BAB 6
1 Minggu berlalu setelah acara tunangan Kevin dan Keira. Mereka menjalan aktifitas seperti biasanya, Kevin dengan mode kulkasnya juga Keira dengan segala tingkahnya di sekolah. Seperti saat ini, terlihat Kevin beberapa kali memijat pelipisnya.
"Vin, gue nggak salah. Keira duluan yang jambak rambut gue. Gue kan nggak sengaja nabrak dia" cicit Via dengan memelas. Sedangkan Keira hanya menatap sinis ke arah Via, rivalnya.
Keira bukan tidak mau melawan perkataan Via yang memutar balikan fakta, tapi sekuat apa pun Keira berusaha, tetap saja ia akan di hukum juga.
Huft.
"Sekarang lo lari keliling lapangan basket 5 kali!" perintah Kevin pada Via.
"Dan lo, ikut gue!"lanjut Kevin sembari menarik tangan Keira. Sontak saja perbuatan Kevin itu menjadi pusat perhatian semua siswa, termasuk teman teman Kevin yang ada di sana. Via kaget dengan Kevin yang tiba tiba menarik tangan Keira, padahal setiap kali Via bergelayut manja di lengan Kevin, langsung di tepis begitu saja.
.
.
.
"Lo ngapain sih bawa gue sini!" seru Keira kesal, karena Kevin mengajak ke taman belakang yang begitu sepi. Kevin tidak menjawab, dia malah menarik Keira masuk ke dalam pelukan nya. Mata Keira melolot sempurna dengan perlakuan saat ini. Tapi di hati Keira yang paling dalam, ia merindukan pelukan hangat ini. Hingga beberapa saat Keira tersadar.
"Kev, lepas. Ntar ada yang liat!" seru Keira sambil berusaha melepas pelukan Kevin.
"Bentar dong Kei, biarin kek gini dulu."jawab Kevin sambil memejamkan mata.
"Gue kangen sama lo Kei, gue capek harus pura pura nggak kenal lo, gue capek harus terus terusan bersikap dingin sama lo." ucap Kevin seraya melepas pelukannya. Dan kini, Kevin menggenggam erat tangan Keira.
"Kei, gue sayang sama lo. Dari dulu perasaan gue ke lo nggak pernah berubah. Gue rela nungguin lo selama ini. Please, lo terima pertungan kita ya."ucap Kevin sambil terus menggenggam tangan Keira. Keira terdiam sesaat.
"Lah, kan gue juga nerima pertunangan ini." jawab Keira enteng.
"Gue tau lo kemarin terpaksa nerima pertunangan kita. Tapi gue yakin, di dalam hati lo yang paling dalam, lo bahagia, gue yakin masih ada nama gue di hati lo Kei"ucap Kevin meyakinkan Keira. Diam, tidak ada yang saling membuka suara lagi dengan posisi yang masih sama. Saling menggengam erat. Hingga terdengar suara bel masuk baru mereka melepas genggaman tersebut.
Saat Keira hendak pergi dari taman belakang, lebih dulu Kevin menarik tangannya hingga membuat Keira bebalik dan mendapat pelukan dai Kevin.
"Lo sekarang masuk ke kelas, belajar yang rajin."Ucap Kevin seraya mencium pucuk kepala Keira lembut.
.
.
.
Di dalam kelas, Keira tidak fokus pada pelajaran. Ia lebih banyak melamun, dan hal itu tidak luput dari penglihat sahabatnya.
"Vy, Ly ,Keira kenapa sih daritadi bengong aja?"Tanya Alya pada si kembar, Lily dan Vivy.
"Mana gue tau, dari pas balik dari ruang OSIS tadi Keira udah gitu."seru Vivy.
Meraka pun memandang Keira dengan tatapan yang sulit di artikan, pasalnya meskipun Keira sering membuat ulah, Keira tidak pernah pasif jika di dala kelas. Tidak seperti saat ini, yang kebanyakan melamun.
"Kei, lo kenapa sih?" tanya Alya yang tidak mendapatkan respon sama sekali.
"Kei!" seru Alya. Hingga akhirnya Alya mencubit tangan Keira dan membuat nya berteriak.
"Keira, kenapa kamu teriak?" tanya guru Keira.
"Ehh, nggak kok bu, nggak apa apa, di gigit semut tadi bu." jawab Keira cengengesan.
Setelah guru tersebut melanjutkan mengajarnya, Keira menatap tajam pada Alya.
"Lo kenapa sih Kei?" tanya Alya pelan.
"Harusnya gue yang nanya, lo kenapa cubit gue?"jawab Keira dengan nada yang tak kalah pelan.
"Abisnya lo dari tadi melamun terus, di panggil juga nggak jawab. Lo ada masalah? cerita aja sama!" seru Alya yang hanya di jawab gelengan oleh Keira.
.
.
.
Di kelas sebelah, tepatnya kelas Kevin juga tak kalah hebohnya. Teman teman Kevin sedsri tadi memberi pertanyaan pertanyaan pada Kevin.
"Woy Kev, lo tadi bawa Keira ke mana?" tanya Nathan kepo. Tapi Kevin hanya diam saja.
"Jawab dong Kev!" seru Nathan tak sabaran.
"Gue hukum dia"jawab Kevin cuek.
"Tumben lo hukum dia harus narik narik tangan segala, biasa juga lo langsung nyuruh." tanya Nathan dengan dahi berkerut. Sedangkan Kevin hanya mengendikan bahu saja, yang membuat teman temannya saling berpandangan.
.
.
.
Jam pulang sekolah semua siswa berhamburan keluar kelas. Tak terkecuali Keira dan teman temannya, juga Kevin dan teman temannya. Karena kelas mereka yang bersebelahan, saat Keira keluar bertepatan dengan Kevin yang keluar kelas juga. Sontak pandangan mereka bertemu, Kevin tersenyum pada Keira. Hingga detik berikutnya Keira mengalihkan pandangannya.
"Keira, mau pulang bareng?"tanga Gavin pada Keira. Sedangkan Keira yang di tanya hanya acuh, dan memilih pergi. Dan itu mengundang tawa Nathan dan Kendro.
"Bwahaha, seorang Gavin mau ngajak cewek pulang bareng, dan di acuhkan?? hahahaa, momen langka ini" seloroh Kendro dengan terus saja tertawa terbahak bahak.
"Bener tu bener. Lo juga ngapain Gavin pake mau ngajak pulang bareng si onar? Demen lo ma dia?" goda Nathan sambil menaik turunkan alisnya. Dan Gavin hanya menjawab dengan senyum dan anggukan kecil.
"Wahh, wah, wahhh, parah lo Gav suka sama si onar. Tapi gapapa lah, gue doain lancar." jawab Nathan sambil menepuk nepuk bahu Gavin. Sedangkan Kevin, ia menatap sinis ke arah Gavin.
jangan harap lo bisa dapetin Keira"ucap Kevin dalam hati.
.
.
.
Di parkiran Keira sedang di todong pertanyaan oleh sahabatnya. Namun Keira hanya acuh, enggan untuk menanggapi.
"Keii, jawab dong. Lo ada hubungan apa sama Gavin?" tanya Alya begitu penasaran.
"Kan udah gue jawab Al, ngga ada. Tu si Vivy sama Lily juga denger kalo gue jawab ngga ada apa apa." sungut Keira sebal.
"Nggak mungkin kalo nggak ada apa apa." desak Alya.
"Emang nggak ada apa apa Alya. Cuma Gavin pernah ngasih gue air pas gue di hukum. Itu pun gue udah bilang makasih, dan udah. Gue nggak ada apa apa sama dia." jelas Keira.
"Hahhh, seorang Gavin perhatian sama cewek? Ini tu keajaiban tau nggak Kei, banyak cewek yang cari cari perhatian Gavin tapi nggak di tanggepin, dan lo. Lo di kasih air pas lo di hukum Kei. Itu tanda si Gavin naksir sama lo."jelas Alya panjang lebar.
"Nggak mungkin lah dia suka sama gue, secara gue kan pembuat onar di sekolah." jawab Keira dengan senyum kecut.
"Tapi lo tu cantik Kei, siapa coba yang nggak suka sama lo. ya nggak?" tanya Alya pada si kembar.
"Betul itu." jawab kembar kompak. Sedang kan Keira hanya memutar bola matanya malas.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments