BAB 10
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Tak terasa sudah 1 bulan usia pernikahan Keira dan Kevin, tapi belum ada kemajuan apapun. Keira masih enggan untuk membuka kembali hatinya. Padahal Kevin sudah berusaha membuat Keira mencintainya.
Tepat hari ini pula, orang tua kembali ke tanah air, saat ini Keira dan Kevin sudah berada di bandara menanti kepulangan orang tua mereka. Tak menunggu lama, Clara dan Bimo sudah berada di hadapan mereka.
"Mami, papi, Keira kangen!"seru Keira dengan memeluk mami dan papinya.
"Mami juga kangen sayang" jawab Clara sambil melepaskan pelukannya.
"Kevin, apa kabar?" sapa Clara pada menantunya.
"Baik mi. Mami papi sehat?"tanya Kevin pada mertuanya.
"Sehat Kev"jawab mereka kompak.
Setelah melepas rindu di bandara kini mobil yang di kendarai Kevin sudah sampai di rumah Keira. Di ruang tamu Kevin dan Aryo terlihat sedang berbicara serius.
"Gimama kev? Keira aman kan?" tanya Aryo.
"Aman kok pi, Keira juga sudah jarang membuat onar di sekolah. Hanya saja Keira belum bisa kembali menerima Kevin pi"cerita Kevin pada papi mertuanya.
"Sabar ya kev, papi yakin di hati Keira yang paling dalam masih tersimpan rapi nama kamu, kamu hanya perlu berjuang sedikit, nanti papi sama mami pasti bantu bujuk Keira biar Keira mau buka hati lagi buat kamu"ucap Aryo memberi semangat pada menantunya. Kevin hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.
.
.
.
Di dalam kamar, Keira dan sang mami sedang melepas rindu. Keira berbaring di ranjang dengan paha sang mami sebagai bantal.
"Keira kangen banget tau sama mami" ucap Keira dengan tatapan sendu.
" Sudah ahh,, kan udah ketemu sayang, masa kangen terus, malu sama suami"jawab Clara
"Iya iya mi, emm, oleh oleh buat Keira mana mi?" tanya Keira cengengesan.
"Haiss kamu ini, kangen mami apa kangen oleh oleh nya sih"geruru Clara dengan wajah di buat seolah olah sebal.
"Hehe, kangen semuanya mi"jawa Keira sambil tergelak.
"Dasar kamu ini"seru Clara sambil mengusap pucuk kepala Keira.
"emm, sayang, gimana hubungan kamu sama Kevin?"tanya Clara.
Huuhh
Terdengar helaan nafas dari Keira.
"Ya gitu deh mi, maaf mi, sampai sekarang Keira belum bisa buka hati buat Kevin lagi"jawab Keira.
"Gapapa sayang, mami tau itu sulit biat kamu, tapi kamu nggak boleh terus terusan seperti ini, kamu harus belajar membuka hati kamu sayang, kasian Kevin, nanti kalo Kevin lelah dan memilih ninggalin kamu? gimana?"ucap Clara.
"Kamu jangan egois sayang, mami lihat Kevin selama ini berjuang buat cairin es di hati kamu, kamu hargailah usaha Kevin"lanjut Clara.
"Iya mi, nanti Keira coba." jawab Keira
"Ya udah, mami keluar dulu sayang" ucap Clara yang di angguki oleh Keira.
Setelah Clara keluar dari kamarnya, Keira tampak memukirkan perkataan maminya. Memang ada benarnya ucapan Clara tadi. Di saat Keira memikirkan perkataan Clara
Ceklek
Kevin masuk ke Kamar Keira.
"oke, gue harus coba buka hati buat Kevin"ucap Keira dalam hati.
Kevin masih berdiri di depan pintu. Setelah pintu benar benar tertutup, Kevin berlajan ke arah ranjang. Dan semua itu tak luput dari penglihatan Keira. Dengan menurunkan ego se turun turunnya, akhirnya Keira membuka suara.
"Emmm, kev ,itu_anu ,emm "ucap Keira gugup.
Kevin menyerngitkan dahinya bingung.
"Anu apa?"tanya Kevin datar.
"Anu lo mau mandi?"tanya Keira masih saja gugup. Sedang kan Kevin malah mendekatkan wajahnya pada Keira. Sontak saja Keira memundurkan badannya. Hingga tangannya di cekal oleh Kevin, dan bebisik.
"Lo mau mandiin anu gue?"bisik Kevin dengan raut wajah yang sulit di artikan. Sontak Keira kaget mendengar penuturan Kevin.
"Siapa yang bilang?"sungut Keira geram.
"Lah, lo kan tad bilang mandiin anu gue"jelas Kevin dengan senyum yang mengerikan. Seketika bulu kuduk Keira meremang.
"Ma _maksud gue, apa lo mau mandi?" tanya Keira membenarkan kalimatnya. Kevin tertawa mendengar penuturan Keira.
"Tumben lo nanya gitu ke gue, biasa juga lo cuek" tanya Kevin.
"Ya udah gue siapin dulu air buat lo mandi"bukannya menjawab Keira mengalihkan pembicaraan dan berjalan menuju kamar mandi. Jelas saja perlakuan Keira itu membuat Kevin tersenyum.
.
.
.
Hari sudah semakin gelap, jam sudah menunjukan pukul 21.30. Di dalam kamar terdapat 2 manusia yang masih sama sama enggan untuk membuka obrolan. Sampai beberapa saat berikutnya
"Tidur kei, udah malem"ucap Kevin dingin namun dengan penuh kelembutan. Bukan nya menjawab, Keira malah memiringkan tubuhnya menhadap Kevin, jelas saja itu membuat Kevin menyerngitkan dahi nya. Pasalnya Keira selalu memunggungi Kevin saat tidur.
"Kev, gue mau ngomong sama lo"ucap Keira serius.
"Apa"tanya Kevin.
"Gu_gue, mau belajar buka hati buat lo" jawab Keira tanpa berani menatap mata Kevin.
"Kalo ngomong ngadep orangnya, jangan ngadep bawah!"titah Kevin.
"Gue mau belajar buka hati buat lo!" seru Keira menatap mata Kevin dan di sambut senyuman oleh Kevin. Sepersekian detik kemudian, Kevin sudah memeluk tubuh Keira.
"Iya kei, gue sabar nunggu lo sampai hati lo sepenuhnya buat gue."ucap Kevin di sela sela pelukan.
"Udah, sekarang tidur, udah malem"lanjut Kevin sambil mencium pucuk kepala Keira. Keira hanya menganggukan kepala sebagai jawaban. Hingga beberapa menit kemudian, Keira sudah benar benar berapa di alam mimpi.
"night my wife, gue bakal sabar nunggu lo sepenuhnya cinta ke gue lagi"ucap Kevin yang ikut memejamkan matanya menyusul Keira.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Setelah Kei membuka hatinya ,Jangan sampai Kevin pulak yg berulah..
2024-07-24
0
Adila Ardani
nah gitu dong key
2022-08-20
0