“Begini saja, kalian sadar bukan jika perkembangan Bai'er jauh lebih cepat dari semua anak-anak yang lain, bahkan melebihi kita semua dan pendahulu kita.”
Melihat semuanya mengangguk membenarkan, Xiu Mu Lian pun kembali melanjutkan.
“Jika hanya di klan saja, perkembangan Bai'er pasti akan tertahan, jadi aku menyaran dua dari kita semua akan menjadi penjaga, sementara Bai'er akan mengelilingi hutan ini untuk mencari pengalaman.”
Wajah semua anggota klan seketika berseri-seri mendengar itu.
“Ini baru aku setuju, biarkan aku yang akan menjaga Bai'er,” teriak Du Jian mengangkat tangan pertama kali.
“Enak saja, biar aku yang menemani Bai'er, karena aku jauh lebih menghapal tempat ini darimu,” dengus Meng Chen.
“Itu tidak benar, orang yang lebih berpengalaman lah yang seharusnya menemani Bai'er,” sanggah Lu Yusan.
...
Xiu Bai yang melihat perdebatan mereka semua dari pertama ia duduk hanya diam saja.
Bukannya ia bosan atau malas menanggapi, tapi karena saat ini ia sedang sibuk dengan dunianya sendiri.
“Apa yang ibu katakan dulu memang benar, buatlah tujuanmu sendiri, ikuti kata hatimu, jangan dengarkan orang lain. Walau begitu, setidaknya ikuti saran mereka, karena mereka adalah anggota keluargamu yang selalu mengkhawatirkanmu.” Gumam Xiu Bai dalam hati.
“Dan ucapan ibu yang terahir adalah, jangan pernah mau kalah dengan ingatan-ingatan masa lalu, jika kau terus memikirkannya, itu akan membuatmu terbebani. Namun ibu yakin jika ada beberapa bagian dari ingatan tersebut yang pastinya penting bagimu. Jadi kau hanya perlu menjalaninya saja.” Sambung Xiu Bai meniru apa yang ibunya katakan.
“Baiklah sudah Bai'er putuskan,” teriak Xiu Bai yang membuat semua anggota klan Asura yang sedang berdebat terkejut hingga mereka melirik ke arah Xiu Bai.
“Apa kau telah memutuskan siapa yang kau ajak Tuan muda? Jika begitu pilih aku,” teriak Meng She.
“Jangan dia, pilih aku saja,” tidak mau kalah Du Jian dan Meng Chen buru-buru menganngkat tangan mereka.
Xiu Bai yang melihat tingkah mereka sedikit bingung, itu karena ia sama sekali tidak tahu dan tidak pernah mendengar apa yang mereka diskusikan.
Tapi Xiu Bai dengan cepat menggelengkan kepalanya. “Aku memutuskan untuk pergi seorang diri, jika kalian ikut denganku, maka kalian pasti bicara ini, itu untuk menahan diriku. Itu membuatku tidak leluasa bergerak dan itu juga akan membuat perkembanganku tertahan.”
“Jadi lebih baik aku pergi seorang diri, tentunya aku tahu batasanku, jadi ayah, nenek, paman dan bibi semua dapat tenang. Jika aku bertemu binatang monster yang tidak mampu aku lawan, maka aku akan menghindarinya, bila perlu, aku akan memulai dari hutan yang di pinggiran yang pernah ayah katakan, karena di sana hanya di isi oleh binatang buas lemah.” Ucap Xiu Bai menatap neneknya dengan tatapan memohon agar dirinya di izinkan.
Ia sadar jika neneknya adalah orang yang paling memanjakannya.
Semua orang seketika cemberut mendengar apa yang Xiu Bai ucapkan.
Saat mereka ingin prostes, Xiu Mu Lian langsung tersenyum bangga.
“Ini baru cucuku yang tampan, kuat dan cerdas, mampu mengambil ide dan jalan sendiri.” Ucap Xiu Mu Lian.
Eeh..!!
Semua orang hanya bisa membuka mulutnya lebar-lebar, termasuk Xiu Lou.
“I..Ibu.”
“Penetua Agung.”
“Diamlah kalian semua, apa yang Bai'er ucapkan itu yang paling benar dan paling ku tunggu-tunggu, dia mampu mengambil langkah dengan tenang, dan tentunya kalian sadar bukan, jika inilah ciri-ciri pemimpin masa depan yang bisa membimbing kita menuju kebahagiaan tanpa henti dan mampu melawan musuh tanpa banyaknya korban jiwa di klan kita.” Teriak Xiu Mu Lian dengan lantang.
Wajah Xiu Bai seketika berseri-seri saat usulannya di dukung penuh, ia kini tersenyum mengejek ke arah ayah dan semua anggota klannya yang saat ini memasang wajah jelek.
“Nenek memang yang terbaik, tidak,, tidak, bukan yang terbaik, tapi sempurna,” ucap Xiu Bai dengan nada bersemangat di sertai melesat memeluk neneknya.
Wajah Xiu Mu Lian langsung cerah saat di puji, dengan bahagia ia mengusap-usap rambut putranya.
“Apa kalian lihat-lihat hah, bubar,” dengus Xiu Mu Lian.
Seketika semua anggota klan Asura melesat pergi ke tempat mereka masing-masing. Mereka sadar jika nada suara Penetua agung sudah terdengar seperti itu, maka itu tak akan bagus bagi mereka jika tetap di sana.
Hanya Xiu Lou saja yang masih di tempatnya.
“Ibu, apa ini memang harus di lakukan? Setidaknya-”
“Apa kau ingin menghambat perkembangan putramu sendiri hah, kau tahu bukan jika semuanya sangat menyayangi Bai'er, dan kau pasti menyadari jika saat Bai'er ingin melawan binatang buas seperti sebelum-sebelumnya, mereka pasti membantunya karena takut Bai'er terluka. Bagaimana putramu bisa berkembang jika terus seperti itu,” potong Xiu Mu Lian dengan nada dingin.
Xiu Lou seketika terdiam, ia pun langsung pergi entah kemana meninggalkan Xiu Mu Lian dan Xiu Bai berdua.
Xiu Bai yang melihat raut wajah ayahnya sedih saat pergi, kini merasa tidak nyaman.
“Nenek-”
Sstt..!!
“Dia itu sudah tua Bai'er, nenek yakin jika ayahmu akan mengerti nantinya.” Ucap Xiu Mu Lian menutup mulut Xiu Bai dengan tangan kanannya.
Xiu Bai mengangguk-angguk, namun dalam hatinya ia berniat akan meminta maaf nantinya sebelum ia pergi.
Malam harinya, saat ini semua anggota klan Asura yang sedang makan malam, menikmati makan mereka dalam diam.
Tidak ada yang mengeluarkan sepatah katapun, yang terdengar hanya suara kunyahan saja dan desiran angin malam.
Xiu Bai yang sudah bertekad ingin meminta maaf pun langsung bangkit.
“Ehem,, pertama-tama, Bai'er minta maaf kepada kalian semua terutama ayah.” Ucap Xiu Bai.
“Bai'er telah membuat kalian kecewa, tapi Bai'er meminta mohon juga kepada kalian, tolong pengertian kalian, apa kalian tidak memikirkan isi hati Bai'er juga. Jika kalian tidak memikirnya, itu artinya kalian egois, itu artinya kalian hanya mementingkan diri kalian sendiri,” sambung Xiu Bai dengan nada sedih.
Semua orang, terutama Xiu Lou seketika tersadar. Mereka langsung menundukkan kepala lantaran selalu memikirkan ego mereka tanpa memikirkan perasaan Xiu Bai.
”Nak, maafkan ayah, ayah kini paham maksud ucapan dari nenekmu, ayah yakin kau akan menjadi pemimpin yang akan menjadi legenda tak pernah di lupakan di klan kita saat kau memimpin kelak.” Ucap Xiu Lou bangga.
“Hemm..!! Maafkan paman mu juga, kau selalu memikirkan perasaan kami, tapi kami tidak pernah memikirkan perasaanmu. Pamanmu kini tercerahkan olehmu,” ucap Du Jian dan Meng Chen serempak.
Satu persatu anggota klan Asura meminta maaf dan bangga akan pemikiran Xiu Bai yang luas dan terbuka.
Xiu Mu Lian juga kini terlihat berkaca-kaca. “Lihatlah cucumu ini sayang, dia mirip sepertimu,” gumam Xiu Mu Lian dalam hati mengingat mendiang suaminya yang telah lama mati.
***
Keesokan harinya.
Pagi-pagi sekali semua anggota klan Asura berkumpul di depan pintu gerbang klan. Mereka kini satu persatu memberikan bekal Xiu Bai untuk perjalanannya.
“Hati-hati nak, jangan memaksakan dirimu, jika kau lelah maka istirahatlah, jika kau lapar maka makanlah-”
Pletak..!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 449 Episodes
Comments
Darwito
8888888yes
2023-07-17
0
Karya Sujana
pletak
wadau
2023-01-28
1
ŕhàďýt
kepala siapa itu yg selalu di pletaakkk🤣🤣🤣
2022-12-27
1