Li Zhang tidak menyadari jika saat ini ia sudah di tunggu oleh dua mahkluk yang jauh lebih mengerikan dari Binatang Buas manapun yang ada di Hutan Tanpa Batas ini.
...
“Memang benar-benar Ras Manusia, perutku terasa lapar karena melihatnya,” ucap Du Jian kini tersenyum menyeringai.
“Bukan hanya kau saja, tapi sayangnya, kita sudah membuat kesepakatan jika Tuan muda lah yang akan melawan manusia ini.” Sambung Meng Chen menghela nafas pelan, tapi tak lama ia tersenyum membayangkan Tuan mudanya menyiksa manusia tersebut.
“Hem..!! Tapi apa kau tidak merasa familiar dengan Beruang itu,” tunjuk Du Jian menunjuk Raja Beruang Merah.
“Hahaha,, bukan kah ini Beruang kecil yang dulu aku tendang, aku tak menyangka jika ia masih hidup dan sudah sebesar ini.” Ucap Meng Chen tertawa terbahak-bahak.
“Benar aku ingat sekarang, Beruang ini dulu sangat menganggu pemburuan kita, haha, aku yakin ia pasti akan mengingat dirimu saudara Chen,” sambung Du Jian langsung saling melirik dengan Meng Chen.
Keduanya pun menyeringai licik, dan tak lama mereka menghilang dari tempat mereka berada.
Dret..!!
...
Sementara Raja Beruang Merah yang saat ini mengejar Li Zhang dalam keadaan marah, tiba-tiba membeku di tempatnya.
Pandangannya langsung mengarah ke samping.
“Haha,, lama tidak bertemu daging besar,” ucap Meng Chen kini meneteskan air liurnya.
Glek..!!
Tubuh Raja Beruang Merah seketika bergetar hebat saat melihat sosok wajah yang ia takuti selama sisa hidupnya, dan kini ia berada di hadapannya.
Urrr..!!
Melihat Raja Beruang Merah memelas minta di ampuni, wajah Meng Chen semakin bersinar.
“Hehe,, kau lihat bukan saudara Jian, dia cocok sebagai makan malam kita,” kekeh Meng Chen.
“Hemm..!! Lihatlah tubuhnya, sangat bernutrisi, aku yakin akan kenyang malam ini,” sambung Du Jian mengangguk.
Terlihat jika mulut Du Jian terbuka lebar dengan air liur terus menetes berjatuhan.
Sementara Raja Beruang Merah, walau ia tidak terlalu paham pembicaraan mereka, ia paham jika saat ini dirinya di pandang layaknya makanan.
Hal tersebut membuat Raja Beruang Merah mengutuk Li Zhang karena telah membawanya kesini di sertai mengutuk nasibnya.
Dengan lemas Raja Beruang Merah terjatuh, ia sadar tidak ada kesempatan baginya untuk melarikan diri.
Tapi tak lama, ia mendengar suara tawa dari sosok yang ia takuti.
Hahahaha..!!
Hahahaha..!!
“Lihatlah, kita muncul saja ia sudah tidak memiliki semangat hidup, padahal kita hanya mengerjainya,” ucap Meng Chen menunjuk Raja Beruang Merah.
“Benar, sungguh lucu sekali melihat ekspresinya tadi,” sambung Du Jian kini memegangi perutnya lantaran menahan tawa.
Tap tap..!!
“Hei kau Beruang kecil, aku akan mengampunimu asal kau mengejar manusia itu ke arah Gua yang ada di sisi gunung yang ada di sana,” tunjuk Meng Chen kini terdengar serius.
“Setelah itu kau langsung kembali jangan kejar lagi manusia itu, tapi jika kau ingin melampiaskan amarahmu, maka kau bisa membunuh Harimau ompong yang tidak jauh dari sisi gunung itu,” sambung Meng Chen.
Entah mengapa ia secara tiba-tiba paham maksud dari perintah Meng Chen, dengan cepat Raja Beruang Merah bangkit lalu melesat mengejar Li Zhang.
Wuss..!!
Wuss..!!
...
“Hoho,, sungguh insting bertahan hidup yang bagus, keadaan terancamlah yang membuat dirinya langsung paham ucapanmu,” kekeh Du Jian.
“Hemm..!! Ayo kembali,” ajak Meng Chen.
Wuss..!!
Wuss..!!
***
Pagi harinya.
Hoam..!!
“Cepat sekali pagi datang,” gumam Xiu Bai merasa masih mengantuk.
Tapi karena mengingat dirinya akan berlatih Teknik Asura pertama yaitu Gerakan Kematian, dengan segera Xiu Bai bangkit.
Tap tap..!!
“Baiklah, waktunya berlatih,” gumam Xiu Bai kini setelah mencuci muka dan sarapan dengan beberapa daging pemberian anggota klannya.
Dret..!!
Dengan cepat Xiu Bai mengambil sikap kuda-kuda dengan kaki kanan di depan dan kaki kiri di belakang, tombak yang ia genggam kini menjulur ke belakang dan tubuhnya ia bungkukkan sedikit.
“Teknik Asura.”
“Gerakan Kematian,” gumam Xiu Bai dalam hati.
Wuss..!!
Duar..!!
Sisi gua seketika hancur, daya hancurnya terlihat jauh lebih besar dari kemarin. Walau begitu, wajah Xiu Bai terlihat belum puas.
“Hemm..!! Apa karena aku tidak memperaktikkannya ke makhluk hidup sehingga terasa berbeda ya?” Gumam Xiu Bai menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Xiu Bai yakin jika gerakan kakinya dan ayunan tombaknya tadi telah menyatu dan terlihat selaras tanpa kesalahan. Tapi ia merasa masih ada yang kurang.
Saat Xiu Bai berpikir, pandangannya langsung mengarah ke mulut gua. “Aura ini, ini bukan aura dari Binatang Buas. Ini mirip aura ibu, tapi jauh lebih lemah,” gumam Xiu Bai saat merasakan pancaran energi bawaan orang yang mendekati gua tempat dimana ia berada.
Wuss..!!
Dengan cepat Xiu Bai melesat keluar untuk melihat siapa itu, rasa penasaran Xiu Bai terlihat jelas saat ini.
***
Sementara Li Zhang yang terus melesat kini terhenti saat melihat Raja Beruang Merah tiba-tiba tidak lagi mengejarnya.
Awalnya ia merasa aneh karena semalam Raja Beruang Merah sempat berhenti mengejarnya, hal tersebut membuat Li Zhang bisa merasakan bernafas dengan tenang. Tapi tak lama Raja Beruang Merah kembali mengejarnya, dan dengan kecepatan penuhnya. Hal tersebut membuat Li Zhang berusaha keras meningkatkan kecepatannya lagi.
Kini, ia merasa sedikit curiga jika ini hanya tipuan Raja Beruang Merah untuk membuat ia lengah.
“Huuf,, setidaknya aku bisa beristirahat selama beberapa detik saja,” gumam Li Zhang kembali melesat, namun dengan santai.
Tidak jauh dari lokasi Li Zhang, Xiu Bai yang mengintai dari balik rerimbunan pohon kini tersenyum lebar.
“Menarik, dia ternyata Ras Manusia, yang di katakan berasal dari luar Hutan ini,” Gumam Xiu Bai kini memiliki beberapa ide.
Wuss..!!
Xiu Bai langsung menghilang dari tempatnya mengintai.
Dret..!!
Tak lama Xiu Bai muncul tepat di depan Li Zhang sambil mengayunkan tombaknya.
“Teknik Asura.”
“Gerakan Kematian,” gumam Xiu Bai.
Wuss..!!
...
Li Zhang yang tentunya tidak mengendurkan kewaspadaannya kini terkejut luar biasa saat melihat adanya sosok manusia, namun memiliki tanduk di kepalanya muncul dan langsung menyerangnya.
“Sial, ini tidak akan sempat,” gumam Li Zhang tetap berusaha mengangkat pedang besarnya.
Trank..!!
Duar..!!
Bom bom bom..!!
Walau berhasil menahan serangan Xiu Bai, tetap saja Li Zhang terlempar jauh lantaran serangan Xiu Bai memiliki kekuatan serangan yang mengerikan.
Uhuk..!!
Li Zhang terbaring di tanah langsung memuntahkan banyak darah.
“Kuat, sangat kuat, aku menyesal menahan serangannya tadi,” gumam Li Zhang dalam hati.
Dret..!!
Saat Li Zhang berusaha bangkit, Xiu Bai muncul sambil mengarahkan bilah tombaknya ke leher Li Zhang.
“Hemm..!! Ada apa manusia ke tempat kami?” Tanya Xiu Bai dengan nada dingin.
Mendengar itu, Li Zhang kini akhirnya paham mengapa Raja Beruang Merah berhenti mengejarnya.
“I..Itu saya hanya ingin bertemu dengan pemimpin kalian, saya tidak memiliki niat apapu-”
“Kalian manusia tamak, tidak pernah merasa berpuas diri. Pergilah, aku tak membunuhmu karena aku merasa hatimu memang murni bersih.” Ucap Xiu Bai dengan nada dingin memotong ucapan Li Zhang.
“Ta..Tapi Tu..Tuan saya bisa jelaskan-”
“Pergilah sebelum aku berubah pikiran,” ucap Xiu Bai mengeluarkan auranya.
Blush..!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 449 Episodes
Comments
Darwito
mm
2023-07-17
0
Karya Sujana
boooooom
baaam
2023-01-28
0
glanter
👍👍👍👍👍👍👍👍
2022-12-29
1