“Cucu ku yang ke 16, dan cucu terahirku, maafkan kakek nak, jika terjadi apa-apa denganmu, akan ku bantai semua Binatang Buas yang pernah menyakitimu termasuk Beruang sialan itu,” gumam Du Jian mulai bangkit.
Tatapan mata Du Jian sedikit gelap saat ini, dengan cepat ia menghilang dari tempatnya.
Dret..!!
Tap tap..!!
Xiu Bai, Meng Chen dan Li Zhang yang sedang berbincang-bincang kini melirik ke arah Du Jian.
“Hemm..!! Apa kita akan menjemput cucumu paman?” Tanya Xiu Bai tersenyum kecil karena ia sudah menebak jalan pikiran pamannya saat ini.
“Benar Tuan muda, apakah kita bisa berangkat sekarang?” Tanya Du Jian dengan penuh permohonan sambil melirik ke arah Li Zhang dengan tatapan berbeda.
“Tentu saja, ayo,” ajak Xiu Bai mulai bangkit.
“Agar lebih cepat, paman Chen akan membawaku dan paman Jian akan membawa Li Zhang,” ucap Xiu Bai.
Du Jian dan Meng Chen pun langsung mengangguk, mereka berdua pun langsung menyelimuti tubuh Xiu Bai dan Li Zhang.
Jlep..!!
Jlep..!!
Saking cepatnya, mereka seolah tidak pernah berada di tempat tersebut saat melesat.
...
Klan Li.
Di sebuah aula, saat ini banyak orang berkumpul dan duduk di kursi mereka masing-masing.
Sementara di kursi yang paling besar, saat ini pria tua duduk sambil memegang dagunya penuh dengan kekhawatiran. Ia tak lain Patriak klan Li saat ini.
“Ini sudah 4 tahun semenjak kepergian Leluhur Li Zhang dan Li Hin'er, kenapa lama sekali?” Gumam Patriak Li Tang Du.
“Mungkin saja Leluhur Li Zhang dan Hin'er sudah mati Patriak, anda pasti tahu jika Hutan Tanpa Batas di isi oleh Binatang Buas yang memiliki tingkat kekuatan mengerikan, bahkan jika kita semua bergabung kesana pun, belum tentu kita bisa keluar hidup-hidup,” ucap salah satu Tetua klan Li.
“Apa yang di katakan tetua Li Jin Ye benar patriak, kita tidak perlu terlalu bergantung dulu dengan Leluhur Li Zheng, lebih baik saat ini kita memikirkan bagaimana caranya menghadapi krisis keuangan kita yang selalu di tekan. Bahkan kini sumberdaya kita sudah tidak ada yang membuat para generasi muda kita tidak ada yang berkembang.” Sambung tetua Li Han Ji.
Patriak Li Tang Du pun menghela nafas. “Apa yang kalian ucapkan benar, terlebih para leluhur kini berusaha mencoba melindungi wilayah kita dari mereka yang mencoba menyerang kita secara terang-terangan.”
“Kita tak boleh berdiam diri lagi, kita harus memikirkan cara bagaimana caranya mengatasi krisis keuangan dan sumberdaya kita lebih dulu, apakah ada usulan dari kalian?” Tanya Patriak Tang Du melirik para penetua.
***
Dret..!!
Tap tap..!!
Satu minggu berlalu, kini kelompok Xiu Bai mendarat di tempat Li Zhang terpisah dengan Li Hin'er.
Bruk..!!
Terlihat juga Raja Beruang Merah saat ini babak belur di hajar oleh Du Jian.
“Cari dengan penciumanmu, jika kau tidak menemukannya,” wajah mengerikan Du Jian perlihatkan mengarah ke Raja Beruang Merah yang terlihat hanya bisa meringkuk.
Xiu Bai hanya tersenyum lucu melihat tingkat Raja Beruang Merah ini.
Tap tap..!!
“Di sini Tuan muda,” ucap Li Zhang melirik ke arah Xiu Bai.
Xiu Bai Pun langsung mendekati jejak yang di maksud. Ia pun memejamkan matanya untuk mencoba bagaimana cara Li Hin'er lari dan saat memejamkan matanya, sebuah bayangan dari Li Hin'er yang ketakutan terlihat melarikan diri dengan segala kekuatannya menuju selatan.
“Kesana, ayo,” ajak Xiu Bai langsung melesat.
Wuss..!!
Du Jian, Li Zhang, Meng Chen dan Raja Beruang Merah pun langsung mengikuti kemana Xiu Bai pergi.
Tap tap..!!
Dua hari berlalu, kini Xiu Bai berhenti tepat di tepi jurang.
“I..Ini,” nada suara Du Jian bergetar saat mengetahui jika cucunya jatuh ke jurang.
“A..Apakah Hin'er jatuh ke jurang Tuan muda?” Tanya Du Jian melirik ke arah Xiu Bai dan ingin memastikannya.
“Sabar,” ucap Xiu Bai kembali memejamkan matanya.
Tak lama, bayangan dari Li Hin'er pun terlihat linglung saat di kejar oleh gerombolan Binatang Buas berjenis Hiena, namun bukan Hiena.
“Dia tidak ke bawah, melainkan,” tatapan Xiu Bai mengarah ke kiri. Ia sedikit mengerutkan keningnya karena arah kiri adalah jalan buntu.
“Ikuti aku, ada sesuatu di sini,” ucap Xiu Bai.
Tap tap..!!
Xiu Bai memandang ke atas, melihat jika dinding jurang ini tidak terlihat ujung atasnya, ia pun yakin jika Li Hin'er tidak mungkin bisa terbang ke atas, karena gerombolan Binatang Buas yang mengejarnya memiliki sayap.
Tatapan Xiu Bai pun mengarah ke sisi tepi jurang.
“Paman, terbang bawa kau menuju dinding tepi jurang ini,” ucap Xiu Bai saat merasakan jika ada energi tertentu di dalam jurang ini yang membuat seseorang dengan tingkat tertentu tidak bisa terbang.
Tapi berbeda dengan kedua pamannya yang sangat kuat ini.
Du Jian dan Meng Chen pun mengangguk.
Dret..!!
Mereka pun langsung terbang meninggalkan Raja Beruang Merah seorang diri.
Saat terbang menyusuri dinding tepi jurang. Xiu Bai dan ketiganya langsung melihat sebuah gua.
“Di sana, ayo masuk,” ajak Xiu Bai.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Tepat saat Xiu Bai, Li Zhang dan kedua pamannya masuk, mereka merasakan aura dari seseorang dan mendengar suara tangisan.
Hiks hiks..!!
Hiks Hiks..!!
Wuss..!!
Li Zhang dan Du Jian pun langsung melesat ke asal suara tangisan.
Tap tap..!!
“Hi..Hin'er,” teriak Li Zhang dengan suara bergetar.
Pandangan Li Hin'er pun terangkat. “Ka..Kakek, kakek Hin'er takut,” teriak Li Hin'er langsung bangkit lalu berlari memeluk kakeknya.
Bruk..!!
Du Jian yang melihat itu ikut meneteskan air matanya. Bahkan Meng Chen dan Xiu Bai pun ikut merasakan perasaan terharu.
“Begitulah ikatan keluarga.”
Deg..!!
Jantung Xiu Bai seketika bergetar keras saat mendengar sebuah suara di pikirannya. Cukup lama ia tidak mendengar suara di sertai ingatan -ingatan yang dulunya selalu muncul.
“I..Ini, siapa sebenarnya kau?” Teriak Xiu Bai tanpa sadar melihat ke arah sekelilingnya.
Du Jian, Meng Chen, Li Zhang dan Li Hin'er terkejut saat mendengar teriakan Xiu Bai di sertai auranya keluar.
Wuss..!!
Puk..!!
Meng Chen pun langsung memukul pundak Xiu Bai hingga pingsan.
“Siapa dia kakek, dan siapa mereka?” Tanya Li Hin'er dengan wajah bingung.
Tap tap..!!
Bruk..!!
Sebelum Li Zhang menjawab, Du Jian langsung berjalan lalu memeluk cucunya.
Saat Li Hin'er terkejut dan akan mengatakan sesuatu, ia tiba-tiba terhenti karena merasakan kenyamanan yang sama dengan pelukan ibunya.
“Ma..Maafkan kakek nak, kakek tidak tahu jika kakek mempunyai seorang cucu,” ucap Du Jian.
Deg deg..!!
Jantung Li Hin'er seketika berdetak cepat saat mendengar suara Du Jian.
“Eeh,, A..Apakah anda benar kakek ku? Kakek, apakah dia benar kakek ku yang selama ini kita cari?” Tanya Li Hin'er melirik ke arah Du Jian dan Li Zhang.
“Benar nak, dia leluhurmu lebih tepatnya,” ucap Li Zhang tersenyum hangat.
“Huaaa,, kakek, kakek, kakek harus memukul orang-orang yang selalu menghina Hin'er, mereka mengatakan Hin'er iblis karena mempunyai dua tanduk di kepala Hin'er,” teriak Li Hin'er langsung mengadu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 449 Episodes
Comments
Arna
"langsung mengadu"😂
siap" aja dijemput ajal mereka yg diaduin sma hin er😂😂
2023-06-09
1
**Penikmat Xianxia & Wuxia**
berangkat coyyy,bantai klan Wei
2023-03-07
0
Karya Sujana
booooom
2023-01-28
0