Pagi menyambut, semua orang yang ada di kediaman Keira sudah sibuk dengan tugas mereka masing masing. Begitu juga dengan Keira, dia udah bangun sejak subuh untuk di make up. Keira memejamkan matanya membiarkan sang merias melukis di wajah ayunya. Selesai dengan riasannya, Keira di tuntun untuk berganti pakaian. Keira tambah semakin cantik dengan balutan kebaya berwarna putih, rambut yang di sanggul, ditambah riasan make up natural yang menambahkan kesan cantik untuk Keira.
Keira berdiri di depan, menatap dirinya yang sebentar lagi akan sah menjadi istri. Tak terasa setetes air bening luruh tanpa permisi.Entah air mata bahagia atau sedih, hanya Keira sendiri yang tau. Hingga dia mendengar suara pintu ketuk, Keira cepat cepat mengusap air matanya.
Ceklek
Clara masuk ke kamar Keira dengan senyum yang tak pernah luntur.
"Sayang, kamu cantik banget, pasti Kevin makin cinta deh sama kamu!"goda Clara.
"Apa sih mii" jawab Keira.
"Sayang, mami cuma mau bilang nanti saat kamu sudah sah jadi istri Kevin, kamu yang nurut ya sama Kevin, jangan bantah kata kata Kevin, dan kamu harus ikut kemanapun Kevin pergi. Mami yakin, kamu pasti bahagia bersama Kevin sayang." ucap Clara dengan air mata yang mengalir. Mendengar itu, Keira langsung menangis di pelukan sang mami.
"Maafin Keira mi kalo selama ini Keira nyusahin mami papi, Keira selalu buat kalian marah, Keira bandel, Keira nggak bisa jadi kebanggaan mami papi." ucap Keira sambil terisak.
"Kamu nggak pernah ngrepotin mami papi sayang, kamu anak yang baik"ucap Clara sembari melepas pelukannya.
"Sekarang, hapus air matanya kita turun, ijab kabul sebentar lagi di laksanakan"ucap Clara yang di angguki oleh Keira.
.
.
.
Di sebuah taman tepatnya taman belakang rumah Keira, Kevin sudah duduk di hadapan penghulu juga papi Bimo, papinya Keira yang tak lama lagi akan menjadi mertuanya. Berkali kali Kevin terlihat menarik nafas agar sedikit tenang.
Deg
Jantung Kevin seperti berhenti berdetak beberapa detik, di saat dia melihat seorang wanita cantik bebalutkan kebaya putih, sedang berjalan kearahnya dengan di gandeng ibu. Keira masuk ke taman dengan langkah anggun, Keira menatap lurus kedepan, di mana disana ada Kevin, yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Keira terpesona dengan penampilan Kevin yang begitu mempesona.
SAH
Terdengar suara yang membuat air mata Keira menetes tanpa di suruh. Kini Keira sudah sah menjadis seorang istri. Sekarang waktunya pemasangan cincin, secara bergantian Kevin dan Keira memasangkan cincin di jari manis masing masing.
"Alhamdulillah sudah sah ya mas Kevin, sebagai tanda kalau mas Kevin menyayangi sang istri, bisa di cium kening istrinya"seru penghulu yang membuat Keira melotot ke arah Kevin.
Awalnya Kevin terdiam, hingga beberapa saat kemudian
Cup
Kecupan manis mendarat sempurna di kening Keira, jangan di tanya perasaan Keira saat ini, pipi merah menahan malu, sedangkan Kevin bersikap biasa saja.
"Selamat ya sayang, sekarang kamu sudah sah menjadi seorang istri, ingat pesan mami ya Kei!"ucap Keira seraya memeluk Keira, dan di jawab anggukan oleh Keira.
"Kevin, selamat ya sayang. Mami titip Keira ya, tegur kalau dia salah, ubah kebiasaan buruknya."ucap Clara pada Kevin.
"Iya mi, Kevin bakal berusaha jadi yang terbaik buat Keira mi."jawab Kevin sambil tersenyum.
"Kei?"panggil Bimo, papi Keira
"Pii" jawab Keira yang langsung memeluk sang papi sambil terisak.
"Kamu sudah besar sayang, kamu sudah menjadi seorang istri, benar kata mami kamu, nurut sama suami ya, jadi istri yang baik dan berbakti pada suami!"seru Bimo.
"Iya pi, Keira janji bakal jadi istri yang baik pi"janji Keira. Setelah puas berpelukan dengan sang papi, kini gantian Luna dan Aryo yang membarikan ucapan selamat.
"Keira, Kevin, selamat ya sayang, kalian sudah menjadi suami istri. Bahagia selalu ya rumah tangga kalian"doa Luna tulus pada pasangan pengantin baru tersebut.
"Amin ma"jawab mereka bersamaan.
"Kev, ini buat kamu" ucap Aryo seraya memberikan sebuah kunci apartemen.
"Makasih pa" jawab Kevin sambil memeluk papanya.
"Keira, kamu sekarang juga anak papa, kalau ada apa apa, jangan sungkan ya. Selamat ya nak"ucap Aryo pada Keira.
"Iya pa"jawab Keira sambil tersenyum.
.
.
.
Menjelang sore hari, para kerabat dan tamu yang hadir sudah pulang. Hanya tertinggal Bimo, Clara, Keira , Kevin serta orang tua Kevin. Dan sore ini juga orang tua Keira harus berangkat keluar negri. Awalnya Keira tidak rela, tapi dengan segala alasan dan bujuk rayu orang tua serta mertuanya, akhirnya Keira mengiklhaskan kepergian orang tuanya ke luar negri.
Saat ini, Keira, Kevin, Bimo dan Clara sudah berada di bandara mengantarkan keberangkatan orang tua Keira.Sedangkan Luna dan Aryo tidak bisa mengantarkan ke bandara.
"Kei, ingat kata mami papi ya. Jangan nakal, jangan nyusain suami sama mertua kamu!" seru Clara pada Keira.
"Iya mami, mami sama papi jangan lama lama perginya yaa"jawab Keira yang sebenarnya enggan melepas kepergian orang tuanya.
"Iya sayang"jawab mereka.
"Kevin, mami sama papi berangkat dulu ya, kami titip Keira sama kamu"seru Bimo pada Kevin.
"Iya pi, Kevin bakal jagain Keira"jawab Kevin seraya mencium punggung tangan kedua mertuanya.
.
.
.
Di perjalanan pulang dari bandara, Keira hanya diam termenung melihat jalan. Kevin yang melihat itu bingung harus melakukan apa. Kevin tau, jika sebenarnya Keira belum bisa menerima pernikahan ini sepenuhnya. Kevin hanya bisa menghela nafas memikirkan ini semua.
Tak terasa perjalanan 45 menit sudah di tempuh dari bandara menuju rumah Kevin, sesampainya di halaman rumah, Kevin menoleh ke samping dan didapatinya sang istri yang sedang tertidur pulas. Kevin yang tidak tega membangunkan memutuskan untuk menggendong Keira.
"Loh, Kev Keira kenapa kok di gendong?"tanya Luna yang sedang bersantai di teras rumah.
"Tidur ma"jawab Kevin.
Luna hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti. Kevin pun melanjutkan langkahnya menuju kamar. Setibanya di kamar, dengan hati hati Kevin membaringkan tubuh Keira di ranjang. Sejenak Kevin memandang wajah Keira, paras ayu, tubuh yang ideal, dengan kulit putih bersih semakin membuat Kevin terpana. Kevin melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 15.30, Kevin memutuskan untuk mandi saja.
20 menit Kevin selesai dengan mandinya, dan didapati Keira masih setia memejamkan matanya. Seketika bibit Kevin terangkat membentuk senyuman, dengan langkah pasti Kevin berjalan ke arah ranjang. Di lihatnya wajah polos sang istri saat tidur, sangat cantik. Kevin mendekatkan wajahnya,
Cup
Kevin memberikan kecupan di kening.
"Aku sayang kamu Kei"bisik Kevin.
.
.
.
Keira mengerjapkan matanya saat merasakan ada sesuatu yang menimpa perutnya. Dengan kesadaran yang belum sempurna, Keira memandangi ciptaan Tuhan yang ada di depannya itu, tanpa sadar bibir Keira membentuk sebuah senyuman. Hingga beberapa detik
"Udah puas liat kegantengan gue!"seru Kevin dengan membuka matanya. Kevin sebenarnya sudah bangun sejak beberapa menit yang lalu, tapi dia pura pura tidur saat tau Keira membuka matanya.
Keira yang sudah sadar sepenuhnya berteriak
"Aaaaaa, lo ngapain di kamar gue?" tanya Keira tanpa sadar.
"Harusnya gue yang nanya, ngapain lo di kamar gue" jawab Kevin santai seraya bangkit dari ranjang menuju kamar mandi. Sedangkan Keira, dia masih mengingat ingat kejadian sebelumnya. Hingga Keira teringat bahwa dirinya adalah istri Kevin.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka.
"Lo mandi, gue ambilin makan"perintah Kevin.
Dengan segera Keira menuju kamar mandi, setelah beberapa menit di kamar mandi, Keira baru ingat kalau dia lupa membawa baju.
"Ahh, sial. Gue lupa bawa baju lagi, gimana gue keluarnya ya, si ketos pasti ada di kamar"pikir Keira.
Sudah 30 Kevin menunggu Keira yang sedang mandi, namun tak ada tanda tanda Keira akan keluar. Sedangkan Keira yang di dalam kamar mandi hanya mondar mandir tak tau harus apa.
"Apa gue minta tolong aja ya?" pikirnya.
"Nggak nggak, gengsi gue. Tapi kalo gedein gengsi, bisa mati kedinginan"pikir Keira ulang.
Setelah perbedatan batin, akhirnya Keira memutuskan untuk minta tolong Kevin.
Ceklek
Terdngar pintu kamar mandi di buka, tapi Keira hanya menjulurkan kepala saja dengan pintu yang di buka sedikit. Kevin yang melihat itu pun menyerngitkan dahinya, seolah bertanya kenapa.
"Emmm, ketos, ambilin baju gue di tas dong, lupa nggak bawa" dengan segala keberanian akhirnya Keira menyingkirkan gengsinya.
Tanpa menjawab Kevin beranjak dari ranjang mengambil kan piyama tidur beserta dalaman untuk Keira. Setelah memberikan pada Keira, tanpa pikir panjang Keira langsung memakainya, tapi saat Keira ingin memakai ********** dia baru ingat bahwa seorang laki laki yang berstatus suaminya itu pegang pegang pakaian dalamnya. Sontak saja pipi Keira langsung merah padam.
.
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul 22.30, tapi mata Keira masih terjaga. Entah apa yang sedang ia pikirkan. Sedangkan Kevin sudah lebih dulu menjemput alam mimpi. Berulang kali Keira mencoba memejamkan matanya, tapi tetap tidak bisa. Sebenarnya Keira sudah bilang kalau dia tidak masalah tidur di sofa, tapi Kevin memaksa, dan akhirnya Keira mengalah dengan syarat guling di letakkan di tengah sebagai pembatas, namum nyatanya Keira tidak bisa tidur. Karena merasa terganggu Kevin mengerjapkan matanya.
"Tidur lo, udah malem, ganggu aja"jawab Kevin dengan nada dingin.
Keira hanya gugup mau menjawab, kalau ketauan nggak bisa tidur, gengsi lah. Kevin memindahkan guling pembatas di antara mereka.
"Sini"perintah Kevin sambil menepuk lengannya.
Karena Keira tak mengidahkan perintah Kevin, ia pun menarik Keira hingga Keira berbaring dengan bantal lengan Kevin.
"Ihhh, lo apa apa sih, jangan modus lo"ucap Keira dengan tatapan tajam.
"Udah sini diem, kalo nggak gue cium lo"ancam Kevin.
Akhirnya Keira mengalah, dia tidur di pelukan hangat Kevin. Tak butuh waktu lama terdengar debgkuran halus, dan itu membuat Kevin mengukir senyum di bibirnya.
"Night Kei"bisik Kevin seraya mencium kening Keira.Dan Kevin pun memejamkan matanya, mengikuti Keira menjemput alam mimpi.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Udah sayang2 aja,Padahal sebelumnya kayak Tom and Jerry..
2024-07-24
0
Adila Ardani
visualnya mna thor
2022-08-20
0