“Ja..Jadi cerita itu benar, jika anda pernah memiliki hubungan dengan klan kami,” ucap Li Zhang yang sepertinya mengetahui sesuatu.
Awalnya Li Zhang sama sekali tidak percaya, bahkan saat ia mendengar cerita Du Jian tadi, ia mengira itu klan lain di masa lalu.
Tapi kini ia percaya karena adanya banyak Buku-buku Kuno tentang Klan Asura yang tak lain Du Jian di sama lalu masih tersimpan di klannya.
Bahkan cerita dari Leluhurnya yang selamat juga meminta para penerusnya untuk meminta maaf dengan tulus kepada Du Jian jika suatu saat mereka bertemu.
Para leluhur mereka di masa lalu yang selamat atau tidak di bunuh sangat menyesal dengan apa yang telah di lakukan oleh anggota klan mereka.
Walau begitu, Li Zhang pernah mendengar cerita dari kakeknya jika ini bukan kesalahan klan Li, klan Li telah di manfaatkan oleh pihak tertentu di masa lalu.
Mereka di ancam jika tidak menuruti pihak tersebut, maka klan mereka akan di binasakan, maka dari itu mereka terpaksa melakukan apa yang di perintah, yaitu memfitnah Du Jian.
...
“Hemm..!! Aku ikut prihatin akan apa yang menimpamu paman, tapi biar ku beritahu sesautu, apakah boleh?” Ucap Xiu Bai kini melirik ke arah Du Jian yang menatap Li Zhang dengan ganas saat mendengar Li Zhang bicara dan mengetahui sesuatu.
Du Jian pun mengalihkan pandangannya dengan wajah senyum tulus ke arah Xiu Bai.
“Terimakasih Tuan muda, dan apa yang Tuan muda ingin katakan, maka katakanlah, aku akan mendengarnya,” ucap Du Jian.
“Terimakasih jika paman ingin mendengarku,” ucap Xiu Bai tersenyum hangat. “Kau tahu jika segala sesuatu di alam semesta ini tidak ada yang benar-benar abadi, jika pun memang ada, mereka pasti memiliki kelemahan tertentu. Mau itu makhluk hidup atau benda mati.”
“Begitupun kita, sebagai mahkluk hidup pasti memiliki pikiran yang berbeda-beda, ada yang berpikir menjadi jahat itu lebih baik, ada yang berpikir menjadi baik itu baik, ada juga yang berpikir netral, tidak memiliki pikiran jahat dan baik. Aku tahu jauh di lubuk hati paman, paman sebenarnya adalah orang baik yang pemaaf, namun karena hal ini, membuat paman begini, lupakanlah sejenak kebencian tersebut dan-” Xiu Bai menghentikan ucapannya saat melirik ke arah Li Zhang.
“Aku merasa jika dia memiliki sesuatu yang ingin di ungkapkan saat ini, tapi takut dengan paman lantaran kebencian paman,” sambung Xiu Bai.
Du Jian yang tahu arti dari ucapan Tuan mudanya kini menghela nafas panjang.
“Walau aku tahu jika ini sedikit sulit, tapi akan aku coba, aku sadar maksudmu Tuan muda, setiap seseorang pasti akan berubah bukan, dan setiap seseorang pasti akan memberikan kesempatan, itulah makna dari yang aku ambil dari kata-katamu.” Ucap Du Jian.
“Jadi, apa yang ingin kau ucapkan?” Tanya Du Jian melirik ke arah Li Zhang.
Xiu Bai dan Meng Chen seketika tersenyum saat melihat Du Jian kini mulai sedikit terbuka.
“I..Itu, sebenarnya.” Li Zhang seketika menceritakan apa yang dulunya kakeknya ceritakan kepadanya dan juga menceritakan buku-buku yang dulunya leluhurnya tulis tentang penjelasan apa yang sebenarnya terjadi.
Dan setiap kata yang Li Zhang ucapkan, kini membuat Xiu Bai, Du Jian dan Meng Chen mau tak mau terkejut.
Dua jam telah berlalu, Li Zhang pun menyelesaikan semua ucapannya.
“I..Ini ini, apakah yang kau ucapkan tadi itu benar jika aku mempunyai putra dan saat ini keturunan terahirku bersamamu?” Tanya Du Jian mengguncang-guncang tubuh Li Zhang.
“Sabar dulu paman, tenangkan diriku,” ucap Xiu Bai.
Setelah menenangkan pamannya, Xiu Bai pun menatap mata Li Zhang. “Ulurkan kepalamu,” perintah Xiu Bai.
Li Zhang pun dengan patuh menjulurkan kepalanya.
Dret..!!
Melihat apa yang di lakukan oleh Xiu Bai. Meng Chen dan Du Jian seketika terkejut.
“Teknik penjelajah ingatan.” Ucap keduanya serempak.
Mereka kini sedikit malu lantaran tidak berpikir menggunakan teknik penjelajah ingatan, bisa-bisanya mereka lupa akan hal tersebut.
“Aah sial, lantaran kejutan demi kejutan yang aku terima, pikiranku tidak jernih.” Ucap Du Jian menghela nafas kesal.
“Benar, aku pun begitu, beruntung Tuan muda sangat cerdas dan selalu tenang,” sambung Meng Chen.
Bruk..!!
Li Zhang seketika terjatuh pingsan setelah Xiu Bai menarik tangannya.
“Hemm..!! Aku belum menguasai teknik ini dengan sempurna,” ucap Xiu Bai sedikit cemberut saat melihat Li Zhang terjatuh pingsan.
“Itu wajar Tuan muda, teknik ini memang sedikit berbahaya, salah sedikit saja bisa membuat orang yang kita ingin jelajahi ingatannya bisa gila, bahkan mati,” ucap Du Jian dengan nada memuji.
“Sudah pencapaian besar bisa membuatnya pingsan dalam sekali percobaan, bahkan dulu aku dan saudara Jian beberapa kali membunuh manusia dan Ras lain saat mencobanya.” Sambung Meng Chen.
“Eeh,, begitu ya,” ucap Xiu Bai terkejut.
Melihat keduanya mengangguk serempak, Xiu Bai pun sedikit merasa bangga.
“Baiklah, aku akan mentransper ingatan yang aku jelajahi tadi, mendekatlah paman,” ucap Xiu Bai menjulurkan jari telunjukkan.
Du Jian pun mendekati kepalanya ke jari telunjuk Xiu Bai.
Blush..!!
Tak lama sebuah cahaya langsung muncul di jari Xiu Bai.
Tidak sampai satu menit, cahaya di jari telunjuk Xiu Bai menghilang. Bersamaan dengan itu, semua ingatan milik Li Zhang kini telah masuk ke kepala Du Jian.
Bruk..!!
Tak lama, tubuh Du Jian ambruk saat mengingat ingatan dari Li Zhang.
“Eeh,, apa yang terjadi saudara Jian?” Tanya Meng Chen penasaran lalu mencoba mendekati Du Jian. Tapi Xiu Bai pun langsung melarang pamannya.
“Biarkan paman Jian merenung seorang diri, ayo kita pergi dari sini,” ajak Xiu Bai.
Meng Chen pun mengangguk patuh, ia pun melangkah ke arah Li Zhang lalu membawanya pergi.
Wuss..!!
Wuss..!!
Sementara Du Jian yang kini tertunduk hanya bisa mencengkram erat tangannya hingga terluka.
“Aku tak menduga jika itu bukan kau Sin'er, aku menyesal telah membencimu seumur hidup, dan maaafkan aku karena tidak becus menjaga dirimu,” gumam Du Jian saat mengetahui jika orang yang ia cintai selama ini telah di asingkan dan orang yang selalu bersamanya itu adalah saudara kembar istrinya. Ia bahkan tak percaya jika istrinya tengah mengandung putranya saat dia di asingkan.
“Klan Wei, aku tak akan memaafkan kalian, aku akan membantai kalian semua hingga ke akar-akarnya,” gumam Du Jian kini mengetahui maksud tujuan Li Zhang kesini yang meminta bantuan.
Di masa lalu ia di fitnah karena rencana Klan Wei dan saat ini pun klan Li di ambang kehancuran karena ulah klan Wei lagi. Klan Li yang tidak mau bekerjasama dan tunduk saat ini, kini di sekutu atau bawahan klan Wei sedang menekan klan Li dengan berbagai cara. Mulai dari hasil panen, sumberdaya dan lain-lainnya.
“Cucu ku yang ke 16, dan cucu terahirku, maafkan kakek nak, jika terjadi apa-apa denganmu, akan ku bantai semua Binatang Buas yang pernah menyakitimu termasuk Beruang sialan itu,” gumam Du Jian mulai bangkit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 449 Episodes
Comments
Mbah Haryo
walopun masih meraba"...sejauh inii sdh mulai terlihat kerangka ceritanya...jika ini konsisten & berkembang dg alur yg epik & agak ngawur sperti di awal cerita...spertinya novel ini akan bagus..
okew lanjoutss...
2025-03-27
0
musafir
sdah ada ciri² cerita goblok klau di liat² dri alur ceritanya
2023-06-23
0
**Penikmat Xianxia & Wuxia**
si beruang kecil minta d sunat tuh 🤭🤭
2023-03-07
1