Tak terasa sudah seminggu Kevin cs dan Keira cs liburan di villa. Sekarang mereka sedang bersiap siap pulang karena 5 hari lagi mereka sudah mulai sekolah. Masih lama memang libur mereka, namun mereka memilih pulang untuk menyiapkan diri sebelum akhirnya kembali ke sekolah.
Selesai berkemas mereka melajukan mobil pulang, menggunakan 2 mobil Kevin, Gavin, Keira dan Alya. Sedangkan mobil satunya Nathan, Kendro, Lily juga Vivy.
Tidak ada obrolan di mobil Kevin, hening, karena Keira dan Alya sudah tertidur pulas di jok belakang. Hanya Gavin yang fokus menyetir serta Kevin menemani Gavin sambil sesekali memainkan ponselnya.
"Kev"panggil Gavin.
"Kenapa? capek, mau gantian nyetir?"tanya Kevin.
"Sejauh apa hubungan lo sama Keira?"tanya Gavin langsung pada intinya. Jujur saja beberapa hari liburan di villa, dia di hantui rasa penasaran setelah memergoki Kevin sedang berbuat mesum pada Keira di dapur.
"Kenapa lo nanya gitu?" tanya balik Kevin.
"Sory, waktu di villa gue nggak sengaja liat lo sama Keira di dapur"jawab Gavin.
"Gue sama Keira udah nikah"jawab Kevin jujur.
Gavin diam mendengarkan itu.
"Gue sama Keira udah nikah sejak ulangan tengah semester waktu itu"lanjut Kevin.
"Jadi waktu gue sama mama ke rumah lo waktu itu, lo udah nikah?"tanya Gavin.
"Iya, tante Linda sama om Gun juga dateng waktu itu, tapi karena memang pernikahan gue sama Keira diam diam, jadi tante Linda nggak mungkin ngasih tau lo"jawab Kevin menjelaskan.
Gavin diam dengan perasaan sesak, pasalnya dia menaruh hati pada Keira, namun ternyata Keira sudah menikah dengan sepupunya sendiri. Gavin terseyum kecut mendengar pengakuan Kevin. Kevin yang melihat itu menepuk bahu Gavin pelan.
"Gue tau lo kecewa, tapi lo harus yakin kalo lo bisa dapetin orang yang baik buat lo"ucap Kevin. Gavin tersenyum dan mengngguk mendengar itu. Gavin mencoba ikhlas mendengar kenyataan itu, ia harus merelakan orang yabg di cintainya bersama supupunya.
.
.
.
Setelah cukup lama prerjalanan, kini sudah sampai di rumah Kevin. Keira dan Alya sama sama masih tertidur, mungkin mereka lelah. Kevin segera turun dari mobil Gavin, menguluarkan kopernya dan menggendong Keira. Sedangkan Gavin menatap dengan tatapan sendu. Gavin melajukan mobilnya menuju rumah Alya.
Sesampainya di rumah Alya, Alya masih tidur juga. Gavin menoleh kebelakang untuk membangunkan Alya. Namun nihil, Alya tak kunjung bangun, hingga akhirnya Gavin keluar dan membuka pintu sebelah Alya. Saat Gavin mendekatkan tububnya bersiap menggendong Alya, tiba tiba Alya mengerjapkan matanya. Sontak tatapan mereka bertemu. Alya yang belum sadar sepenuhnya tersenyum melihat wajah tampan Gavin.
"Ohh pangeran tampan ku"ucap Alya tanpa sadar.
Deg
Detak jantung Gavin serasa berpacu lebih cepat mendengar ucapan Alya. Hingga Gavin tersadar dan menyentil kening Alya.
"Ouuhh, sakit tau"sungut Alya kesal.
"Turun udah sampe"ucao Gavin datar.
Alya mengedarkan pandanganya, ternyata sudah sampai di rumahnya. Dengan memperlihatkan cengirannya, Alya turun dari mobil Gavin menyeret kopernya masuk ke dalam rumah. Gavin melajukan mobilnya menuju rumah dengan perasaan aneh saat mendengar kata "pangeran" dari mulut Alya.
.
.
.
Sampai di rumah Gavin masih saja senyum senyum sendiri, dan hal itu tidak luput dari pandangan orang tuanya. Linda dan Gun hanya saling pandang melihat putra mereka yang menurutnya aneh, pasalnya Gavin sangat jarang tersenyum.
Tok tok tok
"Sayang, mama boleh masuk?"tanya Linda.
"Masuk aja ma"jawab Gavin. Dilihatnya Gavin sedang bermain dengan ponselnya.
"Kenapa ma?"tanya Gavin.
"Gak apa apa sayang, gimana liburannya? seru?" tanya Linda.
"Seru ma"jawab Gavin singkat.
"Ya udah, mama cuma mau tanya itu, kamu istirahat ya"ucap Linda yang di angguki oleh Gavin.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments