“Ayo kembali, berbicara dengan kalian tidak akan pernah nyambung,” Dengus Xiu Bai langsung melesat dengan kecepatan mengerikan.
Meng Chen, Meng She dan Duan Ji seketika tertawa kecil saat melihat raut wajah pemimpin baru mereka.
“Kehehe..!! Kau lihat itu, wajah Tuan muda sangatlah menggemaskan saat sedang marah, aku yakin jika ia bertemu Binatang Buas, entah bagaimana kondisi Binatang Buas tersebut.” Ucap Du Jian sambil terkekeh kecil.
“Sudah, jangan banyak bicara, ayo kita kejar Tuan muda, jika ia mengadu yang tidak-tidak ke penetua agung, bisa-bisa kita tidak dapat jatah makan malam nantinya.” Ucap Meng She langsung menyadarkan Meng Chen dan Du Jian yang melamun sambil tersenyum sendiri.
Wuss wuss..!!
***
Tap tap..!!
“Dasar bocah nakal, berani-beraninya kau menipuku,” teriak sosok wanita yang tak lain Penetua Agung.
Bom..!!
Xiu Bai yang awalnya tegang dan mencoba membalik badannya seketiga menjadi lega saat mendengar suara ledakan di sertai sosok yang tak lain ayahnya terlempar.
Bam..!!
“Urgh,, dasar wanita tua sialan itu, mengapa aku yang menjadi sasaran lagi,” gerutu Xiu Lou bangkit.
“Eeh, Bai'er, kau sudah kembali,” ucap Xiu Lou seketika tersenyum lebar.
Xiu Bai yang sadar jika dirinya akan di manfaatkan langsung berteriak keras.
“Nenek, Bai'er ingin- emm emm..” Sebelum Xiu Bai menyelesaikan ucapannya, Xiu Lou lebih dulu menyumpal mulut putranya.
“Sstt,, jangan begitu terhadap ayahmu Bai'er, apa kau tega melihat ayah sekaligus pemimpin klan di permalukan di depan anggota lantaran di hajar oleh wanita monster itu,” bisik Xiu Lou.
Blush..!!
“Siapa yang monster haa, aku ini Iblis tercantik setelah istrimu kau tahu,” teriak Penetua Agung yang entah sejak kapan sudah muncul di belakang Xiu Lou dan Xiu Bai.
“Dan apa-apaan ini, apa kau ingin mengancam putramu yang masih berumur 6 bulan hah, ingat umurnya itu belum genap setahun, hanya saja ia berbeda dari yang lain sehingga pertumubuhannya jauh lebih cepat dari yang lain. Jadi jangan coba-coba memanfaatkan cucuku,” teriak Penetua Agung.
Glek..!!
Xiu Lou langsung menelan ludahnya, terlihat juga ia langsung menutupi pendengarannya menggunakan energinya, karena sadar jika nenek Xiu Bai tidak akan berhenti mengomelinya.
Dan benar saja, hingga acara makan malam tiba, penetua agung terus menerus mengomeli Xiu Lou.
Para anggota klan hanya diam saja tanpa berani meredakan amarah Penetua agung.
Karena mereka sudah tahu sifatnya dan sudah terbiasa mendengar ini dahulu saat Pemimpin Xiu Lou masih muda. Dan semenjak Xiu Lou menikah, Penetua agung tidak pernah lagi memarahinya. Namun kini, itu di mulai lagi.
Sementara Xiu Bai yang melihat semua orang yang ada di sini dan setiap malamnya selalu tertawa bahagia entah mengapa pernah merasakan hal seperti ini di masa lalu.
Urgh..!!
“Ingatan ini lagi muncul,” gumam Xiu Bai memegangi kepalanya.
Penetua agung yang kebetulan melirik cucunya langsung terdiam.
“Bai'er apa yang terjadi? Apa ingatan semua leluhur klan Asura lagi yang membuatmu begini?” Tanya Xiu Mu Lian yang tak lain nama penetua agung.
Tap tap..!!
Dengan segera Xiu Mu Lian memeluk Xiu Bai, bukan hanya Xiu Mu Lian saja yang khawatir, ibu Xiu Bai yang baru datang membawa beberapa hidangan kini menjatuhkan hidangan yang ada tangannya.
“Bai'er apa yang terjadi nak?” Teriak Hua Qian kini berlari ke arah putranya.
Walau tubuh putranya besar dan tinggi, ia masih menganggap putranya ini bayi kecilnya.
Bruk..!!
Xiu Mu Lian pun langsung membiarkan Hua Qian memeluk putranya.
“Kalian lanjutkan saja acara makan malamnya, aku akan membawa Bai'er ke kamar, mungkin ini bisa menenangkannya,” ucap Hua Qian langsung menyelimuti tubuh putranya dengan energinya lalu membawanya pergi.
Para anggota klan Asura yang melihat kejadian ini hanya bisa menghela nafas panjang. Tidak ada dari mereka semua yang berniat melanjutkan memakan makanan mereka lagi.
“Ini sudah keempat kalinya Tuan muda begini, apa tidak ada cara lain untuk menghilangkan semua ingatan dari para leluhur klan? Aku merasa tidak tega melihat Tuan muda selalu kesakitan seperti itu,” ucap Meng Chen melirik ke arah Xiu Lou dan Xiu Mu Lian.
Xiu Lou langsung menggeleng. “Kakek ku yang mendapat berkah serupa dengan Bai'er juga tidak tahu cara menghilangkan ingatan dari para pemimpin-pemimpin sebelumnya, atau leluhur kita. Beruntung kakek ku dulu pernah mengembara sehingga ia bisa menangani ingatan-ingatan yang selalu secara tiba-tiba muncul.” Ucap Xiu Lou.
“Ada satu cara, tapi aku tidak ingin Bai'er melakukannya, caranya itu harus mengikuti semua ingatan tersebut, karena ingatan ini berisi tempat-tempat yang dulunya para leluhur singgahi dan di yakini berisi banyak harta maupun sumberdaya untuk kejayaan klan.” Ucap Xiu Mu Lian.
“Tidak, aku tidak ingin Bai'er pergi, dan hidup seperti ini pun kita sudah sangat nyaman. Tidak perlu hidup tertalu mewah, itu menimbulkan keserakahan seperti orang-orang yang ada di luar sana.” Ucap Xiu Lou dengan nada tegas sambil menggelengkan kepalanya.
“Benar, aku tak setuju jika Tuan muda melihat dunia luar yang penuh tipu muslihat. Melihat mereka saja membuatku dan ingin langsung menghancurkan mereka,” ucap Du Jian.
“Heng,, seandainya aku tidak menghormati mendiang ayahku, aku mungkin sudah pergi ke tempat mereka lalu menghancurkan mereka semua.” Dengus Meng She dengan wajah mengerikan.
Bukan hanya Meng She dan Du Jian saja yang mengutarakan semua ungkapan hati mereka, semua anggota klan Asura pun satu persatu menolak Xiu Bai pergi serta mengutuk semua orang-orang yang ada di luar Hutan Tanpa Batas.
***
Sementara di kamar Xiu Bai, saat ini Hua Qian mencoba menenangkan putranya dengan wajah sedikit bengkak.
“Nak, tidurlah, ibu akan selalu di sisimu,” ucap Hua Qian mengusap-usap rambut putranya yang bewarna putih polos.
Tak lama, dua tanduk yang ada di kening Xiu Bai menghilang, hal itu memang sering terjadi jika Xiu Bai telah terlelap. Xiu Bai memang anggota klan Asura yang berbeda dari yang lain, ia bisa sesuka hati menghilangkan tanduknya atau memunculkannya.
Berbeda dengan anggota klan Asura yang lain, mereka harus memiki umur di atas 20 tahun baru bisa menghilangkan atau memunculkan tanduk mereka.
Saat Xiu Bai terlelap, jiwanya tiba-tiba tertarik entah kemana.
“Eeh, dimana ini?” Gumam Xiu Bai heran.
Awalnya Xiu Bai cukup panik saat baru muncul, namun tak lama ia menjadi tenang. “Jika aku tidak salah, dalam ingatan yang selalu muncul, ini adalah Dunia Jiwa, ini juga mirip seperti yang nenek, ayah, ibu, paman dan semuanya ceritakan.” Gumam Xiu Bai.
Setahu Xiu Bai, dunia jiwa ini cukup umum, karena semua anggota klan Asura memilikinya dan mereka gunakan sebagai tempat penyimpanan.
“Jika begitu, ini pasti dunia jiwaku, tapi mengapa ada bangunan yang sangat besar ada di sana? Siapa yang membuatnya?” Gumam Xiu Bai heran melihat bangunan megah yang di kelilingi benteng kokoh.
Saat Xiu Bai ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba jiwanya tertarik.
“Eeh, apa-apaan ini,” gumam Xiu Bai mencoba untuk tidak tertarik, tapi apapun usahanya, jiwanya tetap di tarik dengan paksa.
Blush..!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 449 Episodes
Comments
denny bolang
masih meraba apakah cerita ini masih berhubungan LRPD dan semua karakter orang2 dekat bai an.
klo ga sama aja dgn baca novel baru.
2023-09-22
0
Darwito
oi
2023-07-17
0
Reymundo Hidayat
bangkit
2023-02-22
0