Masih di villa, malam harinya mereka mengadakan acara barbeque. Tadi siang Keira sudah meminta mang asep menyiapkan alat dan bahannya. Dan sekarang para laki laki bertugas menyiapkan panggangan, sedangkan para ciwi ciwi bertugas membuat bumbu juga menyiapkan bahan yang akan di panggang.
Di sela aktivitas sang ciwi ciwi, Alya sesekali menatap Keira. Keira yang merasa pun angkat biaca.
"Kenapa Al?" tanya Keira.
"Hahh,, nggak apa apa kok Kei"jawab Alya.
Keira hanya manggut manggut saja. Sampai terdengar suara Kevin memanggil Keira. Keira menolehkan kepalanya ke kiri, di saat yang bersamaan Vivy yang menatap Keira dia melihat tanda merah di bagian belakang leher Keira. Sontak saja Vivy mencekal tangan Keira yang hendak menghampiri Kevin.
"Kenapa vy?"tanya Keira heran.
"Tunggu deh Kei, gue kayak lihat leher lo yang belakang merah dehh"jawab Vivy sambil berusaha melihat bagian belakang leher Keira.
"Ohhh, emm itu ,itu tadi di gigit nyamuk, iya iya di gigit nyamuk"jawab Keira gugup.
"Ooo"jawab Vivy berohh ria.
"Gue ke kamar mandi dulu"ucap Keira beralibi.
.
.
.
Di kamar mandi Keira merutuki kebodohannya karena lupa menutupi ganda kepemilikan itu. Dia mengambil make up dan menutupi tanda tersebut dengan make up. Setelah dirasa tidak terlihat lagi, Keira kembali menghampiri teman temannya.
"Darimana?"tanya Kevin.
"Kamar mandi"jawab Keira. Kevin manggut manggut mendengar jawaban Keira.
"Udah mateng nihh, mau gue suapin?" tanya Kevin.
"Mau"jawab Keira.
"Gue juga mau di suapin kayak Keira, Nathan suapi Vivy dong"cicit Vivy dengan wajah memelas.
"Ogahh, makan sendiri"jawab Nathan.
"Ihhh, Nathan jahat, katanya tadi mau ngajak Vivy ke pelaminan, masak suapin Vivy aja nggak mau"cicit Vivy panjang lebar.
"Besok kali Vy nunggu ke pelaminan dulu baru di suapin"timpal Kendro dengan kekehan.
"Itu Kevin sama Keira belum ke pelaminan aja udah suap suapan"jawab Vivy.
Uhuk uhukk
Kevin dan Keira sama sama tersedak mendengar ucapan Vivy.
"Kalian gimana sih, hati hati dong makannya" ucap Alya sambil menyodorkan minum untuk Keira.
"Ekhemmm, makasih Al"jawab Keira yang masih menetralkan suasana.
"Kalian kenapa? denger Vivy bilang belum kepelaminan aja tersedak"cecar Alya.
"Ehhh, enggak, tadi tu gue, gue tersedak saos di sosis"kilah Keira dengan gugup.
Namun Alya tak langsung begitu saja percaya dengan jawaban Keira. Alya akan mencari tau sebenarnya sudah sejauh apa hubungan Kevin dan Keira sampai sampai Vivy melihat tanda merah di leher Keira.
.
.
.
Malam semakin larut, acara baebeque telah usai, kini mereka sudah berada di kamar mereka. Setelah membersihkan diri, Keira menuju ranjang ingin segera tidur, dilihatnya Vivy dan Lily yang sudah terlelap. Sedangkan Alya masih sibuk dengan ponselnya.
"Belum tidur lo Al?"tanya Keira sambil merebahkan tubuhnya di samping Alya
"Belum"jawab Alya.
"Emmm, Kei,"ucap Alya.
"Kanapa?"tanya Keira.
"Ehh, nggak, nggak apa apa"kilah Alya, karena dia bingung harus bertanya mulai darimana. Keira menyerngitkan dahinya melihat tinggkah Alya.
"Lo kenapa Al? Ada yang mau lo bilang ke gue?"tanya Keira.
"Emmm, anu,Kei kalo menurut lo Gavib tu orangnya gimana sih?" jawab Alya menjadikan Gavin alibinya.
"Lo suka sama Gavin?"tanya Keira.
"I_iya" jawab Alya gugup. Keira tertawa mendengar itu.
"Ehemmm,, gini ya, sejauh ini gue kenal Gavin dia tu orangnya baik, tapi ya baru beberapa kali sih gue ketemu sama Gavin selain sama temen temen yaa, pernah sih dulu Gavin kerumah Kevin sama mama nya, nggak ngobrol banyak sih, tapi setau gue Gavin tu 11 12 sama Kevin, coll, irit bicara, tapi sekalinya udah kenal, ya gitu, cerewet"jawab Keira apa adanya.
"Lo di rumah Kevin juga pas Gavin sama mamanya ke rumah Kevin?"tanya Alya.
"Iyalah, kan gue tinggal di rumah Kevin" jawab Keira tanpa sadar.
"Lo tinggal di rumah Kevin kei?"tanya Alya memastikan.
"Iya, waktu itu orang tua gue keluar negri, makanya gue di titipin sama mama papa nya Kevin, mereka temen mami papi gue" jawab Keira.
"Ohhh"jawab Alya beroh ria.
"Dah yuk tidur, udah malem"ajak Keira.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments