap Xiu Lou dengan wajah bersalah.
Blush..!!
Aura dari Xiu Bai seketika melonjak. “Ti..Tidak, ini tidak mungkin, ibu tidak mungkin secepat itu mati, ibu sangat kuat. Ba..Bagaimana-”
Pletak..!!
“Dasar anak nakal, siapa juga yang memberitahu ibumu mati, apa kau ingin menyumpah ibumu cepat-cepat mati hah,” dengus Xiu Lou memotong ucapan Xiu Bai.
“Ibumu tidak mati nak, ia pergi meninggalkan kita menuju klannya. Tapi percayalah jika ibumu tidak tahu akan kondisimu ini, karena ibumu pergi setelah kau terlelap tidur dua bulan yang lalu.” Ucap Xiu Lou menghela nafas panjang.
Eeh..!!
Xiu Bai terlihat terkejut sekaligus merasa tenang, ia mengira jika ibunya telah mati.
Tap tap..!!
“Kalian berdua bicaralah terlebih dahulu, nenek tidak ingin menganggu.” Xiu Mu Lian langsung pergi dengan senyum hangat di arahkan kepada Xiu Bai.
10 menit setelah kepergian Xiu Mu Lian, kini hanya Xiu Lou dan Xiu Bai saja yang tersisa di kamar milik Xiu Bai.
Tidak ada yang mengeluarkan suara selama 10 menit tersebut hingga Xiu Lou membuka suara terlebih dahulu.
“Ayo ikuti aku nak, aku tahu kau pasti memiliki banyak pertanyaan tentang ibumu bukan,” ucap Xiu Lou mengusap rambut putranya.
Xiu Bai hanya diam saja sambil mengangguk ringan.
Sebenarnya ia bukan memikirkan tentang ibunya, saat mendengar jika ibunya baik-baik saja, ia sudah merasa baikan. Ia hanya memikirkan tentang dunia jiwanya dan Bangunan megah yang ada di sana.
Bukan hanya itu yang Xiu Bai pikirkan, ia juga berpikir ingatan-ingatan yang selalu mendatangi kepalanya, karena menurutnya, ingatan tersebut sangat berbeda dengan apa yang keluarganya beritahu.
Tapi sampai saat ini ia masih menutupinya.
Tap tap..!!
Setelah terbang keluar dari klan, kini Xiu Lou membawa Xiu Bai ke air terjun tertinggi yang ada di Hutan Tanpa batas.
Bruk..!!
Xiu Lou langsung duduk dengan santai tepat di atas tepi jurang yang di bawahnya ada air tersebut.
“Kau tahu nak, aku dulu bertemu ibumu di sini, ia sebenarnya bukan berasal dari Klan Asura kita, tapi berasal dari Klan Asura yang berada di dunia luar. Namun bukan di dimensi ini.” Ucap Xiu Lou.
“Aku tak tahu mengapa ibumu secara tiba-tiba ingin kembali, tapi yang pasti, terjadi sesuatu di klannya sehingga kembali dengan cepat-cepat.”
“Saat aku meminta untuk ikut, ia langsung melarangnya, jejak ketakutan terlihat di wajah ibumu saat kami semua meminta untuk ikut. Dan jejak ketakutan itu bukan mengkhawatirkan kami, ia terlihat takut kami menghancurkan semua yang ada di sana jika mengikutinya,” sambung Xiu Lou dengan wajah cemberut.
Xiu Bai yang sudah duduk di sisi ayahnya pun langsung memandang ke arah bawah.
“Kau tahu ayah, di usiaku yang sudah berumur 8 bulan ini dengan kekuatan alami tanpa berlatih apapun, apa kau tidak sadar jika klan kita ini adalah klan Monster.” Ucap Xiu Bai.
“Hilangkan diriku, lihat saja ayah, paman, nenek dan yang lainnya, kalian semua sangat kuat, dan menurut yang ibu pernah ceritakan saat aku berusia 3 hari, dimana aku masih dalam gendongannya, ia bercerita tentang tingkat kekuatan kalian, yang mana jika salah satu dari kalian keluar dari sini, maka kalian bisa menghancurkan satu klan dengan mudah.”
Tidak berhenti sampai di sana saja, Xiu Bai juga menceritakan semua yang ibunya sering ceritakan sebelum ia tidur saat baru terlahir.
Termasuk tentang tingkat kultivasi, karena sedikit keterbelakangan dan tidak pernah bersosialisasi dalam waktu yang lama. Klan Xiu Bai melupakan tentang tingkat kultivasi dan sampai batasan mana saja itu.
Tanpa terasa 3 jam kedua ayah dan anak tersebut terus berbagi cerita.
“Baiklah ayo kita kembali, besok pagi kita putuskan, apakah mereka semua setuju kau di izinkan keluar untuk mengembara saat usia penyambutan kedewasaanmu di berikan 16 bulan lagi,” ucap Xiu Lou bangkit.
Xiu Bai pun mengangguk dengan sedikit berseri-seri.
Bagi klan Asura, usia dewasa di tempat mereka adalah saat berusia 2 tahun.
Tapi selama Xiu Bai di klan, ia belum pernah melihat anak-anak yang seusia dengannya atau yang sudah dewasa. Karena rata-rata dari mereka sudah mencapai umur lebih dari ribuan tahun.
Xiu Bai tidak tahu jika semua anggota klan Asura yang telah dewasa telah di bawa pergi untuk mencari pengalaman di tempat pelatihan klan Asura.
Xiu Bai tidak bertanya tentang mereka, karena ia tidak pernah melihat mereka dari ia lahir, jadi itu wajar.
***
Keesokan harinya.
“Tidak, aku tidak setuju, lebih baik jika Tuan muda mencari pengalaman di tempat latihan klan kita saja,” tolak Meng Chen mentah-mentah.
“Benar, dunia luar itu berbahaya bagi Tuan muda yang masih muda, aku takut jika ia nanti termakan omongan mereka semua,” teriak Du Jian.
Satu persatu menolak kepergian Xiu Bai saat ia dewasa nanti. Hingga Xiu Mu Lian pun angkat bicara.
“Begini saja, kalian sadar bukan jika perkembangan Bai'er jauh lebih cepat dari semua anak-anak yang lain, bahkan melebihi kita semua dan pendahulu kita.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 449 Episodes
Comments
glanter
lanjut 6
2023-02-09
1
Karya Sujana
nahhhh
2023-01-28
1
Mr. Smile
pletak
2023-01-17
1