Hari hari cepat berlalu, tak terasa ulangan kenaikan kelas sudah selesai dan sekarang saatnya pembagian rapor. Semua orang tua murid sudah berada di aula mengambil rapor anaknya masing masing. Begitu pula dengan Clara dan Bimo juga Luna dan Aryo, kedua keluarga yang berbesan itu sama sama datang ke sekolah untuk mengambil rapor anak anaknya.
Setelah acara sambutan ,pengumuman juara umun 1, 2, dan 3, dan rapor sudah di bagian ke seluruh orang tua siswa, kini di sinilah Bimo dan keluarga serta Aryo dan keluarga berada. Mereka berada di sebuah rumah makan, merayakan keberhasilan anak anak mereka. Jangan di tanya, Kevin sang juara umum 1 di susul Keira juara umum 2 dengan selisih nilai yang sangag tipis.
"Makan yang banyak sayang!" seru Luna pada Keira.
"Iya maa"jawab Keira.
"Kaliankan libur panjang, ngga ada acara buat liburan gitu?"tanya Clara menatap Kevin dan Keira bergantian.
"Rencana sih ada mi sama temen temen, cuma belum tau mau berangkat kapan"jawab Kevin. Memang benar Kevib cs dan Keira cs merencanakan mau liburan, tapi masih bingung mau berangkat kapan.
"Tempatnya juga belum pasti soalnya mi"ucap Keira menimpali.
"Ke villa keluarga aja sayang yang di Bandung"ucap Aryo memberi saran.
"Emang boleh pi kalau Keira sama Kevin bawa temen temen kesana?"tanya Keira.
"Boleh sayang"jawab Aryo.
"Nanti deh kita diskusi lagi sama temen temen, makasih ya pii"ucap Keira.
"Iya sayang"jawab Aryo.
Mereka pun makan dengan tenang, sesekali di selingi obrolan ringan serta candaan.
.
.
.
Di sebuah villa mewah di tempat yang begitu indah nan asri, Kevin, Keira serta teman temannya berada. Setelah berdiskusi mereka memutuskan liburan ke villa papi Aryo di Bandung. Baru saja sampai di villa, mereka sufah di suguhkan dengan pemandangan yang memanjakan mata. Angin pegungan yang sejuk serta pemandangan indah membuat mereka enggan beranjak dari tempatnya, sampai melupakan rasa lelah karena perjalanan.
"Neng Keira sejak kapan sampai atuh neng? kenapa tidak masuk?"tanya mang Asep orang yang bertugas membersihkan villa.
"Baru aja sampai mang, ini mau masuk"jawab Keira.
"Ya sudah atuh eneng, aden, silahkan masuk, mamang buatkan minum"ucap mang Asep.
"Makasih ya mang"jawab mereka kompak.
"Sama sama aden eneng"ucap mang Asep seraya pamit ke dapur.
.
.
.
Malam hari yang biasanya akan di adakan acra barbeque , namun sekarang tidak ada acara barbeque, karena mereka semua kelelahan. Tadi siang setelah mereka mengistirahatkan sejenak tubuh, mereka dengan semangat berjalan jalan di daerah sekitar hingga lupa waktu. Alhasil malam harinya mereka semua tidur lebih awal. Hanya 2 kamar yang mereka gunakan.
Tengah malam Keira mengerjapkan matanya saat merasakan tenggorokannya begitu kering, di liriknya jam menunjukan pukul 1 dini hari. Keira berjalan menuju dapur untuk minum, namun saat hendak kembali ke kamarnya, tiba tiba ada yang menarik tangannya.
"Ssttt, jangan teriak, nanti mereka bangun"ucap Kevin lirih.
"Kenapa malem malem di sini?" tanya Kevin.
"Tadi haus, makanya ke dapur minum"jawab Keira.
"Lo sendiri ngapain disini?"tanya Keira.
"Nggak bisa tidur soalnya nggak peluk lo"jawab Kevin jujur, karena sedari tadi Kevin berusaha memejamkam matanya namun tetap tidak bisa. Sejurus kemudian Kevin membawa Keira ke dalam pelukannya. Keira membalas pelukan Kevin, membiarkan Kevin sedikit melepas rindunya. Di rasa cukup lega, Kevin melonggarkan pelukannya, di lihatlah wajah cantik Keira. Pandangan Kevin tertuju pada bibir mungil dengan warna pink alami milik Keira. Kevin mendekatkan wajahnya, Keira yang sudah paham apa maksud Kevin, dua memejamkan matanya. Melihat itu Kevin tak menyia nyiakan kesempatan, di l*matnya bibir Keira dengan penuh gairah. Keira pun membalas l*matan itu, dirasa Keira membalasnya, tangan Kevin mulai beraksi. Menulusup masuk kedalam piyama yang di kenakan Keira, mencari gunung kembar dan diremas dengan kuat.
"Eughh"lenguh Keira.
Kevin semakin gencar untuk melancarkan aksinya. Ciuman Kevin sekarang turun ke leher, mengigit dan meny*sapnya kuat hingga meninggalkan beberapa beks kemerahan di sana. Lansung di buka kancing piyama Keira hingga memerlihatkan gunung kembar yang masih tertutup wadahnya. Dengan cepat Kevin membuka penutup tersebut dan langsung melahap p*ting Keira rakus.
"Aahhh, geli Kev"desah Keira dengan menekan kepala Kevin. Tidak ingat saja mereka bahwa sekarang masih berada di dapur. Tanpa mereka sadari tenyata ada sepasang mata yang melihat.
Kevin menyudahi aksinya saat dirasa sudah berlebihan. Dengan nafas memburu, mereka mengatur nafasnya.
"Balik ke kamar tidur, udah larut"seru Kevin meskipun sebenarnya enggan melapaskan istrinya setelah melakukan hal yang membangkitkan nafsu. Keira hanya mengangguk dan langsung berlari ke kamarnya.
.
.
.
Keesokan harinya mereka sarapan bersama. Di meja makan mereka makan dalam diam, hanya sesekali saja celotehan Nathan dan Kendro yang mengisi meja makan tersebut. Namun tanpa mereka sadari ada sepasang yang terus menatap entah pada Kevin dan Keira.
Selesai sarapan mereka berjalan beriringan menuju kebuh teh, menikmati udara sejuk di pagi hari dengan berjalan jalan. Kevin setia menggenggam tangan Keira.
"Gandengan terus kaya mau nyebrang aja"sindir Nathan.
"Pengen di gandeng juga?"tanya Keira sambil tersenyum jail.
"Mau lah, emang lo doang yang pengen gandengan"jawab Nathan.
"Vy, gandeng tu tangan Nathan, kasian dia nggak bisa nyebrang"ucap Keira pada Vivy.
"Emang kita mau nyebrang ke mana Nath, kok pake gandengan segala?"tanya Vivy lemot.
"Ke pelaminan"jawab Nathan asal.
"Nathan mau ajakin Vivy nikah? Vivy mau Nath, tapi nanti ya kalo Vivy udah lulus sekolah"jawab Vivy dengan polosnya. Tentu saja itu membuat mereka semua tertawa.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments