Untuk julukan nama mereka, setahu Li Zhang adalah Dua Iblis Angin, karena di setiap mereka membantai musuh, mereka seperti angin yang dapat di rasakan namun tidak bisa di lihat.
Atau bisa di katakatan mereka hanya meninggalkan nama mereka saat membantai musuh tanpa menyisakannya dan tanpa ada yang melihat mereka membunuh.
***
Kembali ke Meng Chen dan Du Jian.
Keduanya saat ini hanya bisa saling mendorong satu sama lain.
“Hei, katakatanlah sestuasi sialan, ini semua salahmu yang memprovokasiku terlebih dahulu,” bisik Du Jian terdengar kesal.
“Heeh,, kau saja yang bicara, karena kau yang lebih dulu mengajak ku berkelahi,” tak mau di salahkan, Meng Chen kini menyalahkan balik.
“Apa kau bilang hah, ini salah mu bukan salahku,” ucap Du Jian dengan mata melotot.
Xiu Bai yang melihat keduanya akan kembali ribut langsung menghela nafas.
“Bagus-bagus, jika begitu aku kembali saja ke klan, jika mereka bertanya, maka aku jawab saja dengan jujur,” ucap Xiu Bai langsung membalikkan badan dan berpura-pura melangkah pergi.
”Eeh..!! Tunggu dulu Tuan muda, biar aku jelaskan semuanya dari awal, walau aku yakin kau pun sudah mengetahuinya,” ucap Meng Chen langsung muncul lalu menghadang Xiu Bai.
“Ini permintaan dari Penetua Agung dan pemimpin sendiri yang menugaskan kami mengikutimu, walau begitu, kami hanya mengawasi saja, dan akan ikut campur jika kau dalam keadaan hidup dan mati. Jadi aku mohon biarkan kami mengikutimu. Jika kami kembali, maka kami bisa di kuliti hidup-hidup oleh Wanita Iblis tua it-” Dengan segera Meng Chen menutup mulutnya saat keceplosan menyebut Xiu Mu Lian wanita iblis tua.
“Hehehe,, kalian begitu berani mengejek nenek di belakangnya, jika ia tahu, entah apa yang terjadi dengan kalian saat kembali nanti,” kekeh Xiu Bai merasa lucu melihat kedua pamannya yang takut terhadap seorang wanita.
Tubuh Meng Chen seketika berkeringat dingin mendengar itu.
Sementara Du Jian, ia tidak mendengarnya, karena saat ini dengan ganas menakuti Li Zhang, bahkan saat ini Du Jian terlihat layaknya Binatang Buas yang liar sambil mengeluarkan giginya seakan ingin mengigit Li Zhang.
Li Zhang tentu kini sudah hampir setengah mati, wajahnya terlihat pucat, saking pucatnya, kulitnya bahkan sampai menyusut drastis hingga hampir terlihat tulang-tulangnya layaknya mumi.
Brak..!!
”Woe, apa kau dengar ucapan Tuan muda tadi atau gak sialan,” teriak Meng Chen menepuk kepala Du Jian.
“Si..Sial, ehem, hehe maafkan aku Tuan muda, aku tadi hanya bercanda saja dengannya, dan maaf juga, memang apa yang kau katakan tadi?” Tanya Du Jian yang mulanya akan marah terhadap Meng Chen kini tidak jadi saat melihat wajah Xiu Bai yang melotot dengan sedikit ganas.
“Hais, biar aku ulangi lagi, pertama, jika kalian ingin mengikutiku, maka kalian harus diam, jangan membuat terlalu banyak keributan. Mengerti?” Ucap Xiu Bai menatap ke arah keduanya.
“Mengerti Tuan muda,” teriak keduanya dengan nada bersemangat.
“Kedua, jangan memprovokasi orang tanpa seizinku, apalagi menakuti mereka, karena tujuanku mungkin akan pergi ke dunia luar.” Ucap Xiu Bai terdengar kecil saat mengatakan dunia luar.
Kini Du Jian dan Meng Chen hanya bisa membelalakkan mata mereka.
“Ta..Tapi Tuan muda, Dunia luar itu sangat berbahaya, dan jika pemimpin bersama penetua agung tahu, kami bisa-bisa di hukum berat,” ucap Meng Chen terdengar serius.
“Benar Tuan muda, pikirkan ini baik-baik, jika ingin mencari pengalaman, di Hutan Tanpa Batas ini saja sudah cukup,” sambung Du Jian dengan wajah khawatir.
Xiu Bai yang mendengar ketakutan dan kekawatiran kedua pamannya hanya bisa menghela nafas berat.
“Sebenarnya aku tak ingin memberitahu kalian ini, tapi apa boleh buat,” ucap Xiu Bai langsung melempar dua surat yang di tulis oleh ayah dan neneknya.
Hap..!!
Saat membaca isi surat tersebut, mata Du Jian dan Meng Chen melotot tak percaya, tapi tak lama mereka seketika saling memandang lalu tersenyum lebar.
“Apa syarat ketiganya Tuan muda?” Tanya keduannya serempak tanda telah menyetujui jika mereka mau menemani dan melindungi Xiu Bai menuju Dunia Luar.
“Syarat ketiga, jangan pernah halangi tindakan apapun yang aku lakukan, ikuti saja alurnya walau itu sedikit berbahaya sekalipun, mengerti?” Ucap Xiu Bai menatap keduanya dengan serius.
“Ta..Tapi- mmmm,” “Kami mengerti Tuan muda, aku yakin setiap tindakan mu memiliki tujuan tertentu,” ucap Meng Chen kini sambil menyumpal mulut Du Jian yang selalu ceroboh dalam bicara.
“Baiklah, untuk syarat ke 4 dan ke 5, akan ku beritahu saat kita di dunia luar, lalu, mari kita berangkat,” teriak Xiu Bai sedikit bersemangat.
Pandangan Xiu Bai pun mengarah ke Li Zhang yang kini telah terkena mental lantaran di takuti oleh Du Jian.
“Paman Chen, sembuhkan dia, kekuatanku belum cukup untuk menyembuhkan mentalnya yang sudah hampir sepenuhnya akan mati karena paman Jian,” ucap Xiu Bai melirik Meng Chen.
“Hais, ini semua karena ulahmu, jadi aku yang repot," dengus Meng Chen langsung menyenggol Du Jian.
“Heh,, apa hah, apa kau mau menolak permintaan Tuan muda hah,” ejek Du Jian sedikit menyeringai.
Ehem..!!
Mendengar suara dehaman, Meng Chen pun langsung mengyunkan telapak tangannya yang besar.
Bam..!!
Uhuk..!!
Li Zhang langsung memuntahkan seteguk darah di sertai mentalnya langsung kembali normal.
“Baiklah, paman Jian, kau bawa dia, lalu berangkat, karena kita tidak bisa terlalu berlama-lama di sini,” ucap Xiu Bai.
Wuss..!!
Tanpa menunggu reaksi dari Du Jian yang kini ingin protes, Xiu Bai langsung melesat meninggalkan mereka bertiga.
***
Dua bulan berlalu dengan cepat.
Wuss..!!
Sebuah tombak melesat dengan kecepatan melebihi cahaya. Terlihat saat ini jika tombak tersebut menuju ke arah Binatang Buas Tingkat 7 Puncak yang kini melarikan diri dari kejaran Xiu Bai.
Jlep..!!
Goar..!!
Tak lama suara raungan kesakitan terdengar saat tombak Xiu Bai menembus punggung buruannya.
Tap tap..!!
Saat Xiu Bai sampai, kakinya yang telah ia selimuti oleh energi yang sangat besar kini terayun ke arah kepala buruannya.
Wuss..!!
Bom..!!
“Huuf,, akhirnya, setelah 2 hari bertarung sengit dan 3 hari mengejarmu, kau tertangkap juga,” ucap Xiu Bai langsung mengeluarkan belatinya lalu mengulitinya.
Tap tap..!!
“Tuan muda, biarkan manusia ini yang melakukannya, kau istirahat saja,” ucap Du Jian sambil melototo Li Zhang.
Dengan cepat Li Zhang muncul layaknya peliharaan patuh kepada Tuannya.
”Hemm..!! Biarkan aku saja Tu..Tuan muda,” ucap Li Zhang sedikit terbata-bata.
Bukannya senang, Xiu Bai seketika memasang wajah kesal. Tatapannya langsung mengarah ke Du Jian yang kini sudah memandang ke arah yang berbeda.
“Bukankah sudah ku bilang jangan menakutinya paman,” ucap Xiu Bai.
“Hais lupakan saja,” dengus Xiu Bai kini kembali menguliti buruannya.
“Li Zhang, kau carilah beberapa kayu bakar agar kau terlihat ikut bekerja juga, aku tahu kau takut di intimidasi karena hanya kau saja yang tidak bekerja saat ini. Entah apa salah Ras mu sehingga kedua paman ku sangat membenci Ras manusia,” ucap Xiu Bai memberikan perintah.
Li Zhang seketika memasang wajah cerah. “Terimaksih Tuan muda,” ucap Li Zhang lalu melesat mencari kayu bakar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 449 Episodes
Comments
Darwito
dr
2023-07-17
0
Arna
Apa cuman gw doank yg merasa kasihan dengan li zhang?
2023-06-09
0
Karya Sujana
boooom
2023-01-28
0