Pagi hari yang biasanya Keira selalu terbangun oleh teriakan sang mami, kali ini ia masih enggan membuka matanya, ia masih senantiasa memeluk seseorang yang di anggap guling. Kevin tersenyum melihat wajah Keira di saat ia bangun tidur. Di kecupnya kening Keira, dengan sangat hati hati Kevin memindah kan kepala Keira pada bantal. Kevin bergegas ke kamar mandi, selesai mandi dan berpakaian, Kevin berjalan menuju ranjang berniat membangunkan istrinya.
"Kei, bangun!" seru Kevin sambil menggoyang bahu Keira.
"Bentar lagi mi" jawab Keira. Kevib tersenyum, ternyata istrinya masih belum ingat kalau dia sudah menikah.
"Gue bukan mami, tapi suami lo"bisik Kevib tepat di telinga Keira. Sontak saja Keira membuka matanya lebar lebar. Betapa terkejutnya Keira melihat Kevin duduk di samping ranjang dan sudah berseragam bersiap ke sekolah.
"Buruan mandi, kalo lama gue tinggal!"seru Kevib dingin.
"Tinggal aja, gue bisa berangkat sendiri"sungut Keira seraya melangkah ke kamar mandi.
20 menit, Keira sudah rapi dengan seragamnya. Keira dan Kevin turun menuju ruang makan untuk sarapan bersama sang mertua.
"Pagi ma, pa!"sapa Keira pada sang mertua.
"Pagi sayang" jawab mereka.
"Mau sarapan apa sayang?" tanya Luna.
"Roti aja ma, masih pagi nggak mau yang berat berat"jawab Keira.
Dengan tersenyum Luna mengoleskan selai coklat pada roti dan memberikan pada menantunya.
"Lo_eh maksudku kak Kev mau sarapan apa?" tanya Keira dengan senyum yang di paksakan. Meskipun Keira belum sepenuhnya menerima pernikahan ini, tapi dia sudah di ajarkan sang mami untum menjadi istri yang baik, maka Keira tetap menjalankan tugasnya sebagai istri.
"Roti aja, selainya kacang"jawab Kevin dingin. Sedangkan Luna dan Aryo hanya tersenyum melihat interaksi anak dan mantunya tersebut. Setelah selesai sarapan, Keira dan Kevin berpamitan untuk berangkat sekolah.
"Kei sayang, berangkatnya bareng Kevin ya, mobil kamu belum di bawa kesini soalnya!"seru Luna. Dengan senyum paksa, Keira mengangguk dan segera masuk ke mobil Kevin. Sebenarnya Keira enggan berangkat bersama Kevin karena Kevin berangkat sangat pagi sekali. Seperti saat ini, jam 06.15 Keira sudah sampai di sekolah, namum dengan keaadaan sekolah yang masih sepi juga menguntungkan bagi Keira, karena tidak ada teman temannya yang melihat kalau dia berangkat bersama Kevin.
"Ntar pulang sekolah lo di jemput supir, gue ada rapat OSIS!" seru Kevin.
Tanpa menjawab pertanyaan Kevin, Keira bergegas turun dan berjalan menuju kelas.
.
.
.
Bel istirahat sudah berbunyi, terang saja semua siswa berhamburan keluar kelas menuju kantin. Begitu pula Keira cs. Sampai di kantin keadaan sudah ramai,
"Yahh, udah nggak kebagian bangku!"seru Lily kecewa. Alya mengedarkan pandangannya, hingga ia menemukan beberapa yang masi kosong.
"Situ aja yuk"tunjuk Alya.
" Nggak nggak, nggak mau lah gue, masak sebangku sama ketos"jawab Keira.
"Gapapa Kei, cuma itu doang bangku yang kosong"jawab vivy.
"Udah ayok"Sahut Alya sambil melangkah menarik tangan Keira.
"Boleh gabung nggak, penuh semua soalnya?"tanya Alya.
"Boleh kok, apalagi yang gabung bening bening gini" jawab Nathan dengan candaan.
Akhirnya mereka 1 bangku dengan Kevin cs, dengan posisi Keira berhadapan dengan Kevin. Kevin hanya diam sambil sesekali mencuri pandang ke ara istrinya. Namun saat mereka asik bercanda, tiba tiba Via cs datang dengan sengaja menumpahkan siomay yang berlumuran bumbu kacang pada baju Keira.
"Ehhh, sory, kena baju lo ya?"cicit Via dengan senyum mengejek. Tanpa segang Keira bangkit dan menarik rambut Via kencang. Via pun tak mau kalah, dia juga membalas perbuatan Keira. Dan terjadilah aksi tarik menarik.
"STOP!" teriak Kevin. Dengan segera Kevin menarik tangan Keira,
"Gavin, lo urus dia!" perintah Kevin yang di jawab acungan jempol oleh Gavin.
.
.
.
Kevin membawa Keira ke toilet.
"Bersihin dulu baju lo yang kotor, gu ambilin baju ganti dulu di koperasi"ujar Kevin.
Beruntung letak koperasi tidak jauh dari toilet, dengan segera Kevin membawa baju yang sudah ia ambil dan membawanya ke toilet.
"Kei, nih baju gantinya!" seru Kevin sedikit berteriak. Keira sedikit membuka pintu toilet dan menjulurka tangannya mengambil baju baru. Beberapa saat, Keira keluar dari toilet dengan baju yang baru.
"Makasih"ucap Keira singkat.
"Iya sama sama, jangan lupa ntar pulang di jemput supir, langsung pulang, jangan mampir mampir"perintah Kevin.
"Iya bawel"jawab Keira dengan mencebikkan bibirnya. Namun tanpa di sangka, Kevin melangkah maju mendekati Keira, hingga Keira berjalan mundur hingga terbentur tembok toilet. Kevin mengunci pergerakan Keira, menatap lekat wajah ayu istrinya itu.
"Lo_lo mau ngapain?" tanya Keira gugup.
Namun Kevin malah semakin memajukan wajahnya, hingga Keira memejamkan matanya. Melihat sikap istrinya, Kevin mengukir senyum.
"Bibirnya jangan gitu kalo nggak mau gue cium"bisik Kevin tepat di telinga Keira dan berhasil membuat Keira membuka matanya.
"Ihhh, resek ya lo"ucap Keira kesal dengan bibir mengerucut.
"Tu bibirnya, mau di cium beneran?" ujar Kevin seraya memajukan wajahnya.
"Dasar ketos mesum",ucap Keira dengan pipi yang sudah merah merona.
"Makanya jangan gitu lagi bibirnya, udah sana masuk kelas, belajar yang rajin"ujar Kevin sambil mengusap pucuk kepala Keira lembut.
"Iya" jawab Keira singkat dan melangkah pergi meninggalkan suaminya. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat intraksi mereka dengan banyak pertanyaan yang bersarah di otaknya.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Terus apa hukuman utk tuh cewek,Kevin sebagai SUAMI dan KETOS gak mungkin kan membiarkan saja istrinya di gituin di depan matanya..
2024-07-24
0