“Huaaa,, kakek, kakek, kakek harus memukul orang-orang yang selalu menghina Hin'er, mereka mengatakan Hin'er iblis karena mempunyai dua tanduk di kepala Hin'er,” teriak Li Hin'er langsung mengadu.
Blush..!!
Duar..!!
Aura dari Du Jian seketika meledak hingga menghancurkan gua tempat mereka berada.
Raja Beruang Merah yang terbaring santai melihat langit tiba-tiba gelap, saat pandangannya ke atas, ia seketika melihat dinding jurang runtuh tepat ke arahnya.
Goar..!!
Raung Raja Beruang Merah langsung bangkit lalu mencoba untuk menghindar.
Bom..!!
Namun sayang sekali, ia lebih dulu tertimpa sebelum sempat melarikan diri.
...
“Tahan dirimu saudara Jian, apa kau ingin kakeknya cucumu itu terluka,” ucap Meng Chen langsung menyadarkan Du Jian.
“Aah,, maafkan aku,” ucap Du Jian melirik ke arah Li Zhang yang saat ini tertunduk sambil memuntahkan seteguk darah.
“Kakek,” teriak Li Hin'er saat sadar kakeknya terluka karena ulahnya yang mengadu ke kakek Jian-nya.
“Hem,, tidak baik terlalu lama di sini, terlebih Tuan muda saat ini pingsan, jadi kita cari tempat yang lebih aman dan terbuka lebih dulu,” ucap Meng Chen langsung memotong reuni,an mereka bertiga.
Du Jian dan Li Zhang yang baru bangkit pun mengangguk, Li Hin'er yang bingung ingin siapa Xiu Bai tidak jadi, karena tiba-tiba tubuhnya di tarik oleh sesuatu yang tak bisa ia tahu.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Tak lama, Meng Chen, Du Jian dan yang lainnya muncul di Zona Area Abu-Abu.
“Ayo istirahat di sini,” ucap Meng Chen.
Mereka semua pun langsung duduk.
Tap tap..!!
Li Hin'er langsung dengan cepat akrab dengan Du Jian. “Kakek, kakek, katanya kakek itu sangat kuat, bahkan banyak orang menakuti kakek di masa lalu, apakah itu benar?” Tanya Li Hin'er dengan mata bersinar layaknya bintang.
“Hahaha,, tentu saja kakekmu ini sangatlah kuat, bahkan mampu menghancurkan Klan Besar seorang diri dalam waktu satu jam.” Ucap Du Jian langsung bangga di sertai tawa lebar.
Meng Chen yang melihat kelakuan Du Jian seketika mendengus jijik.
“Memang aku akui kau kuat, tapi kebodohanmu jauh lebih kuat lagi,” ejek Meng Chen.
“Apa kau bilang hah, apa kau mau bertarung hah,” teriak Du Jian melototi Meng Chen.
“Heh,, aku takut akan mempermalukanmu di depan keturunanmu, jadi tidak perlu aku meladenimu,” ucap Meng Chen tersenyum tipis.
Wajah Du Jian seketika memerah, saat ia akan bangkit, sebuah tawa seketika terdengar.
“Hihi, kakek, kau sangat lu saat marah,” ucap Li Hin'er merasa terhibur.
Berbeda dengan Li Hin'er, Li Zhang hanya bisa berkeringat dingin saja saat melihat Du Jian marah.
Tap tap..!!
Setelah tertawa kecil, Li Hin'er pun mendekati Xiu Bai.
“Lalu siapa pemuda ini kakek?” Tanya Li Hin'er menunjuk ke arah Xiu Bai.
Blush..!!
Aura dari Meng Chen seketika keluar saat melihat ketidak sopanan Li Hin'er, bahkan Du Jian pun sedikit geram, namun dengan cepat ia mengubah ekspresinya.
“Jaga tingkahmu gadis kecil, beruntung kau keturunan dari saudaraku, jika tidak, hidupmu mungkin sudah berahir saat tanganmu menunjuk Tuan muda kami,” ucap Meng Chen dengan nada dingin.
“Hemm..!! Maafkan kakek tidak memberitahu lebih dulu Hin'er dan jangan ambil ke hati ucapan dari kakek Chen,” ucap Du Jian langsung menarik Li Hin'er menggunakan energinya.
“Dia adalah Tuan mudaku sekaligus Pemimpin masa depan kami, saat ini kami bertugas menjaganya yang pergi untuk mencari pengalaman. Namanya adalah Xiu Bai,” ucap Du Jian.
Du Jian juga menjelaskan sedikit peraturan klan Asura.
Li Hin'er yang mendengar itu hanya bisa membelalakkan matanya.
“Eeh,, begitu ya, pantas saja dia sangat kuat, bahkan hampir setara dengan kakek Zhang yang terlihat usianya hampir sama dengan diriku,” ucap Li Hin'er dengan tatapan kagum.
“Heeh,, siapa bilang jika usiamu sama Hin'er, dia itu puluhan tahun lebih muda darimu, bahkan Tuan muda belum menjalankan upacara kedewasaannya,” ucap Du Jian dengan bangga setiap menjelaskan tentang Xiu Bai.
“Lalu berapa umur Tuan muda kakek?” Tanya Li Hin'er penasaran.
“Hampir mencapai 1 tahun,” ucap Meng Chen dengan santai.
“Apaaa?” Saura Li Hin'er seketika menggema saking terkejutnya.
“Tidak, itu tidak mungkin,” sambung Li Hin'er kini membuka tutup mulutnya.
Perbincangan terus di lanjutkan hingga pagi hari.
Urgh..!!
“Apa yang terjadi denganku dan dimana ini?” Tanya Xiu Bai kini bangkit sambil melirik ke arah Meng Chen yang selalu di sampingnya.
“Ah itu, aku membuat anda pingsan Tuan muda, karena saat itu, penyakit mu mulai kambuh.” Jawab Meng Chen.
Xiu Bai yang terbiasa pun mengangguk santai.
Tap tap..!!
“Tuan muda, ini sarapanmu,” ucap Li Hin'er langsung menjulurkan daging Binatang Buas yang telah di tusuk layaknya satu.
“Ooh, terimaksih nona Hin'er,” ucap Xiu Bai langsung menerimanya.
Setelah sarapan, Xiu Bai pun langsung bertanya apa saja yang terjadi selama ia pingsan, lalu mengintruksikan melanjutkan perjalanan.
***
Tap tap..!!
“Nah, ini Zona Area putih, zona teraman,” ucap Li Hin'er dengan nada bahagia.
Dalam perjalan menuju dunia luar, selain Du Jian dan Meng Chen, Li Hin'er juga yang paling aktip dalam bicara yang membuat kelompok tersebut sangatlah ribut, namun mereka cukup menikmatinya.
Tepat setelah Li Hin'er selesai menjelaskan, langkah Xiu Bai dan yang lainnya langsung terhenti.
“Eeh,, kenapa kita berhenti kakek?” Tanya Li Hin'er sedikit cemberut.
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
“Hahaha,, aku tak menduga jika mendapat tangkapan yang banyak hari ini, bahkan ada daun muda yang belum di petik juga,” teriak salah satu pria berotot dengan tinggi hampir dua meter, tatapannya matanya yang tertuju ke Li Hin'er kini membuatnya meneteskan air liurnya.
Du Jian yang melihat itu tentunya sangat marah, saat ia akan membunuh mereka semua, Xiu Bai pun mengangkat tangannya.
“Hemm..!! Siapa kalian?” Tanya Xiu Bai terdengar dingin.
“Hahaha,, dia bertanya siapa kita,” teriak salah satu dari puluhan orang tersebut.
“Dengar ini baik-baik, kami adalah Bandit Pembantai, bandit terkuat dalam sejarah, hahaha,” teriak pemimpin Bandit yang memilki tinggi hampir dua meter.
“Eeh,, bandit? Apa itu Bandit?” Tanya Xiu Bai sedikit bingung.
“Apa kau bilang, berani sekali kau main-main denganku bocah sialan, bunuh dia,” teriak pemimpin Bandit menyuruh semua bawahannya.
Mendengar itu, semua bandit-bandit tersebut langsung melesat ke arah Xiu Bai.
Xiu Bai pun langsung menghela nafas
Dret..!!
Bom bom bom..!!
Seluruh tubuh Bandit yang menuju ke arahnya langsung meledak.
Pemimpin bandit yang melihat itu seketika ketakutan, saat ia mencoba lari, tiba-tiba saja ia hanya melihat tubuhnya lebih dulu mendahuluinya dari pada kepalanya.
Bruk..!!
“Jadi Bandit itu orang jahat ya?” Tanya Xiu Bai menengok ke arah Li Hin'er.
“Tepat sekali, Bandit, Perampok, Pencuri, mereka semua orang-orang jahat yang selalu mengganggu dan menyusahkan manusia biasa.” Ucap Li Hin'er dengan bersemangat jika dalam bercerita.
“Ooh,, menarik, rupanya aku perlu banyak mendengar ceritamu atau pergi ke perpustakaan untuk mengetahui tentang Dunia Luar lebih jauh lagi,” ucap Xiu Bai tersenyum tipis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 449 Episodes
Comments
Aulian Narendra
hahahhahaha
2023-04-02
0
Karya Sujana
modar
boooom
2023-01-28
0
Mr. Smile
Satte
2023-01-17
0