Pagi hari Keira dan Kevin sudah siap berangkat ke sekolah, setelah sarapan mereka pamit untuk berangkat. Di dalam mobil mereka sama sama terdiam, terutama Keira yang merasa canggung setelah kejadian ciuman panas malam tadi. Berbeda dengan Kevin yang terlihat biasa aja. Tak terasa 20 menit perjalanan mereka susah sampai di parkiran sekolah. Keira ingin keluar dari mobil, namun tangannya di cekal oleh Kevin.
"Kenapa kev, gue mau turun"ucap Keira.
"Pamit yang bener sama suami!"cicit Kevin. Dengan segera Keira mengambil tangan Kevin dan mencium punggung tangannya.
"Udah kan, sekarang gue mau turun"cicit Keira.
"Ini belum" ucap Kevin sambil menunjuk pipinya. Mata Keira sukses membola melihat apa yang di tunjuk Kevin.
"Issh, ini sekolah Kev"cicit Keira.
"Berarti kalo nggak di sekolah boleh dong minta cium"goda Kevin.
"Ihhhs, udah ahh gue mau turun"sungut Keira sebal.
"Iya iya,, belajar yang rajin"ucap Kevin sambil mengusap lembut pucuk kepala Keira.
"Iya sayangg"jawab Keira.
"Apa? aku nggak denger"cicit Kevin menggoda.
"Sayang"jawab Keira.
"Nah, gue suka lo manggil gue gitu mulai sekarang panggil dengan sebutan itu"jawab Kevib sambil mengecup pipi Keira. Dengan segera Keira turun dari mobil Kevin sebelum jantungnya benar benar lepas dari tempatnya karena ulah Kevin.
.
.
.
Kaira berlajan menyusuri koridor, namun ketika hendak sampai di kelas tangan di tarik paksa oleh seseorang hingga berhenti di taman belakang. Alya yang melihat itu langsung berlari mencari keberadaan Kevin. Sedangkan di taman belakang
Plak
Begitu nyaring ketika pipi Keira di tampar oleh Via. Ya, Via lah orang yang menarik tangan Keira.
"Lo apa apaan cium cium Kevin?"sungut Via emosi.
"Ehh, gue perjelas ya, bukan gue yang cium Kevin, tapi Kevin yang cium gue"jawab Keira gak kalah emosi. Karena emosi Via langsung menarik rambut Keira kuat, Keira yang sama sama emosi membalas perbuatan Via.
.
.
.
Alya berlari ke kelas Kevin, namun nihil, dia tidak menemukan Kevin di sana. Alya berfikir dimana keberadaan Kevin. Ruang OSIS. Yaa, Alya langsung saja berlari ke ruang OSIS, sesampainya di depan ruangan Alya langsung saja mengetuk pintu yang tertutup itu. Nathan yang keluar dari ruang tersebut.
"Ada apa manis?"ucap Nathan menggoda.
"Kei, hahh, Keira di tarik Via ke taman belakang"jawab Alya sambil mengatur nafasnya.
Kevin yang berada di dalam ruangan mendengar ucapan Alya, langsung saja berlari menuju taman belakang. Nathan dan Alya yang melihat itu langsung berlari menyusul Kevin.
.
.
.
"Lo nggak akan pernah bisa dapetin Kevin, Kevin punya gue"sungut Via emosi dengan terus menarik rambut Keira.
"Coba aja kalo lo bisa ambil Kevin dari gue"jawab Keira tak kalah emosi.
Kevin sampai di taman belakang langsung saja mendorong Via kuat, hingga Via terjatuh. Via melotot melihat Kevin.
"Kev, ini nggak seperti yang lo liat, gur bisa jelasin"elak Via.
"Lo nggak apa apa sayang?"tanya Kevin pada Keira tanpa mempedulikan Via. Keira hanya menggelengkan kepalanya. Langsung saja Kevin membawa Keira ke dalam dekapannya.
"Maaf ya, gue nggak bisa jagain lo"ucap Kevin penuh sesal.
"Lo nggak salah, nggak apa apa, nggak usah merasa bersalah"ucap Keira lembut. Di lepaskannya pelukan Kevin, Keira berjinjit untuk menjangkau bibir Kevin.
Cup
Sontak saja semua orang yang ada di sana melotot melihat itu. Kevin tersenyum melihat Keira yang sudah berani memperlihatkan kemesraan di depan umum.
Kevin berbalik menatap tajam Via.
"Nath, lo urus tu orang gila"perintah Kevin pada Nathan.
"Siap bro"jawab Nathan. Sedangkan Kevin menggandeng tangan Keira berjalan beriringan menuju UKS untuk mengobati luka pada bibir Keira yang sedkit berdarah karena tamparan Via. Sedangkan Alya, dia masih mematung di tempat melihat Keira sang sahabat mencium Kevin. Apalagi ini di sekolah.
.
.
.
Di dalam kamar mandi, Via terus saja menggerutu karena dirinya di hukum membersihkan seluruh toilet wanita di sekolahnya. Masih untung Via hanya di hukum membersihkan toilet tidak di skors, kalau saja sampai di skors, sudah pasti Via tidak bisa mengikuti ulangan akhir semester dua. Tapi dia juga masih kesal melihat Keira mencium bibir Kevin di depannya.
.
.
.
Sedangkan di UKS Kevin dengan telaten mengobati luka Keira. Dengan sesekali meringis merasakan perih, Keira masih sempat saja memperhatikan wajah tampan Kevin.
"Maaf ya, gue nggak bisa lindungin lo, coba aja tadi gue anterin lo ke kelas, pasti nggak bakal kejadian kayak gini"sesal Kevin.
"Nggak usah minta maaf, lagian cuma luka kecil"jawab Keira.
"Ya tetep aja Kei, gue ngerasa nggak becus jadi suami, jagain istri aja nggak bisa" seru Kevin dengan wajah menunduk.
"Heii, udah sayang, gue nggak apa apa, nggak usah merasa bersalah. Oke"jawab Keira menenangkan.
"Sekali lagi maaf ya sayang"ucap Kevin.
"Iya"jawab Keira
"Dah selesai. Mau ke kelas apa mau di sini aja?"tanya Kevin setelah selesai mengobati luka Keira.
"Kelas aja, tapi mau ke toilet dulu"jawab Keira.
"Ya udah, gue anterin"ucap Kevin.
"Nggak usah sayang, gue bisa sendiri"ucap Keira.
"Nggak ada penolakan"pungkas Kevin. Mau tak mau Keira mengalah. Kevin menunggu di luar. Tak selang lama Keira keluar dari toilet. Kevin menggandeng tangan Keira sepanjang koridor menuju kelas Keira.
.
.
.
Bel pulang sekolah tiba, semua siswa berhamburan keluar. Keira segera beranjak dsri bangkunya menghampiri suaminya di kelas sebelah. Kevin yang melihat Keira menghapirinya tersenyum manis.
"Mau pulang?"tanya Kevin.
"Iyaa"jawab Keira.
"Yuk"ajak Kevin sambil menggandeng tangan Keira.
"Gue duluan"pamit Kevin pada teman temannya, yang di jawab dengan acungan jempol saja.
Kevin tak pernah melepaskan tangan Keira sepanjang jalan menuju parkiran.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments