Waktu terus berjalan, tak terasa minggu depan sudah saat nya ulangan akhir semester 2 atau ulangan kenaikan kelas. Semua siswa sibuk dengan buku buku nya. Begitu juga dengan Keira cs dan Kevin cs mereka tambah rajin untuk belajar. Seperti saat ini, mereka sedang berada di rumah Kevin untuk belajar bersama.
"Kei, yang ini gimana sih? gue belum paham"tanya Alya.
"Gue juga belum paham. Kev bisa bantu jelasin soal ini ke kita?"tanya Keira pada Kevin. Kevin mengangguk tanda sudah paham, setelah itu dia menjelaskan kepada teman temannya yang belum paham.
"Gimana? udah ngerti kan?"tanya Kevin.
"Udah ngerti sayang, makasih ya"jawab Keira dengan senyum manis.
"Ekhem ehemm, AC mati apa yaa? gerah banget"seloroh Nathan bercanda.
"Apa sih lo, sirik amat"ucap Keira ketus.
"Kita di sini mau belajar Kei, bukan mau denger lo sayang sayangan"cibir Kendro.
"Diem deh, berisik ,katanya mau belajar"jawab Keira. Kendro hanya mencebikan bibirnya. Sedangkan Gavin, sia menahan sesak di dadanya mendengar Keira memanggil Kevin dengan sebutan "sayang".
.
.
.
Setelah belajar bersama selesai, Keira dan Kevin berada di kamarnya. Dilihatnya jam yang menempel di dinding sudah menunjukkan pukul 15.30. Keira berjalan ke kamar mandi.
"Mau kemana sayang?"tanya Kevin.
"Mandi"jawab Keira singkat.
20 menit Keira sudah keluar dari kamar mandi dengan baju santainya. Di lihatnya sang suami yang tertidur. Keira tersenyum melihat itu.
"Kev, bangun , mandi dulu ya"seru Kaira sambil menggoyang bahu Kevin pelan. Kevin mengerjapkan matanya saat merasa ada yang mengganggu.
"Mandi dulu ya"perintah Keira.
"Mandiin"seru Kevin manja.
"Nggak usah ngadi ngadi deh"jawab Keira kesal.
"Cuma mandiin dong Kei, nggak lebih"mohon Kevin.
"Nggak, udah sana mandi, airnya udah gue siapin"seru Keira sambil berjalan keluar kamar.
.
.
.
Malam harinya, Keira dan Kevin masih melanjutkan belajar mereka tadi siang. Tanpa banyak obrolan, mereka belajar dalam diam. Hingga jam sudah menungukan pukul 21.00 Kevin menyudahi belajarnya. Di lihatnya Keira masih fokus pada bukunya.
"Sayang, udah belajarnya, lanjut besok lagi"perintah Kevin.
"Iya bentar, ini udah selesai kok"jawab Keira sambil membereskan buku bukunya.
"Tidur yuk"ajak Kevin.
"Peluk"ucap Keira manja.
"Manja banget sih istri aku"jawab Kevin sambil memeluk Keira erat. Keira memejamkan matanya di pelukan Kevin. Kevin yang melihat itu pun gemas, di kecupnya pucuk kepala Keira berkali kali hingga Keira merasa terganggu.
"Issh, Kevin"seru Keira cemberut.
"Apa"jawab Kevin santai.
"Nyebelin"ucap Keira ketus.
"Tapi sayang kan"goda Kevin.
"Ihhhh"jawab Keira sambil menyembunyikan wajahnya di dada Kevin. Kevin tertawa melihat tingkah Keira yang semakin hari semakin manja itu. Tapi Kevin malah senang dengan sikap Keira sekarang.
Keira melepaskan pelukannya, dan menatap wajah Kevin. Seketika pandangan mereka bertemu. Kevin menelisik setiap lekuk wajah istrinya itu. Hingga pandanga Kevin jatuh pada bibir mungil berwarna merah alami milik Keira. Kevin semakin memajukan wajanya. Keira yang melihat itu sontak saja memejakan matanya. Melihat istrinya memejakan mata, Kevin semakin mendekatkan wajahnya. Semakin dekat hingga
CUP
Bibir keduanya bertemu, cukup lama Kevin hanya menempelkan bibirya, karena merasa tidak ada penolakan dari Keira, Kevin sedikit ******* bibir Keira lembut meskipun sedikit kaku, karena ini baru pertama kalinya untuk Kevin. Dengan nalurinya Kevin semakin memperdalam ci*mannya. Hingga akhirnya Keira membalas ci*man itu sama kakunya. Lidah Kevin menelusup masuk ke dalam mulut Keira, hingga saling membelit lidah dan saling bertukar saliva.
Semakin lama ci*man itu semakin menuntut, di kalungkannya tangan Keira pada leher Kevin, sementara tangan Kevin yang tadinya menahan tengkuk Keira sekarang sudah menulusup masuk ke dalam kaos yang di kenakan Keira mencari cari gundukan surga. Di remasnya kedua gundukan kenyal tersebut,
"Eughh"lenguh Keira. Mendengar itu, Kevin menurunkan ci*mannya ke leher putih Keira, menj*lat, mengigit dan menyesap hingga meninggalkan jejak merah di sana.
"Ahhh, geli Kev"cicit Keira dengan manja. Di naikannya kaos Keira hingga memperlihatkan due gundukan kenyal itu. Lalu di keluarkan dari wadahnya, Kevin meneguk salivanya susah payah melihat dua gundukan itu. Hingga dia memajukan wajahnya dan mulai menyesap ujung gunung kembar itu. Keira mendesah hebat merasakan sensasi geli bercampur nikmat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Di saat Keira menikmati itu semua, Kevin menyudahi aktivitasnya. Jelas saja Keira bingung.
"Kenapa nggak di lanjutin?"tanya Keira polos.
"Karena gue tau, lo belum siap. Dan gue bakal nunggu lo siap"jawab Kevin seraya mencium kening Keira. Keira hanya terdiam, memang benar adanya yang di ucapkan Kevin, ia belum siap jika harus melakukannya sekarang. Kevin beranjak dari ranjang.
"Mau kemana?" tanya Keira.
"Kamar mandi"jawab Kevin. Keira yang tidak tau apa yang di lakukan Kevin di kamar mandi, memilih untuk tidur.
.
.
.
Di kamar mandi Kevin berdiri dibawah guyuran air dingin untuk menghilngkan gairahnya. Setalah dirasa cukup tenang, Kevin keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya melilit di bagian pinggang kebawah saja. Di lihatnya Keira yang sudah tertidur, Kevin berjalan menuju lemari mengambil piyama tidur dan memakainya, setelah itu ikut berbaring di ranjang dan memeluk erat tubuh Keira.
"Night my wife"bisik Kevin sambil mencium kening Keira. Setelah itu, ia ikut memejamkan matanya menjemput alam mimpi.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments