BAB 5
Bulan bersinar dengan terangnya, di temani ribuan bintang, menambah elok suasana malam hari ini. Tapi tidak dengan suasana hati Keira sejak pulang dari rumah Kevin. Ya, saat Keira sampai di rumah Kevin, ternyata sang mami sudah berada di sana, dan merencanakan perjodohan mereka. Entah harus benci atau bahagia, pasalnya Keira tidak bisa menerima sifat dingin Kevin saat ini, yang sangat berbanding terbalik dengan sifat Kevin kecil. Tidak bisa di pungkiri memang, pesona Kevin memang tiada duanya. Tapi bagi Keira, sifat dingin Kevin selama ini, merubah perasaannya.
Flashback on
"Kei, aku punya sesuatu buat kamu!"seru Kevin kecil sembali meberikan sebuah kotak panjang berwarna merah dengan pita kepada Keira kecil.
"Ini apa Kev?" tanya Keira kecil.
"Ini kalung, kamu pakai ya. Besok kalo sudah nggak muat, kamu simpan kalung ini Dan saat kamu kembali kesini, kamu harus janji sama aku kalau kita bakal menikah"cicit Kevin kecil sembari mengacungkan jari kelingkingnya. Dengan senyum mengembang, Keira kecil menautkan jari kelingkingnya.
"Iya Vin, aku janji. Setelah aku kembali kesini, kita bakalan menikah" jawab Keira kecil denga sangat bahagia. Entah mereka tau apa tidak arti kata menikah.
"Ya sudah, sana kamu masuk kedalam mobil, aku bakal nunggu kembali, dan kita bakal menikah." tutur Kavin kecil sambil memeluk Keira kecil.
Keira pun mengganguk.Dia bergegas kedalam mobilnya, dan bersiap untuk ke Bandung. Saat itu Keira dan Kevin baru lulus sekolah TK, disaat mereka ingin sekolah bersama lagi di SD, Keira harus ikut orang tuanya ke Bandung, karena sang papi harus mengurus perusahaan yang ada di Bandung. Saat kelas 1 SMP Keira sudah kembali ke Jakarta, tapi karena kesibukan sekolah, Keira belum pernah ketemu Kevin. Hingga saat SMA, barulah dia ketemu dengan Kevin, itupun sudah kelas XI.
Flashback off
Keira tersenyum, kala mengingat masa kecilnya dulu.Dia mengenggam kalung pemberian Kevin waktu kecil. Hingga rasa kantuk melanda, akhirnya Keira menjemput alam mimpi.
.
.
.
Pagi datang, dengan segera Keira bangun dan langsung mandi. 20 menit sudah Keira selesai dengan mandinya, ia pun bergeas berseragam dan turun ke bawah untuk sarapan.
"Pagi pi, mi!" Seru Keira seraya mencium pipi sang papi mami.
"Pagi sayang!" jawab mereka.
Mereka makan dengan tenang, hingga akhirnya Clara, mami Keira membuka obrolan.
"Kei, nanti pulang sekolah langsung pulang ya!" perintah Clara.
"Iya mi. Emang mau ada acara?" tanya Keira.
"Iya sayang, nanti malam keluarganya Kevin mau kesini, sekalian acara pertunangan kalian."jawab Clara dengan senang.
Sedangkan Keira, ntah apa yang harus dia ungkapkan saat ini, senang atau sengsara.
.
.
.
Di tempat berbeda tepat nya rumah Kevin, Luna, mama Kevin sedang membicarakan tentang acara nanti malam bahwa keluarga nya akah kerumah Keira untuk melangsungkan acara tunangan mereka.
"Gimana sayang? Kamu mau kan tunangan dulu sama Keira?"tanya Luna.
"Iya ma. Kevin mau, itukan udah janji Kevin dulu ma." jawab Kevin dengan senyum. Meskipun di luar Kevin jarang bahkan tidak tersenyum, tapi dengan orang orang tersayannya, ia akan mudah tersenyum.
"Oke, kalau gitu sekarang kamu berangkat sekolah. Ingat, pulang langsung pulang, jangan mampir mampir." pesan Luna.
"Iya ma"jawabnya
.
.
.
Di dalam kelas tepatnya XI IPA 2, Keira terus saja memasang wajah murungnya. Hingga membuat sahabatnya pertanya tanya.
"Kei, lo kenapa sih murung gitu? nggak biasanya tau lo kek gini."tanya Alya.
"Nggak apa apa kok." jawab Keira seadanya.
"Kei, gue tau lagi bohong. Cerita dong sama kita, katanya sahabat." cicit Alya.
Hemmmt
Tedengar helaan nafas dari Keira.
"Al, lo tau kan kalau gue lagi nunggu pangeran gue?"tanya Keira.
"Iya, gue tau. Emang kenapa? Dia udah kembali?" tanya Alya begitu penasaran.
Keira menganggukan kepalanya, pertanda dia menjawab 'iya'.
Sedangkan Lily dan Vivy hanya menjadi pendengar seita, karena mereka tidak tau apa yang merrka bicarakan.
"Bagus dong Kei kalo dia udah balik, terus kenapa lo malah murung gitu?" tanya Alya penasaran.
"Lo juga tau kan kalo pangeran gue itu namanya Kevin?" lagi lagi Keira bertanya
"Iya gue tau kalo nama pangeran lo itu kev_" Cicit Alya tak melanjutkan ucapannya.
"OMG, jangan bilang kalo Kevin yang lo maksud itu, si ketos?" lanjut Alya bertanya, dan hanya di kawab anggukan oleh Keira. Dan betapa terkejutnya Alya, Vivy dan Lily.
.
.
.
Sedangkan di kelas berbeda tepat nya XI IPA 1, yang tak lain dan tak bukan adalah kelas Kevin. Kevin tampak senyum senyum nggak jelas. Hingga membuat teman temannya merinding.
"Woy Vin, lo kesambet apaan senyam senyum gitu?" tanya Nathan, teman Kevin.
"Nggak apa apa"jawab Kevin kembali ke wajah dinginnya.
"Wah wahh, baru aja senyum senyum, eee, udah balik lagi ke mode kulkas"cicit kendro sambil terkekeh. Sedangkan yang di sindir hanya menatapnya tajam. Berbeda dengan Gavin yang hanya geleng geleng kepala.
.
.
.
Entah kenapa bagu Keira hari ini berjalan begitu cepat. Tak terasa matahari sudah bersembunyi di ujung barat, dan di gantikan dengan sinar rembulan yang bertabur bintang.
Pukul 18.30 tadi, Clara sudah memerintah Keira untuk bersiap siap, karena sebentar lagi keluarga Kevin akan datang ke rumahnya. Tapi hingga waktu menunjukan pukul 18.50, Keira belum beranjak dari ranjangnya. Ia melamun, memikirkan nasib nya. Memang ada sedikit rasa bahagia di dala hati Keira, namun di saat ia memingat betapa dinginnya sikap Kevin kepadanya, Keira pun kembali ragu.
huftt
Terdengar helaan nafas Keira begitu ragu. Hingga suara ketukan di pintu membuyarkan lamunannya. Clara masuk dan terkejut melihat sang putri yang ternyata belum bersiap siap. Padahal keluarga Kevin sudah di jalan.
"Kei, kok belum siap siap sihh? Kevib sudah di jalan lhoo,, bentar lagi sampe."ujar Clara dengan nada sedikit tinggi. Keira tampak berfikir, apakah dia akan menerima ini semua?
"Udah sana buruan mandi, mami tunggu di sini!" hingga perintah sang mami membuyarkan lamunannya dengan kaki yang segera beranjak dari tempat tidur.
20 menit Keira selesai dengan mandinya, dengan berbalutkan dress selutut tanpa lengan ia keluar dari kamar mandi. Meskipun Keira sudah cantik meskipun tanpa make up, tapi sang mami tetap memoleskan make up natural pada sang putri yang membuat Keira nampak lebih ayu.
.
.
.
Di ruang tamu tampak sudah ramai dengan kehadiran keluarga Kevin. Aryo, yang merupakan papa Kevin sedang berbincang dengan Bimo, papi Keira.
Kevin tampak tidak sabar ingin bertemu Keira, sudah 1 tahun lebih dia berpura pura tidak mengenal Keira di sekolah, membuat nya sedikit gugup.
"Tenang aja Vin, rileks. Oke?" ucap Luna menenangkan, yang hanya di sambut senyuman dari Kevin.
Tak berselang lama, Keira dan Clara menuruni anak tangga. Sontak saja semua mata lansung tertuju pada sang icon hari ini. Keira. Dia nampak sangat cantik.Begitu pulang dengan Kevin, yang juga terpesona dengan penampilan Keira malam ini. Beberapa detik Kevin dan Keira saling menatap.
Deg
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments