THE BLACK HUNTER
🕵♀
🕵♀
🕵♀
🕵♀
🕵♀
Valerie Whitney seorang detektif handal berusia 25 tahun, Valerie bernaung di sebuah agen rahasia bernama The Black Hunter. Agen tempat bernaungnya Valerie sudah bekerja sama dengan kepolisian di kota itu.
Malam ini Valerie mendapat tugas untuk memecahkan kasus mengenai keberadaan gembong narkoba yang paling dicari. Kepolisian meminta bantuan tim Valerie untuk menemukan pelaku karena pelaku sangat licin dan susah untuk ditemukan.
Malam ini Valerie sedang berada dalam perjalanan menuju sebuah hotel, menurut informasi, pelaku sedang melakukan pesta dengan para wanita muda di sebuah hotel ternama.
“Jul, informasinya sudah benar kan? Si pelaku yang membuat pesta itu?” seru Valerie.
“Yaelah Val, kamu meragukan informasi yang aku dapat?” sahut Julian.
“Bukanya begitu, kamu orangnya ceroboh, pekerjaan kamu banyak yang keliru dibandingkan banyak benarnya,” ledek Valerie.
“Ckckck...kali ini aku tidak akan keliru, soalnya menurut informasi si pelaku itu buaya darat, dia bisa menyewa 3 wanita muda dalam semalam sekaligus. Nah, pesta itu yang diundang semuanya wanita muda jadi sudah jelas pasti yang mengadakan pesta itu adalah si pelaku.”
“Busyet, semalam 3 wanita kuat banget tuh orang, kayanya kamu juga kalah sama dia,” ledek Valerie.
“Ishh...sembarangan kalau ngomong, kamu mau coba kekuatanku?” goda Julian dengan menaik turunkan alisnya.
“Ogah.”
Beberapa saat kemudian, mobil yang dikendarai Julian pun sampai di sebuah hotel mewah.
“Hati-hati jangan sampai ketahuan,” seru Julian.
“Sip.”
Valerie pun turun dari dalam mobil dan mulai melangkahkan kakinya dengan gemulai memasuki hotel tersebut, sedangkan Julian hanya memantau dari mobil.
Valerie memakai cincin, dan cincin itu bukan sembarang cincin karena terdapat kamera tersembunyi di dalam cincin itu.
Valerie pun sampai di sebuah ruangan yang di duga di jadikan tempat pesta, dengan langkah yang dibuat gemulai, Valerie pun menghampiri dua orang penjaga yang sedang menjaga tempat itu.
“Maaf Nona, anda tidak bisa masuk!”
“Kenapa? Bukanya pesta ini untuk umum? Asalkan yang datang wanita muda nan cantik,” seru Valerie.
“Iya, tapi maaf anda tidak memasuki kriteria yang Bos kami inginkan.”
“Apa? Jadi maksud kalian aku kurang cantik dan sudah tua!” bentak Valerie.
Kedua penjaga itu justru malah takut akan kemarahan Valerie.
“Ah, bukan begitu Nona tapi menurut kami, kostum Nona tidak sesuai dengan tema pesta jadi Nona tidak bisa masuk.”
“Memangnya kenapa dengan kostum aku? Perasaan ini gaun paling mahal yang pernah aku beli, bahkan aku menghabiskan uang tabunganku hanya untuk membeli gaun ini,” sahut Valerie kesal.
“Nona, lebih baik Nona baca dulu persyaratannya,” seru salah satu penjaga sembari menunjuk sebuah pamplet.
Valerie pun menghampiri pamplet itu dan membacanya dengan seksama, seketikan Valerie membelalakan matanya ternyata itu adalah pesta kolam berenang dan setiap tamu undangan harus memakai baju minim dan seksi ataupun b*kin*.
“What, jadi aku harus pakai b*kin*? Pria itu sungguh sangat menjijikan,” batin Valerie.
Valerie mulai memutar otak, bagaimana caranya dia bisa masuk ke dalam tanpa harus memakai b*kin*.
“Sial, si Julian tidak bilang lagi kalau peraturan masuk ke dalam harus berpakaian seperti itu? Lagi-lagi, dia memang tidak pandai mencari informasi,” gerutu Valerie.
Valerie pun memutuskan untuk masuk ke sebuah kamar mandi, di dalam kamar mandi, Valerie mondar-mandir mencari cara supaya bisa masuk ke pesta itu.
Valerie pun bercermin, malam ini Valerie memang memakai gaun panjang dengan lengan panjang, walaupun tidak terlihat seksi, tapi pakaian itu membentuk lekuk tubuh Valerie.
Valerie melihat-lihat gaunnya. “Terpaksa aku harus melakukannya,” gumam Valerie.
Valerie pun dengan cepat merobek lengan panjang gaunnya dan menjadikannya seperti gaun tanpa lengan, Valerie juga mulai merobek panjang gaunnya sampai sebatas paha.
“Sayang sekali, gaun mahal ini harus aku rusak. Pokoknya habis misi ini aku mau minta ganti rugi sama si Julian,” gumam Valerie.
Valerie pun mulai merapikan penamilannya, dirasa sudah pas, Valerie pun keluar dari kamar mandi dan menghampiri kedua penjaga itu.
“Bagaimana, apa sekarang aku sudah boleh masuk?” seru Valerie.
Kedua penjaga itu memperhatikan penampilan Valerie dari atas hingga bawah, lalu mereka berdua saling pandang.
“Silakan Nona, anda boleh masuk.”
Valerie pun merasa lega, dan akhirnya masuk ke dalam tempat pesta itu. Valerie tampak terkejut karena semua wanita muda itu terlihat memakai pakaian yang sangat minim bahkan ada juga yang menggunakan b*kin*.
“Gila pesta apaan ini?” batin Valerie.
Sementara itu, Julian yang memantau Valerie dari dalam mobil tampak membelalakan matanya melihat keadaan di dalam tempat pesta.
“Busyet, seksi-seksi banget mereka,” gumam Julian.
Valerie pun mulai melihat-lihat tempat pesta itu, dari kejauhan terlihat pria tua dengan perut buncit serta kepala botak dan di kelilingi oleh para wanita muda itu.
“Aku yakin, dia pasti gembong narkoba itu,” batin Valerie.
Valerie mulai mencari barang-barang yang mencurigakan, hingga akhirnya tatapan Valerie tertuju kepada sebuah koper yang berada di samping pria itu.
“Kena kamu sekarang, Pak Tua.”
Valerie mulai mendekati koper itu, pria itu tidak menyadari kehadiran Valerie karena dia sibuk dengan wanita-wanita muda mainannya.
Baru saja Valerie menyentuh ujung koper itu, tiba-tiba suara alarm berbunyi dengan nyaringnya membuat Valerie terkejut dan langsung mundur, berpura-pura tidak tahu apa-apa.
Seketika pria itu dan anak buahnya langsung kabur dengan membawa koper itu, otomatis Valerie pun langsung mengejarnya.
“Sial, Julian, pria tua itu memakai alarm di barang buktinya jadi dia akan tahu kalau ada penyusup masuk ke pesta ini,” seru Valerie.
Valerie berbicara dengan cincinnya yang nantinya akan terhubung kepada Julian, suasana pesta pun menjadi kacau. Valerie pun mengejar pria tua itu tapi sayang, Valerie kehilangan jejak.
“Gila, dia cepat banget menghilangnya.”
Sementara itu, di luar, polisi sudah mengepung hotel itu karena Julian langsung berkoordinasi dengan kepolisian akan menangkap gembong narkoba itu malam ini.
Valerie terus mencari pelaku dan anak buahnya yang kabur entah ke mana.
Sementara itu, di sebuah kamar hotel seorang pria tampan sedang asyik menikmati winenya. Pria itu tampak sedang memerhatikan pesta kolam renang dari balik jendela kamarnya.
Pelaku sangat kebingungan harus bersembunyi di mana, hingga akhirnya si pelaku masuk ke kamar si pria tampan itu.
Pria itu sadar, kalau di kamarnya ada penyusup, dengan mengendap-ngendap pria itu memperhatikan kamarnya dan benar saja seorang pria tua dengan koper di tangannya sedang mengintip seseorang dari celah lubang kunci.
“Kurang ajar, berani sekali kamu menyusup ke kamarku,” seru pria itu.
Si pelaku langsung menyerang si pria, hingga terjadilah perkelahian. Ilmu beladiri si pelaku sangatlah minim, sehingga pria itu dengan mudah bisa mengalahkannya.
Valerie yang kebetulan melewati kamar itu merasa curiga karena di dalamnya terdengar kegaduhan apalagi sekarang pintu kamar itu sedikit terbuka.
“Apa, si Pak Tua itu bersembunyi di sini ya?” batin Valerie.
Perlahan Valerie pun membuka pintu kamar itu dan terlihat pria tua dan pria tampan itu sedang berhadap-hadapan dengan sama-sama memegang koper. Valerie mengira pria tua itu sedang menyerahkan koper kepada pria tampan itu, padahal kenyataannya mereka sedang rebutan koper.
“Jadi ternyata kamu Bosnya!” teriak Valerie.
Tanpa di duga, Valerie justru menyerang si pria tampan dan terjadilah perkelahian di antara keduanya. Sedangkan si pria tua merasa beruntung dan memanfaatkan situasi dengan melarikan diri.
“Serahkan koper itu!” teriak Valerie.
“Tidak semudah itu Nona.”
Pria tampan itu sangat jago beladiri sehingga Valerie bisa kalah dalam sekejap. Pria tampan itu menggulung tubuh Valerie dengan selimut sehingga Valerie tidak bisa bergerak sama sekali.
“Sampai bertemu lagi, Nona.”
Pria tampan itu menggeret koper yang akan menjadi sebuah barang bukti untuk Valerie.
“Hai, tunggu kamu! Kembalikan koper itu!” teriak Valerie di dalam gulungan selimut.
Pria tampan itu pun meninggalkan Valerie yang sama sekali tidak bisa bergerak.
“Sial....”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Valerie 25 tahun menyamar jadi siswi??? yg benar thor?? gak ketuaan ya??🤫🤫🤫
Aku ada baca Novel yg alurnya sama, PACAR KU ANAK SMA author ara cahya, Bulan seorang Polwan yg menyamar jadi tenaga pengajar utk menyelidiki kasus pembunuhan berantai juga di sekolah tempat dia mengajar,,
Semoga yg ini juga seru ya..
2023-08-27
1
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
2022-12-07
1
N⃟ʲᵃᵃ࿐DHE-DHE"OFF🎤🎧
aku like favorit dulu,, besok lanjut bacanya,,, abis baca cerita bodyguard,, jadi ketagihan baca karya kak othor
2022-09-30
1